
"Aku tidak akan membiarkan mu hidup menderita by! aku akan membalas kan semua perbuatan orang-orang yang telah menelantarkan mu!" ujar Revan sembari menunggu rambut Rania
Setelah cukup lama memandangi wajah cantik gadis nya, Revan pun keluar dari kamar Rania menuju ruang kerja nya karena banyak berkas yang harus dia lakukan
Satu jam kemudian, Rania terbangun dari tidur nya dan membuka mata nya perlahan untuk menyesuaikan cahaya. Rania terkejut karena dia sekarang tertidur di kamar padahal tadi dia tertidur di sofa ruang santai
"Kok aku bisa ada di kamar sih?" ujar Rania mengernyitkan dahi nya
"Apa Revan udah pulang dan dia yang memindahkan ku?" ujar Rania
"Atau ada orang lain yang masuk karena pintu nya nggak di kunci!!!" ujar Rania panik
"Nggak! semoga pintu nya di kunci!!!" ujar Rania beranjak dari tidur nya dan berlari menuju pintu utama apartemen
"Apa? pintu nya nggak di kunci?" ujar Rania bertambah panik
Grepβ¦
Tiba-tiba tangan kekar seseorang melingkar di pinggang nya dan memeluk nya erat dari belakang
"Siapa kamu? aku mohon jangan apa apakan aku!!!" ujar Rania dengan mata yang terpejam
"Aku adalah calon raja mu, calon pendamping hidup mu yang akan membuat mu bahagia dan menjadikan mu satu satu nya ratu ku." bisik Revan dengan suara berat nya. Ya, orang yang memeluk Rania tadi adalah Revan
Rania membuka mata nya perlahan dan menoleh ke belakang hingga terlihat lah seorang pria tampan yang sedang memeluk nya erat
"Ih!!! kamu nyebelin deh, buat aku panik aja!!!" ujar Rania
"Maaf sayang! tadi saya juga panik saat melihat mu berlari ke arah pintu!" ujar Revan
"Lah kirain ada maling atau orang jahat yang masuk ke apartemen ini karena aku bisa pindah tempat pas tidur!" ujar Rania
"Masa ada orang jahat setampan saya nanti orang baik nya merasa di rendah kan jika itu terjadi!" ujar Revan
"Tapi saya memang sedang mencuri.." ujar Revan
"Apa? kamu sedang mencuri apa? cepet ngaku, kalau nggak aku lapor ke polisi!!!" ujar Rania
"Saya telah mencuri hati mu agar kau hanya memikirkan ku dan menjadi milik ku, by!" ujar Revan
"Ih!!! bikin orang jantungan dan darah tinggi saja, untuk nggak kolesterol!" ujar Rania sembari memukul lengan kuat Revan yang melingkar di pinggang nya
"Hehe, maaf by!" ujar Revan terkekeh
"Kamu sudah pulang dari tadi?" tanya Rania
"Iya! sejak kau sudah tertidur dengan cantik nya!" ujar Revan menciumi pundak Rania
"Ih!!! kenapa nggak bangunin aku sih?" ujar Rania
__ADS_1
"Saya kasihan melihat mu tertidur dengan nyenyak, jadi saya memindahkan mu ke kamar dan tidak membangunkan mu." ujar Revan
"Oh iya, apa kau sudah makan siang?" ujar Revan sembari membalikan badan Rania agar berhadapan dengan nya
"Belum! aku nungguin kamu pulang tapi malah ketiduran." ujar Rania
"Baiklah! kita makan siang, apa kau sudah memasak by?" ujar Revan
"Udah!" ujar Rania
"Ayo!" ujar Revan menggandeng tangan Rania menuju ruang makan
Sesampai nya di ruang makan, Rania langsung mengambil kan makanan untuk Revan layak nya seorang istri
"Hidup ku serasa sudah mempunyai istri saja, padahal baru berpacaran dan aku belum mengungkapkan perasaan ku secara resmi kepada Rania." batin Revan terkekeh
"Silahkan di makan!" ujar Rania
"Iya sayang!" ujar Revan langsung menyantap makanan nya
"Rania sungguh calon istri idaman, masakan nya enak sekali!!!" batin Revan
"Aku tidak akan membiarkan mu pergi jauh dari ku by, meskipun kau sudah mengingat masa lalu mu nanti tapi aku akan tetap mengawasi mu!" batin Revan
Di sisi lain tepat nya di perusahaan MHS'Group seorang gadis cantik sedang fokus dengan pekerjaan nya hingga suara handphone nya berbunyi membuat nya mengalihkan dari pekerjaan nya
π² : "Halo Lili! besok kau sibuk atau tidak?" ujar seseorang yang tak lain adalah Vino
π² : "Niat nya besok saya ingin mengajak mu ke apartemen Revan, apa kau mau ikut?" ujar Vino
π± : "Mau pak!" ujar Lili dengan cepat
π² : "Baiklah! besok saya datang ke rumah mu." ujar Vino
π± : "Iya pak!" ujar Lili
π² : " Kalau begitu saya matikan telepon nya!" ujar Vino
π± : "Baik pak!" ujar Lili
Panggilan pun di matikan oleh Vino
"Yes! akhir nya besok aku bisa ketemu sama Rania lagi!!!" ujar Lili bahagia
"Kenapa pak Vino jadi baik ya? aneh banget, nggak kaya biasa nya." ujar Lili
"Nggak papa lah dia baik, malah aku jadi bisa sering ketemu Rania. Kalau aku ke apartemen pak Revan sendiri kan malu juga tubuh ku pasti akan Tremor!" ujar Lili
Lili kembali fokus dengan pekerjaan nya
__ADS_1
Di sisi Vino, pria itu sudah berada di mansion nya sedang bersantai bersama keluarga nya
Vino menunjukkan raut wajah yang berbeda dari biasa nya, dia selalu menunjukan wajah gembira dan ceria nya di depan kedua orang tua nya
"Vino! kamu demam atau gimana? dari tadi seperti nya bahagia banget, ada apa sih sayang? coba deh cerita sama mama." ujar nyonya Mahesa sembari menempel kan telapak tangan nya di dahi putra nya
"Apaan sih ma? Vino masih sehat dan tidak demam!" ujar Vino
"Mama cuma mau ngecek tingkat kewarasan mu!" ujar nyonya Mahesa
"Mama! Vino masih 100 persen waras!!!" ujar Vino kesal
"Kalau waras kenapa tingkah mu berubah drastis, atau jangan-jangan kamu sedang jatuh cinta?" ujar nyonya Mahesa penuh selidik
"Aduh!!! mama pakai acara curiga lagi! aku harus gimana ini?" batin Vino
"Kata siapa Vino sedang jatuh cinta?" ujar Vino mengelak
"Karena perubahan sikap mu yang mendadak itu yang membuat mu terlihat jelas jika sedang jatuh cinta, iya kan pa?" ujar nyonya Mahesa
"Iya benar ma! sebenarnya kamu sedang jatuh cinta dengan siapa?" ujar tuan Mahesa angkat bicara
"Vino tidak sedang jatuh cinta ma, pa." ujar Vino
"Kalau kamu memang jatuh cinta juga nggak papa kok!" ujar nyonya Mahesa
"Vino kamu belum jawab pertanyaan papa, sebenarnya kamu jatuh cinta dengan siapa?" ujar tuan Mahesa
"Iya! mama juga kepo. Apa jangan-jangan kamu sudah cinta sama Elvira?" ujar nyonya Mahesa
"Cih! aku tidak akan mencintai Elvira, gadis tidak tahu malu itu!" batin Vin
"Tidak ma! Vino tidak jatuh cinta dengan Elvira!" ujar Vino
"Lah terus sama siapa? padahal mama sudah berharap jika kamu jatuh cinta dan berpacaran dengan Elvira!" ujar nyonya Mahesa sedikit kecewa
"Apaan sih mama! kenapa kesan nya aku seperti di paksa untuk berpacaran dengan Elvira licik itu?" batin Vino
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all π₯°π₯°π₯°
__ADS_1
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah