
" Aku kan memang terbaik sejak dulu, kau saja yang baru sadar " ujar Vino
" Terserah!!! " ujar Revan
" Gitu saja ngobrol nya " ujar Vino
" Iya, memang nya kenapa? " ujar Revan
" Aku mau pamit pulang dulu, sudah malam " ujar Vino
" Iya bro, hati hati " ujar Revan
" Siap " ujar Vino. Vino langsung keluar dari ruang kerja Revan untuk pulang ke rumahnya
Di sisi lain Rania masih duduk sambil memainkan handphone nya
" Ih!!! Kenapa jiwa kepo ku ini nggak bisa di hilangin ya, sungguh menyiksa!!! " umpat Rania pada diri nya sendiri
" Ah!!! aku kepo banget, ada acara apa pak Vino nelpon Lili. Apakah pak Vino suka sama Lili atau iseng nelpon ya " ujar Rania
" Mendingan aku sekarang tidur, besok kan bisa nanya sama Lili " ujar Rania
Rania langsung berbaring di ranjang nya dan benar saja gadis itu langsung terlelap ke dalam mimpi nya
Di sisi Lili, gadis itu sedang bimbang dan melamun entah memikirkan apa
" Aduh!!! kenapa aku jadi merasa sangat bersalah ya, karena nggak mengangkat telepon nya pak Vino " ujar Lili
" Kan aku jadi takut dan serasa nggak punya muka gitu kalau besok pas kerja ketemu sama pak Vino " ujar Lili terlihat sangat khawatir
" Gimana dong!!! apa aku harus telepon balik ke pak Vino, tapi … kalau dia menceramahi ku online gimana lewat telepon " ujar Lili
" Mendingan aku jelasin ke pak Vino besok " ujar Lili
" Semangat Lili!!! jangan putus asa " ujar Lili
" Tidur dulu ah! " ujar Lili yang mulai merebahkan tubuh nya ke ranjang
Tak lama kemudian Lili sudah masuk ke dalam alam mimpi
Sedangkan di posisi Vino, dia sudah berada di mansion nya bahkan sudah berada di kamar nya. Vino sedang duduk di sofa kamar nya
" Aduhl!!! kenapa tadi yang mengangkat telepon Lili Sasmita malah ibu nya sih? kan niat ku untuk mengerjainya menjadi gagal " ujar Vino kesal
" Apakah aku harus mengganti nomor telepon ku " ujar Vino
" Ide bagus!!! kau memang pintar Vino " ujar Vino memuji diri nya sendiri
" Mendingan aku besok membeli nomor telepon baru agar nomor itu terlihat misterius " ujar Vino
" Oh iya, besok aku akan mengerjai Revan juga. Pasti akan menyenangkan, hahaha " ujar Vino tertawa keras
" Mending sekarang tidur, menunggu esok hari yang menyenangkan " ujar Vino
Vino langsung bersiap untuk tidur
__ADS_1
Di posisi Revan, pria tampan itu juga sudah berada di dalam kamar nya. Dia sedang merebahkan tubuh nya di atas ranjang king size nya
" Kenapa Vino terlihat mencurigakan ya!! " ujar Revan
" Kenapa dia secara tiba-tiba meminta nomor telepon teman nya Rania, apakah Vino memiliki hubungan rahasia dengan teman nya Rania " ujar Revan
" Apakah mereka pacaran!!! " ujar Revan
" Kenapa dia tidak memberi tahu ku, sungguh Vino menyebalkan. Dia sungguh sahabat paling menyebalkan di seluruh dunia " ujar Revan
" Memang nya aku punya sahabat di seluruh dunia sehingga bisa menyebut bahwa Vino sahabat paling menyebalkan di seluruh dunia " ujar Revan bingung dengan perkataan nya
" Hei Van!!! sadar!!! kenapa kau bisa ketularan lemot seperti Vino? " ujar Revan kesal
" Mending aku tidur saja daripada nanti ketularan lemot seperti Vino " ujar Revan
Setelah Revan sudah bersiap siap untuk tidur, ada bunyi handphone yang mengganggu nya
" Siapa sih? kenapa hidup ku selalu terganggu " ujar Revan kesal
" Baru saja ingin tidur lebih awal tetapi malah gagal lagi " ujar Revan
" Kalau telepon tidak penting awas ya!!! " ujar Revan emosi
Revan langsung mengambil handphone nya di atas meja sebelah ranjang tidur nya
" Ternyata oli, mau apa dia menelpon ku malam hari begini " ujar Revan
" Mulai lah sandiwara mu Van " ujar Revan
📲 : " Honey!!! kamu besok sibuk nggak? ujar Zhao lie dengan nada suara manja
📱 : " Sebenarnya saya setiap hari sibuk, memang nya ada apa ya? " ujar Revan
📲 : " Ih!!! kamu seharusnya bilang aku nggak sibuk kok, malah langsung jujur bilang sibuk " ujar Zhao dengan suara kesal tapi manja
" Sebenarnya apa yang di inginkan wanita murahan ini!!! " batin Revan yang berusaha menahan emosi nya
📱 : " Iya maaf, saya memang tidak bisa basa basi dan bersikap romantis seperti pasangan lain nya " ujar Revan
📲 : " Baiklah! kalau kamu nggak bisa romantis besok aku ajari " ujar Zhao lie
📱 : " Memang nya besok kita mau ngapain " ujar Revan
" Kenapa my honey lemot, bodoh and nggak peka banget sih!!! apa aku salah memilih pacar " batin Zhao lie
" Jo problem lady! yang penting dia kaya raya " gumam Zhao lie menyeringai
📱 : " Zhao lie!!! apa kamu sudah tertidur " ujar Revan
📲 : " Belum honey " ujar Zhao lie
📱 : " Kenapa saya tanya kau diam saja? " ujar Revan
📲 : " Aku udah gak sabar mau tidur bersama mu honey, pasti sangat menyenangkan " ujar Zhao lie
__ADS_1
" Cih!!! ternyata dia sama seperti adik tiri nya gadis cerewet, mereka sama sama murahan dan j*lang " batin Revan
📱 : " Tidur bersama? itu akan kita lakukan kelak setelah menikah " ujar Revan
📲 : " Di mulai dari sekarang juga boleh honey, sekalian belajar melakukan ****** supaya kamu mahir dan agresif saat kita sudah menikah nanti " ujar Zhao
" Cih!!! sungguh aku muak dan ingin muntah mendengar ucapan nya " batin Revan
📱 : " Sudah lah Zhao lie, jangan memikirkan hal itu dulu " ujar Revan
📲 : " Kenapa? apakah gairah mu sudah memuncak honey? atau adik kecil mu sudah menegang? kamu bisa bilang ke aku honey, aku akan melayani dan memuaskan nafsu mu honey. Dan aku bisa datang ke mansion mu sekarang juga atau kita juga bisa melakukan nya di hotel honey!!! " ujar Zhao lie
" Please!!! honey!!! terpancing lah dengan ucapan ku " batin Zhao lie
📱 : " Lupakan hal itu Zhao lie, sebenarnya ada hal apa kau menelpon saya " ujar Revan
📲 : " Sebenarnya aku mau mengajak mu shopping besok, kamu mau ya " ujar Zhao lie
📱 : " Baiklah! akan saya usahakan, memang nya kau mau pergi belanja jam berapa? " ujar Revan
📲 " Jam 10 pagi honey " ujar Zhao lie
📱 : " Baiklah! besok saya akan datang menjemput mu " ujar Revan
📲 : " Beneran ya honey, kamu jangan bohong " ujar Zhao lie
📱 : " Iya!!! kalau begitu saya matikan dulu telepon nya " ujar Revan
📲 : " Iya honey, good night " ujar Zhao lie
📱 : " Night " ujar Revan singkat
Dan panggilan dimatikan oleh Revan
" Cih!!! ternyata oli bukan hanya wanita tidak tahu diri, dia juga wanita j*lang, sungguh menjijikan " ujar Revan
" Kalau bukan karena dia akan mengadu kepada orang tua ku bahwa aku sudah menolak cinta nya, mungkin aku sudah mendorong nya ke dalam jurang atau membuang nya ke penangkaran buaya " ujar Revan
" Mending aku tidur saja " ujar Revan langsung menaruh handphone nya kembali ke meja dekat ranjang nya
Setelah itu Revan langsung merebahkan tubuh nya ke atas ranjang king size nya dan langsung terlelap dalam tidur nya
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
__ADS_1
bisa di follow ig nya yah