SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Makanan kesukaan


__ADS_3

"Tidak! nanti kau kelelahan! saya tidak ingin melihat mu sakit." ujar Vino


"Iya kak!" ujar Lili langsung melanjutkan semua nya


Lili mulai membersihkan apartemen Vino dengan gesit, Lili sangat bersemangat dalam pekerjaan nya.


"Ternyata Loli juga sangat rajin, sungguh calon istri idaman!" batin Vino


Vino membantu Lili membersihkan debu yang ada di apartemen tersebut


Satu jam kemudian, Lili dan Vino sudah selesai membersihkan seluruh apartemen


"Perfect!" ujar Lili tersenyum senang


"Saya tidak menyangka ternyata apartemen saya bisa bersih dan rapi seperti ini!" ujar Vino


"Maka nya kak kalau menggunakan sesuatu di taruh di tempat yang benar jadi nggak berantakan!" ujar Lili


"Iya Loli! kakak minta maaf, setelah ini akan lebih rajin lagi!" ujar Vino


"Beneran ya…besok aku cek lagi!" ujar Lili


"Iya beneran, sekarang kau ajarin kakak masak ya." ujar Vino


"Iya kak! tapi kakak pengin masak apa?" ujar Lili


"Saya ingin masakan yang sederhana seperti sayur asem, ikan asin dan sambal terasi." ujar Vino


"Sebenar nya itu makanan kesukaan saya, bisakah kau mengajari ku membuat nya." sambung Vino


"Jadi kakak suka makanan itu," ujar Lili tidak percaya


"Iya! saya sangat menyukai nya dan sudah lama tidak memakan nya." ujar Vino


"Berarti sama dong, aku juga suka sama makanan itu." ujar Lili


"Benarkah! ternyata makanan kesukaan kita sama." ujar Vino


"Mungkin ini jalan awal menuju keserasian!" batin Vino


"Baiklah kak, kita mulai memasak sekarang." ujar Lili


"Untung saja makanan yang dia inginkan tidak susah dan itu juga makanan kesukaan ku!" batin Lili bersyukur


Lili mulai mengajari Vino memasak mulai dari menyiapkan bahan makanan hingga meracik bumbu


"Ternyata dia pintar masak juga, calon istri idaman ini!" batin Vino saat melihat keahlian memasak Lili


Kini mereka sudah mulai berkutat dengan wajan penggorengan, sampai satu jam kemudian mereka sudah selesai memasak


"Akhir nya selesai juga masak nya!" ujar Lili


"Saya tidak menyangka, ternyata kau pandai memasak juga!" ujar Vino

__ADS_1


"Nggak juga sih pak soal nya aku memasak nya itu sesuai mood." ujar Lili


"Sesuai mood bagaimana maksud nya?" tanya Vino


"Sesuai perasaan aku kak! kalau aku lagi senang ya aku masak, kalau lagi badmood yang masak ibu." ujar Lili terkekeh


"Oh begitu! kau ada-ada saja!" ujar Vino


"Loli! kau harus ingat! jangan menyia-nyiakan kebaikan kedua orang tua kepada mu selama ini. Kau termasuk anak yang beruntung memiliki kedua orang tua yang selalu mendukung semua keinginan mu." ujar Vino sembari menggenggam tangan Lili


"Semua orang tua pasti menginginkan kebahagiaan untuk anak nya kak, hanya saja cara setiap orang dalam mendidik anak itu yang berbeda!" ujar Lili tersenyum


"Tapi kau tetap beruntung mendapat kan orang tua yang tidak pernah memaksa mu melakukan sesuatu." ujar Vino


"Kenapa kakak berkata seperti itu?" tanya Lili


"Jujur saya iri dengan kehidupan mu Loli. Walaupun kau hidup di keluarga yang sederhana tapi keluarga mu selalu menjamin kebahagiaan untuk anak nya tidak seperti orang tua ku yang selalu mengekang dan memaksa ku untuk menuruti keinginan mereka!!!" ujar Vino


"Kakak nggak boleh ngomong kayak gitu, Semua itu mereka lakukan pasti untuk kebaikan dan kebahagiaan kakak." ujar Lili


"Tidak Loli! mereka tidak seperti yang kau pikirkan! sebentar, saya ingin meminta pendapat mu!" ujar Vino


"Baiklah kak! katakan saja!" ujar Lili


"Loli! apa menurut mu jika mereka memaksakan jodoh untuk ku itu demi kebaikan ku!!!" ujar Vino


"Entah kenapa mulut ku terasa kelu! i speechless!" batin Lili


"Mungkin mereka menjodohkan kakak agar kakak tidak salah dalam memilih pasangan." ujar Lili


"Bukankah kakak belum mendekati nya? kenapa kakak sudah menyimpulkan jika dia bukan perempuan yang baik?" tanya Lili


"Iya! tapi kakak sudah bisa menyimpulkan bahwa dia bukan tipe wanita yang mandiri, dia itu tipe wanita manja!" ujar Vino


"Sama sekali tidak masuk kedalam kriteria pasangan saya!" lanjut Vino


"Memang nya kriteria pasangan seperti apa yang kakak inginkan?" tanya Lili penasaran


"Seperti mu! saya ingin mendapatkan pasangan yang seperti mu!" ujar Vino


Deg


Jantung kedua insan itu berdetak begitu kencang


"Kenapa setelah mendengar ucapan kak Vino jantung ku berdetak semakin kencang ya?" batin Lili


"Aduh!!! ini mulut benar-benar kelewat licin, selalu saja keceplosan!" batin Vino


"Pasti dia berpikiran aku ini aneh! aku harus mengatakan apa setelah ini?" batin Vino


"Kau gadis yang baik dan mandiri, saya ingin suatu saat mendapatkan pasangan yang baik dan mandiri seperti mu Loli." ujar Vino gugup


"Semoga doa kakak terkabul. Tapi jujur nih ya kak, aku sebenarnya bukan tipe orang yang mandiri bahkan ibu sering bilang kalau aku itu manja yang mandiri itu Rania." ujar Lili

__ADS_1


"Bagaimana pun sifat asli mu aku akan tetap memilih mu sebagai pasangan ku kelak." batin Vino


"Tidak ada gadis lain selain Lili Sasmita di hati ku!" batin Vino


"Tapi menurut saya kau termasuk gadis yang mandiri dan ceria yang pernah saya temui!" ujar Vino menatap Lili intens


"Kakak mah memuji ku terus dari tadi, nanti aku bisa terbang kak!" ujar Lili tertawa


"Kau lucu sekali Loli!" ujar Vino gemas dengan tingkah Lili


"Saya sangat gemas dengan kau Loli!" ujar Vino yang sudah sangat gemas dengan Lili akhir nya mencubit pipi Lili gemas


"Ih kak! sakit tau di cubit! kakak pikir pipi aku ini kue cubit apa seenaknya pakai cubit-cubit sembarangan." ujar Lili menggerutu


"Maka nya pipi nya jangan menggemaskan begitu Loli!" ujar Vino kembali mencubit pipi Lili


"Sakit kak!!!" ujar Lili kesal


"Hehe, maaf!" ujar Vino


"Jangan cubit aku terus dong kak!" ujar Lili memanyunkan bibir nya


"Iya, kakak tidak akan mencubit kau lagi. Itu bibir nya di kondisikan pengin dicium sana kakak apa?" ujar Vino terkekeh


"Enak saja main cium, ciuman ku ini ciuman pertama kak jadi akan aku berikan kepada orang yang spesial suatu saat nanti." ujar Lili


"Jadi kau belum pernah berciuman?" ujar Vino


"Ya belum lah kak, nama nya juga jomblo dan di hati ku belum ada seseorang yang spesial." ujar Lili


"Saya juga belum pernah berciuman." ujar Vino


"Masa sih!!! nggak percaya aku!!! seorang Vino Mahesa CEO perusahaan MHS'Group belum pernah berciuman, apa kata dunia kak!!!" ujar Lili heboh


"Dunia bilang kepada saya ' good luck Vino berikan ciuman pertama mu untuk orang yang spesial ' begitu kata dunia." ujar Vino


"Aku yakin pasti yang mendapat kan first kiss nya kakak akan jungkir balik, salto dan sujud syukur nggak percaya bisa berciuman dengan kakak." ujar Lili tertawa


"Benarkah! kenapa mereka bisa sampai sebegitu nya?" ujar Vino


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2