SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Ternyata masih iblis


__ADS_3

Tok.....tok.....tok.....


" siapa ? " tanya Revan dari dalam ruangan


" Ini mama nak " jawab Melinda dari depan ruangan kerja putra nya


Revan pun bergegas membukakan pintu untuk mama nya


" Ada apa ma ? " tanya Revan setelah membukakan pintu


" masuk ma " tambah Revan kepada mama nya


" Ini, mama bawakan kamu kopi, diminum yah " ujar Melinda sambil meletakkan kopi dan camilan yang ada di nampan yang dia ke meja kerja putra nya


" Iya ma terimakasih, seharusnya mama nggak perlu bawain Revan kopi sama camilan kan Revan jadi ngerepotin mama " ujar Revan sambil tersenyum kepada Melinda


" Mama nggak pernah merasa direpotkan sama kamu sayang " ujar Melinda senang melihat perubahan sikap putra nya


" Sekali lagi makasih ma " ujar Revan sambil mencium pipi mama nya yang berhasil membuat mama nya terkejut sekaligus senang


" Iya nak, ya sudah itu diminum kopi nya sama dimakan camilan nya. Nanti tidur nya jangan kemalaman sayang nggak baik untuk kesehatan " ujar Melinda sambil memberi nasehat kepada anak nya


" Iya ma, selamat malam " ujar Revan sambil tersenyum


" Selamat malam juga sayang " ujar Melinda membalas tersenyum kepada putra nya, setelah itu berlalu pergi meninggalkan ruang kerja Revan


Setelah mama nya berlalu pergi meninggalkan ruang kerja nya, Revan tak sedikit pun menyentuh kopi dan camilan yang dibawakan mama nya


" Cih, kalian pikir aku akan menyentuh bahkan menikmati makanan dan minuman yang kalian bawakan. Nggak mungkin!!! "


Revan langsung mengambil telefon rumah yang sengaja di sediakan untuk memanggil pelayan


📲 : " Ada yang bisa saya bantu tuan ? " tanya salah satu pelayan dari telefon


📱: " Ke ruangan kerja saya sekarang " ujar Revan dengan nada yang tinggi

__ADS_1


📲 : " Baik tuan " ujar pelayan itu dengan sedikit takut


Setelah itu. telepon pun di matikan dan tak berselang lama pelayan tadi pun mengetuk pintu ruangan kerja Revan


Tok.....tok.....tok.....


" Masuk cepat !!! " sahutan Revan dengan keras


Pelayan tadi langsung masuk ke dalam ruangan kerja Revan dengan perasaan yang sedikit takut


" Ada apa tuan ? " tanya pelayan tadi


" Bawa ini dari ruangan saya dan buang !!! " bentak Revan dengan aura yang menyeramkan sambil menunjuk nampan berisikan kopi dan cemilan yang dibawakan oleh mama nya tadi


" Tapi tuan ini kopi dan cemilan buatan khusus nyonya besar untuk tuan muda " ujar pelayan itu menunduk takut


" Saya bilang buang ya buang!!! Jang membantah !!! Kau tau kan saya paling tidak suka dibantah buang sekarang!!!!! " bentak Revan dengan tatapan tajam nya dan mencekik kerah baju pelayan tadi hingga membuat nya susah bernafas


" Kau mau membuang nya atau kau masih ingin membantah saya dan kau akan mati di tangan saya detik ini juga!!! " ujar Revan dengan tatapan tajam nya dan semakin mencekik kerah baju pelayan itu


" B- baik tuan s- saya akan membuang nya " ujar pelayan itu dengan nafas yang tersengal akibat cekikan Revan yang begitu kuat


Pelayan tadi langsung mengambil nampan berisikan kopi dan camilan tadi dan langsung berjalan keluar setelah menunduk hormat kepada tuan muda nya


" Hampir aja gue mati mengenaskan, gue kira tuan Revan dah berubah ternyata kagak malah semakin parah " batin pelayan itu dengan merinding mengingat kejadian tadi


" Sudah pukul 9 ini mata juga sudah tidak bisa diajak kompromi mendingan aku tidur untuk melanjutkan drama dan rencana besok " ujar Revan menyeringai


Pria tampan itu pun langsung mematikan laptop nya dan berjalan menuju ke kamar nya


Sesampai nya di kamar pria tampan itu langsung menaiki ranjang king size nya dan merebahkan tubuhnya. Tak butuh waktu lama pria tampan itu sudah terlelap ke dalam dunia mimpi nya mungkin karena terlalu lelah bekerja


di sisi pelayan tadi dia sedang berjalan menuju dapur dan saat di dekat ruang keluarga dia melihat nyonya besar dan tuan besar nya sedang mengobrol di ruang keluarga. Dan ternyata nyonya besar nya melihat pelayan tadi


" Hei!!! bukankah nampan itu adalah nampan yang aku berikan kepada putra ku, kenapa kau membawa nya hmm " ujar Melinda dengan kesal

__ADS_1


" Maaf nyonya i -ini tadi tuan muda sudah sangat lelah dan ingin istirahat jadi tidak bisa meminum kopi nya " ujar pelayan itu dengan menunduk


" Oh, Lah terus mau kau apakan itu kopi dan cemilan nya " ujar Melinda menatap tajam pelayan nya


" Mau saya b- bawa ke dapur nyonya " jawab pelayan itu sambil menunduk


" Apa Revan tidak mau minum dan makan camilan itu " ujar Melinda kesal dan kecewa pada Revan


" Bu -bukan seperti itu nyonya, tuan Revan seperti nya benar benar sangat lelah dan tadi sudah sempat tertidur di ruang kerja nya lalu saya meminta nya untuk istirahat di kamar nya " ujar pelayan itu mencari alasan


" Oh, jadi gitu. Ya sudah kamu bawa ke dapur saja " ujar Melinda kepada pelayan tadi


" Baik nyonya " ujar pelayan itu menunduk hormat dan berlalu pergi menuju dapur


Setelah sampai di dapur pelayan tadi langsung menghembuskan nafas kasar


" Huh! Akhir nya bisa bernafas dan semoga gue nggak di marahin sama tuan Revan, Gila!! ganteng sih ganteng malah ganteng banget tapi sisi seram nya hih!! nggak ada lawan " batin pelayan tadi sambil bergidik takut


# Di rumah Rania


Gadis cantik yang tak lain adalah Rania sedang bersiap siap untuk besok bekerja. Setelah itu Rania berjalan menuju ranjang untuk tidur karena besok akan bangun bagi agar tidak terlambat bekerja karena ini adalah hari pertama nya bekerja


Rania sudah menaiki ranjang kamar nya dan merebahkan tubuh nya di sebuah ranjang sederhana yang berukuran kecil dia sedang menatap langit langit kamar nya


" Huh!!! besok pasti aku bakalan kena hukuman sama tuan muda yang super super kejam dan nggak pernah senyum itu " ujar Rania sambil menghela nafas kasar


" Udah nggak papa Rania, tenang saja apapun hukuman nya kau harus menjalankan nya. Karena itu juga kesalahan mu yang tidak sopan terhadap seorang bos " ujar Rania yang menyesal karena tidak mengenali bos nya yang merupakan seorang pengusaha sukses dan terkenal dan juga menyesal karena pada saat itu dia sangat tidak sopan pada Revan


" Udah Rania stop!!! jangan terlalu dipikirkan dan jalani hari hari mu dengan ikhlas dan tersenyum " ujar Rania menyemangati diri nya sendiri


Tak butuh lama Rania pun sudah terlelap ke dalam dunia mimpi nya


...****************...


Halo semuanya hari ini aku lagi nggak enak badan jadi nya aku nggak bisa double up lain kali aku double up lagi

__ADS_1


jangan lupa vote, like and komen yah!!!


love you all 🥰🥰🥰


__ADS_2