SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Kecemburuan Revan


__ADS_3

Revan berjalan mendekati Rania, dan itu membuat Rania panik hingga dirinya langsung mundur.


Revan terus berjalan maju dan menatap tajam kearah Rania, hingga punggung Rania sudah menabrak dinding tembok ruang meeting membuat Rania panik.


Kedua tangan Revan mengunci tubuh mungil Rania. Jantung Rania berdegup kencang saat Revan mendekat kan wajah nya.


Belum pernah Rania melihat wajah tampan bos kejam nya yang berubah menjadi mengerikan untuk dilihat, tatapan matanya sangat tajam. Sungguh Rania kini sangat ketakutan.


"Saat nya kau dihukum, by!" ujar Revan mengelus pipi Rania.


"Apakah setelah ini dia akan mencakar pipi ku?" batin Rania gemetaran


"Kenapa tubuh mu sampai bergetar seperti itu by?!" ujar Revan menyeringai tajam


"Apa sudah siap menerima hukuman nya, sayang?!" bisik Revan


"Hukuman apa pak?" ujar Rania dengan suara bergetar.


Revan mendekatkan wajahnya ke wajah Rania membuat hembusan nafas hangat Revan menerpa wajah cantik yang sedang ketakutan.


Cup…


Revan mencium bibir Rania dengan menuntut, ******* nya bahkan menggigit bibir kekasih nya dengan penuh gairah.


Rania hanya bisa meneteskan air mata nya kala mendapat perlakuan kasar dari kekasihnya.


Revan melepaskan ciuman nya, nafas Rania tersengal, diri nya hampir kehabisan nafas mendapatkan ciuman menuntut tadi.


Bibir Rania membengkak membuat dirinya meringis.


"Itu baru hukuman karena kau berdekatan dengan lelaki itu!!!"


"Nanti saat di apartemen, saya akan menghukum mu lagi karena berani menjauhi ku!!!" ujar Revan.


Rania menahan air mata nya karena dirinya tidak ingin terlihat lemah di depan Revan.


"A-apa saya sudah boleh kembali keruangan saya, pak?" tanya Rania tergagap.


"Apa kau sudah merindukan manager pemasaran yang pasaran itu?!" tanya Revan penuh penekanan.


"B-bukan gitu pak! saya hanya ingin menyelesaikan pekerjaan saya!!!"


"Jadi kau menolak nya!!!"


"T-tapi pak…"


"Keputusan saya sudah bulat dan saya tidak menerima negosiasi darimu!!!"


"Kenapa kak Revan jadi gini, aku takut!!!" batin Rania.

__ADS_1


"Bibirku ngilu banget, pasti bengkak. Kak Revan jahat, biasanya dia mencium ku dengan lembut tapi sekarang sangat kasar." batin Rania.


Rania yang sedang terfokus dengan pemikiran nya pun tidak sadar jika Revan telah membawa diri nya ke dalam ruangan nya.


Revan juga mendudukkan Rania di meja kerja nya. Revan terdiam sejenak, menarik napas panjang.


"Rania!!!"


"Apa kau tahu jika aku sakit hati melihat mu berdekatan dengan lelaki lain?!"


"Kau milik ku! aku tidak suka jika milik ku harus disentuh oleh orang lain!!! bahkan hanya dipandang sekalipun!!!"


"Kau milik ku Rania, tidak boleh ada satupun orang yang mendekati mu!!!"


Revan langsung mencium bibir Rania dengan buas ******* nya, lidah nya mulai masuk menjelajahi mulut Rania dan menjilati nya


"M-maaf k-kak!" ujar Rania berusaha menahan tangisnya. Gadis itu tidak ingin terlihat lemah dihadapan bos kejam nya.


Revan yang melihat mata kekasih nya yang berkaca-kaca, hati nya terasa teriris. Di lubuk hati nya yang paling dalam dia tidak bisa melihat gadis nya bersedih. Namun Revan menepisnya, dia ingin memberi gadis nya hukuman agar gadis nya tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.


"Kembalilah ke ruangan mu!!!" perintah Revan.


Rania hanya bisa mengangguk dan segera keluar dari ruangan Revan. Rania berjalan menuju toilet untuk melihat keadaan wajah nya sebelum kembali ke ruangan nya.


Rania yang sedang bercermin pun meneteskan air mata nya kala melihat bibir nya membengkak dan pipi nya merah akibat gigitan Revan.


"Kak Revan jahat!!!"


Rania menangis tersedu-sedu. Di dalam pikiran nya hanya ada tanda tanya kenapa kak Revan yang dia pikir sudah baik kini berubah menjadi iblis yang kejam, sungguh sudah kembali menjadi bos kejam nya lagi.


"Apa aku harus pergi dari apartemen nya? tapi aku tinggal dimana? ayah saja mengusirku dari rumah!" Rania sangat bingung harus bagaimana lagi.


"Oh iya, aku masih ada sedikit uang simpanan. Semoga masih cukup untuk menyewa kontrakan!"


"Maafkan aku kak karena belum bisa membalas kebaikan kak Revan, tapi secepatnya pasti bakal aku ganti semua biaya pengeluaran yang telah aku gunakan selama tinggal bersama kakak!!!" ujar Rania tersenyum kecut.


Sementara itu di ruangan CEO, semua barang berserakan di lantai. Sang pemilik ruangan nampak duduk dilantai pojok ruangan. Ya, Revan meredam emosi nya dengan memecahkan semua benda.


Tangan nya dipenuhi darah yang sudah berceceran di lantai.


"Rania!!! beraninya kau menentang ku!!!" teriak Revan. Untung saja ruangan nya kedap suara.


"Ini pasti ulah manager sialan itu!"


"Dia pasti yang telah meracuni otak Rania ku yang polos!!!"


"Awas kau!!!"


Revan bangkit dari duduk nya dan keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


Rania yang melihat Revan keluar dari ruangan nya dengan penampilan yang berantakan dan tangannya yang berdarah pun merasa khawatir.


Namun kekhawatiran nya tertutup oleh ketakutan nya tadi. Rania yang merasa khawatir dengan kondisi Revan akhirnya berlari menghampiri nya.


"Kak!" Rania sedikit berteriak memanggil Revan.


Revan secara spontan menghentikan langkah nya.


"Tangan kakak kenapa berdarah?" tanya Rania setelah sampai di hadapan nya.


"Bukan urusan mu!"


"Tapi itu darah nya keluar terus jika tidak segera diobati, kak!"


"Biarkan saja! kau tidak perlu mengkhawatirkan ku!!!"


"Rania! pulang sekarang!" ucap Revan tiba-tiba


"Tapi masih jam kerja kak!"


"Oh…jadi kau mau menentang ku lagi! atau mungkin mau berduaan dengan manager sialan itu!!!"


"Nggak kak! ya udah aku ikut kakak pulang!"


Setelah Rania mengambil tas nya, Revan pun mengantarkan Rania kembali ke apartemen nya.


Revan langsung melajukan kembali mobil nya setelah menurunkan Rania. Dia menuju sebuah bar ternama setelah sebelumnya menghubungi salah satu anak buah nya untuk menemaninya dan sang ketua nya yang akhirnya menemani Revan.


Kini Revan dan salah satu anak buah nya sudah berada di sebuah bar. Dan benar saja, setelah masuk Revan langsung memesan beberapa botol wine.


"Gila!!! bos pesan wine nya banyak banget!!! dompet ku rasa nya berteriak mendengar total harga wine tadi," batin anak buah nya yang biasa di panggil Fin.


Fin pun tak sabar untuk mencicipi rasa wine kalangan atas itu. Namun, dirinya hanya diberi satu gelas wine kecil.


"Pelit amat pak bos. Masa aku cuma dikasih satu gelas, mana gelas nya kecil banget lagi. Baru masuk tenggorokan udah ilang rasa nya!!!". batin Fin kesal.


Revan menghabiskan beberapa botol wine seorang diri hingga kini diri nya mabuk berat.


"Rania!!!"


"Kau cantik tapi jahat!!!"


"Kau lebih memilih manager sialan itu!!!"


"Apa kurang nya aku Rania?!"


"Aku lebih tampan dari manager sialan itu huhuhu!!!"


"Bahkan aku lebih kaya hahaha!"

__ADS_1


Revan menangis dan tertawa secara bersamaan, sungguh emosinya tidak stabil.


__ADS_2