
Pintu terbuka dan nampak lah seorang pria tampan sedang duduk di kursi kebesaran nya sedang berkutat dengan laptop nya
" Duduk lah " ujar Revan yang tahu Rania dan Farhan sedang berdiri di depan meja nya
" Baik tuan " ujar Farhan
" B- baik pak " ujar Rania semakin gugup
Revan langsung mengalihkan pandangan nya ke arah Rania dan Farhan dengan wajah datar nya
Revan langsung beranjak dari duduk nya dan pergi ke ruang pribadi yang ada di dalam ruangan CEO. Revan sudah keluar dari ruangan itu dengan membawa tiga buah paper bag
Revan meletakan paper bag itu di hadapan Rania hal itu membuat Rania dan Farhan saling pandang
" Aduh!!! maksud nya bos kejam ini apaan sih!!! " batin Rania
" Ini apa ya pak? " tanya Rania
" Paper bag lah begitu saja tidak tahu!! " jawab Revan santai
" Ih!!! aku juga tahu kalau ini paper bag, yang aku maksud itu ini buat aku apa gimana " batin Rania kesal
" Apa ini untuk saya pak? " ujar Rania sambil menunjuk paper bag di hadapan nya
" Iya untuk kau " jawab Revan santai
" Terimakasih pak!! maaf tapi untuk apa ya anda memberikan ini " ujar Rania
" Karena saya baik jadi saya memberimu hadiah " jawab Revan
" Cih!!! kenapa bos kejam ini selalu punya alasan untuk membanggakan diri sendiri " batin Rania
" Pasti gadis cerewet itu sedang kesal dan mengumpat ku dalam hati, haha " batin Revan
" Itu sebagai tanda terima kasih saya karena kau telah memberi ide yang lumayan bagus kemarin " ujar Revan dengan wajah datar nya
" Oh, sebenarnya tidak perlu di kasih hadiah pak. Saya ikhlas membantu anda " ujar Rania
" Saya tidak suka penolakan " ujar Revan penuh penekanan
" Baiklah saya terima hadiah ini, terimakasih pak " ujar Rania dan Revan hanya mengangguk kan kepala nya
" Kalau begitu saya permisi dulu " ujar Rania menunduk hormat dan langsung keluar dari ruangan CEO
Setelah sampai di meja nya, Rania langsung membuka paper bag yang di berikan bos kejam nya itu
" Wow!!! ada pakaian, tas dan sepatu. Ternyata ada sisi baik nya juga ya bos kejam itu " ujar Rania terpesona dengan isi paper bag nya
" Dan ini masih ada harganya. Astagfirullah harga nya fantastis banget, apa aku pantas memakai barang semahal ini " ujar Rania yang langsung terpukau dengan harga yang fantastis
" Aku nggak lagi mimpi kan!!! " ujar Rania menepuk pipi nya
" Ternyata ini memang bukan mimpi " ujar Rania
" Walaupun bos kejam itu menyebalkan ternyata dia baik juga " ujar Rania terkekeh
" Udah ah, fokus kerja lagi. Semangat!!! " ujar Rania
Sedangkan di ruangan CEO, Farhan masih berada di situ sedang mengobrol dengan Revan
" Hei Han, apa menurutmu gadis cerewet itu akan pingsan setelah melihat isi paper bag itu dan harga nya " ujar Revan
__ADS_1
" Maaf tuan, seperti nya Rania tidak akan sampai ke tahap pingsan mungkin hanya syok dan menganggap itu semua adalah mimpi " ujar Farhan
" Benarkah? darimana kau tahu kalau dia tidak akan pingsan " ujar Revan
" Karena Rania memiliki hati yang kuat dia tidak mudah terkejut dan pingsan, Rania juga tipe gadis yang tabah " ujar Farhan
" Ternya kau cukup dekat dengan gadis cerewet itu " ujar Revan
" Atau kau memiliki perasaan kepada nya " ujar Revan dengan tatapan menyelidik
" Tidak tuan, saya hanya menganggap Rania seperti adik saya sendiri " ujar Farhan
" Benarkah " ujar Revan masih tidak percaya
" Iya tuan, saya menganggap nya sebagai adik saya sendiri tidak lebih dari itu " ujar Farhan
" Baiklah, saya percaya. Padahal kalau kau suka saya bisa membantu mu untuk dekat dengan nya " ujar Revan
" Tidak tuan, saya tidak memiliki perasaan lebih kepada Rania " ujar Farhan
" Baiklah, kau boleh kembali keruangan mu " ujar Revan
" Baik tuan " ujar Farhan menunduk hormat dan hendak berlalu pergi keluar dari ruangan Revan
" Tunggu sebentar!!! " ujar Revan
" Ada yang bisa saya bantu tuan? " tanya Farhan
" Gaji mu saya naikan dua kali lipat " ujar Revan
" Terimakasih tuan, anda baik sekali " ujar Farhan tersenyum bahagia
" Terimakasih tuan, saya permisi dulu " ujar Farhan dan Revan hanya mengangguk
Farhan keluar dari ruangan Revan dengan wajah yang sangat bahagia
" Yes!!! akhir nya naik gaji lagi " ujar Farhan setelah sampai di ruangan nya
" Alhamdulillah, usaha dan kerja keras ku selama ini membuahkan hasil juga " ujar Farhan dengan penuh rasa syukur
" Tuan Revan sungguh baik, aku tidak akan mengkhianati kepercayaan anda tuan " ujar Farhan
...----------------...
Sore hari tiba, semua pegawai di perusahaan R'P Group sudah bersiap untuk pulang
" Akhir nya udah waktu nya pulang " ujar Rania dengan senyuman yang merekah di wajah cantik nya
" Pulang ah, nggak sabar liat keadaan Lili. Apakah kepanikan nya sudah mereda atau belum " ujar Rania
Rania langsung bergegas menuju tempat kerja sahabat nya, hanya sekitar lima belas menit Rania sudah sampai di depan gedung perusahaan MHS' Group dan terlihat lah seorang gadis sedang duduk di taman perusahaan itu sedang memainkan handphone nya
" Eh Ran!!! aku kira kamu masih lama sampai nya, tumben jalan nya cepet biasa nya kaya siput lama banget sampai aku karatan nungguin kamu pulang " ujar Lili
" Udah selesai ceramah nya, kamu nyebelin banget sih!!! aku nggak kaya siput kali jalan nya " ujar Rania kesal
" Eh!!! kamu bawa apa tuh " ujar Lili menunjuk paper bag di tangan Rania
" Ini paper bag Li " ujar Rania
" Aku juga tau Ran kalau itu paper bag, maksud nya aku itu isi dari paper bag itu apa!!! " ujar Lili
__ADS_1
" Hehe, ini pakaian, tas dan sepatu " ujar Rania
" Kamu habis belanja, kenapa nggak ngajakin aku sih? " ujar Lili
" Aku nggak habis belanja lah " ujar Rania
" Lah terus itu hadiah dari seseorang ya " ujar Lili
" Iya " ujar Rania
" Wow!!! dari siapa tuh? " ujar Lili
" Dari pak Revan " ujar Rania
" Apa!!! dari pak Revan pasti harganya fantastis banget " ujar Lili
" Iya!!! harga nya sangat fantastis, aku aja sempet syok " ujar Rania
" Wow!!! kamu beruntung banget sih Ran, kok bisa kamu di kasih hadiah sih " ujar Lili heboh
" Kan aku baik hati Li, jadi pantas dong dapat hadiah " ujar Rania
" Idih!!! narsis amat " ujar Lili
" Hehe " ujar Rania
" Sebenarnya apa alasan kamu di kasih hadiah Ran, jujur dong aku kepo nih " ujar Lili
" Alasan nya karena aku itu memberikan ide yang sangat bagus untuk menolong bos kejam itu " ujar Rania
" Ide apa maksud nya? " tanya Lili
" Itu loh, ide yang dia harus bersandiwara untuk menerima cinta nya oli " ujar Rania
" Oh itu " ujar Lili
" Kamu beruntung Ran, dapat bos yang kaya pak Revan " ujar Lili
" Hehe, oh iya Li apa tadi kamu kena marah sama pak Vino " ujar Rania
" Nanti aku ceritain di jalan Ran, udah sore nih " ujar Lili
" Baiklah, ayo!!! " ujar Rania
Rania dan Lili langsung pergi meninggalkan gedung perusahaan MHS' Group yang sudah sangat sepi
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah
__ADS_1