SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Revan meracau


__ADS_3

Dengan susah payah Rania berhasil membawa Revan ke dalam kamar,,, maklum saja, tubuh Rania sangat mungil sehingga membuat nya kesusahan memapah tubuh kekar Revan.


Rania melepaskan sepatu Revan dan menyelimuti tubuh Revan yang nampak kedinginan.


Saat Rania hendak keluar dari kamar tersebut, tiba-tiba Revan meracau…


"Rania…Rania…" Revan meracau memanggil Rania, hal itu membuat Rania terkejut dan menghentikan langkah nya.


"Rania…jangan tinggal kan aku…aku mohon, Rania!"


"Rania…aku tahu aku salah…jadi, tolong beri aku kesempatan!"


"Kenapa dari ucapan bos kejam ini seperti takut kehilangan ku? sebenarnya apa yang terjadi?" pikir Rania.


Revan terdiam dari meracau nya, mendengar Revan yang sudah terdiam tenang membuat Rania mendekat ke arah ranjang dimana Revan terbaring.


Rania menempelkan telapak tangan nya ke dahi Revan.


"Astaga!!! kenapa tubuh nya sangat dingin?" ujar Rania


Rania berpikiran ingin mengambil obat untuk Revan, namun saat baru berbalik tangan nya sudah di tarik oleh seseorang yang tak lain adalah Revan.


Rania yang di tarik oleh Revan yang cukup kuat pun alhasil terjatuh di atas tubuh Revan.


"Astaga!!! apa yang harus ku lakukan? kenapa dia kuat sekali?!" batin Rania


Rania tidak bisa bergerak sebab Revan memeluk nya erat sekali seolah tidak ingin kehilangan Rania.


"Rania…maafkan aku, aku mohon jangan pergi. Aku tidak bisa jauh dari mu!" gumam Revan yang masih memejamkan mata nya sembari tangannya masih memeluk erat tubuh Rania.


"Kau hanya milik ku Rania! tidak ada seorang pria pun yang boleh berdekatan dan menyentuh mu walau seujung kuku dan rambut!" ujar Revan


Rania terkejut dan bingung dengan apa yang Revan ucapkan, sungguh Rania belum bisa mencerna apa yang Revan ucapkan tadi.


"Dasar pria mesum! disaat meracau seperti ini pun kau masih berpikiran aneh!" gumam Rania.


"Sebenarnya apa maksud perkataan nya tadi? kenapa dia bersikap seolah takut kehilangan ku? bukankah hubungan kita tidak sedekat itu!" pikir Rania.


Revan terus memeluk Rania erat, hingga membuat Rania tanpa sadar tertidur di dekapan Revan karena Rania sudah berbaring di samping tubuh Revan.


...----------------...


Di pagi hari yang cerah, dua insan yang berbeda jenis masih tidur dengan nyaman nya sembari berpelukan. Nampak seorang gadis sudah merasa terganggu dalam tidur nya oleh sinar matahari yang menyusup masuk melalui celah korden jendela kamar itu.


Gadis itu yang tak lain adalah Rania, nampak menggeliat dan meregangkan otot tubuh nya tanpa menyadari tangan kekar seseorang yang melingkar di pinggang nya.

__ADS_1


Setelah meregangkan otot tubuh nya, Rania nampak mulai merasakan tangan kekar yang melingkar erat di pinggang nya. Gadis itu membelalakkan mata nya dan hampir berteriak kalau saja diri nya tidak membungkam mulut nya sendiri.


"Jadi aku tidur semalaman dengan bos kejam ini, di ruangan dan ranjang yang sama!!!" batin Rania


"Oh no! kita bukan muhrim! kenapa aku terkesan murahan yang dengan nyaman nya tidur di peluk oleh bos kejam ini?!" batin Rania kesal


"Bodoh sekali kamu Rania! bodoh! bukan nya marah dengan bos kejam ini tapi aku malah merasa nyaman tidur dengan dipeluk oleh nya!!!" batin Rania merutuki diri nya sendiri.


Revan yang merasa terganggu dengan pergerakan seseorang di dekat nya pun perlahan membuka mata nya.


"Apa aku sedang bermimpi jika Rania ada di sisi ku? sungguh memalukan, aku bahkan berharap dia ada di sisi ku setelah perbuatan ku yang sudah melecehkan nya!" batin Revan.


Revan menampar pipi nya sendiri dan membelalakkan mata nya "Astaga! ternyata aku tidak sedang bermimpi! tunggu....kenapa Rania bisa ada di sini?" batin Revan.


"Astaga!!! ke-kenapa kau--"


"Hei kak! dengar ya, aku ada di sini itu karena kakak yang menarik tangan ku dan membuat ku tidur bersama kakak. Jujur, aku juga ingin pergi, tapi kakak memeluk ku sangat erat dan membuat ku tidak bisa pergi!!!" ujar Rania dengan kesal


"Alhasil, aku yang nggak bisa pergi kemana-mana dan bergerak pun susah, tanpa sadar ikutan tertidur!" ujar Rania


"Selalu aku yang di salahkan! dasar bos kejam!!!" gumam Rania yang masih bisa terdengar oleh Revan.


Rania mengerucutkan bibir nya, merasa kesal dengan Revan yang seenak jidat menyalahkan diri nya.


Revan yang mendengar Rania bergumam bukan nya marah tapi malah merasa gemas dengan tingkah Rania.


"Tuan Revan…kamu orang paling menyebalkan dan menjengkelkan yang pernah ku temui," Rania berkata dengan tegas


"Kamu bahkan dengan seenak jidat mencium ku tanpa izin…kamu selalu mengatur ku."


"Aku kadang bingung sama sikap kamu yang terkadang bersikap biasa saja, namun terkadang juga kamu sangat baik dengan ku!"


"Sebenarnya apa yang kamu inginkan kak?!" ujar Rania yang sudah muak dengan sikap Revan.


Revan yang tak kuasa menahan gemas nya pun akhir nya menyatukan bibir nya dengan bibir Rania.


Cup


Rania melebarkan matanya seketika melihat perlakuan Revan.


Revan yang melihat ekspresi wajah Rania pun semakin merasa gemas dan memperdalam ciuman nya.


Setelah cukup lama berciuman, Revan melepas kan ciuman nya dan mengusap bibir Rania yang nampak sedikit membengkak akibat ulah nya.


"Oh my God!!! bos kejam ini benar-benar ya....seenak nya mencium bibir ku ini!!!" batin Rania dengan wajah terkejut

__ADS_1


"Memang nya dia siapa yang dengan seenaknya mencium bibir ku ini?!" batin Rania


"Ya dia memang bos ku...bos kejam yang menjengkelkan, aku tau kamu orang kaya kak, tapi nggak seenaknya juga kali mencium ku seperti itu!!!" batin Rania bersungut-sungut


"Maaf!" lirih Revan


"Saya benar-benar minta maaf!" ujar Revan


"Sebenarnya apa maksud kakak yang dengan seenaknya mencium ku tanpa izin?" ujar Rania yang akhir nya mengungkapkan isi hati nya.


"Apakah jika saya mengatakan yang sebenarnya kau akan percaya?" ujar Revan


Revan membangunkan tubuh Rania untuk duduk di sisi ranjang dan Revan pun ikut duduk di sisi ranjang.


"Katakan saja kak!" ujar Rania


"Saya suka sama kamu Ran!" ujar Revan dengan wajah yang serius menatap wajah cantik Rania


"Apa!!!" pekik Rania


Rania menggelengkan kepala nya tanda tak percaya dengan ucapan Revan yang menurut nya sangat aneh.


"Jangan bercanda deh kak! nggak lucu tau nggak!" ujar Rania


"Saya memang tidak sedang bercanda maka nya tidak lucu," ujar Revan


"Saya memang mencintai mu Rania! saya tidak sedang bercanda!" lanjut Revan


"Kalau kakak nggak sedang bercanda, pasti aku sedang mimpi kan." ujar Rania mencubit pipi nya sendiri, namun Rania merasakan sakit yang menandakan jika dia sedang tidak bermimpi.


"Kau tidak sedang bermimpi!" ujar Revan menggenggam tangan Rania yang tadi mencubit pipi nya sendiri.


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang novel ini bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2