SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Ancaman Revan


__ADS_3

" Iya kak, Salsa juga ikhlas kok minta maaf nya " ujar Salsa


" Ya mana saya tahu kau benar ikhlas atau tidak, bisa saja kau berbohong " ujar Revan dengan tatapan tajam nya


" Salsa beneran ikhlas kak nggak bohong " ujar Salsa


" Terserah!!! kalau kau berbohong juga dosa nya kau tanggung sendiri, jadi bukan urusan saya " ujar Revan sinis


" Sudah lah Rania, mendingan kita lanjut makan nya, saya sudah muak dengan kelakuan nya " ujar Revan sambil menggandeng tangan Rania untuk masuk ke dalam rumah


" Aduh!!! kenapa bos kejam ini jadi begini sih, sikap nya aneh banget begini sih. Ini kan rumah ku, kenapa jadi dia yang seperti tuan rumah di sini " gumam Rania kesal


" Habiskan makan nya " ujar Revan dengan wajah datar nya setelah sampai di meja makan


" Baik pak " ujar Rania


Sedangkan Salsa, dia kini sedang kesal dan marah dengan perlakuan Revan terhadap nya


" Ih!!! ini semua karena Rania si gadis kampungan itu!!! Kenapa pak Revan baik banget sama dia sih, dia kan kampungan! cantikan juga aku, awas ya aku akan melakukan apa saja demi mendapatkan kak Revan " ujar Salsa yang masih di luar rumah


" Masuk aja deh, banyak nyamuk di sini " ujar Salsa sambil menepuk tangan dan pipi nya yang di gigit nyamuk


Salsa masuk ke dalam rumah nya dan terkejut melihat pemandangan yang tidak mengenakan di mata nya


" Astaga!!! " ujar Salsa lirih melihat Revan dan Rania sedang makan malam berdua


" Mimpi apa aku semalam, apakah aku udah nggak punya kesempatan lagi buat deketin kak Revan? nggak!!! aku harus deketin kak Revan untuk ambil hati dia agar kak Revan menjauh dari gadis kampungan itu!!! " batin Salsa yang langsung masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu nya


Keadaan di meja makan sangat hening sampai mereka menyelesaikan makan nya


" Rania " ujar Revan


" Iya pak, ada apa ya? " ujar Rania


" Kau kalau bekerja naik apa? " tanya Revan


" Saya jalan kaki pak, memang nya kenapa ya? " ujar Rania


" Bukankah jarak dari sini ke kantor cukup jauh " ujar Revan


" Iya pak " ujar Rania


" Kalau sudah tahu jauh kenapa kau jalan kaki " ujar Revan


" Walaupun jarak nya jauh tapi saya berangkat nya sama sahabat saya jadi nggak terasa kalau jarak dari rumah ke kantor jauh pak " ujar Rania tersenyum


" Dia sungguh gadis yang baik dan rendah hati, berbeda jauh dengan adik nya " batin Revan


" Baiklah kalau begitu besok saya antar kau " ujar Revan


" Maksud anda saya mau di antar ke mana ya? " tanya Rania bingung


" Ke tempat kerja " ujar Revan


" Nggak usah pak nggak perlu saya tiap hari berangkat nya sama sahabat saya, jadi nggak perlu. saya nggak ngerepotin anda " ujar Rania

__ADS_1


" Saya tidak merasa di repot kan " ujar Revan santai


" Hei aku yang nggak enak dan takut sendiri tahu dengan sikap mu yang berubah terus itu, dasar bos kejam!!! " batin Rania kesal


" Tapi saya beneran membuat anda repot, saya bisa berangkat sendiri. Makasih tawaran nya pak, saya nggak mau anda merepotkan anda. Jadi anggap saja saya sudah menerima tawaran anda " ujar Rania


" Baiklah! kalau itu yang kau mau, saya tidak memaksa " ujar Revan


" Kalau begitu saya pamit dulu Rania " ujar Revan


" Iya pak " ujar Rania


Revan berjalan menuju mobil nya dan Rania mengikuti Revan di belakang


" Wassalamu'alaikum " ujar Revan setelah masuk ke dalam mobil nya


" Waalaikumsalam " ujar Rania


Mobil Revan sudah menjauh dan hilang dari pandangan Rania, setelah itu Rania hendak masuk ke dalam rumah nya


" Ngapain kamu di luar? " ujar Endah yang sudah pulang kondangan


" Iya nak, sudah malam kenapa kamu di luar " ujar Indra


" Itu tadi Rania, nganterin pak Revan sampai depan rumah yah " ujar Rania


" Jadi tadi nak Revan kesini? " ujar Endah


" Iya bu " ujar Rania


" Itu Bu Salsa udah pulang dan ada di kamar nya " ujar Rania


" Aduh!!! anak itu sungguh membuat ku kesal " ujar Endah yang langsung masuk ke dalam rumah


" Nak Revan ngapain ke sini tadi Ran " ujar Indra


" Tadi kan mati listrik dan Rania susah masak karena gelap, jadi Rania beli makanan dan ketemu sama pak Revan di jalan " ujar Rania


" Terus kok bisa nak Revan ke sini " ujar Indra


" Tadi pak Revan beli makanan dan makan di sini " ujar Rania


" Oh gitu, ya sudah ayo masuk di luar dingin nak " ujar Indra


" Iya ayah " ujar Rania


Indra dan Rania masuk ke dalam rumah dan mendapati Salsa sedang nangis keluar dari kamar bersama ibu nya


" Salsa! kamu kenapa " ujar Indra


" Iya dek, kamu kenapa? kok nangis " ujar Rania khawatir


" Apa Salsa nangis karena di marahin sama bos kejam ya " pikir Rania


" Ayah!!!!! " ujar Salsa menangis histeris dan memeluk ayah nya

__ADS_1


" Kamu kenapa Salsa " ujar Indra bingung


" Salsa takut sama kak Rania ayah hiks!! " ujar Salsa


" Kenapa kamu takut sama kakak dek " ujar Rania bingung


" Iya Salsa, kenapa kamu takut sama kakak mu " ujar Indra


" Salsa takut!! kita bicara di dalam kamar saja ayah sama ibu hiks!! " ujar Salsa


" Baiklah " ujar Indra langsung membawa Salsa ke kamar nya bersama Endah


" Salsa kenapa ya? kok dia jadi takut sama aku harus nya kan dia takut sama bos kejam itu " ujar Rania


" Mending aku masuk ke kamar saja, nanti Salsa tambah takut kalau lihat aku lagi " ujar Rania langsung masuk ke dalam kamar nya


Rania merebahkan tubuh nya sambil menatap langit-langit kamar nya


" Kenapa bos kejam itu sikap nya jadi aneh ya " ujar Rania


" Masa iya dia beneran suka sama aku " ujar Rania


" Ih!!! Rania buang semua pikiran mu itu!!! kamu jangan terlalu percaya diri nanti kalau tebakan mu salah akhir nya akan sakit hati " ujar Rania


" Aku nggak boleh jatuh cinta sama bos kejam itu! nggak boleh! lagipula dia juga sudah punya pasangan " ujar Rania


Tring


Handphone Rania berbunyi


" Handphone ku bunyi? ada pesan dari siapa ya " ujar Rania sambil merogoh saku celana nya untuk mengambil handphone nya


" Apa!!! pesan dari bos kejam!!! " ujar Rania terkejut setelah membaca pesan di handphone nya


Isi pesan dari nama yang tertulis ' Bos kejam ' :


" *Hei gadis cerewet, jangan lupa besok kau pakai pakaian yang saya kasih "


" Kalau tidak di pakai, kau akan tahu akibat nya* "


" Ini orang sungguh membuat ku naik darah! kalau dia bukan bos ku muka nya udah bonyok kena tonjok sama sepatu ku tersayang " ujar Rania


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2