SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Tatapan tajam Vino


__ADS_3

"Aku sudah tahu semua nya." ujar Vino


"Apa!!! jadi pak Vino sudah tau semua nya. Apa mungkin tadi dia menguping ya? tapi bagus deh, jadi dia nggak akan terhasut sama omongan nya Salsa." Batin Lili


"Tapi saya sungguh tidak mengerti apa yang sedang anda bicarakan." ujar Salsa mengelak


"Tidak mungkin kau tidak paham arah pembicaraan ku…tapi mungkin juga karena kau merupakan gadis yang bodoh." ujar Vino


" Memang nya saya bodoh kenapa ya?" ujar Salsa mulai terpancing emosi


"Kau bodoh karena sudah mengusir Rania!" ujar Vino


"Buat apa seorang j*lang seperti nya harus di akui di keluarga ku, itu hanya akan mencemarkan nama baik keluarga saja!!!" ujar Salsa


"Hei!!! berani nya kamu menghina Rania!!! seharus nya kamu introspeksi diri sendiri, yang pantas disebut j*lang itu kamu!!!"ujar Lili kesal


"Hei!!! aku sedang bicara dengan pak Vino bukan dengan mu!!! kamu nggak memiliki hak untuk menyela pembicaraan kita."ujar Salsa


"Mungkin langkah pertama sebelum mendapatkan hati kak Revan, aku harus mendapat kan hati pak Vino dulu."batin Salsa


"Siapa bilang Lili tidak memiliki hak menyela!!! Lili aku mengijinkan mu menyela pembicaraan kami."ujar Vino


"Kenapa pak Vino dekat banget dengan Lili sih! aduh aku harus gimana dong!!!" batin Salsa


" Akhir nya yang mulia raja Vino bertindak, jadi aku sudah bisa membalas kan tindakan nya Salsa itu dong!" batin Lili senang


"Atas dasar apa kalian mencari Rania?"ujar Salsa


"Atas dasar persahabatan!!!" ujar Lili


"Dan anda…atas dasar apa anda mencari Rania?" ujar Salsa kepada Vino


"Atas dasar kebaikan nya!!!" ujar Vino dengan tegas


"Sebaiknya kalian pulang saja dan lupakan Rania! buat apa kalian mencari Rania, hanya akan membuang tenaga saja!!!" ujar Salsa


"Mungkin dia sekarang sudah menghilang dari dunia ini atau mungkin dia malu menunjukan muka nya kepada kalian." ujar Salsa tersenyum jahat


"Baiklah! kita akan pulang sekarang!!! ku harap kau tidak akan menyesal suatu hari nanti melihat orang yang kau benci hidup dengan bahagia." ujar Vino


"Tidak akan menyesal aku melihat nya karena dia nggak akan bahagia sebab nama baik nya saja sudah tercemar." ujar Salsa


Vino mengajak Lili kembali ke mobil tanpa mengatakan sepatah kata pun. Hal itu membuat Salsa kesal


" Heh! j*lang itu nggak mungkin hidup bahagia, besok pasti kak Revan akan datang ke kampus dan dengan begitu aku bisa menghasut nya." ujar Salsa menyeringai


Di dalam mobil suasana nampak hening dan sunyi, tidak ada pembicaraan antara Vino dan Lili


"Revan meminta saya mengajak mu ke apartemen nya lagi, apa kau mau?" ujar Vino membuka suara


"Iya pak!" ujar Lili


Mobil pun melaju menuju apartemen Revan


"Apa nanti kau akan menceritakan semua kejadian yang tadi?" ujar Vino


"Mungkin!" ujar Lili

__ADS_1


"Kenapa mungkin? apa kau tidak yakin untuk menceritakan kejadian tadi kepada Revan?" ujar Vino


"Bukan seperti itu pak, sebenarnya…" ujar Lili menggantung ucapan nya


"Sebenarnya apa?" ujar Vino tidak sabar


"Saya ragu untuk melanjutkan ucapan saya." ujar Lili


"Kenapa harus ragu, kau bisa melanjutkan ucapan mu! tenang saja saya tidak akan marah" ujar Vino


"Sebenarnya saya gugup untuk menceritakan kejadian tadi kepada pak Revan, bisakah anda membantu saya untuk menceritakan nya?" ujar Lili


"Saya kira kau ingin bilang apa? baiklah! nanti saya yang akan menceritakan nya!" ujar Vino terkekeh


"Kenapa dia malah terkekeh? nggak tau apa jantung ku mau copot saat berada di dekat mu." batin Lili


"Tunggu…kenapa Rania bisa bersama pak Revan?" batin Lili sambil berpikir


"Dan kenapa mereka juga terlihat sangat dekat dan akrab? padahal Rania kan sangat kesal dengan sikap nya pak Revan." batin Lili


"Oh iya…Rania kan lupa ingatan, tapi tetap saja ada yang janggal dengan kedekatan Rania dengan pak Revan."batin Lili


"Apa mungkin pak Revan sudah meracuni ingatan Rania dengan ingatan baru." batin Lili


Sedangkan Vino juga sedang larut dengan pemikiran nya sendiri


"Kenapa aku merasa ada yang mencurigakan dengan sikap Revan?" batin Vino


"Pasti ada yang di sembunyikan oleh Revan dari ku." batin Vino


"Bukankah dulu Revan sangat kesal dengan Rania, kenapa sekarang dia jadi bersikap sangat baik kepada Rania." batin Vino


Mereka berdua terlarut ke dalam pemikiran masing-masing


"Hei! kita sudah sampai, apa kau tidak ingin turun?" ujar Vino membuyarkan lamunan Lili


"Eh iya pak" ujar Lili gelagapan


Vino turun dari mobil nya dan langsung berjalan meninggalkan Lili yang masih terdiam di mobil


"Ih!!! kok aku di tinggal sih!!!" ujar Lili langsung keluar dari mobil dan menyusul Vino


"Baru sadar melamun nya?" ujar Vino saat menyadari Lili sudah ada di samping nya


"Sudah pak" ujar Lili


"Untung yang mulia raja Vino nggak marah." batin Lili


Mereka sudah sampai di depan apartemen Revan dan langsung mengetuk pintu


Tok


Tok


Tok


Pintu terbuka dan terlihat lah Rania yang membukakan pintu bersama Revan yang berdiri di belakang Rania

__ADS_1


"Hai Rania! mungkin kamu belum mengenal ku, tapi aku akan menunggu mu sampai kamu mengingat ku" ujar Lili


"Lili! aku mungkin belum mengingat mu, tapi aku tau kamu itu sahabat ku" ujar Rania tersenyum


Lili terharu dengan ucapan Rania, mereka berdua berpelukan


"Manis sekali!!!" ujar Revan dan Vino bersamaan


"Apa nya yang manis?" ujar Rania setelah melepas kan pelukan nya


"Ikatan persahabatan." ujar Revan dan Vino bersamaan lagi


"Yang manis itu kalian pak, ikatan persahabatan kalian lebih manis. Bahkan bicara pun bersamaan." ujar Lili


"Kenapa kita bisa menjadi seperti anak kecil?" ujar Vino bingung


"Kau benar." sahut Revan


"Mendingan kita bicara di dalam, masa ngobrol nya di depan pintu gini." ujar Rania


Mereka semua masuk ke dalam apartemen Revan dan duduk di sofa ruang tamu, sementara Rania sedang membuat kan minuman untuk tamu


"Ini silahkan di minum" ujar Rania sambil menyajikan minuman dan camilan


"Iya" ujar Lili dan Vino bersamaan


"Ekhem!!! kenapa jadi kalian yang ngomong nya bersamaan." ujar Revan


"Hanya ketidaksengajaan pak." ujar Lili


"Benar" sahut Vino


Sedangkan Revan menatap Vino dengan wajah yang tidak percaya


"Dasar sahabat gak ada akhlak, tidak tau apa aku juga sedang nervous" batin Vino kesal


"Mungkinkah kau…" ujar Revan menatap Vino curiga, seketika mulut Revan dibekap dengan kedua tangan Vino


"Jangan dilanjut kan atau kau akan menyesal!!!" ujar Vino menatap Revan dengan sangat tajam


"Gila!!! tatapan nya pak Vino serem banget!!!" batin Lili bergidik ngeri


"Gila!!! itu orang tatapan nya tajam bener serasa menusuk ke jiwa raga ku!!!" batin Rania


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2