SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Markas rahasia


__ADS_3

"Hei! setidak nya kau beritahukan kepada ku kemana kau mengajak ku pergi!" ujar Vino


"Baiklah! aku ingin mengajak mu ke markas, apa kau mau menemani ku?" ujar Revan


"Baiklah! karena aku baik hati aku akan menemani mu!" ujar Vino


Kedua pria tampan itu pun memasuki kelas dan memulai pembelajaran setelah dosen datang


3 jam kemudian, kedua pria tampan tadi langsung bergegas menuju suatu tempat setelah pembelajaran selesai


"Ini tempat nya bro?" tanya Vino setelah sampai di tempat yang di maksud Revan dan kini mereka sudah berada di dalam tempat yang mereka tuju


"Iya! memang nya kenapa?" ujar Revan


"Apa kau seorang mafia?" ujar Vino


"Apa!!! tentu saja tidak!" ujar Revan


"Tapi kenapa banyak sekali orang bertubuh besar berada di sini?" ujar Vino


"Mereka body guard ku!" ujar Revan


"Hei!!! kalau kau benar seorang mafia juga tidak mengapa, aku akan merahasiakan nya." ujar Vino yang masih tidak percaya dengan ucapan Revan


"Sudah ku bilang jika aku bukan mafia, dan mereka semua itu hanya para body guard ku yang ku rahasia kan dari mama dan papa!!!" ujar Revan geram


"Baiklah! aku percaya dengan mu!" ujar Vino


"Jadi kau ngapain ke sini?" ujar Vino


"Tentu saja ingin melampiaskan amarah ku!" ujar Revan santai


"Tapi apa yang akan kau lakukan?" tanya Vino


"Aku ingin memukuli mereka!" jawab Revan dengan enteng nya


"Apa!!! kau ingin memukuli mereka tanpa alasan?" ujar Vino


"Kau bisa diam tidak! kau ingin pulang atau tetap di sini?" ujar Revan


"Tentu saja ingin pulang!" ujar Vino


"Jika kau ingin pulang maka tutup mulut mu rapat-rapat!!!" ujar Revan


"Baiklah!" ujar Vino pasrah


Revan berjalan menuju salah satu ruangan yang ada di tempat itu meninggal kan Vino sendirian


"Kenapa bro Revan sekarang jadi angker banget ya?" ujar Vino


"Huh! kau harus diam Vino!!!" ujar Vino langsung menutup mulut nya


Revan kini sudah duduk di kursi di sebuah ruangan, di ruangan itu juga terdapat beberapa body guard yang berdiri di hadapan Revan

__ADS_1


"Apa kalian sudah siap?" ujar Revan menyeringai


"Maaf, sebenarnya siap untuk apa ya tuan?" ujar salah satu body guard


"Tentu saja siap untuk ku mangsa!!!" ujar Revan santai


"Apa!!!" gumam para body guard


"Saya ingin melihat seberapa kuat kalian, jadi saya ingin kalian bertarung melawan ku!!!" ujar Revan


"Dan ingat! kalian keluar kan seluruh tenaga kalian, tidak perlu mengalah meskipun aku bos kalian!" ujar Revan


"Baik tuan!" ujar para body guard


Revan menyeringai, pertarungan antara bos dan para body guard yang berjumlah 10 orang pun di mulai. Revan sudah tidak bisa mengendalikan emosi nya pun langsung melampiaskan emosi nya pada para body guard nya


Satu persatu body guard Revan terkapar di lantai hanya dengan beberapa pukulan keras yang Revan lakukan. Sampai saat semua body guard sudah terkapar, Revan pun menghentikan pertarungan nya karena sudah merasa puas dalam melampiaskan emosi nya


"Baiklah! gaji kalian bulan ini saya tambah dua kali lipat!" ujar Revan dengan santai nya


"Terima kasih tuan!" ujar para body guard serempak


"Untung gaji nya di tambah kalo nggak, gue udah dendam sama bos Revan!" batin salah satu body guard


"Nggak nyangka tenaga bos Revan ternyata kuat banget, padahal postur tubuh nya terlihat biasa saja." batin salah satu body guard


"Terima kasih bos! it's okay lah muka lebam dan badan sakit semua, yang penting gaji nya tetep ngalir!" batin body guard yang lain


Revan keluar dari ruangan itu menghampiri Vino yang sedang duduk santai sembari memainkan handphone nya


"Ayo pulang sekarang!" ajak Revan


"Baiklah! tapi kita ke kampus dulu, mobil ku masih ada di sana." ujar Vino


"Kenapa tidak di ambil besok saja!" ujar Revan


"Hei!!! besok aku harus bekerja, jadi tidak ke kampus!!" ujar Vino


"Baiklah! ayo!" ujar Revan yang sedang malas berdebat dengan sahabat nya


Revan dan Vino masuk ke dalam mobil dan Revan melajukan mobil nya meninggal kan tempat terasing tadi


"Oh iya, besok hari libur jadi besok kau bisa ajak Lili main ke apartemen ku!" ujar Revan sembari fokus menyetir


"Siap! besok aku dan Lili akan main ke apartemen mu dari pagi sampai malam!" ujar Vino bersemangat


"Apa!!! tidak segitu lama nya juga kali!!" ujar Revan


"Iya bro, aku bercanda!" ujar Vino terkekeh


Revan kini sudah sampai di kampus nya dan sudah berada di parkiran kampus tempat dimana mobil Vino berada


"Terima kasih bro!" ujar Vino langsung keluar dari mobil Revan

__ADS_1


"Iya sama-sama!" ujar Revan


"Aku duluan bro!" ujar Revan


"Iya hati-hati!" ujar Vino


Revan menjalankan mobil nya meninggal kan Vino


"Semenjak ada Rania, Revan jadi selalu buru-buru pulang!" ujar Vino yang sudah menjalankan mobil nya meninggal kan halaman kampus nya


"Tapi bagus juga sih! jadi tidak merasa kesepian lagi!" ujar Vino terkekeh


Di posisi Rania, gadis itu sedang berbaring di sofa ruang santai sambil memainkan handphone nya


"Bosen banget! aku harus ngapain ya? nonton drama China udah, nonton televisi juga udah, scroll Instagram udah, tinggal ngapain ya?" ujar Rania


"Setiap kali nggak ada Revan rasa nya kaya dedaunan kering banget! nganggur terus!!" ujar Rania


"Hoam!!! ngantuk, mending tidur siang aja deh!" ujar Rania sambil menutup mulut nya dengan tangan karena menguap


Tak berselang lama Rania pun terlelap di sofa. Disaat Rania sudah terlelap dan masuk ke dalam dunia mimpi nya, Revan sampai di apartemen nya dan sudah berada di dalam apartemen nya. Revan menelusuri apartemen nya mencari keberadaan Rania sampai pada akhir nya Revan melihat Rania sedang tertidur di sofa.


"Kenapa dia harus tidur di sini?" ujar Revan mendekati Rania


"Tidur dengan posisi seperti ini tidak nyaman dan tidak baik untuk tubuh!" ujar Revan


Revan langsung menggendong Rania menuju kamar Rania dan membaringkan tubuh Rania dengan perlahan. Revan menyelimuti tubuh Rania dan mengecup kening Rania dengan lembut


"Kenapa disaat tertidur pun kau tetap cantik by?" ujar Revan


"Rania Aprilia! karena cinta aku mengalah dan tunduk pada mu!" ujar Revan sembari memandangi wajah cantik gadis nya


"Dulu aku sangat kesal dengan mu, tapi seiring berjalan nya waktu entah sejak kapan perasaan itu berubah menjadi perasaan kagum dan cinta kepada mu!" ujar Revan


"I LOVE YOU BABY!" ujar Revan sembari mencium bibir Rania sekilas


"Aku tidak akan membiarkan mu hidup menderita by! aku akan membalas kan semua perbuatan orang-orang yang telah menelantarkan mu!" ujar Revan sembari menunggu rambut Rania


Setelah cukup lama memandangi wajah cantik gadis nya, Revan pun keluar dari kamar Rania menuju ruang kerja nya karena banyak berkas yang harus dia lakukan


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2