SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Satu hati dengan sahabat


__ADS_3

"Tapi saya tidak ingin berjauhan dengan mu by," ujar Revan memeluk Rania dari belakang dan menciumi pundak Rania


"Udah ah! berhenti gombal nya, sekarang aku pengin nyobain nasi goreng buatan pacar ku tersayang!" ujar Rania tersenyum


"Sejuk hati ini mendengar ucapan manis nya." batin Revan


Revan menyajikan masakan buatan nya di meja makan


"Silahkan di nikmati nona Revan." ujar Revan sembari menyajikan nasi goreng nya di hadapan Rania


"Ih!!! apaan sih!!!" ujar Rania tersipu malu


"Kan sebentar lagi kau akan menjadi nona Revan by," ujar Revan menggoda gadis nya


"Ih!!!" ujar Rania dengan wajah cemberut


"Iya maaf, jangan cemberut terus by!" ujar Revan


"Makan lah! nanti dingin jadi kurang enak dan beri saya kritikan rasa dari masakan itu," ujar Revan


"Baiklah!" ujar Rania mengangguk


Rania menyendok kan makanan nya ke dalam mulut dan mulai merasakan masakan kekasih nya itu


"Bagaimana rasa nya?" ujar Revan dengan tatapan penuh harap


"Enak!" ujar Rania sembari tersenyum


"Benarkah!" ujar Revan dengan mata yang berbinar


"Iya beneran udah nggak kaya air laut lagi masakan kamu!" ujar Rania


"Terimakasih baby pujian nya, sebenarnya saya sudah mempunyai feeling bahwa masakan saya itu enak karena saya membuat nya dengan penuh kasih sayang. Tapi saya cukup senang mendapat pujian dari orang yang sangat saya sayang," ujar Revan dengan percaya diri


"Ih!!! narsis banget! eh, kamu kok nggak makan dan kenapa kamu cuma bikin satu piring?" ujar Rania


"Dan ini porsi nya banyak banget, mending aku ambil piring bentar dan nasi goreng nya kita bagi dua!" ujar Rania sembari mengambil piring Revan, namun tangan nya di cekal oleh Revan


"Tidak perlu by, kita kan bisa makan satu piring berdua," ujar Revan


"Baiklah! ini sendok nya," ujar Rania sembari memberikan satu sendok kepada Revan


"Kau sangat polos by, maksud saya itu kita makan satu piring dan juga satu sendok!" ujar Revan yang merasa gemas dengan tingkah polos gadis nya itu


"Baiklah! ini kamu makan dulu," ujar Rania sembari memberikan sendok nya


"Tidak! saya mau nya kau suapin saya," ujar Revan


"T-tapi aku malu!" ujar Rania


"Ayolah by, kata nya kau akan menuruti semua keinginan saya." ujar Revan dengan nada sedikit manja


"Baiklah!" ujar Rania tersenyum


Rania dengan sabar menyuapi Revan makan, namun tidak hanya itu tapi Revan juga menyuapi Rania makan. Mereka saling menyuapi sampai sarapan nya habis tanpa sisa


Sedangkan di sebuah rumah mewah, seorang wanita seksi sedang frustasi memikirkan seorang pria yang diakui sebagai kekasih nya pergi entah kemana.

__ADS_1


Wanita itu adalah Lady Zhao lie


"Kenapa Revan belum juga kembali ke mansion nya sih?" ujar Zhao lie


"Apa mungkin Revan sedang melakukan ****** bersama gadis yang ada di telepon waktu itu?" ujar Zhao lie dengan pemikiran kotor nya


"Tidak bisa di biarkan ini!!! aku harus mencari tahu di mana tempat tinggal gadis itu!!! hidup you tidak akan bisa tenang jika mengganggu my boyfriend bit*h!" ujar Zhao lie dengan geram


"Hanya aku yang boleh melakukan ****** bersama Revan! tidak ada orang lain yang bisa mengubah nya!!!" ujar Zhao lie


Di apartemen Revan, pria itu sudah selesai sarapan bersama gadis nya dan sedang bersiap untuk pergi ke kampus


"By, saya berangkat dulu, nanti jika ada sesuatu atau kau menginginkan sesuatu kau bisa hubungi saya." ujar Revan


"Iya!" ujar Rania tersenyum


Cup


Revan mengecup bibir Rania sekilas dan mengelus rambut Rania dengan lembut


"Saya berangkat dulu," ujar Revan, sedangkan Rania hanya mengangguk dan tersipu malu


"Wassalamu'alaikum." ujar Revan


"Waalaikumsalam." ujar Rania


Revan langsung bergegas pergi keluar dari apartemen nya. Melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang hingga selama 20 menit di perjalanan akhir nya Revan sampai di kampus nya


Revan keluar dengan gaya yang berkarisma, walaupun sekarang Revan memakai pakaian yang dinilai cukup santai dari biasa nya, namun itu sama sekali tidak mengubah segi kharismatik seorang Revan Pratama


"Heh! kalian semua pikir aku akan terpesona dengan kalian! jangan terlalu berharap karena hanya ada Rania di hati ku," batin Revan


Revan terus berjalan memasuki kampus tersebut menuju kelas nya, sampai suara seseorang menghentikan langkah nya


"Hei bro!" ujar orang tersebut


Revan membalikkan badan nya menatap seseorang yang dirasa memanggil nya


"Kenapa kau bisa berada di sini?" ujar Revan terkejut melihat kehadiran sahabat yang tak lain adalah Vino berada di kampus itu


"Hehe, memang nya tidak boleh kalau aku ada disini?" ujar Vino


"Up to you! tapi aku bingung kenapa kau selalu ada dimana-mana?" ujar Revan


"Mungkin kita satu hati bro," ujar Vino terkekeh


"Hei! sebenarnya apa yang sedang kau lakukan disini hah!!!" ujar Revan


"Aku kemarin baru saja mendaftar melanjutkan S2 disini, dan sekarang adalah hari pertama ku kuliah di sini." ujar Vino


"Kau sendiri sedang apa di sini?" tanya Vino


"Apa kau tidak melihat jika aku mahasiswa disini!" ujar Revan


"Inikah yang dinamakan satu hati dengan sahabat sendiri!" batin Vino


"Aku kira hanya persahabatan Lili dan Rania saja yang satu hati, tapi persahabatan ku dan sahabat gak ada akhlak ini juga satu hati," batin Vino

__ADS_1


"Wow!!! berarti kita bisa satu kelas lagi!" ujar Vino


"Huh! kenapa aku harus satu kelas dengan sahabat gak jelas seperti dia lagi?" ujar Revan


"Hei! apa kau bilang tadi? aku sahabat gak jelas? sembarangan kalau ngomong!" ujar Vino


"Santai bro aku hanya bercanda, tapi sedikit serius," ujar Revan


"Baiklah! lebih baik kau tunjukkan dimana ruang kelas nya," ujar Vino


"Baiklah!" ujar Revan langsung melangkah kan kaki nya menuju ruang kelas mereka diikuti oleh Vino


"Sebenarnya apa alasan mu berkuliah di sini?" ujar Revan


"Karena papa dan mama yang menyuruh ku melanjutkan S2 dan aku menyetujui itu, tapi aku malas jika berkuliah di tempat yang jauh. Akhir nya aku memutuskan untuk berkuliah di sini agar bisa memantau perusahaan juga." ujar Vino


"Kau mengambil hari apa saja berkuliah nya?" ujar Revan


"Kamis, Sabtu dan Minggu." ujar Vino


"Kau sendiri mengambil hari apa saja?" ujar Vino


"Sama." ujar Revan


"Oh iya bro, boleh tidak nanti aku main ke apartemen mu lagi?" ujar Vino


"Tentu saja boleh!" ujar Revan


"Kenapa kau jadi ingin ke apartemen ku? tidak seperti biasa nya" ujar Revan


"Sebenarnya aku ingin mengajak Lili menemui Rania." ujar Vino


"Baiklah! kau ajak saja Lili, bagaimana pun mereka bersahabat jadi kita tidak bisa memisahkan nya," ujar Revan


"Kau benar!" ujar Vino


"Jika kau sedang tidak sibuk, ajak saja Lili ke apartemen ku! kau tidak perlu meminta izin kepada ku bro." ujar Revan


"Sip lah bro!" ujar Vino


Dua pria tampan itu asyik mengobrol sambil berjalan sampai langkah mereka di berhenti kan oleh seseorang yang memanggil nya


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah

__ADS_1


__ADS_2