
"Kau benar!" ujar Vino
"Jika kau sedang tidak sibuk, ajak saja Lili ke apartemen ku! kau tidak perlu meminta izin kepada ku bro." ujar Revan
"Sip lah bro!" ujar Vino
Dua pria tampan itu asyik mengobrol sambil berjalan sampai langkah mereka di berhenti kan oleh seseorang yang memanggil nya
"Kak Revan!!!" ujar orang yang memanggil Revan yang tak lain adalah Salsa
"Astaga kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi sih!!!" batin Vino geram
"Aduh!!! kenapa disini bisa ada tuan Vino sih! bisa gagal rencana ku!" batin Salsa
"Waktu yang tepat untuk memulai permainan baru!" batin Revan menyeringai
"Eh! A-ada tuan Vino di sini," ujar Salsa
"Kakak sudah lama nggak masuk kuliah!" ujar Salsa mencoba mengalihkan perhatian Vino
"Iya!" ujar Revan singkat
"Oh iya kak, apa kakak tau kalau kak Rania sekarang menghilang?" ujar Salsa sembari mengubah ekspresi wajah nya
"Tentu saja aku tahu! karena dia sedang berada di apartemen ku," batin Revan
"Aku yakin pasti sekarang Revan sedang tertawa di dalam hati nya mendengar ucapan wanita bermuka dua ini," batin Vino terkekeh
"Benarkah! jadi ini penyebab gadis itu tidak berangkat ke kantor!!!" ujar Revan terkejut
"Iya kak! aku juga nggak tau ada masalah apa yang membuat kak Rania kabur dari rumah," ujar Salsa dengan ekspresi sedih
"Cih! munafik!" batin Revan
"Jadi gadis itu kabur dari rumah!!!" ujar Revan marah
"Akting mu lumayan juga bro, aku tidak pernah menyangka ternyata kau punya kelebihan juga dalam bidang seni drama," batin vino
"Iya kak! dan beberapa hari sebelum kak Rania kabur, dia selalu pulang larut malam entah pergi ke mana." ujar Salsa
"Pulang malam? memang nya gadis itu pergi ke mana sampai pulang larut malam?" tanya Revan
"Aku waktu itu pernah liat kak Rania keluar dari bar bersama seorang pria!" ujar Salsa
"Mungkin pria itu kekasih nya kak Rania," ujar Salsa
"Apa? jadi dia sering pergi ke bar!!!" ujar Revan
"Oh iya kak, aku sama teman ku juga pernah liat kak Rania keluar dari kamar hotel bersama seorang pria," ujar Salsa
__ADS_1
"Apa!!! keterlaluan sekali gadis itu, dia sungguh mencemarkan nama baik perusahaan saya!!! saya harus memecat nya setelah dia datang ke perusahaan saya lagi!!!" ujar Revan
"Kak Revan! jangan pecat kak Rania, kasihan dia kak!" ujar Salsa dengan air mata buaya nya
"Buat apa kasihan dengan nya, jika dia juga sudah membuat kita hilang kepercayaan dengan nya" ujar Vino angkat bicara
"Tapi tuan, aku yakin nanti pasti kak Rania akan bertobat!" ujar Salsa
"Saya mohon kak, beri kak Rania satu kesempatan lagi!" ujar Salsa
"Tidak bisa! karena keputusan saya sudah bulat jadi saya akan tetap memecat gadis itu!!" ujar Revan
"Oh iya, bukan kah pakaian yang kau pakai itu pakaian yang saya berikan untuk Rania?" ujar Revan dengan tatapan menyelidik
"Oh ini, iya kak ini pakaian yang kakak berikan untuk kak Rania! tapi kak Rania bilang kalau pakaian ini sangat buruk dan jelek bahkan kak Rania melempar kan paper bag nya hingga mengenai muka ku!" ujar Salsa
"Benarkah! keterlaluan!!! sungguh gadis tidak tahu terimakasih!!! tidak tahu diuntungkan!!!" ujar Revan
"Yes!!! akhir nya rencana ku berhasil, ternyata tuan Vino belum menceritakan yang sebenarnya kepada kak Revan! Rania, sebentar lagi kehancuran menghampiri mu!" batin Salsa
"Heh! kau pikir aku bodoh yang dengan mudah termakan fitnah mu itu!!! lihat saja kehancuran mu karena sudah berani memfitnah gadis ku!!!" batin Revan geram
"Tidak ku sangka! ternyata Revan masih memiliki banyak kesabaran dengan meladeni perempuan tidak tahu malu ini!!!" batin Vino
Kesabaran ku hampir hilang, tolong cari alasan untuk pergi dari sini!" bisik Revan kepada Vino
"Van! seperti nya kelas kita sudah hampir mulai, sebaiknya kita ke kelas daripada terlambat." ujar Vino
"Kau benar, kelas sudah hampir di mulai!" ujar Revan dengan suara berat nya sembari melihat jam yang melingkar di tangan nya
Revan dan Vino langsung pergi dari tempat itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun seolah tidak mengetahui keberadaan Salsa, sedangkan Salsa merasa kesal karena di abaikan begitu saja
"Ih!!! kok aku di tinggalin sih!!!" ujar Salsa berdecak kesal
"Tapi nggak papa, yang penting rencana ku sudah berhasil," ujar Salsa
Sedangkan di posisi Revan dan Vino, kedua pria itu sudah sampai di kelas mereka
"Terima kasih bro, kau sudah menyelamatkan ku dari perempuan itu!" ujar Revan dengan nafas yang naik turun akibat berlari
"Sama-sama!" ujar Vino sembari mengontrol pernafasan nya
"Apa kau sekarang sedang menahan emosi?" tanya Vino yang tahu sifat sahabat nya itu
"Ya, perempuan tadi keterlaluan! dia berpikir aku ini pria yang bodoh." ujar Revan geram
"Heh! mungkin muka mu terlihat polos bro." ujar Vino
"Hei kau!!! apa kau ingin menjadi santapan amarah ku hah!" ujar Revan
__ADS_1
"Hehe, bercanda bro santai aja!" ujar Vino terkekeh
"Tidak ada yang lucu!" ujar Revan
"Bro! apa kau tahu cara untuk melampiaskan emosi ku ini?" ujar Revan
"Cara melampiaskan emosi? kau langsung lampiaskan saja emosi mu ke tembok jadi tidak menyakiti seseorang!" ujar Vino asal
"Kau yang benar saja, tembok mana ada perlawanan!" ujar Revan
"Apa aku harus melampiaskan nya kepada mu saja ya?" ujar Revan menyeringai
"Hei!!! kau tega sekali melampiaskan emosi mu kepada sahabat mu yang super baik ini!" ujar Vino tidak terima
"Aku masih jomblo bro, nanti kalau muka ku lebam dan benjol kan tidak ada yang akan melirik dan melihat muka tampan ku ini!" ujar Vino kesal
"Hehe! narsis sekali anda! tapi kan jika aku melampiaskan amarah mu kepada mu kau bisa saja menghindar bro!" ujar Revan dengan enteng nya
"Hei!!! kau enak ngomong nya sedangkan aku yang mengalami baku hantam dari mu sakit bro, apa kau tidak sadar bagaimana keras nya pukulan mu itu jika kau sedang marah! aku masih jomblo kau tega sekali!!" ujar Vino kesal
"Baiklah! aku tidak akan memukuli mu tapi kau harus membantu ku mencari orang yang bisa menjadi pelampiasan ku!" ujar Revan
"Aku tidak punya kenalan dan bodyguard ku itu sedang sibuk menjaga orang tua ku jadi tidak ada yang menganggur untuk menjadi bahan baku hantam mu itu!" ujar Vino
"Baiklah! tidak apa-apa, kau temani aku ke suatu tempat." ujar Revan
"Memang nya kemana?" ujar Vino
"Nanti kau juga akan tahu!" ujar Revan
"Hei! setidak nya kau beritahukan kepada ku kemana kau mengajak ku pergi!" ujar Vino
"Baiklah! aku ingin mengajak mu ke markas, apa kau mau menemani ku?" ujar Revan
"Baiklah! karena aku baik hati aku akan menemani mu!" ujar Vino
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
__ADS_1