SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Ada apa dengan Vino dan Lili


__ADS_3

"Kau sungguh keterlaluan Zhao Wei!!!" ujar nyonya Zhao dengan emosi langsung pergi begitu saja.


"Ibu dan anak sama saja!!!" ujar tuan Zhao


Di tempat yang berbeda, tepat nya di sebuah hotel mewah, Revan tengah mengoordinasi para pelayan untuk membuat dekorasi untuk acara ungkapan perasaan nya kepada sang kekasih tercinta.


"Itu lilin nya harus di letakkan di paling tengah! jangan sampai salah, jika salah sedikit saja saya akan memotong gaji kalian 80%!!!" ujar Revan


"Baik tuan!!!" ujar pelayan


"Itu tata letak kursi nya masih kurang simetris!" ujar Revan


"Itu vas bunga nya juga letak nya belum pas."


"Lampu-lampu nya juga jarak nya di perhatikan!"


Dan masih banyak lagi perintah dari tuan Revan yang terhormat dan sangat teliti itu.


"Saya minta penjagaan untuk nanti malam harus super ketat, tidak ada yang diijinkan masuk ke gedung ini sekalipun itu kedua orang tua saya!!!" ujar Revan dengan sorot mata yang tajam kepada para pengawal


"Baik tuan!!!" ujar para pengawal serempak


"Yang di bagian CCTV juga…jika ada yang mencurigakan dari jauh, kalian harus segera menghubungi keamanan." ujar Revan


"Baik tuan."


"Jika kerja kalian baik…maka saya akan memberikan bonus dan menaikkan gaji kalian." ujar Revan


Yeah…


Seru para pelayan dan pengawal yang ada di gedung itu.


"Entah mengapa sejak Rania berada di sisi ku, aku merasa menjadi lebih tenang. Dan aku juga merasa bahagia saat melihat orang lain bahagia." gumam Revan


"Apakah aku bisa kembali menjadi sosok yang ramah dan murah senyum seperti Revan kecil?"batin Revan


"Kalian lanjutkan pekerjaan nya, semua nya harus sempurna. Saya pergi dulu!" ujar Revan yang sudah tidak sabar ingin pulang untuk bertemu kekasih nya yang selalu membuat nya rindu itu.


Di dalam mobil Revan sangat bahagia karena sebentar lagi bertemu kekasih nya dan tak lama lagi dia akan mengungkapkan perasaan nya secara resmi.


Namun saat mobil nya melewati cafe, mata tajam nya menangkap sosok yang sangat dikenali nya.

__ADS_1


"Bukankah itu Vino? sedang apa dia bersama seorang gadis?" ujar Revan


"Apa!!! bagaimana bisa Vino bersama seorang gadis? dan sejak kapan Vino mempunyai pacar? dia kan jomblo selama ini!" ujar Revan yang tidak sadar jika diri nya juga jomblo walaupun sekarang dia sudah mengakui status nya jika sudah memiliki pacar, tapi kan masih belum resmi....


Revan yang sedang penasaran tingkat tinggi pun memutuskan untuk turun dan memastikan dengan siapa sahabat nya itu jalan.


Revan turun dari mobil nya dan berjalan mengikuti Vino masuk ke dalam cafe. Pria itu terus memperhatikan siapa gadis yang bersama sahabat nya.


Dan saat Vino dan gadis yang bersama Vino duduk, kini Revan dapat melihat dengan jelas siapa sosok gadis itu.


Apa???


Revan sangat terkejut saat melihat sosok gadis yang bersama sahabat nya itu adalah Lili sahabat dari kekasih nya.


"Bagaimana mungkin? kenapa Vino bisa pergi bersama Lili sahabat nya Rania?" batin Revan terkejut


"Apakah hubungan mereka sedekat itu? tapi kenapa Vino tidak pernah membicarakan nya dengan ku?" batin Revan


"Nanti aku akan menanyakan nya pada Vino karena sekarang yang harus aku pikir kan adalah sang pujaan hati ku yang sedang menunggu ku di rumah." batin Revan langsung pergi dari cafe itu untuk melanjutkan perjalanan nya kembali ke apartemen.


Sesampainya di apartemen, Revan langsung mencari sosok kekasih nya.


"Sayang!" ujar Revan sedikit keras


"Baik Bi, kalau begitu saya ke kamar dulu." ujar Revan


"Silahkan tuan!" ujar Bi Ijah


Revan langsung berjalan masuk ke dalam Rania dan melihat kekasih nya itu sedang berdiri di balkon sembari melihat pemandangan kota yang ramai siang itu.


Rambut Rania diterbangkan angin membuat nya menjadi bertambah cantik. Hal itu tentu saja membuat Revan langsung panas dingin saat melihat nya.


Revan mendekati Rania dan langsung memeluk kekasihnya dari belakang dan menyandarkan dagu nya di pundak Rania. Sontak saja hal itu membuat Rania terkejut dan langsung menoleh ke belakang.


Rania menghembuskan nafas lega saat melihat ternyata bos kejam nya yang memeluk nya.


"Kenapa kau terkejut seperti itu, hem?" tanya Revan dengan tangan yang masih melingkar dengan erat nya di pinggang Rania


"Nggak papa kak! cuma kaget aja, kirain tadi siapa yang meluk aku." ujar Rania


"Memang nya siapa pria yang sudah memeluk mu selain aku, hem?" ujar Revan melerai pelukan nya

__ADS_1


Jujur saja pria tampan itu merasa kesal, namun ditahan oleh nya karena Revan tak ingin Rania melihat sisi menyeramkan Revan dan hal itu bisa membuat gadis nya takut atau bahkan menjauh dari nya.


"Em…i-itu kak…" ujar Rania sedikit gugup mengatakan nya


"Siapa sayang?" ujar Revan penasaran


"Tapi kakak jangan marah ya," ujar Rania dengan wajah memelas


"Iya, kakak tidak akan marah." ujar Revan sembari menghela nafas mengontrol emosi nya yang sedang tinggi


"Sebenarnya dulu aku pernah di peluk sama Elang dan aku juga hampir di pe*kosa sama Elang." ujar Rania menunduk sedih


"Apa!!!" ujar Revan dengan wajah terkejut nya


"Maafin aku kak! aku benar-benar dipaksa waktu itu, untung saja ada orang yang datang menyelamatkan ku waktu itu. Mungkin jika tidak ada orang itu aku udah nggak virgin lagi." ujar Rania yang langsung memeluk Revan erat dan menangis di pelukan pria itu.


Hati Revan sungguh sakit melihat kekasih nya yang menangis di pelukan nya.


"Hei, sudah jangan menangis by." ujar Revan berusaha menenangkan Rania


Revan melerai dan meraih kedua pipi Rania yang nampak basah


"Maafin aku kak," ujar Rania sesenggukan


"Iya sayang! kakak tidak marah, hanya saja kakak merasa bersyukur ada seseorang yang menolong mu." ujar Revan sembari menghapus air mata Rania


"Oh iya, siapa yang sudah menyelamatkan mu itu?" lanjut Revan


"Nggak tau kak, tapi yang jelas muka nya tidak asing bagiku." ujar Rania


"Pria atau wanita?" tanya Revan penasaran


"Dia seorang pria paruh baya!" ujar Rania


"Apa?!" ujar Revan kembali tersulut emosi


"Sabar Revan! kau jangan membuat Rania takut lagi!" batin Revan


"Apa kau masih ingat wajah nya seperti apa?" ujar Revan dengan lembut


"Aku masih ingat sih dan wajah nya itu nggak asing banget, kayak pernah liat tapi dimana ya?" ujar Rania berpikir

__ADS_1


"Bentar…" ujar Rania langsung meraih wajah Revan dan menatap lekat wajah tampan bos kejam nya


__ADS_2