
" Saya yakin kalau anda menampak kan diri dulu, pasti mereka akan mencari muka dan perhatian dari anda " ujar Lili
" Baiklah! saya akan mengawasi mu dari kejauhan " ujar Vino
" Saya keluar dulu pak." ujar Lili dan mendapat anggukan dari Vino
Lili keluar dari mobil Vino dan berjalan menuju rumah Rania, Lili mengetuk pintu rumah itu dan seorang pria paruh baya segera membukakan pintu untuk nya
" Assalamualaikum Om " ujar Lili
" Waalaikumsalam, kamu Lili kan!
maaf Rania nggak ada di rumah " ujar Indra dengan wajah datar
" Memang nya Rania sedang kemana Om? " ujar Lili
" Dia baru saja pergi, nggak tau kemana " ujar Indra
" Alah!!! kenapa ayah pakai acara basa-basi segala sih!!! orang dia juga hanya teman Rania yang sama-sama rakyat jelata " ujar Salsa yang tanpa diundang nongol dari dalam rumah
" Maksud kamu apaan!!! " ujar Lili kesal
" Kan memang benar kalau kamu hanya rakyat jelata yang impian nya terlalu tinggi " ujar Salsa
" Hei!!! memang nya kamu bukan rakyat jelata juga apa!!! apa kamu sedang bermimpi lahir dari keluarga bangsawan " ujar Lili tertawa mengejek
" Cih!!! lihat saja nanti, kamu pasti akan tunduk dan berlutut kepada ku setelah aku menjadi nyonya Pratama " ujar Salsa penuh percaya diri
" Apa!!! aku nggak salah denger!!! kamu ingin jadi nyonya Pratama, sungguh malang nasib mu! pak Revan aja bahkan tidak pernah melirik mu dan sudah menganggap mu seperti butiran debu, masih aja kepikiran untuk menjadi nyonya Pratama " ujar Lili tertawa geli
" Apa maksud mu!!! kak Revan nggak pernah menganggap ku seperti butiran debu, bahkan dia sudah menyimpan nomor telepon ku " ujar Salsa
" Dasar bodoh!!! kamu langsung percaya saja dengan ucapan pak Revan!!! Tapi tidak mengapa, aku tidak akan membahas hal itu lagi " ujar Lili
" Oh iya, aku mau ngomong sesuatu sama kamu!!! " ujar Lili
" Ngomong apa sih gak jelas banget " ujar Salsa
" Salsabila Azahra!!! kamu masih beruntung karena pak Revan menganggap mu seperti butiran debu dari pada pak Revan menganggap mu seperti kentut yang ada bau nya tapi tidak ada wujud nya " ujar Lili tertawa keras
" Hei!!! sebenarnya kamu ngapain ke sini hah? gak jelas banget!!! " ujar Salsa emosi
" Ya tentu saja aku ke sini untuk bertemu dengan Rania, tidak mungkin aku ingin bertemu dengan mu " ujar Lili
" Rania nya nggak ada!!! " ujar Salsa
" Salsa kamu kenapa nggak suruh Lili buat masuk " ujar Indra
__ADS_1
" Udah jangan banyak ngomong deh, ayah sekarang masuk aja biar dia Salsa yang urus " ujar Salsa
Indra langsung masuk ke dalam rumah nya
" Memang nya Rania kemana? " ujar Lili berpura-pura
"Nih dengerin baik-baik!!! Rania udah nggak tinggal di sini!!! dia sudah di usir!!!" ujar Salsa
"Apa!!! kalian sungguh tega terutama kamu, apa salah Rania sehingga kamu bisa tega pada nya!!! padahal Rania sangat baik kepada mu!!!." ujar Lili
"Baik apa nya!!! dia selalu merebut kebahagiaan ku, kamu masih bilang dia baik." ujar Salsa
"Merebut kebahagiaan mu gimana? justru kamu yang sudah merebut kebahagiaan nya." ujar Lili
"Kenapa Rania selalu lebih unggul dari ku sih!!! padahal kan aku lebih cantik dari nya, tapi semua orang selalu baik kepada nya!!!" ujar Salsa
"Ya karena Rania baik lah!!! maka nya tobat sebelum terlambat!!!" ujar Lili
"Hei!!! memang nya kamu tidak tau kalau Rania udah di usir? kata nya kalian sahabat." ujar Salsa tersenyum sinis
"Karena dia sahabat yang baik jadi nggak mau nyusahin orang, nggak kayak kamu." ujar Lili menyeringai
"Apa kamu bilang!!!" ujar Salsa emosi
"Nggak papa, oh iya… memang nya kenapa Rania di usir dari rumah." ujar Lili
"Apa kamu bilang? Kamu nggak salah ngomong? harus nya introspeksi diri dong, ucapan mu itu secar tidak langsung mengarah ke diri kamu sendiri!!!" ujar Lili
"Apa!!! kurang ajar!!! mungkin kamu kali yang seorang j*lang!!!" ujar Salsa emosi
"Heh! mana ada j*lang ngaku j*lang, dasar nggak tau diri dan nggak tau malu lagi." ujar Salsa
"Hei!!! jika kamu ke sini cuma mau ngajak ribut mendingan pergi sana!!!" ujar Salsa
Salsa mendorong tubuh Lili dengan cukup kuat hingga Lili terhuyung ke belakang, tapi belum sempat Lili terjatuh, ada tangan kekar yang menopang tubuh nya.
"Eh! kok aku mengambang sih! kayak hantu aja! tangan siapa yang sudah nolongin aku." batin Lili bingung
Lili menatap ke belakang dan melihat seorang pria tampan yang tak lain adalah Vino
"Apa!!! kok pak Vino bisa ada di sini sih, bukanya tadi dia masih di mobil." batin Lili
# Flashback on
Ketika Lili sudah keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah Rania, diam-diam Vino mengikuti Lili dari belakang dan bersembunyi di balik pepohonan yang tak jauh dari Lili.
"Sungguh keluarga yang tidak tau diri, kasihan sekali nasib Rania." ujar Vino
__ADS_1
"Ternyata Lili pandai adu mulut juga." ujar Vino terkekeh
"Bagus Lili!!! lanjutkan membuat kesal gadis tidak tahu diri itu." ujar Vino
"Aku kira Lili gadis yang feminim, kalem dan pendiam, ternyata dia sama seperti Rania." ujar Vino
"Lanjut terus Li, jangan kasih kendor." ujar Vino
"Ternyata kalian memang sahabat sejati, segitu nya kamu membela Rania. Semangat Lili." ujar Vino
Semua pergerakan Lili dan ucapan yang Lili lontarkan tak lepas dari penglihatan dan pendengaran Vino. Hingga pada akhir nya Salsa melontarkan kata-kata yang tidak enak di dengar membuat Revan semakin mendekat dan pada saat Lili di dorong oleh Salsa dengan sigap Vino bisa menangkap nya.
# Flashback off
Vino dan Lili bertatapan cukup lama, sementara Salsa terlihat gelagapan dan gemetaran saat melihat sosok Vino yang dikenal sebagai sahabat Revan juga seorang pengusaha yang terkenal kejam.
Beberapa menit kemudian Lili mengalihkan pandangan nya karena gugup, sedangkan Vino langsung menatap Salsa dengan tatapan tajam dan membunuh.
"Eh! ada pak Vino." ujar Salsa gugup
"Kau tidak perlu berpura-pura baik kepada ku karena aku sudah mengetahui semua nya." ujar Vino menyeringai
"Apa!!! jadi pak Vino udah tau semua tentang kelakuan ku kepada Rania!!! ini nggak bisa dibiarin, aku harus memikirkan cara." batin Salsa
"Aduh!!! mati aku, nanti pasti pak Vino bakalan membongkar kedok ku kepada kak Revan dan harapan ku menjadi nyonya Pratama akan sia-sia." batin Salsa
"M-maksud anda apa ya?" ujar Salsa
"Kau pikir aku pria yang bodoh yang bisa dengan mudah kau hasut dan kau bohongi." ujar Vino
"Aku sudah tahu semua nya." ujar Vino
"Apa!!! jadi pak Vino sudah tau semua nya. Apa mungkin tadi dia menguping ya? tapi bagus deh, jadi dia nggak akan terhasut sama omongan nya Salsa." Batin Lili
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
__ADS_1
bisa di follow ig nya yah