SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Dia menggemaskan


__ADS_3

" Aku kira bos kejam itu akan memohon dan bersujud di hadapan ku sembari meminta maaf dengan wajah yang bersalah " ujar Rania


" Heh Rania, dia itu raja di sini jadi nggak mungkin dia bertekuk lutut bahkan sujud di depan mu " ujar Rania


" Tapi aku sudah kehilangan ciuman pertama ku yang selama ini ku jaga untuk jodoh masa depan ku " ujar Rania sedih


" Sudah lah fokus bekerja Rania, jangan pikir kan ciuman pertama mu yang hilang itu " ujar Rania berusaha semaksimal mungkin untuk fokus


Rania sudah fokus dengan komputer nya dan pikiran nya sudah tidak di penuhi first kiss lagi


Sedangkan di ruangan CEO, Revan sudah duduk di kursi kebesaran nya sambil menyeringai


" Apa aku sungguh mencintai gadis cerewet itu, aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu kalau aku tidak ada perasaan pada seseorang " ujar Revan


" Entah mengapa hal itu membuat hati ku nyaman dan damai, tapi aku sungguh tidak tahu apa yang aku rasakan ini cinta " ujar Revan


" Mungkin kah aku mencintai gadis cerewet itu " ujar Revan terkekeh


" Kalau benar aku mencintai nya maka mulai sekarang aku akan menjaga nya " ujar Revan dengan semangat


" Tidak ku sangka awal nya marah ke pada nya, tapi hanya dalam waktu seminggu aku sudah mencintai nya " ujar Revan


" Aku akan membuat nya membuka hati nya untuk ku " ujar Revan menyeringai


Tak berselang lama Revan tersadar dari lamunan nya dan berdecak kesal karena ada yang menelpon nya


" Kenapa wanita tidak tahu diri itu selalu saja mengganggu ku " ujar Revan kesal


Dengan terpaksa Revan langsung mengangkat telepon nya


📲 : " Halo honey, kamu kenapa belum datang menjemput ku kata kamu mau menemani ku shopping " ujar Zhao lie manja


📱 : " Maaf! saya lupa, sekarang saya segera datang ke rumah mu " ujar Revan


📲 : " Baiklah! aku tunggu kamu honey " ujar Zhao lie


Panggilan di matikan oleh Revan


" Sungguh merepotkan!!! " ujar Revan kesal


Revan langsung berjalan gontai keluar dari ruangan nya untuk menjemput Zhao lie. Saat dia hendak keluar dari gedung perusahaan R'P Group menuju tempat parkir mobil nya, Revan melihat Rania baru keluar dari lift bersama dengan pegawai lain. Tetapi ada yang mencurigakan dengan raut wajah Rania, raut wajah Rania biasa nya tersenyum cerah dan ceria, tidak seperti sekarang yang hanya tersenyum kaku menanggapi pegawai yang lain


" Apa gadis cerewet itu marah karena aku sudah mengambil ciuman pertama nya " batin Revan, ada perasaan bersalah di dalam benak pria itu


Saat keluar dari lift mata Rania melihat ke arah sekitar dan terlihat lah bos kejam yang telah mengambil ciuman pertama nya sedang melihat kearah nya alhasil tatapan mereka bertemu, namun dengan cepat Rania mengalihkan pandangan nya karena pipi nya sudah memerah

__ADS_1


" Astagfirullah, kenapa bos kejam itu bisa ada di sini sih!! apes banget dah nasib ku ini " batin Rania


" Kamu kenapa Ran? " ujar teman kerja nya yang bernama Citra Adelia


" Nggak papa kak " ujar Rania tersenyum kaku dan berusaha melirik ke arah Revan yang masih diam menatap nya


" Sungguh indah ciptaan Allah " ujar Revan lirih sambil terus menatap Rania


" Tidak aku sangka dia cantik juga " ujar Revan


" Dan saat pipi nya memerah seperti sekarang dia terlihat sangat menggemaskan " ujar Revan


" Ya udah kita lanjut lagi yuk " ujar Citra


" Iya kak nanti takut nya jam makan siang habis, aku juga udah lapar banget tadi pagi nggak sarapan " ujar Rania


" Curhat apa curhat neng " ujar Citra meledek Rania


" Ih!!! kak Citra mah suka banget deh meledek aku mirip persis kaya liliput " ujar Rania


" Liliput siapa tuh? " ujar Citra


" Itu loh sahabat aku nama nya Lili dia itu kayak kakak suka banget meledek aku " ujar Rania


" Ah kamu bisa aja, tapi emang asik tau kalau meledek kamu Ran " ujar Citra


" Udah lah Ran, aku nggak akan tertipu dengan air mata buaya mu itu. Ayo!!! kata nya tadi mau beli makanan " ujar Citra


" Hehe, aku jadi lupa kan kak! ayo " ujar Rania


Mereka langsung berjalan menuju rumah makan yang ada di depan perusahaan R'P Group


" Aku kira si gadis cerewet itu mau menghampiri ku dan menyapa ternyata tidak " ujar Revan sedih karena di kacangin


Handphone Revan berbunyi lagi, Revan langsung mengangkat telepon nya


📲 : " Halo honey, lama banget sih. Kata nya mau jemput aku " ujar Zhao lie


📱 : " Iya sebentar, saya sedang dalam perjalanan dan di sini macet " ujar Revan berbohong


📲 : " Baiklah, aku tunggu honey. Cepetan ya " ujar Zhao lie


Telepon di matikan oleh Zhao lie


" Kalau bukan karena aku sedang bersandiwara, mungkin kau sudah ku masukkan ke dalam penangkaran buaya " ujar Revan kesal

__ADS_1


" Males banget menjemput nya " ujar Revan


Revan dengan terpaksa langsung menuju mobil mewah nya dan melajukan mobil mewah itu menuju rumah Zhao lie


" Untung tadi sudah mendapatkan sedikit vitamin, kalau tidak mungkin aku tidak jadi menjemput wanita tidak tahu diri itu " ujar Revan sambil membayang kan moment saat diri nya mencium bibir Rania tadi pagi


" Sungguh bibir nya, apakah seperti itu rasa nya berciuman tapi tadi saya hanya mengecup bibir nya. Mungkin besok bisa lagi ya " ujar Revan memikirkan hal mesum


Sekitar 30 menit kemudian Revan sudah sampai di depan rumah Zhao lie, dan dengan tidak tahu malu nya Zhao lie langsung memeluk Revan di depan para pengawal yang ada di rumah nya


" Sungguh wanita tidak tahu malu, menjijikan!!! " batin Revan


" Kamu datang nya lama banget sih honey aku udah nungguin kamu dari tadi pagi tau " ujar Zhao lie bergelayutan manja di lengan Revan


" Maaf! tadi di jalan macet " ujar Revan dengan wajah datar nya


" Ya sudah kita langsung berangkat saja " ujar Revan


" Kamu nggak mau pamitan dulu sama mama " ujar Zhao lie


" Untuk apa aku harus berpamitan dengan orang tua mu " batin Revan


" Ayo pamitan dulu sama mama " ujar Zhao lie langsung menarik tangan Revan masuk ke dalam rumah nya


" Mama!!! " ujar Zhao yang berjalan ke arah mama nya sambil menarik tangan Revan


" Eh ada tuan Revan, silahkan duduk " ujar nyonya Zhao tersenyum


" Terimakasih " ujar Revan dengan wajah datar nya


" Ada apa ya tumben tuan Revan ke sini, atau mau melamar anak saya lady. Kalau mau melamar silahkan boleh banget karena anak saya ini baik, cantik, tidak sombong dan pekerja keras, jadi dia sangat cocok untuk anda tuan " ujar nyonya Zhao panjang lebar. Sedangkan Revan hanya memasang wajah datar nya tanpa menjawab sepatah kata pun


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2