SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Gadis polos


__ADS_3

" Memang nya kecanduan gimana ya pak, kok kaya alkohol aja bikin kecanduan " ujar Rania dengan polos


" Kenapa dia begitu menggemaskan jika sedang bersikap polos seperti ini, jadi ingin mencium nya lagi " batin Revan


" Kecanduan ingin melakukan nya lagi " ujar Revan


" Kenapa anda tidak berciuman saja dengan nona oli " ujar Rania gugup


" Tidak!! nanti jika saya mencium nya, maka dia menginginkan hal yang lebih " ujar Revan


" Hal lebih apa maksud nya, nggak jelas banget!!! dasar bos gak ada akhlak " batin Rania


" Hal lebih apa ya pak? " ujar Rania polos dan penuh penasaran


" Kenapa dia begitu polos dan masih suci, dia tidak tahu kalau aku sedang membicarakan hal mesum. Sungguh menarik!!! kau sungguh berbeda dengan yang lain " batin Revan


" Hal lebih seperti perbuatan hina " ujar Revan santai


" Apa!!! nona oli berani melakukan perbuatan hina!!! " ujar Rania terkejut di campur tidak percaya


" Iya, itu yang saya tidak suka dari dia " ujar Revan


" Dia sangat berbeda 180 derajat dengan mu " ujar Revan, ucapan Revan itu berhasil membuat wajah Rania memerah karena malu


" Saya baru tahu ternyata masih ada gadis polos dan suci seperti mu " ujar Revan terkekeh


" Bagaimanapun itu merupakan mahkota seorang gadis dan bila mahkota itu hilang dengan cara yang tidak halal maka sama saja seorang gadis kehilangan harga diri nya " ujar Rania


" Kau sungguh gadis yang baik, aku beruntung bisa menyukai mu. Aku akan selalu menjaga mu bagaimanapun cara nya " batin


" Saya salut dengan mu " ujar Revan


" Salut gimana ya " ujar Rania


" Salut karena kau berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan mahkota mu sampai waktu yang tepat " ujar Revan


" Menurut saya, hal itu adalah kewajiban karena kita harus menjaga nya untuk orang yang tepat suatu saat nanti " ujar Rania


" Nggak mungkin kan kita memberikan barang bekas untuk orang yang kita cintai sekaligus untuk masa depan kita " ujar Rania


" Aku harap orang yang kau cintai adalah aku, karena aku semakin mencintai mu seiring berjalan nya waktu " batin Revan muram ketika mengingat kejadian tadi bersama Lady Zhao lie


" Apakah jika suatu saat nanti ternyata suami mu sudah pernah melakukan perbuatan hina dengan orang lain kau akan marah kepada nya " ujar Revan


" Sekarang sih aku nggak tau pak, kan aku belum pernah pacaran. Mungkin suatu saat setelah mengetahui tentang apa itu cinta, aku akan marah dan hubungan itu akan berakhir perpisahan " ujar Rania


" Apa!!! kenapa baru mendengar ucapan nya saja perasaan ku sudah mulai tidak enak, aku harus gimana kalau suatu saat Rania mengetahui aku pernah berbuat zina dengan Zhao lie walau dengan pengaman tapi pasti Rania akan tetap marah besar " batin Revan


" Kau benar, tapi kenapa harus berujung perceraian? memang nya tidak ada cara lain " ujar Revan


" Seperti nya nggak, soal nya saya merasa jijik kalau mendapat barang bekas seperti itu " ujar Rania

__ADS_1


" Gawat!!! aku harus merahasiakan semua itu dengan baik " batin Revan panik


" Iya kau benar " ujar Revan


" Baiklah, saya antar kau pulang ya " ujar Revan mengalihkan pembicaraan


" Iya pak " ujar Rania


Revan langsung melajukan mobil nya menuju rumah Rania, di perjalanan Revan menjadi sering melamun bahkan tidak fokus menyetir


Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah Rania


" Terima kasih pak sudah mau mengantar kan saya pulang, saya jadi merepotkan anda " ujar Rania


" Jangan pernah kau mengatakan lagi saya merepotkan anda, saya tidak ingin ucapan itu keluar dari mulut mu lagi " ujar Revan dengan tegas


" Kenapa bos kejam ini jadi serius banget sungguh membuatku bingung ini orang " batin Rania


" Baik pak, kalau begitu saya keluar. Sekali lagi terima kasih atas hadiah dan juga terima kasih karena sudah mengantarkan saya pulang " ujar Rania tersenyum


" Iya, sama-sama "


Rania hendak membuka pintu mobil Revan tetapi tangan kokoh milik Revan mencegat tangan Rania


" Saya ikut turun " ujar Revan masih dengan posisi memegangi tangan Rania


" Anda ingin mampir ke rumah saya? " tanya Rania


" Ayo pak " ujar Rania yang hendak membuka pintu lagi


Saat hendak membuka pintu tangan Rania di tarik oleh Revan hingga membuat tubuh mungil Rania berada di pelukan Revan


Grep!!!


Mata kedua insan itu saling bertemu, hal itu membuat pipi Rania memerah. Posisi mereka kini sangat dekat hanya beberapa inchi saja. Tanpa menunggu lama, Revan langsung mencium bibir Rania


Cup


Revan bahkan melu**t bibir Rania dengan lembut dan penuh cinta, namun Rania tidak menyadari hal itu. Rania diam mematung dengan pipi yang sudah semerah kepiting rebus. Nafas Rania tersengal dan Revan langsung menghentikan ciuman nya


Suasana kembali sunyi, di satu sisi Rania sangat malu dan gugup saat mendapat ciuman dari Revan sedangkan di sisi lain hati Revan sedang berbunga-bunga dengan apa yang telah dia lakukan


" Ayo keluar " ujar Revan tanpa salah dan dosa


" B- baik pak " ujar Rania gugup


" Bibir nya sungguh manis dan membuat ku kecanduan " batin Revan


" Kenapa bos kejam ini jadi suka sekali mencium ku sih!!! nggak tau apa jantungku hampir copot dari tempat nya " batin Rania


Kini mereka sudah berada di depan pintu rumah Rania

__ADS_1


" Assalamualaikum " ujar Rania dan Revan bersamaan


" Waalaikumsalam " ujar Indra membukakan pintu


" Ada tuan Revan, silahkan masuk " ujar Indra


" Baik pak " ujar Revan yang langsung mengikuti langkah Rania masuk ke dalam rumah


" Tumben pak Indra memanggil ku tuan, biasanya dia memanggil ku dengan sebutan nak " batin Revan yang sudah duduk di sofa ruang tamu


" Ini pak di minum kopi nya " ujar Rania setelah membuat kopi di dapur


" Terima kasih " ujar Revan


" Sama-sama pak " ujar Rania


" Wow!!! minum kopi spesial ini, buatan calon istri " batin Revan


" Tumben tuan Revan ke sini " ujar Indra


" Saya kemarin malam juga ke sini " ujar Revan santai


" Oh iya tuan Revan kemarin malam ke sini dan berduaan bersama Rania " timpal Endah yang baru keluar dari kamar


" Iya! saya kemarin malam kebetulan bertemu dengan Rania, dan Rania mengajak saya untuk mampir ke rumah nya sembari menikmati nasi goreng " ujar


" Ya elah bos, detail banget menjelaskan nya " batin Rania


" Menikmati nasi goreng penuh cinta ya " ujar Endah ketus


" Maksud anda apa ya? saya kurang paham " ujar Revan


" Bukan apa-apa " ujar Endah


" Memang benar nasi goreng semalam itu penuh cinta karena aku makan nya bersama orang yang ku cinta " batin Revan


" Kok aku jadi bingung ya, maksud dari perkataan ibu tadi apa. Masa ada nasi goreng penuh cinta " batin Rania bingung


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2