SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Rahasia mulai terkuak


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, kini kehidupan berubah. Revan akan bertunangan dengan Lady Zhao lie.


Acara pertunangan antara Revan dan Lady Zhao Lie diadakan secara besar-besaran dan mewah. Para media sudah menyiapkan meliput acara itu.


Kini Revan tampak sudah tampan dan rapi dengan tuxedo nya. Vino, Angga, dan Kaivan memasuki kamar Revan.


"Kau yakin ingin bertunangan dengan Lady Zhao lie. Apa kau tidak akan menyesal?" ujar Kaivan.


Revan terdiam, hati nya masih dipenuhi oleh Rania, hanya ada nama Rania di sana. Namun karena rasa kecewa nya membuat nya ingin melupakan Rania, mungkin dengan bersama Zhao lie dia akan melupakan Rania.


"Revan! kau itu seorang mafia, kenapa kau jadi bodoh begini sih? kenapa kau tidak menyelidiki dulu apa yang diucapkan Rania? mungkin saja masalah itu hanya kesalahpahaman." ujar Vino.


"Iya benar, kau itu seorang pria tapi otak mu itu sangat mudah di pengaruhi oleh orang lain." cetus Angga.


"Apa maksud mu?"


"Aku melakukan pertunangan ini hanya untuk membalas budi kepada papa!" ujar Revan.


"Apa kau yakin itu ayah mu?" tanya Kaivan.


"Apa maksud mu?" tanya Revan.


"Kau sangat bodoh, Van! kau bahkan tidak bisa membedakan orang tua mu sendiri!" ujar Kaivan.


"Aku minta kalian bicara yang jelas!!!" ujar Revan kesal.


"Masuk!" perintah Vino


Farhan masuk dengan wajah dingin nya sembari membawa berkas setelah diberi perintah oleh Vino.


"Aku kira kau tidak akan datang kesini, Han!" ujar Revan.


"Saya kesini hanya ingin memberikan ini ke Kaivan!" ujar Farhan ketus.


Kaivan mengambil berkas yang di bawa Farhan dan memberikan nya kepada Revan.


"Bacalah!" ujar Kaivan.


Revan membaca berkas itu dengan seksama, matanya terbelalak, dan dadanya terasa sesak.


"Apa maksudnya ini?!"


"Brengsek!" teriak Revan.


"Hei tenang lah!" ujar Angga berusaha menenangkan Revan, mereka semua tahu Revan akan berubah menjadi iblis kejam jika orang tersayang nya terusik.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa tenang, jika ternyata selama ini papa ku menderita, dan orang yang membuat nya menderita itu adik kembarnya sendiri yang menyamar menjadi papa ku!"


"Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan amarah, Van!" ujar Vino.


"Kau tenang saja, kita sudah memiliki rencana untuk menguak rencana busuk paman mu itu!" ujar Kaivan.


Kaivan membisikkan rencananya kepada Revan. Revan menyetujui rencana temannya itu.


"Farhan, dimana Rania?" ujar Revan.


"Saya tidak tahu, kenapa tanya saya?" ujar Farhan dingin.


"Kau pasti tahu dimana Rania, Han!" ujar Revan.


"Untuk apa? bukankah Rania itu seorang pengkhianat!" ujar Farhan.


Revan terdiam, dia merasa kesepian sejak Rania pergi dari kehidupan nya. Revan merasa bersalah jika mengingat kata-kata menyakitkan yang keluar dari mulutnya nya.


Farhan menghela napas dan memberi Revan sebuah flashdisk.


"Silahkan dilihat!" ujar Farhan.


Revan segera mengambil laptop nya dan menyambungkan flashdisk itu ke laptop nya.


Di flashdisk itu nampak rekaman CCTV dimana dalam video itu menampakkan kejadian antara Elang dan Rania.


"Ya, memang Rania tidak pantas menjadi menantu pria paruh baya itu!" ketus Farhan.


"Bodoh! pria paruh baya itu ayah mu! syukurlah jika Rania tidak bersama pria bodoh dan sangat mudah dibodohi seperti mu!" ujar Vino.


"Apa? papa?" ujar Revan.


Revan melanjutkan menontonnya. Ada rekaman video dimana Rania berada di terminal bus menuju ke kota S.


"Rania pergi dari kota ini! dia benar-benar ingin menjauh dari kehidupan ku!" ujar Revan.


Farhan melemparkan amplop berisi surat yang ditulis Rania untuk Revan sebelum pergi.


"Bukalah!"


Dengan tangan gemetar Revan membuka amplop itu dan membaca isi surat nya.


Dear: Kak Revan♡


Hai kak, mungkin jika kakak membaca surat ini aku sudah pergi dari kehidupan kakak. Sebelum nya aku ingin meminta maaf kepada kakak karena sudah memanfaatkan kebaikan kakak, mungkin kesalahan ku ini tidak termaafkan karena kakak kan sangat benci dengan pengkhianatan, hehe.

__ADS_1


Tidak apa-apa jika kakak tidak memaafkan ku, yang penting aku sudah meminta maaf dan mungkin itu bisa mengurangi dosa ku yang telah memanfaatkan kakak.


Oh iya aku juga mau bilang jika aku juga mencintai kakak, tapi seperti nya ungkapan perasaan ku ini sudah tidak berarti lagi untuk kakak, kan kakak udah nggak cinta lagi sama aku.


Mungkin hanya itu yang bisa aku sampaikan. Aku sangat berharap jika kita tidak akan bertemu lagi karena jika kita bertemu lagi mungkin hati ku akan sakit melihat kakak dengan kekasih baru nya.


Terima kasih udah ada di hidup ku walau sementara. Aku disini akan berusaha untuk melupakan kakak dan belajar membenci kakak karena dengan benci kita tidak akan mengingat seseorang.


Bye My Cruel Boss love.


From: Rania.


"Rania sayang, kenapa kau harus pergi dari kota ini?" ujar Revan menjambak rambutnya frustasi.


"Karena anda yang menyuruhnya untuk pergi dari sini!" sentak Farhan.


"Aku sungguh jahat karena mengusir Rania tanpa alasan!" ujar Revan.


"Anda baru menyadarinya! Anda kan memang jahat! makanya ngaca!" ujar Farhan.


"Farhan! aku mohon pada mu beritahu aku kemana Rania pergi, aku harus menjemputnya!" ujar Revan memohon.


"Untuk apa anda mencari nya sekarang? dari kemarin-kemarin anda kemana saja!!!" sentak Farhan dengan sorot mata penuh amarah.


"Aku tahu aku salah, Han! aku mohon beritahu aku dimana Rania tinggal sekarang!" ujar Revan memohon dengan air mata yang menetes.


"Meskipun saya mengetahui alamat Rania, saya juga tidak akan memberitahukan nya. Saya ingin melihat Rania bahagia, bukanya malah menderita dan tertekan seperti jika bersama anda!" ujar Farhan.


"Farhan, jika kau memberitahukan nya padaku maka gaji mu akan aku tambahi lima puluh persen." ujar Revan.


"Saya tidak menginginkannya, tuan. Saya hanya ingin melihat Rania bahagia!" ujar Farhan.


"Farhan! saya mohon, beri saya kesempatan untuk bertemu Rania!" ujar Revan terus memohon.


"Baiklah, saya akan memberi Anda satu kali kesempatan. Saya minta anda meminta maaf kepada Rania. Semoga saja Rania bisa memaafkan anda!" ujar Farhan kemudian mengeluarkan ponsel nya untuk mengirim alamat Rania kepada Revan.


Revan segera melacak titik letak alamat Rania. Dia mengeryitkan dahi nya melihat alamat Rania.


"Bukankah ini alamat tempat wedding organizer? kau yakin ini alamatnya?" tanya Revan kepada Farhan.


"Apa saya terlihat sedang berbohong?" tanya Farhan dengan wajah datarnya.


"Kenapa kau memberikan ku alamat wedding organizer?" tanya Revan.


"Bodoh! apa anda tidak tahu jika kini Rania membuka jasa wedding organizer bersama rekan nya?" ujar Farhan.

__ADS_1


"Pantas saja Rania pergi meninggalkan anda, ternyata karena anda bodoh! seperti nya ini memang keputusan paling baik yang Rania ambil!" ujar Farhan lagi.


Revan kesal mendengarnya, namun berusaha untuk tetap tenang.


__ADS_2