SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
First kiss


__ADS_3

" Makasih ya Li " ujar Rania menangis dan langsung memeluk Lili


" Iya sama-sama, udah jangan nangis nanti baju nya lecek loh kan masih baru dan nanti cantik nya ilang " ujar Lili meledek sahabat sambil membalas pelukan Rania


" Kamu masih sempat meledek aku, keterlaluan!! " ujar Rania kesal dan melepaskan pelukan nya


" Walaupun suka meledek kamu tapi aku yang paling di sayang kan sama kamu, tapi pakaian yang di kasih pak Revan bagus di pakai sama kamu " ujar Lili


" Kamu bisa aja Li " ujar Rania tersenyum tipis


" Tapi beneran, aku nggak bohong pakaian yang kamu pakai bagus banget harga nya aja bagus ya gak " ujar Lili


" Iya bener juga, buat apa beli mahal kalau di pakai nggak nyaman dan nggak bagus " ujar Rania


" Yuk Ran, berangkat nanti kita kesiangan " ujar Lili


" Siap bos " ujar Rania


Mereka berdua langsung pergi menuju tempat kerja mereka. 15 menit kemudian mereka sampai di perusahaan MHS' Group


" Aku langsung lanjut jalan aja ya Li takut terlambat nih kan bisa gawat kalau terlambat " ujar Rania


" Iya Ran hati-hati " ujar Lili


Rania mengangguk dan dan berjalan pergi menuju tempat kerja nya. Sesampainya di tempat kerja entah kenapa semua pegawai di perusahaan tempat Rania bekerja terlihat melihat ke arah nya, Rania menyadari bahwa dia menjadi sorotan hal itu membuat nya bingung


" Kenapa mereka semua melihat ku? apakah ada yang aneh dengan ku? " batin Rania


Setelah itu datanglah tampan yang berjalan ke arah Rania. rania yang menyadari kedatangan bos nya yang berjalan ke arah nya menjadi tambah gugup


" Aduh kenapa pak Revan berjalan kesini sih, aku kan jadi was-was " ujar Rania


" Ternyata kau gadis yang penurut ya, kau menuruti apa yang saya perintahkan. Good girl " ujar Revan sembari mengelus pucuk kepala Rania


Sebenarnya Revan terpesona dengan penampilan Rania yang sangat cantik memakai kemeja peach leher tertutup di padukan dengan celana panjang berwarna hitam serta rambut panjang nya yang terurai membuat Revan terdiam tak bisa bicara sepatah kata pun


" Terimakasih pak " ujar Rania gugup


" My pleasure " ujar Revan


" Oh iya, kau sekarang ikut ke ruangan saya " ujar Revan memegang tangan Rania


" Tapi pak, saya masih banyak kerjaan yang " ujar Rania


" Kau tahu kan, saya tidak suka di bantah. Saya hanya mau kau menuruti apa yang saya perintahkan " ujar Revan yang langsung menatap tajam ke arah Rania, hal itu membuat Rania menunduk karena seolah-olah tatapan itu menusuk sampai ke hati nya

__ADS_1


" Kenapa gadis cerewet ini menggemaskan sekali! dia sungguh polos " batin Revan


" Baik pak " ujar Rania masih menundukkan kepala nya


Revan menggandeng tangan Rania menuju ruangannya hal itu membuat semua pegawai nya yang ada di situ terkejut


" OMG, aku nggak salah kan!!! tadi si Rania pegawai baru itu di pegang tangan nya sama pak Revan " ujar salah seorang pegawai wanita 1


" Iya, aku nggak habis pikir kenapa si Rania masih pegawai baru udah di pegang tangan nya sama pak Revan sedangkan aku yang udah lama di biarkan karatan " ujar pegawai wanita 2


" Pasti ada yang nggak beres sama Rania, aku liat wajah Rania cantik banget tuh biasa aja. Tapi masa sampai di gandeng sama pak Revan " ujar pegawai wanita 3


" Bener tuh, cantikan juga kita tubuh kita lebih menggoda dan aduhai " ujar pegawai wanita 1


" Iya padahal Rania nggak pake make up tapi malah dilirik sama pak Revan sedangkan kita yang sudah make up cantik gini di kacang in begitu saja " ujar pegawai wanita 2


" Hei!!! udah ngobrol nya itu ada pak Farhan nanti kita kena hukuman " ujar pegawai wanita 3


Semua pegawai wanita yang sedang mengobrol tadi langsung membubarkan diri saat melihat Farhan berjalan ke arah mereka


Sedangkan di ruangan CEO, Revan dan Rania sudah sampai di ruangan itu. Suasana di ruangan itu sunyi tidak ada pembicaraan diantara Rania dan Revan yang sedang duduk bersebelahan di sofa ruangan itu


" Bagaimana pakaian yang saya berikan? apakah nyaman di pakai? " ujar Revan gugup


" Kenapa aku jadi kehilangan kepercayaan diri ku di hadapan gadis cerewet ini " batin Revan


" Kenapa aku jadi makin gugup begini " batin Rania


" Terima kasih pak " ujar Rania


" Tidak perlu berterima kasih terus, saya hanya memberi mu pakaian biasa saja jadi tidak perlu berterima kasih " ujar Revan santai


" Biasa apa nya!!! ini lebih dari biasa, menurut ku ini pakaian terbagus dan ternyaman yang pernah aku pakai " batin Rania


" Baiklah pak " ujar Rania


Revan terus memandangi Rania dari ujung rambut sampai ujung sepatu, dia melihat wajah cantik Rania yang hanya di poles lipstik yang tipis. Tanpa sadar tubuh Revan bergerak mendekati Rania dan membuat Rania mundur sampai mentok di pojok sofa itu


" Apa yang akan bos kejam ini lakukan, kenapa jantung ku berdetak begitu kencang dan perasaan ku tidak enak " batin Rania


Revan terus mendekati Rania hingga kini wajah mereka hanya berjarak beberapa inci saja, hembusan nafas kedua insan berbeda jenis itu saling beradu hingga…


Cup


Revan tanpa sadar mengecup bibir ranum Rania membuat Rania terkejut karena itu merupakan ciuman pertama nya atau yang sering di sebut first kiss

__ADS_1


" Aku pasti sedang bermimpi kan, bos kejam itu tidak mungkin mencium ku " batin Rania dengan pipi yang merah seperti tomat sembari memegangi bibir nya


" Astagfirullah, aku tadi sudah mencium bibir gadis cerewet itu. Pasti dia akan kesal dan marah kepada ku, bagaimana ini " batin Revan yang baru sadar dengan perbuatan nya


" Maaf pak saya permisi dulu " ujar Rania berlalu pergi namun tangan nya sudah di cegat oleh Revan


" Maaf yang tadi, saya sungguh khilaf dan dalam keadaan tidak sadar saat mencium mu " ujar Revan sambil memegang tangan Rania


" Iya pak, anggap saja kejadian tadi itu tidak pernah terjadi. Kita lupakan kejadian yang tadi " ujar Rania


" Apa!!! lupakan dia bilang!!! apa dia tidak merasakan kelembutan sentuhan bibir sensual ku ini " batin Revan


" Kau boleh melupakan kejadian yang tadi, tetapi kalau susah dilupakan kau jangan terlalu memaksakan nya " ujar Revan


" Baik pak kalau begitu saya permisi untuk kembali bekerja " ujar Rania tersenyum


" Baiklah, kau harus fokus bekerja. Jangan terlalu di pikir kan kejadian yang tadi " ujar Revan sambil melepaskan tangan Rania dari pegangan nya


" Baik pak " ujar Rania dengan cepat pergi meninggalkan ruangan Revan


Setelah sampai di meja kerja nya, Rania langsung menggerutu dalam hati dengan ekspresi wajah cemberut


" Aku kira bos kejam itu akan memohon dan bersujud di hadapan ku sembari meminta maaf dengan wajah yang bersalah " ujar Rania


" Heh Rania, dia itu raja di sini jadi nggak mungkin dia bertekuk lutut bahkan sujud di depan mu " ujar Rania


" Tapi aku sudah kehilangan ciuman pertama ku yang selama ini ku jaga untuk jodoh masa depan ku " ujar Rania sedih


" Sudah lah fokus bekerja Rania, jangan pikir kan ciuman pertama mu yang hilang itu " ujar Rania berusaha semaksimal mungkin untuk fokus


Rania sudah fokus dengan komputer nya dan pikiran nya sudah tidak di penuhi first kiss lagi


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2