SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Rania lupa ingatan


__ADS_3

Bukan hanya Lili yang merasa bingung dengan tingkah sahabat nya, Vino juga bingung dengan perubahan sikap Rania tapi Vino lebih bingung kenapa Rania bisa berada di apartemen sahabat nya padahal sahabat nya bilang tidak pernah melihat Rania


" Rania! kok mereka tidak di suruh masuk " ujar Revan yang baru saja keluar dari balkon


" Oh iya, silahkan masuk " ujar Rania sambil tersenyum dan berlalu masuk menuju dapur


Sedangkan Lili dan Vino saling memandang karena bingung dengan apa yang di lihat nya. Revan memutar bola mata nya malas harus menjelaskan dari mana dulu


" Rania lupa ingatan " ujar Revan sebab sudah mengetahui tatapan sahabat nya


" Apa!!! " ujar Lili dan Vino bersamaan dengan suara yang meninggi


" Shut!!! bisa tidak jangan berisik, bicara nya pelan saja " ujar Revan kesal


" Hehe, maaf bro " ujar Vino


" M-maaf pak " ujar Lili


" Kok bisa Rania lupa ingatan pak? terus kenapa bisa Rania berada di apartemen anda? kronologi Rania jadi lupa ingatan itu gimana? " ujar Lili sedikit cerewet


" Kau ternyata sama saja cerewet seperti Rania " ujar Revan


" Karena kita sahabat pak jadi harus kompak " ujar Lili


" Saya mohon jelaskan apa yang terjadi dengan Rania " ujar Lili tidak sabar


" Iya bro, cepat jelaskan " ujar Vino


" Baiklah " ujar Revan


Revan langsung menceritakan kronologi yang membuat Rania lupa ingatan secara padat, jelas, dan lengkap


" Jadi… Rania itu korban tabrak lari " ujar Vino


" Bukan, sebenarnya sang pelaku sudah bertanggung jawab, hanya saja sang pelaku tidak menampakkan batang hidung nya " ujar Revan


" Mungkin sang pelaku takut dengan mu bang " ujar Vino


" Cih!!! memang nya aku monster apa!!! " ujar Revan kesal


" Maaf pak, kejadian kecelakaan nya Rania siang hari atau malam hari ya? " ujar Lili


" Malam hari " ujar Revan


" Apa!!! kok bisa sih!!! " ujar Lili


" Memang nya ada apa Li? " tanya Vino


" Gini loh pak… Rania itu nggak pernah pergi jauh dari rumah nya kalau malam hari dan posisi kecelakaan itu sudah jauh dari rumah nya " ujar Lili


" Seperti nya ada yang tidak beres pak " ujar Lili


" Maksud nya? " ujar Revan dan Vino bersamaan


" Aku harus mendatangi rumah nya pak " ujar Lili


" Soal nya sebelum Rania kecelakaan itu dia sempat curhat bahwa hubungan Rania dengan ayah nya sedang renggang " jelas Lili


" Saya harus ke rumah Rania sekarang pak " ujar Lili


" Baiklah! biar saya temani " ujar Vino


" Tidak perlu pak " ujar Lili

__ADS_1


" Nanti mereka nggak akan jujur kalau melihat anda, pasti mereka akan cari muka " ujar Lili


" Betul itu " sahut Revan


" Izinkan saya mengawasi mu dari jauh " ujar Vino


" Baiklah! kalau begitu kita pergi sekarang " ujar Lili


" Saya permisi dulu pak " ujar Lili


" Aku juga pamit dulu bro " ujar Bino


" Iya! nanti kalian langsung kabari aku setelah pulang dari rumah Rania " ujar Revan


" Siap bro " ujar Vino


" Baik pak " ujar Lili


Lili dan Vino keluar dari apartemen Revan menuju rumah Rania


Sedangkan di posisi yang berbeda, Zhao lie sedang memikirkan sesuatu


" Aku harus menghancurkan hidup wanita yang sedang dekat dengan my honey " ujar Zhao lie menyeringai


" Tapi gimana ya cara nya " ujar Zhao lie


" Mendingan aku telepon aunty Melinda dan menceritakan kedekatan my honey dengan wanita lain " ujar Zhao lie


Zhao lie langsung menelpon Melinda, mama nya Revan


📲 : " Halo Zhao lie tumben telpon aunty, ada apa ya " ujar Melinda


📱 : " Aunty!!! Revan berselingkuh di belakang Zhao lie!!! " ujar Zhao lie menangis


📲 : " Apa!!! memang nya dengan siapa Revan berselingkuh " ujar Melinda


📲 : " Sudah, kamu jangan nangis Zhao lie. Besok kalau aunty sudah pulang biar Revan aunty marahin " ujar Melinda


📱 : " Makasih aunty " ujar Zhao lie


📲 : " Sama-sama " ujar Melinda


📱 : " Udah dulu ya aunty, Zhao lie mau membantu mama memasak " ujar Zhao lie berbohong


📲 : " Iya sayang " ujar Melinda


Panggilan pun dimatikan


Zhao lie menyeringai karena rencana nya berhasil


" Revan Pratama ni shi wo de ( Revan Pratama kamu milik ku ) " ujar Zhao lie


Di posisi Revan, dia masih duduk di sofa ruang tamu dengan pikiran yang masih memikirkan ucapan Lili


" Apa mungkin sebelum Rania kecelakaan, dia di usir dari rumah " batin Revan


" Kok tamu nya udah pergi sih! kan aku baru selesai buatin minuman " ujar Rania


" Kau terlalu lama by " ujar Revan


" Nggak lama kok " ujar Rania


" Sekarang minuman nya jadi mubasir deh " ujar Rania cemberut

__ADS_1


" Nanti mereka juga kesini lagi by " ujar Revan menghibur Rania


" Kenapa tadi aku merasa ada yang aneh ya, saat melihat tamu tadi " ujar Rania sembari meletakan minuman yang di buat nya di meja ruang tamu


" Aneh bagaimana by " ujar Revan memeluk Rania dari belakang dan menyandarkan kepala nya di bahu Rania


" Kenapa aku merasa familiar banget sama tamu perempuan tadi " ujar Rania


" Mungkin kalian memiliki ikatan batin yang kuat " ujar Revan


" Maksud nya? " ujar Rania tidak mengerti maksud ucapan Revan


" Dulu kalian bersahabat by " ujar Revan


" Jadi dia sahabat ku, tapi kenapa tadi dia nggak mengatakan nya kepada ku? " ujar Rania


" Tadi dia terharu karena akhir nya bisa bertemu dengan mu by " ujar Revan


" Wah!!! semoga aku cepat sembuh " ujar Rania


" Aamin " ujar Revan


" Semoga setelah kau sembuh aku bisa mengungkapkan isi hati ku yang sebenar nya kepada mu " batin Revan


" Oh iya, kamu mau aku masakin apa? " ujar Rania


" Apa saja! saya selalu menyukai semua yang kau masak by " ujar Revan menggoda Rania


" Kambuh lagi deh " ujar Rania


" Kau masak lah apa saja yang kau ingin kan, saya akan memakan apa saja yang kau masak by " ujar Revan


" Baiklah! " ujar Rania


" Saya mau melanjutkan pekerjaan ku dulu by " ujar Revan sembari melepaskan pelukan nya


" Iya " ujar Rania mengecup pipi Revan dan langsung berlari ke dapur


" Dasar gadis nakal " ujar Revan sembari mengelus pipi bekas ciuman Rania. Revan seperti terbang melayang di awan karena baru pertama kali mendapatkan perlakuan manis dari Rania


Disisi Lili dan Vino, mereka berdua sudah sampai di rumah Rania


" Apa kau yakin ingin bertamu sendiri, lebih baik saya temani saja " ujar Vino


" Tidak perlu pak! saya hanya ingin mereka jujur dulu atas apa yang mereka lakukan kepada Rania " ujar Lili


" Saya yakin kalau anda menampak kan diri dulu, pasti mereka akan mencari muka dan perhatian dari anda " ujar Lili


" Baiklah! saya akan mengawasi mu dari kejauhan " ujar Vino


" Saya keluar dulu pak." ujar Lili dan mendapat anggukan dari Vino


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰

__ADS_1


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2