SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Mencari Rania


__ADS_3

" Baby, kenapa kau pergi!!!! " teriak Revan menggema di apartemen milik nya.


Revan mengacak-acak rambut nya bahkan menjambak nya karena frustasi


" Aku harus mencari nya " ujar Revan dengan penampilan yang berantakan


Revan langsung keluar dari apartemen nya untuk mencari Rania


Revan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, Revan sangat frustasi dan terus menerus menyalahkan diri nya sendiri


" By, kau dimana " ujar Revan


Revan sangat khawatir dengan kondisi Rania karena sekarang cuaca sedang hujan deras disertai petir, sungguh kesedihan yang sangat sempurna


" Aku sungguh jahat! bahkan cuaca pun tidak memihak kepada ku " ujar Revan


" Semoga kau baik-baik saja by, tunggu aku menjemput mu " ujar Revan


Mata tajam Revan melihat ke arah jalanan yang cukup sepi akibat hujan disertai petir, mata Revan menangkap sosok gadis sedang duduk sendirian di sebuah halte bus


" Kenapa gadis itu seperti Rania " ujar Revan


" Kenapa dia bisa ada di halte bus yang dekat dengan rumah nya? apa ingatan nya sudah kembali " ujar Revan


Revan langsung mengendarai mobil nya menuju halte bus itu dan langsung keluar dari mobil nya


" Baby, ternyata kau ada di sini " ujar Revan hendak memeluk Rania namun Rania langsung memundurkan tubuh nya


" Kenapa harus hujan sih!!! kan aku jadi ketahuan lagi " batin Rania


" Stop!!! jangan memeluk ku!!! " ujar Rania


" Kenapa? " ujar Revan


" Karena hubungan kita sudah berakhir!!! kamu bukan siapa-siapa ku lagi " ujar Rania tegas


" Kata siapa? " ujar Revan menahan emosi


" Tuan Revan Pratama yang terhormat, kita sudah putus dan sudah tidak memiliki hubungan lagi!!! " ujar Rania


" Tapi saya tidak setuju " ujar Revan


" Itu bukan urusan ku!!! yang jelas kita sudah putus!!! " ujar Rania


" Tapi saya tidak mau putus dari mu by " ujar Revan penuh penekanan


" Bukan urusan ku!!! selama ini aku sudah menderita, aku juga menginginkan kebahagiaan!!! tapi apa yang ku dapatkan? hanya pengkhianatan dari seorang yang sudah ku percaya!!! " teriak Rania sembari menangis


" Apa kamu tau bagaimana rasa sakit di hati ku saat mengetahui bahwa kau sudah punya pacar!!! hati ku sangat sakit saat tau aku hanya menjadi sugar baby mu!!! " teriak Rania


" Saya mohon by, maafkan saya. Saya akan menjelaskan yang sebenarnya " ujar Revan


" Nggak perlu!!! mungkin kita memang tidak di takdir kan untuk bersama!!! terima kasih karena sudah hadir di kehidupan ku " ujar Rania


" Saya mohon by, beri saya satu kesempatan untuk menjelaskan semua nya kepada mu " ujar Revan


" Nggak usah! kamu udah nggak perlu menjelaskan nya Van " ujar Rania


" Tidak!!! saya akan menjelaskan semua nya " ujar Revan

__ADS_1


" Baiklah! aku akan memberi mu satu kesempatan lagi " ujar Rania


" Terima kasih by " ujar Revan langsung memeluk Rania erat


" Hangat! Rania kamu harus fokus jangan terbuai lagi dengan kelembutan nya " batin Rania


" Lepasin!!! " ujar Rania saat berada di pelukan Revan


Revan melepaskan pelukan nya dan segera menghapus air mata nya


Revan melepaskan jaket yang dipakai nya dan memakai kan nya kepada Rania


" Pakailah!! kau kedinginan " ujar Revan


" Nggak perlu! aku nggak kedinginan bahkan sekarang aku merasa kepanasan " ujar Rania


" Kau tidak perlu berbohong by, saya tahu kau sedang kedinginan. Wajah mu juga kelihatan pucat " ujar Revan terkekeh


" Aku nggak bohong!!! sok tau banget " ujar Rania


" Kenapa dia peka banget sih " batin Rania


" Saya bukan nya sok tahu by, tapi memang saya peka dan perhatian " ujar Revan penuh percaya diri


" Narsis nya kambuh lagi dia " batin Rania


" Ayo kembali ke apartemen by " ujar Revan


" Nggak mau " ujar Rania


" Tadi bilang nya mau mendengarkan penjelasan saya " ujar Revan lembut


" Disini ada suara petir by, apa kau tidak takut petir " ujar Revan mengelus rambut Rania lembut


" Nggak tuh!!! aku kan orang nya pemberani " ujar Rania


Jeder!!!


" Ah!!! takut!!! " ujar Rania langsung masuk ke dalam dekapan Revan dan memeluk nya erat


" Perasaan tadi ada yang bilang pemberani tapi, kenapa sekarang bersembunyi " ujar Revan terkekeh


" Aku hanya terkejut, aku bukan orang yang penakut " ujar Rania masih di dekapan Revan


Suara petir terus terdengar dengan keras dan Rania masih terus berada di dalam dekapan Revan


" Saya tahu kau takut petir by, tenang saja saya akan menjaga mu " ujar Revan sembari mengelus pundak Rania dengan penuh kasih sayang


" Maaf! izin kan aku memeluk mu sampai petir mereda " ujar Rania


" Kau tidak perlu meminta izin by, saya dengan senang hati menerima pelukan mu sayang " ujar Revan


Revan langsung menggendong tubuh mungil Rania ke dalam mobil sembari membawa payung, tidak ada protes dari Rania karena gadis itu dalam kondisi takut


" Entah kenapa saat kau memeluk ku rasa nya sangat nyaman " batin Revan


" Aku mohon kamu jangan kemana-mana, tetap peluk aku " ujar Rania saat berada di dalam mobil


" Iya sayang, sebentar saya masuk dulu " ujar Revan

__ADS_1


" Revan, aku mohon peluk aku lagi " ujar Rania


" Bukanya saya menolak, tapi saya harus menyetir. Sebentar saya cari ide dulu " ujar Revan sembari berpikir


" Sebentar by, saya hubungi supir dulu " ujar Revan


" Baiklah " ujar Rania dengan tangan nya yang terus memeluk lengan kekar Revan


Revan segera menghubungi supir untuk menjemput mereka


" Kamu mau kemana " ujar Rania


" Tenang saja by, saya tidak pergi. Kita pindah duduk di kursi belakang " ujar Revan langsung menggendong Rania sembari membawa payung


" Sudah! kau boleh memeluk ku sepuasnya sayang " ujar Revan saat sudah berada di kursi belakang mobil nya


Rania sudah duduk di pangkuan Revan sembari memeluk tubuh Revan erat


" Apakah kau nyaman dengan posisi seperti ini " ujar Revan sembari mengecup kening Rania


" Nyaman kok " ujar Rania


" Baiklah " ujar Revan mengelus rambut Rania lembut


Tak berselang lama, supir pribadi Revan datang dan langsung melajukan mobil nya menuju apartemen


" Rania, kaulah sumber kebahagiaan ku. Mungkin jika tadi aku tidak menemukan mu aku akan sangat terpukul dan mengalami gangguan psikologis " ujar Revan lirih


" Aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan jatuh cinta kepada gadis cerewet seperti mu " ujar Revan


" Entah apa yang akan terjadi jika ingatan mu kembali by " batin Revan


Tidak ada respon dari Rania membuat Revan menunduk melihat keadaan Rania. Hati Revan merasa tenang saat mengetahui ternyata gadis nya tertidur pulas


" Aku kira kamu sedang menahan rasa takut mu, ternyata sudah tertidur dan berada di alam mimpi " ujar Revan terkekeh


" Kenapa sekarang ekspresi wajah tuan Revan menjadi bahagia, tidak seperti biasanya " batin supir


" Apa gadis itu yang merubah ekspresi wajah tuan Revan " batin supir


" Kelihatan nya romantis, mungkin gadis itu kekasih nya tuan Revan " batin supir


" Gadis cerewet, kau sungguh hebat! bisa menaklukkan hati ku " batin Revan


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah

__ADS_1


__ADS_2