
"Oh markas pelatihan, kirain…" ujar Farhan
"Kau pikir ini tempat apa, hah? markas mafia?" ujar Revan kesal
"Hehe, iya tuan." ujar Farhan tersenyum kaku
"Berhenti memanggil ku tuan jika di luar urusan kantor!" ujar Revan
"Terus saya harus memanggil anda apa?" tanya Farhan
"Terserah kau!" ujar Revan
Farhan nampak berpikir keras, dia sangat bingung harus memanggil Revan apa.
"Bagaimana kalau saya memanggil anda 'pak'?" ujar Farhan
"Hei Farhan! apa otak mu kau taruh di lutut? jika kau memanggil saya 'pak' itu sama saja makna nya!!!" ujar Revan kesal
"Bagaimana kalau 'Abang'?" tanya Farhan
"Tidak!"
"Uda?"
"Tidak!"
"Om?"
"Jangan sampai kau memanggil ku om, memang nya kau pikir aku ini sugar Daddy apa!!!" ujar Revan marah
"Hehe, maaf!" ujar Farhan
"Bagaimana kalau paman?" ujar Farhan
"Kau ini ingin di lempar ke tengah hutan untuk menjadi santapan harimau apa? apa kau pikir aku setua itu untuk kau panggil paman?" ujar Revan menatap Farhan tajam
"Jadi jika panggilan paman itu terlalu tua, apa saya harus memanggil anda dengan sebutan kakak?" ujar Farhan
"Terlihat aneh! tapi itu lebih baik!" ujar Revan
"Jadi saya harus memanggil anda kakek eh maksud nya kakak." ujar Farhan
"Iya! dan jangan bicara terlalu formal dengan ku!" ujar Revan
"Baiklah! akan ku coba!" ujar Farhan
Setelah perbincangan yang lebih tepat nya di sebut perdebatan itu usai, seorang wanita paruh baya berjalan ke arah Revan dan Farhan.
"Maaf tuan, bibi baru tau jika anda datang kesini. Anda ingin minum apa?" ujar seorang pelayan
"Tidak masalah Bi, saya minum jus jeruk saja." ujar Revan
"Baiklah! kalau anda ingin minum apa tuan?" ujar pelayan kepada Farhan
"Samakan saja dengan tuan Revan." ujar Farhan
Pelayan itu pun mengangguk dan langsung pergi menuju dapur yang ada di markas itu.
"Apa kau tidak mendengarkan perkataan ku tadi yang melarang mu memanggil ku 'tuan' jika di luar kantor!" ujar Revan
__ADS_1
"Iya kak, maaf belum terbiasa." ujar Farhan
"Kali ini aku memaklumi nya. Tapi lain waktu aku menghukum mu, lihat saja!" ujar Revan ketus
"Apa! ini bos benar-benar aneh! hanya dengan salah memanggil nya aku harus di hukum!" batin Farhan
"Seperti nya aku harus membawa kak Revan ke psikiater. Kan bisa gaswat kalau aku salah manggil!" batin Farhan
"Jangan menghujat ku di dalam hati mu!" ujar Revan
"Astaga!!! apakah kak Revan seorang cenayang dan peramal?" batin Farhan
"Saya tidak menghujat anda, k-kak!" ujar Farhan
"Kau pikir aku tidak mengetahui isi pikiran mu itu!" ujar Revan
"Memang aku tidak tahu!" batin Revan
"Maaf k-kak!" ujar Farhan dengan wajah nya sudah pucat pasi
"Astaga!!! ternyata dia percaya jika aku mengetahui isi pikiran nya. Memang nya dia berpikir aku ini peramal!!!" batin Revan
"Tapi ternyata enak juga jika mengerjai orang seperti ini!" batin Revan
"Kenapa aku bisa merekrut orang polos dan mudah di bohongi sebagai asisten ku?" batin Revan
Sebenarnya kadang Revan merasa bingung kepada Farhan karena Farhan sangat mudah di bohongi oleh nya. Dan kebingungan nya semakin bertambah karena jika dalam dunia bisnis, Farhan orang yang sangat teliti dan sangat sulit di bohongi. 'Sebegitu percaya kah dia kepada ku?' pertanyaan itu yang selalu berada di pikiran Revan setelah Revan membohongi Farhan.
"Baiklah! kali ini aku memaafkan mu!" ujar Revan dengan wajah datar
"Terima kasih kak!" ujar Farhan
Tak berselang lama pelayan yang tadi pun datang dengan membawa nampan yang berisikan minuman dan beberapa camilan.
Setelah meletakkan minuman dan camilan, pelayan itu pun bergegas pergi.
"Sebenarnya enak sih kalau diajak pergi sama bos di jam kerja seperti ini, serasa healing dan bebas dari tumpukan berkas yang menganggu." batin Farhan
"Tapi nggak enak nya pasti setelah ini akan ada sesi lembur!" batin Farhan
"Kak…berapa lama kita disini?" tanya Farhan
"Mungkin sampai nanti sore." ujar Revan santai
"Apa! sampai nanti sore! gila… sudah pasti aku lembur besok!" batin Farhan
"Kenapa kau bertanya? apa kau keberatan jika disini sampai nanti sore?" ujar Revan
"B-bukan begitu kak, aku sama sekali tidak keberatan." ujar Farhan tersenyum kaku
"Kau tenang saja, aku tidak akan memberi mu waktu lembur. Kau bekerja seperti biasa tidak ada lembur, tapi besok kau harus sudah menyelesaikan berkas hari ini!" ujar Revan
"Astaga! sama saja kali bos! aku nggak lembur di kantor tapi lembur di rumah!!!" batin Farhan
"Baik kak!" ujar Farhan
"Apalah daya ku, hanya bisa pasrah kepada takdir!" batin Farhan dilema
Siang hari nya, masih di markas rahasia Revan. Kini Revan dan Farhan sedang menikmati camilan yang baru di buat oleh pelayan di markas itu.
__ADS_1
Setelah selesai memakan camilan, Revan dan Farhan kembali mengobrol.
"Menurut mu, Lady Zhao lie masih di perusahaan ku atau tidak?" ujar Revan
"Aku juga tidak tau kak, kan aku juga masih di sini dan juga aku bukan peramal!" ujar Farhan terkekeh
"Kan aku juga bertanya kira-kira, si Zhao lie masih di perusahaan ku atau tidak, Farhan!!!" ujar Revan kesal
"Dari pada susah-susah memperkirakan, lebih baik langsung kirim pesan saja kepada salah satu pegawai kakak!" ujar Farhan langsung mengeluarkan handphone nya dari saku celana nya.
"Kau saja! aku takut Zhao lie menghubungi ku dan bisa melacak lokasi ku saat dia melihat handphone ku aktif." ujar Revan
"Baiklah! biar aku saja!" ujar Farhan
Tring…
Farhan mengirim kan sebuah pesan kepada Rania.
Rania yang menyadari handphone nya berbunyi pun langsung mengalihkan perhatian nya ke handphone nya.
"Kak Farhan?" ujar Rania mengerutkan kening nya saat menyadari nomor Farhan yang menghubungi nya.
"Rania....aku ingin meminta tolong pada mu untuk mengecek keberadaan nona Lady Zhao lie di ruangan tuan Revan. Setelah kau mengecek nya, kau langsung saja menghubungi ku." ~ pesan Farhan
"Ini pasti ada hubungan nya dengan bos kejam itu!" ujar Rania sembari mengetikan balasan pesan kepada Farhan
"Baik kak! aku akan mengecek nya sekarang juga kak!" ~ balasan pesan Rania
Rania langsung bangkit dari kursi kerja nya dengan malas menuju ruangan CEO.
"Kamu mau kemana Ran?" ujar Citra yang sudah berada di dekat meja kerja nya
"Aku ada urusan sebentar!" ujar Rania
"Tapikan sekarang sudah waktu nya makan siang." ujar Citra
"Iya Citra aku tau, cuma ini urusan nya sangat penting! kamu makan siang sendiri dulu ya.." ujar Rania
"Nggak! aku mau nungguin kamu!" ujar Citra
"Baiklah! aku pergi dulu ya…" ujar Rania
Rania pun pergi dari situ setelah mendapat kan anggukan dari Citra, dia bergegas menuju ruangan bos kejam nya agar Citra tidak menunggu nya terlalu lama.
"Kenapa aku merasa seolah kak Revan itu memperalat ku ya?" batin Rania terus melangkah
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang novel ini bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
__ADS_1
bisa di follow ig nya yah