
Rania terdiam, sungguh dia selalu kalah telak jika berdebat dengan Revan
"Baby!!! peluk!!!" ujar Revan dengan nada yang sedikit manja
"NGGAK MAU!" ujar Rania penuh penekanan
"Saya mohon by!!! peluk ya!!!" ujar Revan dengan menunjukan tatapan memohon kepada Rania
Melihat tatapan memohon Revan, membuat Rania tidak tega dan akhir nya memeluk Revan dan tentu nya langsung di balas oleh Revan dengan sangat erat
"Kau tahu by, pelukan mu sangat nyaman dan menenangkan hati saya," ujar Revan masih dengan posisi memeluk Rania
"Benarkah!" ujar Rania
"Iya! kau lah sumber kebahagiaan hidup ku!" ujar Revan melepaskan pelukan Rania dan menatap Rania intens
Rania tidak kuat di tatap intens oleh Revan dan akhir nya memalingkan wajah nya ke sisi lain
Cup
Revan mencium pipi Rania, refleks pipi Rania langsung merona
"Apaan sih!!! kenapa kamu suka banget nyium aku!!!" ujar Rania
"Karena saya sangat mencintai mu, baby!" ujar Revan
"Eh!!! bentar…kita kan baru berpacaran tapi kenapa kau terlalu sering mencium ku, kita kan bukan muhrim!!!" ujar Rania
"Baiklah jika itu mau mu! kita bisa menikah sekarang juga dan kita sudah menjadi muhrim!!!" ujar Revan dengan ekspresi wajah serius
"Apa!!! no!!! aku nggak mau menikah secepat itu, bahkan kita belum meminta restu kepada orang tua kita!!!" ujar Rania dengan suara meninggi
"Masalah restu bisa belakangan sayang, kita bisa meminta restu kepada mereka setelah kita menikah!" ujar Revan menyeringai
"Nggak!!! nggak mau!!! aku ingin mengingat semua masa lalu ku dulu, setelah itu baru bisa memikirkan hal lain!!" ujar Rania
Cup
Revan mencium bibir Rania secara tiba-tiba, dia bahkan ******* nya dan lidah nya sudah mengabsen setiap inci mulut Rania. Revan mencium Rania dengan sangat ganas seperti orang yang sedang kelaparan dengan durasi yang lebih lama dari biasa nya
"Huh! kenapa kamu mencium ku secara mendadak gitu sih!!! hampir aja kehabisan nafas." ujar Rania dengan nafas yang tersengal
"Karena bibir mu sudah meminta ku untuk di cium by dan saya tidak tega menolak nya, akhir nya saya langsung mencium mu!" ujar Revan seolah tidak mempunyai salah dan dosa
"Dasar mesum!!!" ujar Rania
__ADS_1
"Mesum tapi kau tetap cinta kan!" ujar Revan
"Tau ah, pusing aku debat sama kamu!!!" ujar Rania langsung bangkit dari pangkuan Revan, namun baru juga bangkit tangan Revan sudah menarik tangan nya hingga membuat Rania jatuh kembali ke pelukan Revan
"Kau mau kemana hm!!! kenapa tidak berpamitan kepada saya dulu?" ujar Revan
"Ya ampun tuan Revan Pratama yang terhormat!!! aku ini ingin kembali ke kamar, kenapa harus minta izin!!!" ujar Rania
"Karena saya belum mengizinkan mu untuk kembali ke kamar mu!!!" ujar Revan
"Aku ngantuk! boleh ya aku ke kamar dulu!!" ujar Rania
"Baiklah! tapi dengan satu syarat." ujar Revan
"Syarat apa?" tanya Rania
"Kau harus menuruti keinginan saya selama satu minggu!" ujar Revan menyeringai
"What!!! seminggu!!! nggak, aku nggak mau!!!" ujar Rania tidak terima
"Baiklah! kau harus menuruti keinginan saya selama satu bulan!" ujar Revan
"Ih!!! kok jadi satu bulan sih!" ujar Rania
"Baiklah! aku akan menuruti keinginan mu, tapi hanya satu minggu ya!" ujar Rania dengan tatapan memohon
"Karena saya orang baik maka saya menyetujui permintaan mu!" ujar Revan
"Ih!!! narsis!!!" ujar Rania
"Jadi keinginan mu dilakukan mulai besok kan?" tanya Rania
"Iya, kau mulai memenuhi keinginan ku besok by! apa kau sudah tidak sabar melakukan keinginan yang saya berikan?" ujar Revan menyeringai
"Kenapa ekspresi muka nya jadi aneh begitu ya, jangan-jangan lelaki ini sedang berpikiran mesum!" batin Rania sembari menyimpulkan pemikiran nya sendiri
"Nggak!!! nggak Rania!!! kamu harus bisa mengendalikan diri kamu, aku nggak boleh terbawa suasana dengan apa yang lelaki itu lakukan!" batin Rania
"Hei by!!! kenapa kau melamun!" ujar Revan membuyarkan lamunan Rania
"Eh…nggak ada apa-apa kok!" ujar Rania dengan senyum terpaksa untuk menutupi kegugupan nya
"Aku sudah ngantuk, aku ke kamar ya! selamat malam!" ujar Rania
Cup
__ADS_1
Rania mencium pipi Revan sekilas dan langsung berlari ke dalam kamar nya
"Baby, ternyata kau pandai sekali menggoda ku ya…sungguh di luar dugaan." ujar Revan sembari memegangi pipi bekas ciuman Rania
Setelah beberapa lama memikirkan hal manis bersama Rania, Revan kembali ke ruang kerja nya untuk memantau perkembangan perusahaan nya
Di sisi Lili, gadis itu sudah merasa lega karena sahabat yang di cari nya belakangan ini ternyata bersama bos nya. Lili kini sudah merebahkan tubuh nya di atas kasur nya setelah selesai membersihkan diri
"Alhamdulillah! ternyata si Rania bersama pak Revan, aku sudah berpikiran negatif dengan keadaan Rania, untung lah yang ku pikirkan tidak terjadi pada Rania." ujar Lili
"Tapi…kenapa Rania bisa bersama pak Revan ya?" ujar Lili
"Dan kenapa pas dia di usir dari rumah tidak memberitahu ku?" ujar Lili
"Bukankah Rania sangat kesal dengan bos nya itu!" ujar Lili
"Tapi kenapa sekarang seperti berubah ya? apa semua ini karena Rania lupa ingatan?" ujar Lili
"Aku seolah merasa kalau Rania seperti dimanjakan sama pak Revan, apa itu hanya perasaan ku saja? tapi seperti nya yang aku pikirkan bener deh, soal nya kan pak Revan seperti sangat perhatian sama Rania! bahkan seperti nya mereka tinggal satu atap?" ujar Lili
"Apa!!! tinggal satu atap!!! gila!!! kenapa mereka berdua nekat banget!!!" ujar Lili terkejut dengan perkataan nya
"Bahkan mereka hanya berdua dalam satu atap! kenapa kamu jadi berani seperti ini sih Rania? aku khawatir banget tahu!!!" ujar Lili
"Hah!!! apa yang harus aku lakukan? aku nggak mau Rania menyesal!!!" ujar Lili yang sudah frustasi.
"Aku takut pak Revan kelewatan dan melakukan itu ke Rania," ujar Lili
"Udah lah mending aku makan dulu, paper banget mikirin yang berat seperti itu!" ujar Lili langsung beranjak dari tidur nya menuju ruang makan
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah
__ADS_1