SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Perubahan sikap ayahnya


__ADS_3

" Apa!!! pesan dari bos kejam!!! " ujar Rania terkejut setelah membaca pesan di handphone nya


Isi pesan dari nama yang tertulis ' Bos kejam '


" *Hei gadis cerewet, jangan lupa besok kau pakai pakaian yang saya kasih "


" Kalau tidak di pakai, kau akan tahu akibat nya* "


" Ini orang sungguh membuat ku naik darah! kalau dia bukan bos ku muka nya udah bonyok kena tonjok sama sepatu ku tersayang " ujar Rania


Sedangkan di posisi Revan pria itu sedang menyeringai di dalam kamar nya


" Pasti gadis cerewet itu sudah sangat kesal " ujar Revan


" Walaupun Rania cerewet dan kadang menyebalkan, entah kenapa aku tidak terima kalau dia di rendahkan atau di marahin " ujar Revan


" Saya akan membantu mu dan akan selalu mendukung mu dalam hal, walaupun orang lain menjauhi mu tapi saya akan selalu menjaga mu " ujar Revan


" Tunggu … ucapan ku seperti pakar jodoh padahal pacaran saja belum pernah " ujar Revan


" Apa aku sungguh menyimpan perasaan lebih kepada Rania? Kenapa belakangan ini hanya dia yang ada di dalam pikiran ku " ujar Revan


" Tidak mungkin!! baru saja berapa hari bertemu, tidak mungkin aku jatuh cinta kepada nya!! " ujar Revan


" Aku tidak sabar melihat gadis cerewet itu memakai pakaian yang aku belikan " ujar Revan menyeringai


...----------------...


Keesokan hari nya Rania sudah bersiap untuk ke kantor dia sudah memakai semua yang di berikan Revan kemarin


" Pilihan nya bagus juga " ujar Rania sembari melihat pakaian nya


" Dia kan sultan dan baju ini harga sangat mahal ya jelas bagus lah, kalau baju murah pasti beda lagi " ujar Rania mengikuti gaya dan cara bicara Revan yang arogan


" Udah ah mending berangkat pada telat nanti kena hukuman sama bos kejam itu kan serem " ujar Rania


Gadis itu langsung keluar dari kamarnya melewati ruang keluarga dan melihat orang tuanya yang bersikap acuh tak acuh kepadanya tidak seperti biasa. Rania langsung mencium tangan kedua orang tuanya tetapi mereka hanya diam saja dan akhirnya Rania pun membuka suara


" Ayah kenapa kok dari tadi diem aja sih? apa Rania membuat kesalahan? " ujar Rania


" Maafin Rania ayah kalau Rania membuat kesalahan " ujar Rania


Tapi Indra sama sekali tidak menjawab ucapan dari Rania entah apa yang terjadi ayah nya menjadi sangat dingin kepadanya bahkan berbicara pun tidak mau


" Baiklah kalau ayah belum mau bicara sama Rania, Rania berangkat kerja dulu. Assalamualaikum " ujar Rania


Mereka semua bahkan masih tidak mau menjawab salam sekalipun kepada Rania entah apa kesalahan gadis itu

__ADS_1


Rania kini sudah sampai di depan rumah Lili wajahnya terlihat sangat masam karena perlakuan ayah nya yang tidak seperti biasa itu


Tok


Tok


Tok


"Assalamualaikum " ujar Rania


" Waalaikumsalam, eh kamu awal banget datang nya nggak seperti biasanya " ujar Lili sembari membukakan pintu


" Ayo masuk " ujar Lili


Rania dan Lili pun masuk ke dalam rumah Lili


" Eh Ran! kamu kenapa kok cemberut terus dari tadi? " tanya Lili


" Aku lagi sedih Li " jawab Rania


" Emang nya sedih kenapa? ceritain dong sama aku jangan di pendam sendiri kalau ada masalah Ran " ujar Lili penasaran


" Jadi gini Li, kemarin malam itu kan pak Revan datang ke rumah ku untuk ngajak aku makan bareng … "


" Cie!!! " ujar Lili meledek sahabat nya


" Iya deh maaf " ujar Lili


" Terus kan pas aku sama pak Revan lagi makan ada suara teriakan dari luar, terus aku sama pak Revan liat keluar dan suara teriakan tadi ternyata Salsa " ujar Rania


" Terus … apa yang membuat mu jadi cemberut? " ujar Lili


" Kamu tau sendiri kan Salsa nggak pernah manggil ke aku dengan sebutan kakak, hal itu membuat pak Revan marah karena Salsa yang ternyata nggak punya sopan santun. Gitu inti nya " ujar Rania


" Lah salah Salsa sendiri, tapi kok pak Revan bisa marah gitu sih! " ujar Lili


" Aku juga nggak tau, pak Revan itu sifat dan sikap nya cepat banget berubah. Aku sampai bingung kalau berhadapan dengan nya " ujar Rania


" Emang Salsa kenal sama pak Revan? " tanya Lili


" Bilang nya sih kenal, kata nya pak Revan senior di kampus nya " ujar Rania


" Apa!!! jadi pak Revan masih kuliah " ujar Lili


" Iya, pak Revan lanjut S3 kayak nya atau S2 , aku juga nggak tahu " ujar Rania


" Wow!!! keren banget!!! bukan hanya tampan banget tapi juga mementingkan pendidikan " ujar Lili

__ADS_1


" Biasa lah Li, nama nya juga sultan mah bebas " ujar Rania tersenyum


" Gitu dong senyum " ujar Lili


" Aku masih bingung Li, kenapa ayah jadi dingin dan nggak mau bicara sama aku? apa salah ku coba? " ujar Rania


" Jadi sebenarnya kamu cemberut karena ayah mu dingin dan nggak mau bicara sama kamu " ujar Lili


" Iya Li " ujar Rania


" Kok aku jadi berburuk sangka ya sama Salsa " ujar Lili


" Berburuk sangka gimana maksud nya? " tanya Rania penasaran


" Gini loh Ran! menurutku Salsa itu suka sama pak Revan dan dia cemburu karena kamu berduaan dengan pak Revan, maaf ya Ran kalau aku sedikit menyinggung " ujar Lili yang nggak enak harus ngomong gimana


" Iya Li gak papa santai aja " ujar Rania


" Kan kamu kemarin malam berduaan sama pak Revan, kalau laki-laki dengan perempuan bersama dalam satu rumah pasti akan ada rumor yang nggak mengenakan gitu, ya aku sih percaya kalau kamu sama pak Revan nggak melakukan hal yang di luar batas. Tapi… belum tentu dengan adik kamu yang sedang dilanda cemburu itu, pasti dia dendam sama kamu dan pasti dia bilang sama ayah kamu kalau kalian melakukan hal yang di luar batas " ujar Lili


" Iya juga ya Li, aku harus gimana dong. Jujur aku kemarin malam sama pak Revan itu cuma makan malam dan di rumah ku kan mati listrik jadi nggak mungkin dong aku sama bos kejam itu melakukan hal di luar batas " ujar Rania


" Iya Ran aku percaya seratus persen sama kamu, tenang aja aku akan selalu mendukung mu " ujar Lili


" Makasih ya Li " ujar Rania menangis dan langsung memeluk Lili


" Iya sama-sama, udah jangan nangis nanti baju nya lecek loh kan masih baru dan nanti cantik nya ilang " ujar Lili meledek sahabat sambil membalas pelukan Rania


" Kamu masih sempat meledek aku, keterlaluan!! " ujar Rania kesal dan melepaskan pelukan nya


" Walaupun suka meledek kamu tapi aku yang paling di sayang kan sama kamu, tapi pakaian yang di kasih pak Revan bagus di pakai sama kamu " ujar Lili


" Kamu bisa aja Li " ujar Rania tersenyum tipis


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2