SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Ikatan persahabatan yang kuat


__ADS_3

"Baiklah! terima kasih, aku akan menganggap apartemen ini sebagai apartemen sendiri!" ujar Vino terkekeh


"Kau sedang mempermainkan ku ternyata!!!" ujar Revan mulai mengeluarkan aura menyeramkan nya


"Hehe, ampun bro!!! kau kan sahabat terbaik ku." ujar Vino


Revan berjalan menuju ruang makan meninggalkan Rania, Lili dan Vino yang masih di ruang tamu


"Ya udah! pak Vino, Lili silahkan ke ruang makan." ujar Rania tersenyum


Lili menatap Rania dengan sendu, seketika langsung memeluk Rania dengan erat sembari menangis


"Hei!! kenapa kamu nangis?" ujar Rania sembari mengelus punggung Lili


"Aku sedih Ran! kenapa kamu bisa lupa dengan ku sih? dan kenapa kamu bisa melupakan persahabatan kita?" ujar Lili


" Maafin aku…mungkin sekarang aku lupa sama kamu tapi entah kenapa saat bertemu dengan mu tadi, aku merasa senang dan ada yang mengganjal di hati ku." ujar Rania


"Apa mungkin itu ikatan persahabatan kita ya," ujar Rania


"Benarkah! kamu merasakan hal itu!" ujar Lili


"Iya" ujar Rania tersenyum


"Baiklah! semoga kamu cepat mengingat ku kembali ya, aku udah kangen sama sikap cerewet mu!" ujar Lili


"Cerewet?" ujar Rania bingung


"Iya! kamu itu dulu sangat cerewet tau." ujar Lili


Sedangkan Vino juga ikut tersenyum mendengar percakapan kedua gadis cantik itu


Tanpa mereka sadari, Revan juga melihat dan mendengar kan percakapan sendu antara kedua gadis itu. Revan seperti nya ikutan tersenyum, karena tidak ada seorang pun yang bisa melihat nya tersenyum. Hanya dengan menarik sudut bibir nya sedikit saja itu sudah bisa di bilang tersenyum oleh Revan


"Ternyata benar kalau seorang sahabat itu juga mempunyai ikatan batin!" batin Lili bahagia


"Semoga kalian berdua selalu bahagia!" batin Vino


"Ternyata persahabatan itu memang susah di pisahkan." batin Revan


"Mereka sungguh sahabat yang baik tidak seperti aku dan Vino yang selalu mengajak ku bertengkar!" batin Revan


"Udah Li!kita makan malam dulu, kamu jangan nangis terus ya!" ujar Rania menenangkan Lili


"Iya Ran!"ujar Lili


Rania, Lili dan Vino berjalan menuju ruang makan dimana tempat Revan berada


"Lama sekali kalian!" ujar Revan berpura-pura kesal


"Biasa bro! tadi habis syuting drama yang di sutradara oleh aku!" ujar Vino


"Drama apa maksud mu?"ujar Revan dengan tatapan polos


"Heh! ini anak ternyata sedang berpura-pura polos di depan Rania. Kau pikir aku tidak tahu jika tadi kau sudah melihat drama persahabatan itu!" batin Vino


"Bukan apa-apa!!!" ujar Vino

__ADS_1


Setelah selesai berbicara dan berdebat, mereka semua makan malam bersama tanpa ada nya pembicaraan


Setelah selesai makan Vino dan Lili berpamitan untuk pulang


"Sekarang sudah malam, aku sama Lili pamit pulang dulu." ujar Vino


"Iya hati-hati." ujar Revan


"Pak Revan, Rania. Saya pamit pulang dulu!" ujar Lili


"Iya!" ujar Revan dan Rania bersamaan


"Hei! itu kenapa jadi kau yang ngomong nya barengan!" ujar Vino


"Hanya ketidaksengajaan!" ujar Revan ketus


"Terserah!" ujar Vino


"Dasar sahabat gak ada akhlak!!! tidak pernah mau disalahkan!!!" gerutu Vino kesal


"Hei!!! aku mendengar nya!!!" ujar Revan kesal


"Benarkah! kirain tidak dengar." ujar Vino


Setelah berpamitan, Vino mengantarkan Lili terlebih dahulu. Suasana nampak hening saat di dalam mobil


"Hei!!! kenapa kau terlihat sedih!" ujar Vino memecah keheningan


"Nggak kok pak!!!" ujar Lili dengan gugup


"Tenang saja! jika saya sedang tidak sibuk, saya akan mengajak mu berkunjung menemui Rania." ujar Vino


"Eh maaf pak!!!" ujar Lili karena menunjukan sikap yang terlalu kegirangan dan tidak anggun


"Kenapa kau harus minta maaf?" ujar Vino


"Karena saya lancang!!!" ujar Lili sedikit merasa takut kepada Vino


"Hei!!! kau tidak perlu takut seperti itu!!! tenang saja, saya tidak akan memakan mu!!!" ujar Vino


"Gimana nggak takut coba, aku masih terhasut sama cerita orang lain jika anda itu orang nya menyeramkan!!!" batin Lili


"Dan ternyata benar, pak Vino memang menyeramkan tapi agak lucu sih!" batin Lili


"Jika kau tidak punya kesalahan dengan saya jadi tidak usah takut!!!" ujar Vino


"Tapi, jika ada yang berbuat salah dengan saya jangan harap bisa hidup dengan tenang!!!" ujar Vino dengan wajah datar


Lili menelan ludah dengan susah payah sembari berkata dalam hati "Gila!!! baru aja di puji agak lucu, udah keluar aja aura menyeramkan nya"


"Baik pak! saya tidak akan berbuat salah dengan anda." ujar Lili


"Baiklah!" ujar Vino singkat


"Semoga kedepannya aku bekerja dengan baik karena bagaimana pun juga, aku ingin hidup tenang" batin Lili


"Pasti gadis ini sedang berbicara dalam hati dan menjelekkan ku." batin Vino

__ADS_1


Setelah cukup lama menempuh perjalanan, akhir nya mobil mewah Vino sampai di depan rumah Lili


"Baru 45 menit di dalam perjalanan, tapi sudah tidur saja gadis ini!" ujar Vino terkekeh


Entah kenapa Vino tidak marah melihat Lili yang tertidur pulas di mobil nya, bahkan pria itu justru bahagia saat melihat Lili tertidur


"Ada ya gadis seperti nya, saat tertidur tidak ada aura anggun nya sama sekali." ujar Vino terkekeh


"Apa yang harus aku lakukan, jika membangunkan nya takut nya akan membuat nya kaget. Tapi jika menggendong dia ke rumah nya nanti dia akan besar kepada." ujar Vino


"Bangunin saja lah!!!" ujar Vino


"Hei!!!" ujar Vino sembari mengelus pipi Lili


"Bangun!!! sudah sampai ini!!!" ujar Vino yang kini sedang memandangi wajah cantik Lili dengan jarak yang sangat dekat


Lili menggeliat tetapi masih belum membuka mata nya, bahkan Lili memeluk lengan Vino dengan erat


"Apa yang dilakukan nya, bukan nya bangun tapi malah semakin pulas saja tidur nya." ujar Vino


Vino kehabisan ide untuk membangunkan Lili, karena jujur Lili adalah gadis pertama yang paling dekat dengan Revan


Cup


Vino mencium bibir Lili yang membuat sang empu kesusahan bernafas dan akhir nya terbangun


"Kau sudah bangun?" tanya Vino seolah tak memiliki dosa karena sudah mencium Lili


"Iya pak! saya mimpi aneh jadi saya terbangun." ujar Lili dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna


"Oh iya, berapa lama lagi kita sampai di rumah saya ya pak? " ujar Lili


"20 menit." ujar Vino


"Masih lama ya pak!" ujar Lili belum menyadari jika mereka telah sampai di rumah nya


"20 menit yang lalu kita sudah sampai di rumah mu!!" ujar Vino


"What!!! jadi kita sudah sampai!!!" ujar Lili dengan ekspresi wajah yang panik


"Santai saja, tidak perlu panik begitu! saya tidak marah, saya tahu kamu hari ini sangat lelah!" ujar Vino


"T-tapi pak, saya tetap tidak enak hati. Saya sudah lancang dan tidak sopan kepada anda." ujar Lili sembari menundukkan kepala nya


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2