SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Lamaran romantis


__ADS_3

"Nggak papa kak! hanya rindu sama ibu dan ayah saja!" ujar Rania


"Hati mu sangat baik by. Ayah mu sudah dengan tega nya mengusir mu dari rumah tapi kau tetap menyayangi nya." batin Revan


"Kau pasti sangat menyayangi orang tua mu, by." ujar Revan


"Iya kak, entah mengapa aku sangat merindukan Ibu dan ayah!"


"Aku jadi teringat saat-saat dimana Ibu selalu menjaga dan merawat ku ketika masih kecil, Ibu yang selalu menyayangi ku."


"Tapi kini semua itu hanyalah masa lalu yang sangat indah! Jujur, aku ingin merasakan kasih sayang dari kedua orang tua ku. Tapi sekarang mungkin itu akan menjadi harapan yang tak akan pernah menjadi kenyataan."


"Ayah bahkan tidak mencari ku saat aku pergi! ayah juga tidak menyesal setelah mengusir ku dari rumah! kenapa tidak ada seorang pun yang menginginkan ku?!" ujar Rania menangis tersedu-sedu


"Siapa bilang tidak ada yang menginginkan mu?"


"Aku menginginkan mu by dan aku akan menjaga dan menyayangi mu!" ujar Revan dengan lantang


Revan membawa Rania ke dalam pelukan nya dengan tangan yang mengusap-usap punggung Rania guna memenangkan gadis itu.


Setelah tangisan Rania mereda kedua insan tersebut berbincang ringan sampai tak terasa matahari sudah mulai tenggelam.


Rania yang semula terlihat nyaman berada di pelukan kekasih nya kini menegakkan tubuhnya.


"Kak, udah sore aku mau mandi dulu ya!" ujar Rania


"Iya, jangan lupa pakai gaun yang aku berikan tadi." ujar Revan


"Iya kak!" ujar Rania bangku dari pangkuan Revan.


"Eits, tunggu dulu…" ujar Revan mencekal tangan Rania


"Ada apa kak?" tanya Rania


"Cium dulu!" ujar Revan sembari menunjuk pipi nya.


"Tapi kak--" ujar Rania


"Kalau tidak mau cium, di sini saja tidak usah mandi!" ujar Revan ngambek


"Iya deh!" ujar Rania


Rania perlahan meraih pipi Revan dan mengecup nya.


Cup


"Yang satu nya tidak, nanti cemburu loh!" ujar Revan tidak terima pipi nya hanya di cium sebelah.


Cup


Rania mengecup pipi Revan dan langsung berlari menuju kamar nya. Rania mengunci pintu kamar nya dan bersandar di daun pintu.


"Kenapa jantung ku berdetak begitu kencang? ada apa dengan ku?" ujar Rania memegangi dada nya.

__ADS_1


"Astaga! kenapa pipi ku memerah seperti itu? perasaan aku nggak pake blush on!" ujar Rania saat melihat diri nya di cermin yang ada di meja rias.


"Nggak mungkin kan aku udah jatuh cinta sama bos kejam itu!" ujar Rania menggeleng kan kepala nya


"Udahlah Ran, lupakan kejadian memalukan tadi! sekarang mendingan aku mandi!" ujar Rania bergegas ke kamar mandi.


Sementara Revan kini masih terdiam di tempat dengan pipi dan telinga yang sudah memerah.


"Aku merasa sangat bahagia, semoga saja Rania cepat jatuh cinta kepada ku!" ujar Revan


Malam hari nya…


Rania sudah selesai mandi dan berdandan. Dan segera turun untuk menemui Revan yang sedang menunggu nya di ruang tamu.


Gleg…


Revan menelan ludah kala melihat penampilan Rania yang sangat cantik. Rania kini memakai dress berwarna peach dengan belahan dada yang tidak terlalu rendah namun tetap terlihat manis. Rambut nya yang terurai menambah kesan imut dan menggemaskan


"Astaga!!! Rania sangat cantik dan manis. Aku sungguh gemas melihat nya! rasa nya ingin mencium dan mencubit nya." batin Revan yang kagum dan gemas melihat kekasih nya.


"Kau sangat cantik,by!" puji Revan


Rania menunduk malu mendengar pujian yang di lontarkan oleh Revan.


"Bolehkah aku mencium mu?" tanya Revan penuh harap.


"Jangan tanyakan hal yang aneh kak, aku malu!!!" ujar Rania


Revan langsung mendekati Rania dan memeluk nya.


Cup


"Kau sangat cantik dan menggemaskan, by." bisik Revan


"Apaan sih kak!" ujar Rania bersembunyi di dada bidang Revan.


"jika sedang malu kau malah terlihat semakin menggemaskan by!" ujar Revan sembari mencubit pipi Rania.


"Sakit tau kak!" ujar Rania cemberut


Cup


"Biar hilang sakit nya!" ujar Revan setelah mencium pipi Rania.


"Udah deh kak, kata nya mau ngajak aku kemana? kalau gini terus kita nggak jadi pergi!" ujar Rania kesal


"Iya sayang! ayo!" ujar Revan menggandeng tangan Rania


Selepas kepergian Revan dan Rania, Lia terlihat kesal melihat kedekatan tuan nya.


"Apa-apaan tadi, kenapa tuan Revan terlihat sangat menyayangi Rania!!! nggak bisa di biarkan! aku harus melakukan sesuatu!!!" ujar Lia menatap tajam ke arah pintu apartemen.


Kini Revan dan Rania telah sampai di sebuah tempat.

__ADS_1


"Ayo sayang!" ujar Revan menggandeng tangan Rania setelah turun dari mobil.


Mereka berdua pun berjalan bergandengan menuju suatu tempat.


Mata Rania berbinar ketika melihat karangan bunga bertuliskan I LOVE YOU RANIA yang sangat indah.


"Cantik banget kak bunga nya!" ujar Rania antusias


"Kamu lebih cantik, by!"


"Kau sangat menggemaskan, di puji sedikit aja pipi nya sudah sangat merah." ledek Revan


"Kan malu kak!" ujar Rania mengerucutkan bibir nya


Revan mengajak Rania berdiri di tengah karangan bunga itu dengan posisi berhadapan.


Kemudian Revan berjongkok di hadapan Rania dan meraih tangan nya.


"Rania Aprilia! maukah kau menjadi kekasih ku?" ujar Revan sembari menggenggam tangan Rania.


"Apaan sih kak? bukannya kakak udah tau jawabannya?" ujar Rania dengan pipi yang sudah memerah.


"Kan biar romantis, by!" lirih Revan


"Iya kak, aku mau!" ujar Rania dengan suara sangat lirih namun Revan masih bisa mendengar nya.


Mendengar jawaban dari Rania membuat Revan langsung berdiri dan mengeluarkan sebuah kotak yang diyakini adalah kotak perhiasan.


Revan membuka kotak tersebut dan terlihat lah sebuah kalung berlian yang sangat indah.


"Buat apa kalung nya kak?" tanya Rania dengan polos nya.


"Buat kamu!" ujar Revan


Rania langsung syok setelah Revan mengatakan jika kalung berlian yang sangat indah itu untuk nya. Sementara Revan, tanpa banyak bicara langsung memakaikan kalung berlian itu di leher jenjang Rania.


"Cantik!" ujar Revan


"Kalung nya sangat cocok untuk mu, by!" ujar Revan


"Apaan sih kak! aku minta ini yang terakhir kali nya kakak membelikan ku barang-barang mahal. Kakak itu udah sangat baik dengan memberi ku tempat tinggal, jadi itu saja udah cukup kak, aku nggak mau yang berlebihan." ujar Rania


"Tapi kau kekasih ku by, jadi sudah tugas ku untuk memanjakan mu!" ujar Revan


"Tapi hubungan kita baru pacar. Terus kakak juga nggak tau sifat aku seperti apa? kalau aku orang nya materialistis gimana? kakak mau tanggung jawab ngasih aku barang mewah?" ujar Rania


"Tentu saja! apapun akan saya berikan untuk mu, by!" ujar Revan dengan santai nya.


*****


Visual gaun yang di pakai Rania


__ADS_1


Visual setelan jas yang di pakai Revan



__ADS_2