
Di depan kantor Vira
Vira turun dari mobil Bara setelah mengucapkan salam ia segera masuk ke dalam kantor. Alfian ternyata sudah menunggunya di ruang Receptionist Vira kaget melihat Alfian disana
"Vira, ko loe gak naik motor sih? tadi di antar siapa?" tanya Alfian Vira tak menjawab meneruskan naik ke lantai 2
"Vir , gue nanya sama loe tau" seru Alfian lagi masi mengikuti Vira
"Engga pak, saya di antar Bara"
"Kenapa? loe sakit?" reflek Alfian memegang kening Vira, Vira kaget melihat sikap Alfian yang agresif ia menepis tangan Alfian dan duduk di kursinya
"Engga, Mas Bara khawatir kalo saya bawa motor terus jadi dia inisiatif antar jemput saya" jawabnya sambil menyalakan PC nya
"Huh, sama Bara loe mau di antar jemput, sama gue di anterin pulang semalam gak mau" gerutu Alfian keras hampir semua mendengar ucapan Alfian, mereka menatap Vira heran. Tak ingin ada kesalahpahaman Vira berdiri menatap Alfian
"Apa apaan sih kamu, ngomong kaya gitu" tanya Vira setengah berbisik
"Emang kenapa? gue tanya kenapa kalo Bara boleh antar jemput loe, kalo gue kenapa gak boleh?"
__ADS_1
"Ya kamu emang siapa saya? mau apa antar jemput saya segala"
"Trus kalo Bara siapanya elo?" selidik Alfian wajah Vira memerah teman teman kantor makin memperhatikan mereka berdua
"Mas Bara ... Mas Bara... Mas Bara kan temen dekat saya. Kan saya udah lama kenal sama dia" jawab Vira gugup
"Loe lupa sama ucapan gue kemaren di parkiran? kalo gue mau mengenal elo lebih dekat" ujar Alfian mendekati Vira
"Mau apa kamu kenal saya lebih dekat?" tanya Vira mundur karena wajah Alfian makin mendekati wajahnya
"Ya mau jadi pacar loe lah, apa suami loe......"
"Ke ruangan saya sekarang!!" Bos Rudi mamasuki ruangan disusul langkah kesal Alfian
Diruangan Bos Rudi
Bos Rudi tampak kesal melihat Alfian, Alfian tampak santai dan acuh tak acuh melihat Om Rudi di hadapannya
"Sejak kapan kamu mengenal Vira?" tanya Om Rudi
__ADS_1
"Ya sejak dia kerja di sinilah" Alfian masih acuh
"Kalo sampe Papa kamu tau Fian, kamu bisa di tarik ke kantor Papa kamu tau! apa apaan, main main aja!!"
"Main main apanya sih Om? apa yang salah kalo Fian suka sama Vira?" Om nya menggebrak meja
"Kamu jangan ngaco Fian, Vira itu...."
"JANDA??! ya, Fian tau Vira jandanya Pak Dirga yang dulu pernah kerja di sini" Om Rudi mulai pening dengan jawaban Alfian ia mengendorkan dasinya
"Dia bukan cuma janda Fian, tapi dia udah punya anak"
"Fian tau Om, anaknya ada 2 kan .Fian gak ngerti kenapa status Vira di permasalahin? apa yang salah sama statusnya.. Om kenapa masukin Vira kerja di sini? karena kemanusiaan kan? Vira juga manusia, apa yang salah kalo Fian suka sama Vira? dia bukan Hantu!" jawab Alfian
Om Rudi agak melunak, faham dengan karakter anak ini yang makin di kerasin makin keras. Ia menghela nafasnya
"Tapi Fian, Papa sama Mama kamu gak akan menerima keadaan Vira. Lagipula Vira usianya terpaut lumayan sama kamu. Kamu percaya sama Om, ini gak akan di sukai sama Orangtua mu dan juga keadaan ini akan memberatkan hidup Vira. Dewasalah Alfian"
Alfian tampak kesal dengan ucapan Om Rudi dia ngeloyor pergi begitu saja sambil sengaja menyenggol Gucci Kesayangan Om nya dan membanting pintu. Om nya hanya mengelus dada melihat tingkah keponakannya
__ADS_1
Alfian melihat di sekitar memandanginya, melihat Vira hanya menunduk di meja kerjanya, Alfian pergi ke arah bawah tangga dan keluar kantor. Di nyalakan motor sport nya pergi meninggalkan kantor