SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Dipermalukan


__ADS_3

Entah apa yang ada di dalam pikiran Rani sehingga dengan tidak memikirkan perasaan malu Sampai mau kembali ke rumah nya Firman dan juga istri nya yang sekarang, padahal dari awal mereka sudah menolak kedatangannya wanita itu hadir di dalam kehidupan mereka lagi.


Rani seolah mati rasa dan tidak peduli dengan semua yang mereka katakan nantinya walaupun nanti dirinya dikatakan pengemis atau apapun itu, ya terkesan meskipun terasa begitu berlebihan tetapi tidak ada salahnya sesuatu itu dicoba dulu nanti kalau gagal dicoba lagi kalau misalnya sudah bosan baru berhenti dan ketika sudah tidak bosan ya sudah lanjutkan lagi.


firman dan juga Rossa istrinya tidak tahu sama sekali Jika di depan rumah mereka sekarang itu ada Rani, Sebab mereka berdua sedang berdebat di dalam kamar akibat permasalahan yang tidak pernah ada habisnya dan juga sudah capek dan merasa bosan Anita yang susah sekali untuk diatur.


"Ini semua gara-gara kamu sampai membuat anak itu menjadi pembangkang dan juga tambah susah untuk diatur, Semenjak dia tahu bagaimana Masa Lalu kamu dia bahkan tidak bisa lagi mendengar apapun yang dikatakan oleh kita kan? Bisa tidak kamu melakukan sesuatu itu pikir-pikir dulu nanti Konsekuensi apa yang bakalan kita terima, kalau sudah seperti begini Ayo kamu jawab kita bakalan kayak bagaimana nantinya? "Hardik Rosa begitu kasar dan bahkan bisa dibilang kesabarannya sudah habis.


Firman kebingungan semua orang di rumah itu kerjaannya hanya menyalahkan dirinya saja, padahal Ia sudah mengatakannya biar pakai suara yang kecil atau pakai teriak sekalipun sepertinya Ya tetap saja tidak ada yang peduli.


mau kecewa juga rasanya tidak mungkin sebab dari awal Jika ia tidak pernah melakukan kesalahan yang tidak mungkin juga kan bakalan ada yang namanya masalah, ingin mengutuki Rani Kenapa muncul dalam kehidupannya sepertinya sudah sangat terlambat karena terlanjur sudah terjadi.


Bosan, mungkin itulah gambaran perasaan semua orang di dalam rumah karena permasalahannya Ya hanya itu-itu saja tidak ada yang lain.


Firman tidak punya kekuatan sama sekali untuk membela diri ataupun sekedar menjelaskan duduk permasalahannya, Sebab semua orang sudah punya opini masing-masing dan memang tidak mungkin ada asap Kalau tidak ada apinya dan Rossa bukanlah anak kecil yang tidak paham Ungkapan tersebut.


"kalian punya bukti mengatakan dan juga mengarah ke hal-hal yang memang benar ingin membuktikan kalau aku dan wanita itu pernah bertemu sebelumnya, Soalnya kalau kalian hanya mendengarkan saja tanpa punya bukti sama sekali aku merasa seperti Tengah di permainkan di dalam rumah sendiri? "tanya Firman dengan tatapannya yang menyelidiki berharap agar istrinya itu yang mungkin berhenti sudah mempermasalahkan semua yang terjadi.


Rossa ingin sekali tertawa ketika melihat wajah suaminya itu yang menampilkan wajah seseorang yang tengah terluka, yang ia yakini hanya satu yaitu pria itu sebenarnya sedang berakting mungkin agar bisa membuat dirinya berhenti untuk mencurigainya?


"Sebenarnya aku tidak masalah kamu mau punya hubungan dengan siapapun di masa lalu kamu tetapi intinya saat menjalin masa depan denganku kamu harus jujur, karena kunci dari keharmonisan rumah tangga yaitu kejujuran dan dengan kejujuran aku yakin kita pasti bertahan sampai bila-bila!"perkataan Rossa itu sebenarnya penuh penekanan Siapa saja yang mendengarnya pasti langsung mengetahui kalau wanita itu benar-benar karena merasa kecewa.


sebenarnya kalau memang Firman merasa diri tidak pernah melakukan kesalahan ya tinggal melakukan tes DNA saja kepada Kevin dengan begitu segala sesuatu, tetapi kalau pria itu hanya mengeluarkan waktu mempertahankan bahwa dirinya benar tidak pernah melakukan kesalahan ya akhirnya nanti seperti begini juga.


"Kenapa diam saja, atau Sedang berpikir bagaimana caranya agar aku melupakan semua ini? Jangan berpikir lagi karena aku tidak jelas tidak akan melupakan apa yang pernah aku dengar sampai kamu membuktikan kebenarannya, dan dengan begitu barulah aku percaya kalau selama ini kamu tidak perlu mempermainkan pernikahan kita." suara Rosa itu penuh penekanan ya sebenarnya terlalu berlebihan juga tapi sesuatu masalah memang harus butuh penyelesaian dengan segera biar tidak menggantung dan akhirnya berlarut-larut.

__ADS_1


"aku tidak punya bukti untuk membuat kalian merasa puas karena memang dari awal aku tidak bisa memberikan hal itu soalnya kan tidak pernah terjadi sama sekali, jadi aku mohon hentikan segala macam omong kosong kalian ini dan kita perbaiki rumah tangga kita yang berantakan karena kehadiran wanita itu dan juga lebih baik kita urus wanita yang semakin hari susah untuk diatur! "pinta Firman dengan penuh permohonan namun hati orang siapa sih yang tahu terkadang lain di mulut selain dipikiran apa yang dikatakan Iya belum tentu pikirannya juga menyetujuinya terkadang berbanding terbalik.


Anita yang ingin keluar merasa terkejut dengan keberadaan Rani di depan pagar rumah mereka Entah sudah berapa lama dirinya juga tidak tahu pasti, tetapi intinya ia merasa bersyukur karena wanita itu datang sekarang mungkin dengan begitu dirinya bisa membujuk Rani agar bisa membantunya meyakinkan kedua orang tuanya.


"Wah ini namanya keberuntungan karena aku tidak perlu lagi pergi ke kampung untuk membujuk-bujuk ibunya Kevin karena ternyata dia sendiri yang sudah datang, sepertinya aku harus bisa mendapatkan hatinya kembali dan dengan begitu aku bakalan punya satu lagi kekuatan untuk mendapatkan Kevin kembali di dalam hidupku. "batin Anita yang begitu antusias.


tanpa banyak bicara dirinya pun berjalan ke arah gerbang sambil memasang senyuman terbaiknya, kalau soal memasang wajah palsu palsu Oh jelas dirinya sudah senior di bidangnya jadi tidak perlu harus diajarkan lagi karena ia sudah paham semuanya.


"loh Tante kok ada di sini, Memangnya dari kapan sampainya? Kenapa tidak langsung masuk saja karena Papa Mama ada di dalam loh semuanya, dan aku yakin kedatangan Tante ke sini pasti ada perlu sama mereka kan? "tanya Anita yang pura-pura memasang wajah penasarannya.


Rani sebenarnya tidak suka melihat wajah itu sebab menurutnya gara-gara Anita itu membuat anaknya dicampakkan oleh bapaknya sendiri, padahal seharusnya yang mendapatkan perhatian adalah Kevin yang lahir lebih dulu daripada Anita yang harus mendapatkan perhatian dan juga kasih sayang dari bapaknya.


"Syukurlah kalau kamu sadar, jadi saya tidak perlu harus menjelaskan panjang lebar tentang tujuan saya datang ke tempat ini, Kamu bisa panggil mereka keluar soalnya Ada hal penting yang harus kami bahas sekarang? "Rani terlihat begitu angkuh ketika berbicara dengan Anita dan sepertinya menyalahkan anak itu bersama dengan mamanya Padahal jelas-jelas Anita tidak tahu apapun.


"Bagaimana kalau masuk dulu ke dalam biar aku sambil Panggil Papa dan juga mama, daripada tante duduk di sini kan pasti capek soalnya tadi dari kampung juga sudah melakukan perjalanan yang jauh?"tawar Anita yang sepertinya sudah mati rasa ketika dipermalukan secara tidak langsung seperti itu.


"Ya sudah kalau kamu memaksa saya bakalan ikut masuk ke dalam tetapi ingat ya harus kamu langsung segera memanggil mereka, Karena saya tidak suka waktu saya terbuang percuma hanya karena menunggu kedatangan Mama kamu!"perintah Rani sambil mengibaskan tangannya sedangkan Anita terlihat begitu antusias mengikuti perintah dari calon mertuanya itu ya entah nanti bakalan terealisasikan atau tidak kita lihat saja nanti.


"dasar anak kecil yang bodoh mau saja diperintah dan dia pikir dengan melihat dia mengikuti semua yang aku katakan maka aku bakalan luluh begitu, daripada kayak begitu lebih baik anakku menikah dengan Adinda saja daripada menikah dengan anak dari orang pelakor di tengah Rumah tanggaku dulu sampai-sampai aku dicampakkan layaknya sesuatu yang tidak berharga dan dasar !"Rani ingin sekali tertawa ketika melihat kepolosannya Anita tadi.


Sesampainya di kamar papa dan Mamanya Anita hanya menggelengkan kepala ketika mendengar perdebatan kedua orang tuanya itu yang belum berhenti juga dari tadi, perasaan mereka kalau marah sebelum belumnya pasti hanya beberapa menit saja Lalu setelah itu ya sudah selesai tidak ada perdebatan lanjutnya tidak seperti saat ini.


Entah nanti bagaimana respon kedua orang tuanya ketika tahu bahwa Rani datang lagi ke rumah mereka dia hanya muncul beberapa kali saja sudah terjadi kehebohan, apalagi kalau misalnya datang lagi tetapi Anita tidak memikirkan sampai di situ karena yang ia pikirkan adalah menyangkut dirinya sendiri.


"Papa sama Mama Kalian ada kedatangan tamu tuh bisa tidak berhenti ribut memangnya tidak malu kami selalu mendengar berantem, para asisten rumah tangga di sini pun nanti lama-lama bisa kabur loh gara-gara kelakuan kalian itu! "setelah mengatakan hal itu Anita pun kembali ke bawah untuk menyusul Rani membiarkan orang tuanya itu bertanya-tanya kira-kira siapa sih yang datang bertamu.

__ADS_1


"Mama saja temuin tamunya itu soalnya Papa pengen istirahat ini kepala rasanya mau pecah soalnya setiap kali dipakai hanya untuk bertengkar saja, Lagian kalau urusan pekerjaan kan yang mereka cari mama bukan papa Soalnya papa memang selama ini hanya jaga rumah saja tidak melakukan apapun!"ujar Firman membuat istrinya itu menatap Jengah ke arahnya.


Bagaimana tidak emosi ketika suaminya itu selalu saja memilih tidak ikut campur ketika menyangkut pekerjaan, seharusnya sebagai kepala keluarga pria itu bisa membedakan yang mana kewajiban seorang istri dan mana kewajiban seorang suami.


"kamu kayaknya terlalu keenakan tinggal di rumah sini diperlakukan seperti raja yang tidak menghasilkan apapun dan kami para bawahan kamu yang harusnya bekerja untuk kamu , setidaknya kamu hargai aku dong yang capek tadi dari perusahaan harus datang ke sini bertengkar lagi tidak punya waktu istirahat sama sekali! " sarkas Rossa kasar.


Firman mau tidak mau mengikuti apa yang dikatakan oleh istrinya itu daripada nanti terjadi pertengkaran lagi kan sudah capek harus meladeni terus, mungkin dengan begitu istrinya itu bakalan paham kalau saat ini hanya ada dirinya dan juga Anita di dalam pikirannya Firman Tidak ada orang lain sedikitpun.


akhirnya pasangan suami istri itu memilih untuk bertemu dengan tamu mereka yang entah siapa keduanya tidak tahu sama sekali, soalnya tadi saat Anita memanggil mereka pun tidak mau memberitahukan kira-kira Siapa yang datang.


"Tante sabar saja ya sebentar lagi juga pasti mereka bakalan datang soalnya tadi Mama juga baru pulang dari kantor, habisnya Papa tidak mau bekerja jadi mau tidak mau mama yang harus bekerja dan memenuhi kebutuhan kami semua. "jelas Anita yang membuat Rani sedikit mengerutkan keningnya sebab setahunnya dulu Firman itu merupakan seorang pria pekerja keras yang akan melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.


"nah tuh kan mereka sudah datang....


Rossa dan firman membulatkan mata sempurna ketika tahu bahwa ternyata tamu yang dimaksudkan oleh Anita tadi adalah orang yang benar-benar tidak mereka harapkan kedatangannya di rumah itu, jika bisa menuliskan daftar tamu yang ditolak kehadirannya ya Otomatis Rani adalah nomor satu.


Rossa terlihat begitu memasang tatapan kecewanya kepada anaknya sendiri yang benar-benar tidak mengerti dengan perasaannya sama sekali, setidaknya jika tahu bahwa Rani itu kehadirannya tidak diharapkan Seharusnya dari awal Anita sudah menyuruhnya pulang bukan malah membiarkannya masuk dan berbicara sekolah tidak terjadi apapun.


"Anita kamu apa-apaan sih sampai membawa orang asing di dalam rumah ini, kamu kalau mau menyuruh dia untuk masuk setidaknya ngomong dong sama kami karena kamu di sini itu tidak punya wewenang sama sekali untuk membiarkan orang asing masuk di sini tanpa persetujuan dari kami? " Rossa paling tidak suka ketika anak yang ia lahirkan bukannya mendukung dirinya malah menjatuhkannya secara tidak langsung.


Anita hanya mengangkat kedua bahunya pertanda bahwa ia tidak peduli dengan urusan mereka semua, toh yang bermasalah dengan Rania kedua orang tuanya bukan dirinya karena ia berada di posisi netral dan sedang memperjuangkan yang namanya Restu dari wanita itu.


"Loh kenapa jadi aku yang disalahkan, masa iya ada tamu yang mau datang bertemu dengan kalian terus aku mengusirnya begitu saja? memangnya Kalian mau dicap sebagai orang tua yang tidak pernah mengajarkan anak tata krama dalam menerima tamu, jadi menyuruhku untuk mengusirnya begitu saja dan membiarkan dia agar tidak bertemu dengan kalian sama sekali? "bukannya meminta maaf atas apa yang ia lakukan tetapi sekarang Anita malah menyanggah balik apapun yang dikatakan oleh mamanya tadi.


Rossa terlihat mengepalkan tangannya menahan emosi sebab menurutnya sudah habis kesabarannya jika Anita terus bertingkah seperti ini, dirinya bukan Tuhan yang bisa saja memaafkan kesalahan seseorang tanpa perlu mendengar penjelasannya lagi.

__ADS_1


"Kamu kenapa datang lagi ke sini, Memangnya kamu lupa kalau kehadiran kamu itu tidak diterima sama sekali? "bentak Firman dengan nada bicaranya yang begitu meninggi.


Rani tertawa ketika melihat wajah pucat pasti milik pria itu yang ia yakini bukan karena takut kepadanya melainkan takut kepada istrinya yang sekarang, Ya memang ini adalah salah satu rencananya juga yaitu menghancurkan kebahagiaan yang dirasakan oleh firman dan membuat pria itu menyesal karena telah mencampakkannya dulu.


__ADS_2