
Amelia masih tetap ada pendiriannya yaitu tidak akan pernah berhubungan dengan Arfan sampai kapanpun demi kelangsungan hubungan yang baik antara pria itu dengan Naura ke depannya Seperti apa, dirinya tidak ingin juga dituding sebagai pengganggu kemudian perebut serta orang ketiga diantara hubungan Arfan dan juga Naura yang selama ini selalu dituduhkan oleh wanita itu kepadanya terus-menerus tanpa memikirkan dan juga tanpa mendapatkan serta mempunyai bukti yang cukup tentang kecurigaan yang tidak jelas itu.
" Kamu yakin mau menghindari Arfan terus seperti itu, memangnya kamu lupa kedekatan yang terjalin antara kita bertiga itu dari kapan sampai-sampai kamu memilih untuk mengalah? ya Meskipun aku tahu Daffa juga termasuk dalam jajaran pria yang unggul di tempat ini tetapi setidaknya persahabatan untuk kita dengan alasan tidak boleh hancurlah gara-gara sikap kamu ini, ya Meskipun Naura ada benarnya tidak ingin kamu dekat dengan kekasihnya tetapi setidaknya kamu Tunjukkan kalau hubungan kamu dan Arfan itu hanya sebatas seorang sahabat tidak lebih dari itu! "tawar Kamila yang benar-benar tidak tega ketika melihat Amelia yang tetap ada pendiriannya untuk menjauh dari Arfan sedangkan sebaliknya pria itu terlihat begitu sengsara ketika diabaikan oleh sahabat terdekatnya dan tidak dianggap sama sekali kehadirannya di tempat itu.
Amelia tersenyum ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Kamila ya Meskipun tidak ada yang salah tetapi menurutnya itu sudah sangat terlalu berlebihan, kalau memang dengan begini ya bisa memberikan kenyamanan pada hubungan orang lain ya maka tidak ada salahnya kalau jalan ini yang memang harus dipilih tidak perlu harus terlihat baik-baik saja yang penting intinya ada orang lain yang merasa baik ketika mereka menjauh.
" Aku lagi malas lho setiap hari dituduh sebagai pelakor padahal tidak ada niatan untuk selalu menjadi orang seperti itu, dan aku juga tidak suka ketika dicurigai sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan bahkan bisa dibilang aku yang paling sengsara di sini karena berdekatan dengan seorang pria tanpa tahu perasaanku sama sekali, "lirih Amelia yang benar-benar frustasi ketika dituduhkan sesuatu yang tidak jelas tetapi memang masih ada kebenarannya tetapi ia dari dulu kan tidak pernah berniat untuk merebut arafan hanya saja kekasihnya itu yang terlalu berlebihan dalam bersikap sampai-sampai membuat Amelia sedikit merasa tertekan.
" aku paham betul dengan kegundahan yang kamu alami sekarang hanya saja aku juga bingung ketika berada di posisi itu aku harus apa, Aku juga merasa kasihan melihat Arfan yang tidak fokus belajar sebab tadi dia begitu sengsara melihat Interaksi yang terjadi antara kamu dan juga Daffa! apalagi terlihat dafa itu sepertinya sengaja ingin memanas-manasi Arfan kalau misalnya dia itu adalah pemenang dengan bisa berhasil mendekati kamu dan kamu tahu sendiri kan lemotnya Seperti apa otak kamu itu kalau sampai berurusan dengan hal seperti ini? "omel Kamila kesal soalnya Amelia yang mengabaikan Arfan tetapi dirinya yang malah dicer begitu banyak pertanyaan oleh pria itu sampai-sampai kebingungan harus menjawab dari yang mana agar membuat Arfan merasa puas dan juga tidak terlalu banyak mencari tahu.
Amelia ingin sekali tertawa ketika mendengar celotehan yang dilontarkan oleh Kamila dari tadi, sengsara apapun yang ia alami Tetapi lebih sengsara lagi ketika dipermalukan secara terus-menerus dan dicurigai oleh sesuatu yang sangat berlebihan padahal Ia tidak ada niatan untuk melakukannya.
" ya biarkan saja seperti ini dulu nanti kalau misalnya sudah dilakukan secara terus-menerus dan dalam waktu lama pasti akan terbiasa juga kok, sekarang baru pertama Ya mungkin rasanya begitu tidak nyaman karena selama ini kan mau melakukan apapun kita selalu bertiga tetapi Tenang saja kok aku bukan tipe orang yang cengeng yang akan menangis dan meratapi semua kejadian yang menimpaku saat ini! "ujar Amelia tersenyum karena memang gadis itu bukan tipe orang yang cengeng yang selalu saja mengedepankan air mata dibandingkan memilih penyelesaian masalahnya harus seperti apa.
" aku lebih baik sama si brondong Davin Daripada sama teman kampus tapi kebanyakan menyebalkan dan membuat ruang gerak kita jadi sempit serta tidak nyaman, apalagi anak-anak di SMA kita itu kecentilannya minta ampun?" ujar Kamila yang mengingat betul Bagaimana rupawan teman Arkan adiknya Amelia yang waktu itu sempat datang menjemput dirinya dan juga Amelia di sekolah karena dimintai tolong oleh Arkan dan Saat itu pula ia sedikit berminat kepada anak yang masih berstatus sebagai belajar kelas 3 SMP tersebut yang menurutnya sangat sempurna hanya saja sayang masih terlalu kecil.
" ingat ya kita ini gadis berkelas bukan seorang Pedofil jadinya mau mempermalukan diri sendiri dengan tidak sadar apa yang dilakukan, Oh iya Satu lagi kalau sampai kamu berhubungan sama itu brondong terus Namaku dibawa-bawa Awas saja aku bakalan tidak akan pernah menegur kamu selama sisa umur hidupku di dunia ini!" ancam Amelia dengan tatapan tajamnya membuat Kamila merasa lucu sebab Tadi ia hanya bercanda saja sih tidak ada serius di dalamnya soalnya dirinya juga masih sadar posisi lah masa iya banyak anak yang seumuran dengannya atau lebih tinggi darinya mau berhubungan dengannya Kenapa harus mencari brondong yang masih berusaha untuk menjadi ABG yang benar.
__ADS_1
" ya maka dari itu kamu harus sadar diri dong jangan malah aku yang menjauh dari gangguan orang lain tetapi kamu malah masuk dalam jebakan yang memalukan, sudah ayo kita ke kantin usahakan kita abaikan segala macam pemandangan yang ada agar maksudnya itu wewe gombel sadar kalau kita tidak serendah itu! " ajak Amelia dan langsung disetujui oleh Kamila Sebab mereka waktu istirahat itu harus digunakan sebaik mungkin soalnya beberapa jam yang lalu sudah dipakai otaknya untuk berpikir dengan begitu keras maka dari itu sekarang giliran memanjakan perut karena kalau perut merasa nyaman maka otak akan berfungsi dengan baik.
Arfan di dalam kelas sedang kelimpungan karena ternyata karena terlalu sibuk memandang Daffa dan juga Amelia ia sampai-sampai terlambat menyelesaikan tugasnya, dan alhasil ketika semua anak-anak dalam kelas itu sudah keluar untuk pergi ke kantin Atau menikmati Istirahat di luar ruangan dirinya masih berada di dalam kelas untuk menyelesaikan tugas yang tinggal beberapa nomor lagi.
"Daffa kamu kalau sudah selesai silakan keluar dari sini jangan mengganggu Arfan yang sedang serius, dan satu lagi kamu juga nanti kalau ke kantin jangan coba-coba mengganggu Amelia karena dia juga lagi serius!" perintah Ekawati yang tahu betapa jahilnya Daffa di sekolah itu yang selalu saja mengganggu Amelia di manapun wanita itu berada maka dari itu ia harus mewaspadai dan tidak keinginan nantinya Amelia bakalan pindah sekolah sehingga mereka harus kehilangan donatur penting di tempat itu.
" Tenang saja Bu pokoknya gerakan saya bakalan terkunci begitu pula dengan mulut saya yang tidak akan mengintimidasi orang lain, saya itu Hanya penasaran saja kira-kira tampang seperti ini kalau memikirkan soal itu seriusnya bagaimana ya?" tanya ada apa sambil menatap ke arah Arfan yang dari tadi tidak menghiraukan percakapannya dengan Ekawati karena pria itu ingin segera menyelesaikan tugasnya dan bisa keluar mencari Amelia.
" Tadi kan kamu sudah berjanji Dafa kalau tidak akan mengganggu Arfan kenapa sekarang malah seperti itu lagi, kalau memang sudah selesai ya sudah keluar sana jangan banyak berbicara di sini nanti hanya membuat orang lain merasa emosi loh! "tegas Ekawati karena tadi Daffa sudah berjanji tidak akan mengganggu Arfan tetapi kenapa sekarang malah berubah pikiran dengan mengatakan sesuatu sindiran yang sangat tajam hanya saja bersyukur karena Arfan sepertinya tidak sedang ingin menanggapinya karena terbukti pria itu tetap anteng menjalani aktivitasnya seperti biasa dan juga Tengah serius untuk segera bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan olehnya tadi.
" Daffa lebih baik tolong kamu jangan cari perkara sekali lagi ya karena Ibu tidak ingin ada keributan di dalam kelas ini, dan satu lagi kamu harus bisa menghargai orang lain yang jelas-jelas juga memiliki hak dan kewajiban yang sama di sekolah ini! "ujar Ekawati yang begitu emosi ketika Daffa sulit sekali untuk diatur dan diarahkan ke menjadi seseorang yang lebih benar lagi.
Daffa akhirnya memilih bungkam ketika melihat Ekawati yang sudah mulai memarahinya seperti itu ya Meskipun jiwa usilnya masih ingin mengerjai Arfan, Karena maksud tujuannya adalah ingin membuat Arfan tidak fokus menyelesaikan tugasnya dan dengan begitu sampai Bell masuk pun pria itu tetap akan berkutat di tempat duduknya tidak ada niatan untuk keluar dari kelas untuk menemui Amelia dan membahas masalah yang tengah menimpa mereka berdua sebagai seorang sahabat.
Arfan masih belum terlihat begitu fokus menyelesaikan tugas yang ada karena terbukti tubuhnya ada di situ tetapi pikirannya sedang travelling kemana-mana untuk berusaha bisa menemukan Amelia, dan terlihat dengan jelas karena sisa 5 nomor soal yang diberikan tetapi kelimanya itu belum bisa ia selesaikan karena itu tadi fokusnya yang sedang teralihkan padahal tidak biasanya dirinya seperti ini.
Daffa tertawa ketika waktu istirahat Tinggal 15 menit lagi tetapi Arfan belum terlihat akan menyelesaikan tugasnya itu, Sedangkan Ekawati sudah berkali-kali melirik ke arah arlojinya yang ia yakin pasti sudah merasa Jengah dan juga bosan ketika menunggu sesuatu tanpa kepastian.
__ADS_1
" Tadi kan saya sudah tawarkan kepada Ibu kalau misalnya sekarang lebih baik ibu ke kantor terlebih dulu, soalnya itu bocah sepertinya lagi tidak fokus maka dari itu mau ditungguin sampai bagaimanapun tetap tidak akan pernah bisa menyelesaikan tugasnya! "ujar Daffa sambil menatap sini ke arah Arfan yang ternyata juga menatap ke arahnya karena sedikit terganggu dengan tawaran yang diberikan.
" yang seharusnya pergi dari tempat ini adalah kamu karena dari tadi saya tidak bisa fokus dengan kata-kata penuh provokasi Milik kamu itu, yang mengajar di sini itu Ibu Ekawati bukan kamu jadi kenapa malah situ yang nyolot mengatur kehidupan orang lain? "omel Arfan membuat Daffa tertawa penuh kemenangan karena ia yakin pemuda itu sudah tidak fokus lagi dengan tugasnya Tetapi malah tersulit emosi dan memarahinya seperti tadi.
" Oh jadi ceritanya di sini saya yang salah ketika tadi sudah berusaha memberikan pengertian ketika kepada Ibu Ekawati agar tidak usah menindas kamu, Wah Kamu bukannya berterima kasih karena sudah saya bantuin Tetapi malah berpikir yang aneh-aneh! " ujar Daffa tidak terima ketika disalahkan seperti itu padahal memang perkataan Arfan itu sebenarnya tidak ada yang salah sama sekali karena Kenyataannya memang seperti itu jika Daffa ingin menghancurkan fokusnya sehingga dengan begitu tidak bisa keluar dari kelas sekarang.
Kamila hanya memutar bola matanya malas ketika melihat Naura dan juga gengnya sedang berjalan masuk ke dalam kantin, wanita itu terlihat mengedarkan pandangannya ke segala penjuru lalu tertuju kepada tempat duduk mereka yang tidak ada Arfan di sana.
" sepertinya wewe gombel itu lagi mencari mangsanya yang selama ini selalu ia jerat dengan kata-katanya yang nyereneh, tetapi Sayang hari ini dia tidak bisa bertemu soalnya itu Pangeran kataknya lagi pecah otak di dalam kelas untuk menyelesaikan tugasnya! "ujar Kamila membuat Amelia hanya menggelengkan kepalanya dan tidak ada niatan untuk memberitahukan kepada Naura apa yang terjadi kepada Arfan karena mereka berdua juga kan tidak Sedekat Itu.
" Biarkan saja dia mau melakukan apapun Kamu jangan ngomong aneh-aneh deh nanti ada keributan lagi loh seperti biasanya, aku saja sudah capek meladeninya masa iya kamu harus merespon dengan kedatangannya lagi? "bisik Amelia yang benar-benar tidak ingin ribut di tempat itu karena tugasnya datang ke sekolah itu belajar dengan rajin kemudian menjadi siswa berprestasi dan menikmati juara kelas bukan malah duduk.
Naura yang tidak kunjung menemukan kekasihnya memilih untuk mendekati Amelia dan juga Kamila karena ingin memastikan secara langsung, soalnya kalau bertanya kepada orang lain rasanya sangat tidak mungkin sebab setahunya Arfan itu hanya dapat kepada kedua gadis tersebut Jadi ia sangat yakin mereka pasti tahu di mana Arfan berada saat ini.
" eh gadis kampungan di mana kekasihku saat ini, hanya tinggal jawab saja jangan banyak nyolot! " tanya Naura penasaran sedangkan kamilah Ya jelas saja tidak terima karena bagian mana pada dirinya yang bisa disebut kampungan.
"situ kalau ngomong rasa-rasa dong Memangnya pertanyaannya letak keterangan kami itu di mana, Oh iya satu lagi Memangnya situ pikir kami bodyguard-nya Arfan jadi kemanapun dia pergi kami harus tahu dan juga bisa melaporkan kepada kamu? "tanya kamilah Ketus membuat Naura Ya jelas aja tidak terima ketika ia bertanya bukannya diberikan jawaban malah dimaki balik seperti itu.
__ADS_1