SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Kepergian Bara ke Jogja


__ADS_3

Di Rumah Sakit


Vira dan Bara setengah berlari menuju kamar 304, krek pintu di buka terlihat Ibunya Vira nampak berbaring di tempat tidur disamping tempat tidur ada Vico adik Vira yang menungguinya


"Dek" panggil Vira


"Mba, Ibu jatuh dari kamar mandi mba. untung segera di bawa"


"Ya allah" seru Vira sedih melihat Ibunya sedang tertidur Bara menenangkan Vira


"Mas kita ngobrol di luar yuk" ajak Vico Bara mengangguk mereka pun keluar kamar


"Ibu sepertinya kecapean menjaga anak anak mba Vira Mas" sahut Vico


"Dan juga Ibu terus memikirkan hidupnya Mba Vira, Mas Bara tau kan gimana rapuhnya Mba Vira sejak setahun kemarin?" Bara mengangguk

__ADS_1


"Ibu sama Bapak sedih apa yang terjadi sama Mba Vira, Mba Vira itu masi kehilangan arah hidupnya. Bahkan kayanya mengurus kedua anaknya sendiri belum mampu"


"Lalu apa yang akan kalian lakukan?" tanya Bara ke Vico.


Vico menghela nafas


"Mas Bara suka kan sama Mba Vira?" Ditanya seperti itu Bara kikuk tapi mengangguk


"Memangnya kenapa Co?"


"Mas ngerti maksud Vico, Tapi sabarlah sedikit lagi ya. Mas masih harus mengurus usaha mas di Jogja, Mas mau hidup Kaka kamu bahkan kedua Orangtuamu bisa lebih layak Co, Mas akan berjuang untuk itu. Setelah semua ini berhasil Mas janji akan melamar Kaka kamu, tunggu beberapa bulan lagi ya Co" sela Bara Vico mengangguk


"Ia mas" jawabnya


Hari inipun bukan waktu yang tepat untuk Bara mengungkapkan perasaannya, ternyata bukan hanya ungkapan cinta yang harus Bara persiapkan tetapi juga kehidupan yang layak untuk Vira dan anak anaknya, kalau perlu untuk kedua orangtua Vira juga

__ADS_1


"Mas, mulai besok berangkat ke Jojga ra dan mungkin Mas gak bisa pulang pulang dulu kesini" Bara memulai obrolannya


"Kenapa? katanya bisa pulang seminggu 2kali kesini?"


"Mas menerima kontrak akustik untuk cafe disana dan juga untuk ngurus talent kan butuh waktu juga ra butuh penyesuaian diri, rasanya gak bisa kalo pulang pergi kesini terus" jawab Bara


Vira nampak berfikir


"Vira juga memutuskan untuk berhenti menyanyi dulu mas, Ibu sepertinya kelelahan menjaga anak anak begitu juga Bapak. Walau mereka tak pernah mengeluh tapi Vira merasa bersalah harus memberikan tanggung jawab Vira ke mereka. Harusnya Vira yang mengasuh anak anak Vira sendiri, kuat atau tidak kuat vira harus bisa karena Vira sekarang ini ayah dan ibu untuk anak anak......."


"Vira merasa bersalah setahun kemarin Vira belum bisa mengendalikan diri untuk menerima kenyataan kalo suami Vira udah meninggal" Vira melanjutkan ucapannya Bara menatap Vira


Vira menutup wajah sedihnya


Tunggu ya ra, sebentar lagi gak akan lama ko Aku akan bawa kamu dan anak anak ke Jogja.. Aku akan buatkan rumah yang layak untuk kita. Aku disana akan berjuang keras untuk kamu ra, cinta dalam hidupku, Vira tak pernah aku mencintai wanita seperti aku secinta ini sama kamu.

__ADS_1


Setelah hari itu Bara pamit pada Vira dan kedua orangtua Vira, Ia mencoba peruntungannya di Jogja tempat kelahirannya


__ADS_2