SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Diam


__ADS_3

Feli dan juga Marcel tidak tahu dengan apa yang terjadi kepada Adinda dan juga Arga ini, sebab setelah kembalinya dari dapur kedua manusia itu memilih untuk saling Diam tidak ngomong sama sekali jadi terlihat hanya mengoceh Amelia seorang.


Adinda sebenarnya merasa kesal karena bisa ya ketika Hendak membawa orang tuanya datang ke rumah Arga terlihat sepertinya tidak ingin memberi kabar kepadanya, kejutan sih tidak apa-apa Kalau itu terjadi antara mereka berdua tetapi ini antar orang tua loh masa iya tidak dikasih kabar sedikitpun ya barang tidak dirinya bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin bukan seperti saat ini yang hanya menggunakan daster doang.


Arga sebenarnya tahu bagaimana wajah jutek kekasihnya itu ketika melihat dirinya tetapi menurutnya ya ini adalah tampilan alami yang paling cantik, dirinya tidak ingin ada yang tidak terlalu memaksakan diri agar tampil sempurna di depan orang tuanya cukup seperti begini saja Bisa dibilang sudah membuat dirinya merasa begitu bahagia.


Seli menatap heran ke arah anaknya yang dari tadi selalu saja curi-curi pandang ke arah Adinda, Padahal mereka berdoa tadi dari dapur sama-sama kenapa sekarang sudah kangen-kangenan seperti itu kan terkesannya sangat lebay dan juga tidak tahu malu serta tidak punya tempat.


" Arga, Mama tahu dia memang merupakan calon istrinya kamu tetapi setidaknya jangan terlalu dilihat seperti itulah! Memangnya kamu pikir di sini orang tua doyan dengan daun yang masih muda sedangkan stok seperti mama saja masih banyak, Ayolah jangan lebay seperti itu nanti yang ada Adinda bakalan melempar kamu loh pakai selop yang dia pakai! "ejek Feli membuat Arga menggaruk kepalanya yang tak gatal karena Lagi dan lagi jika berdebat dengan mama ya tidak mungkin dong dirinya menang.


Adinda hanya tersenyum samar Lalu setelah itu menoleh ke arah kedua orang tua dari Arga yang terlihat benar-benar menyayangi anaknya, padahal orang tua kandung dari Amelia saja mengabaikannya begitu saja dari awal kehamilannya pun tidak dianggap apalagi sekarang yang sudah lahir pasti dikiranya hanya akan merepotkan doang.


apalagi kedatangan Rani tadi ke rumah yang mau minta uang karena tidak ikhlas jika Kevin punya anak dengan dirinya, orang tuanya pun mengeluarkan uang bukan dalam jumlah yang sedikit tetapi mereka seperti tidak memikirkan sama sekali hanya demi agar Amelia selalu bersama dengan keluarga ini.


Arga adalah pria yang tidak tahu apapun tentang masalahnya dengan Kevin pun harus rela menanggung semuanya tanda Kamu pria itu bahkan terlihat memang seperti sudah punya anak karena selalu saja momong Amelia ketika mereka pergi keluar.


" Jadi kira-kira kapan kalian nikah? memang tidak bosan ke sana kemari terus tanpa ada ikatan yang jelas, padahal yang kami inginkan adalah kalian menikah lalu setelah itu keluarga kita bersatu dan akhirnya bisa menumpas segala macam kejahatan di dunia ini! "perkataan Feli membuat suaminya hanya menggelengkan kepalanya.


" Astaga Mama memangnya kita keluarga ninja Hitori apa Jadi segala macam kejahatan harus kita yang mengurusnya, jangan lebay gitu deh tanya saja yang pasti pasti saja mereka mau Menikahnya kapan tetapi sebelum itu ngomong dulu dong ke orang tua mereka berdua yang dari tadi hanya bisa-bisik tetangga! ejek Marcel kepada Hendra karena dari tadi itu Entah sudah ngomong apa kepada istrinya sampai-sampai tidak ada niatan atau orang lain mau mendengarkan.


" Ini masalah urusan rumah tangga orang lain kamu terus ikut campur, Soalnya kalian dari tadi juga ngomongnya sama Amelia kami diabaikan ya sudah kita abaikan balik dong! "sahut Hendra tidak mau kalah.

__ADS_1


"ya sudah kita mulai ngomong nih yang serius Dan tolong ya saat aku datang untuk melamar anak kalian baik-baik untuk diberikan kepada anakku kamu jangan ngebantah, Memang sih kita bakalan menjadi besanan tetapi untuk saat ini Tolong jangan bertingkah seperti seseorang yang sikapnya sangat menguji nyali orang lain! " Silvia ingin sekali tertawa karena menurutnya cara sahabat Marcel dan juga Hendra itu sangat aneh masa iya suasana lamaran berubah jadi suasana saling mengancam satu sama lain tetapi Ya intinya ada rasa keraban dan juga ke keluargaan serta mungkin bisa dibilang mereka sudah nyambung memang dari dulu.


"ya jelas di Iyakan saja masa iya dia mau membantah pernikahan anak kita, Memangnya dia mau Kalau Arga bakalan melakukan nekat dengan membawa kabur anak dan cucunya!" ujar Feli membuat Hendra mendengus kesal.


"Memangnya kalian pikir aku bakalan mengizinkan hal itu terjadi, pokoknya kalau sampai anakku dibawa kabur hanya satu intinya yaitu rumah kalian bakalan aku bumi ratakan saat itu juga!" ujar Hendra.


"Ya sudah karena kalian hobinya dari tadi hanya berdebat dan akhirnya permasalahan yang awalnya harus dibahas jadinya molor kemana-mana, maka dari itu biar aku yang ngomong untuk diriku sendiri dan untuk semua orang yang penting intinya ini adalah keputusan terbaik Tolong jangan dibantah apalagi menjawab saat masih ngomong di tengah jalan ! " Adinda akhirnya mengambil langkah yang meskipun sebenarnya tidak sopan tetapi orang tuanya dan juga orang tuanya Arga kalau bercanda tidak akan pernah ada habisnya dan alhasil mereka bakalan duduk menanti di situ tanpa ada kepastian sedikitpun.


Arga menunjukkan kedua jempolnya kepada Adinda pertanda bahwa dirinya setuju juga dengan keputusan yang diambil oleh kekasihnya itu, karena memang mereka juga lama-lama bosan dengan tingkah pasangan suami istri yang ada di hadapan mereka yang setiap kali bercanda itu Terkadang ketika suasana serius pun dibawa bercanda terus.


"Jadi kamu mau kan menikah dengan ku ,Adinda Putri ?" Tanya Arga sungguh sungguh.


"Oh Tentu saja Aku mau soalnya kapan lagi dapatkan perjaka dengan aku yang posisinya sebagai janda anak satu, jadi keputusan kita kan sudah bulat jadi itu orang tua berdua terus yang ngomong lagi deh hanya bikin mumet! "sahut Adinda membuat kedua pasang suami istri itu melongo dengan sikap mereka berdua kok bisa-bisanya ya melakukan lamaran yang sangat nyeleneh seperti itu.


Adinda dan juga Arga menggelengkan kepala di saat yang bersamaan sebab menurutnya itu sangat terlalu berlebihan masa iya pakai kasih bunga segala nanti habis itu belum mau dibuang Kan rugi, Seharusnya kan kasih kata-kata yang benar-benar bakalan membekas di ingatan dan tidak akan pernah dilupakan maka dengan begitu Itu adalah hal yang terpenting di saat seperti begini.


" aku tuh alergi bunga, Aku tak butuh emas yang aku butuhkan Hanyalah Cinta Yang Tulus, Jadi cukup sampai di situ daripada kita baca puisi dari a sampai z alhasil nanti tidak ada satupun yang masuk di dalam otak! "ujar Adinda sampai tersenyum dan suasana yang tadi sebenarnya haru berubah jadinya biasa saja dan juga sangat nyomplak pokoknya rusak parah deh.


" ini sebenarnya bukan suasana lamaran ini sepertinya orang yang lagi pergi demo kemudian responnya aneh-aneh, tapi intinya Ya sudah kalau sudah ada jawaban yang pasti tidak usah mengorek-ngorek lagi daripada kedua manusia ini berubah pikiran! "ujar Silvia lemas soalnya yang ia harapkan dari proses lamaran anaknya itu ada manisnya ada syahdunya kemudian ada gimana gitu tetapi ini terjadinya secara spontanitas tanpa persiapan bisa dibilang bahkan lebih parahnya lagi Adinda dilamar itu sudah menggunakan daster dan dirinya sedang menggunakan piyama'


Arga juga tidak menyangka jika sebenarnya kedatangan ke sini hanya berkunjung karena kebetulan kedua orang tuanya ingin bertemu dengan Amelia, Namun karena sudah seperti begini ya dirinya rasa lebih bagus karena tidak ada yang namanya suasana deg-degan karena Percayalah ketika melamar seseorang di depan orang tuanya langsung itu adalah ujian terberat di dalam hidup.

__ADS_1


" jadi karena semuanya sudah sepakat kira-kira Kapan nih kita melakukan prosesi pernikahan kalian, soalnya tadi seperti yang Mama bilang enggak boleh terlalu lama kalau tidak Nanti lama-lama mama bakalan larang Arga untuk datang ke sini Takutnya nanti menimbulkan fitnah?" tanya Feli penasaran.


Arga jelas saja tidak terima dong ketika dirinya dilarang seperti itu padahal dirinya sudah berjuang dari awal masa sudah seperti begini malah dikekang, lebih baik kayak begini bahasanya kawin lari seperti yang merupakan opsi terbaik Soalnya kalau mengikuti aturan orang tuanya rasa-rasanya sudah sangat bikin kepala pusing belum lagi dengan acara-acara yang lain yang menurutnya sangat tidak sesuai dengan keinginannya dan juga Adinda.


" Ya ampun mama dari tadi keputusan dari orang tuanya Adinda saja belum keluar Loh , Mereka menerima lamaranku atau tidak tetapi kenapa mama malah langsung membahas pernikahan? Kalau seperti begini terkesan kita yang memaksakan diri agar langsung menikah saja, nanti aku yang bakalan disalahkan lagi dan juga anak orang bakalan diambil pulang aku dapat apanya coba? " tanya Arga yang tidak bisa terlalu ambil kesimpulan sebab dari tadi Hendra hanya diam saja ya Meskipun awalnya pria itu sudah Bercanda dengan Marcell Papanya tetapi Biar bagaimanapun ini adalah anaknya orang tidak mungkin dong kita ambil kayak sedang mendiskusikan harga barang.


"Oh jadi saya juga harus jawab ya saya pikir setelah tadi kalian melakukan lamaran singkat ya kami orang tua hanya bisa mengiyakan saja, tapi kalau memang sudah bertanya tentang bagiannya saya sudah saya jawab tidak masalah kalau kalian memang ingin menikah dalam waktu dekat karena memang itu harus sebab tidak baik juga kan kamu kalau harus berkunjung ke sini terus! hanya saja kalau memang kalian masih ingin melakukan pendekatan ya tidak apa-apa juga sih mungkin belum menikahnya sekarang Tapi nanti, kira-kira berapa tahun....


"aduh Maaf om saya potong Bukannya tidak sopan tetapi saya tidak setuju Kalau kami menikah beberapa tahun lagi, soalnya beberapa bulan lagi saja hati saya sudah cenut-cenut takutnya dia diambil orang apalagi kalau sampai menunggu beberapa bulan lagi!" tolak Arga membuat Hendra ingin sekali tertawa karena tadi ia niatnya hanya bercanda doang tidak ada maksud yang serius tetapi kayaknya kedua anak berdua itu sedang Ngebet Kawin buktinya segala sesuatu langsung Mereka potong begitu saja tanpa mau mendengarkan akhir dari perkataan orang tua.


" Nah aku juga setuju sama Arga Kalau kami bakalan menikah dalam minggu depan, Bukankah kalian itu kaya raya masa iya menikahkan anak dalam waktu tempo dan sesingkat-singkatnya saja tidak bisa? "kali ini Adinda yang terkesan memaksa membuat semua orang tertawa dan juga merasa bahwa Sebenarnya sebuah keluarga ya seperti begini tidak ada yang disembunyikan tidak ada yang menjaga image apalagi pura-pura Baik nanti setelah itu bakalan menunjukkan taringnya.


"oke baiklah kalau begitu sudah diputuskan kalau kalian akan menikah minggu depan, Tenang saja segala sesuatu Urusannya Mama sama Feli yang bakal mengaturnya tetapi Intinya kalau sudah sesuai dengan keinginan kami jangan coba-coba ya kalian merubahnya lagi! "Silvia sengaja memberikan ultimatum seperti itu karena ia paling tahu bagaimana sikap anaknya ketika apa yang ia inginkan benar-benar tidak terjadi.


Adinda mengerucutkan bibirnya pertanda tidak terima sebab kebiasaan mamanya ya seperti itu ketika sudah mengatur sesuatu maka mutlak itu harus mengambil sesuai dengan keinginannya, pertanyaannya yang mau menikah di sini itu siapa Kenapa bukan kata-kata mereka yang didengarkan malah perkataan dari orang lain ya meskipun itu orang tua mereka sekalipun.


" tidak bisa seperti itu dong sedikit-sedikit harus mendengarkan saran dari kami lah Ma, masa iya kami duduk di pelaminan tetapi merasa tidak nyaman karena dekornya tidak sesuai dan juga kebiasaan Mama kan pasti sukanya yang klasik padahal aku tidak suka kalau aku tuh pengennya yang kerajaan gitu! "tolak Adinda tidak terima kalau segala sesuatunya harus diatur oleh Silvia maka habislah sesuai dengan keinginan wanita baru bayar itu dan keinginan dirinya tidak akan terpenuhi sedikitpun.


pertemuan yang awalnya hanya silaturahmi biasa ingin saling mengunjungi satu sama lain karena selama ini terlalu sibuk jadi tidak sempat, kini berubah jadi membahas yang namanya pernikahan memang benar-benar auto Sultan ketika suasananya dijadikan dadakan pun sepertinya tidak ada yang merasa keberatan sedikitpun.


Kevin yang mendengar dari ibunya kalau dirinya sudah menjadi seorang ayah Entah mengapa tiba-tiba menjadi sangat pemurung, niatnya untuk kembali ke tanah air sudah semakin besar bahkan sekolahnya di sana pun ia sudah seperti uring-uringan tidak jelas.

__ADS_1


Ia tidak percaya jika di usianya yang seperti begini ternyata sudah menjadi seorang ayah yang meskipun dirinya sangat sadar kata predikat sebagai seorang ayah itu sebenarnya tidak pantas untuknya, karena dari awal Ya sudah mencela kemudian menghina bahwa anak yang dalam kandungannya Adinda itu bukanlah anaknya.


masih dalam ingatannya begitu jelas ketika bertemu dengan Adinda di bandara dan wanita itu sepertinya memang sudah melupakannya bahkan mungkin rasa kecewanya itu yang membuat begitu cepat melupakan kenangan mereka berdua, dan hal itulah yang membuat Kevin benar-benar merasa bersalah tidak seperti rasa bersalahnya ketika meninggalkan Anita dulu.


__ADS_2