SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Marah


__ADS_3

Rossa jelas saja tidak terima ketika ada anak kecil yang berani datang dan memarahi dirinya seperti itu, sedangkan orang lain saja tidak berani mengatakan seperti itu apalagi berani membentak serta mengusir dirinya secara halus.


Dafa tidak merasa takut ketika mendapat tatapan tajam seperti itu sebab menurutnya Rossa itu kan hanya manusia biasa Untuk apa coba dirinya berpikir atau merasa takut, kecuali setiap kali dia melihat orang dan orang itu langsung mati mendadak Nah itu dia permasalahannya Tetapi kalau misalnya biasa saja seperti ini rasa-rasanya untuk apa juga terlihat seperti pria ini yang tidak berguna alhasil membuat mamanya harus diinjak-injak seperti itu.


" Jadi ceritanya kamu berani mengusir saya sekarang bersikap seolah-olah kamu itu adalah anak yang paling keren dan juga pantas untuk saya takuti, Coba kamu lihat apa tampang saya merasa takut ketika mendengar apa yang kamu katakan itu atau mungkin sekarang Saya sedang menangis karena merasa tidak terima dibentak? " tanya Rossa dengan tatapan sinisnya membuat Daffa mengepalkan tangannya menahan emosi sedangkan Kevin memilih untuk biasa saja sebab Bukankah perdebatan antara nenek dan juga cucu itu merupakan hal yang belum pernah sering terjadi Jadi kalau misalnya dirinya hanya orang asing untuk apa harus ikut campur dengan permasalahan mereka?


Firman sedikit pun tidak menatap ke arah anaknya itu karena ia juga sepertinya enggan untuk bertegur sapa sebab kesalahan yang masa lalu ia lakukan pun belum ada penyelesaian diantara mereka berdua, Jadi kalau misalnya sekarang berpura baik-baik saja rasa-rasanya sudah sangat keterlaluan dan bisa dibilang ia sepertinya orang yang tidak sadar diri.


" Apakah Nyonya pikir saya takut dengan ancaman barusan dan merasa kalau saya ini merupakan pria yang janin sampai-sampai tidak bisa melawan tanpa, mama saya itu hidup sendirian tidak ada yang mendampingi ataupun menganggap sebagai seorang anak Jadi untuk apa Saya peduli dengan urusan orang lain? " Daffa benar-benar sudah sangat kesal maka dari itu yang memilih untuk mengungkapkan perasaan hatinya ketika diperlakukan sangat buruk oleh Rosa seperti tadi.


Rossa membulatkan matanya sempurna karena bisa-bisanya dapat mengatakan hal itu kepadanya, seolah-olah dirinya ini anak kecil yang pantas untuk diajak berdebat atau mungkin dirinya ini merupakan seseorang yang tidak berguna sampai-sampai anak sekecil itu berani membantah apa yang ia katakan?


" Kamu ini sebenarnya diajar sama siapa sih menjadi anak yang kurang ajar sampai-sampai tidak menghargai orang yang lebih tua, Awas aja kalau sampai kamu melakukan hal ini sekali lagi maka saya akan membuat perhitungan dengan kamu! " tegas Rossa Yang benar-benar merasa gemas bahkan saat ini sepertinya kesabarannya itu sudah mulai menipis akibat melihat Daffa yang malah mencibir dirinya.


" Ya ampun mama, bisa tidak jangan ribut di sini sekarang apa tidak sadar kalau saat ini Anita sedang tidak baik-baik saja? nanti kalau misalnya kita diusir karena keributan kalian ya percuma dong kita datang ke tempat ini, Ayolah kamu juga setidaknya hargai orang yang lebih tua dan juga jangan berbuat keributan yang akhirnya hanya akan membuat kita malu dan merasa juga seperti orang yang tidak punya pendidikan sama sekali? "bujuk Firman sambil menatap ke arah Dafa karena dirinya juga sebenarnya tidak ada niatan untuk memarahi pemuda itu Namun karena sikapnya yang terlalu keras akhirnya membuat Jerman mau tidak mau mengeluarkan kata-kata seperti itu yang maksudnya agar nantinya Daffa bisa berhenti bersikap konyol.

__ADS_1


" tidak perlu mengajar anakku seperti itu karena dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan dan juga tidak perlu mengatakan hal ini itu seolah-olah kamu adalah orang yang paling peduli dengan manusia yang lain, sekali lagi kamu mengajarinya seperti itu maka jangan harap kamu bakalan bisa berbicara lagi sampai kapanpun karena aku tidak akan pernah menerimanya!" tegas Kevin menolak semua perkataan yang dilontarkan oleh Firman tadi sebab menurutnya pria itu sangat tidak pantas untuk memberikan nasihat kepada orang lain Sebab hidupnya saja sedang tidak benar satu.


Firman mengepalkan tangannya menahan emosi karena bisa-bisanya Kevin menjawab apa yang ia katakan itu seolah-olah tidak menghargainya sama sekali, padahal tidak tahukah pria itu kalau sebenarnya dirinya merupakan Papa kandungnya yang harusnya dihargai bukan malah diperlakukan layaknya orang asing.


Kevin tidak suka dengan Tatapan yang diberikan oleh Firman untuknya itu, maka dari itu ia memilih untuk menatap balik pria tersebut dan juga untuk memastikan kenapa sampai menatapnya seperti itu seolah-olah dirinya ini adalah manusia yang paling tidak penting.


" Jangan menatapku seperti itu atau aku tidak bakalan segan-segan membuat perhitungan denganmu, kita bukan siapa-siapa dan juga tidak pernah saling mengenal sebelumnya Jadi untuk apa kamu menatapku seperti kita pernah bertemu? "sinis Kevin sambil tersenyum mengejek membuat Firman memilih untuk menatap ke arah lain sedangkan Rosa merasa tidak terima ketika suaminya diperlakukan seperti itu.


Rossa mendekati Kevin lalu memberikan tatapan tajam ke arah pria itu karena menurutnya Jangan coba-coba memperlakukan suaminya tidak sopan karena yang hanya boleh melakukannya hanya dirinya sendiri, sedangkan Anita saja tidak boleh berbicara apapun karena menurutnya orang-orang di rumah itu harus mutlak mendengar apapun yang ia katakan karena Biar bagaimanapun dirinya yang selama ini mencari nafkah dan memberi mereka makan.


" kamu berani sama saya dan kamu pikir saya takut gitu ketika menghadapi Apa yang kamu katakan ini , sadar umur nyonya sebab orang yang lebih mudah saja tidak berani melawan saya masa iya Anda berani? Memangnya Berapa banyak uang yang sudah anda keluarkan untuk kehidupan saya sampai-sampai bisa mengatur semua apa yang harus saya katakan dan juga apa yang harus saya kerjakan selama hidup, dan satu lagi harusnya anda malu ketika bertemu dengan Daffa karena apa dia itu sebenarnya bukan siapa-siapa saya dan tidak memiliki hubungan sama sekali namun Kenapa dia merasa lebih nyaman karena orang yang selama ini mengerti dan memiliki kasih sayang serta menghargai apa yang namanya Keluarga itu adalah hidup bersama dengan saya dan juga Ibu saya yang merupakan wanita paling kuat di jagat raya ini, "tegas Kevin membuat Firman menarik pria itu sebab menurutnya sudah sangat kurang ajar karena bisa-bisanya ya memarahi istrinya seperti itu layaknya anak kecil yang pantas diperlakukan sangat tidak baik.


"Saya dari tadi mencoba untuk bersikap sabar jadi jangan coba-coba kamu menguji kesabaran saya atau kalau tidak kamu benar-benar akan menyesalinya, Apakah kamu tidak tahu kalau Sebenarnya kamu itu tidak akan pernah lahir ke dunia ini tanpa saya dan juga asal kamu tahu daerah yang mengalir dalam darah kamu itu adalah miliknya saya! "tegas firman Yang sepertinya Tengah mempermalukan dirinya sendiri karena harusnya sadar jika memang merasa Kevin adalah anaknya kenapa selama ini tidak pernah memberikan nafkah atau sekedar mengakui Kalau pria itu memang merupakan anak kandungnya.


"sepertinya ada hal yang harus kita luruskan di sini, kalau Sebenarnya Anda itu adalah orang yang tidak tahu diri kok bisa-bisanya ya mengatakan bahwa saya tidak akan pernah lahir tanpa Anda Memangnya apa sih kontribusi yang anda berikan ? oh sekarang sedang memperhitungkan santan kental yang disumbangkan itu, Ya sudah saya bisa mengganti kok dengan darah yang lebih baru Bila perlu saya membuang darah yang lama karena memang tidak Sudi memiliki keturunan yang seperti itu yang hobinya hanya mengubah janji tetapi sebenarnya tidak pernah menepatinya, "tegas Kevin membuat Firman benar-benar malu apalagi saat ini Daffa Tengah tertawa mengejek ke arahnya dan juga merasa bahwa kakinya itu adalah orang yang sangat tidak tahu malu karena bisa-bisa hanya membicarakan hal yang sangat tidak masuk akal.

__ADS_1


" Papa, sepertinya cocok loh papa menjadi tukang marah-marah seperti itu soalnya sih dari tadi saya merasa udara di sini sedikit tidak nyaman mungkin karena penyebab polusinya ada di sekitar sini ya? "Dafa sengaja memancing emosi pasangan suami istri itu agar maksudnya mereka segera pergi Biar pikiran mereka bisa tenang dan lebih fokus dengan kondisinya Anita.


" maaf dengan keluarga pasien Apakah sudah bisa menandatangani berkas persetujuan operasinya Nyonya Anita, karena Takutnya nanti bakalan terlambat di tangani dan sel kanker itu akan menyebar kemana-mana? "suster dari tadi sebenarnya Tengah menunggu keluarga pasien untuk datang tetapi lihatlah sekarang mereka malah bertengkar hebat seolah-olah di dalam sana itu ada seseorang yang tengah tertidur mimpi indah bukan orang yang mau mati sebentar lagi.


" Ah iya suster nanti saya sama bapak akan menyusul ke sana silakan lebih dulu saja, karena kami harus berunding dulu takutnya nanti mungkin berbeda pendapat atau bagaimana begitu! sahut Daffa Lalu setelah Suster itu pergi dirinya langsung menarik tangan Papanya agar segera ikut karena tidak bisa menunggu lama lagi takutnya nanti Anita bakalan lewat.


Kevin menepis tangan Daffa sebab dirinya bukan anak kecil dan kalau memang putranya itu mau menandatangani berkas tersebut ya malah lebih bagus, Soalnya takutnya nanti Saat Anita sadar bakalan merasa begitu bahagia karena merasa bahwa dirinya masih memperhatikannya terbukti dengan rela menandatangani berkas operasi yang dibutuhkan.


" kamu kalau mau masuk ke dalam Silakan masuk saja biar apa-apa tunggu di luar karena takutnya jangan sampai itu manusia setan yang di depan ruangan ICU malah masuk dan melakukan hal yang tidak tidak, pokoknya kamu tenang saja papa akan mendukung Setiap keputusan kamu tanpa terkecuali karena Papa yakin kamu merupakan pria yang dewasa dalam berpikir dan juga dalam bersikap! "ujar Kevin membuat Daffa tersenyum karena sebenarnya dirinya tahu kalau Papanya Itu enggan memberikan perhatian kepada mamanya mungkin karena gengsi atau memang tidak mau sama sekali.


" Permisi dokter saya merupakan keluarga dari pasien dan satu-satunya anak yang dia miliki karena kebetulan Papa saya sedang pergi melaut dan kakek nenek saya sedang pergi berbulan madu jadinya hanya saya yang bisa mengambil keputusan, Kalau boleh tahu di mana berkasnya ya supaya Maksudnya saya cepat tanda tangan agar kalian bisa segera bergerak? "tawar Dafa membuat dokter tersebut dia tidak banyak berbicara soalnya bingung.


" ngapain kamu masih di sini Bukannya kamu itu begitu tergila-gila dengan anak saya sampai-sampai membuat otaknya isinya error semua dengan sesuatu yang sangat tidak jelas, Kamu itu memang anak dari perempuan yang tidak berguna yang bisa-bisanya hanya membuat hidup orang lain menjadi celaka! " sarkas Rosa yang terlihat begitu membenci Kevin mungkin karena ada Firman di situ dan dirinya takut sama suami malah memberikan perhatian berlebihan kepada pria itu dan nantinya pasti dirinya akan dicampakkan Padahal dari tadi Firman memilih tidak peduli.


Kevin sebenarnya tidak ingin menyimpan dendam ini namun yang tidak ia sukai karena Firman tidak pernah mengakui kesalahannya Dan juga mungkin menemui ibunya serta dirinya sekedar meminta maaf atas kesalahannya, namun lebih memilih untuk takut kepada istrinya yang menurutnya sangat keterlaluan seolah-olah membenci Kevin jika selama ini uang yang dihasilkan oleh Firman itu hanya diberikan untuk dirinya dan juga Rani jadi Rossa tidak mendapatkan apapun.

__ADS_1


" Maaf kalian itu manusia yang tidak berguna dan saya juga tidak pernah ada niatan untuk menyambung silaturahmi sebab menurut saya hanya membuang-buang tenaga, Jadi kalau misalnya situ khawatir Takutnya nanti mungkin akan mengambil suaminya maka saya tegaskan di sini lebih baik hidup seperti ini daripada nantinya hanya akan mengundang sebuah masalah yang tidak jelas! "tegas Kevin karena biarlah dirinya seperti ini yang penting intinya hatinya Tetap tenang dan juga segala sesuatu dalam hidupnya menjadi sedikit nyaman tidak perlu harus terpuruk yang penting selalu sehat dan bisa bertemu Adinda dan ingin mencari tahu kira-kira sebenarnya gadis yang bersekolah bersama dengan Daffa itu anaknya siapa Kalau mungkin anaknya maka ia begitu bersyukur ternyata Adinda sangat menjaga Amelia dengan begitu baik mencurahkan kasih sayangnya tanpa kekurangan sedikitpun dan juga menjadi orang tua yang sangat adil begitu pula dengan Arga yang merupakan pria berhati mulia yang mau menerima istrinya dengan masa lalunya seperti itu.


__ADS_2