
orang tua Adinda tidak bisa banyak berbicara lagi ketika mendengar penolakan yang dilakukan oleh anak mereka itu, Meskipun mereka sudah membujuknya berulang kali tetapi sepertinya pemikiran dan juga keteguhan hati Adinda tidak tergoyahkan sama sekali.
padahal yang mereka inginkan agar Adinda menyesali kesalahan yang pernah ia lakukan dulu lalu berusaha memperbaikinya, Ya setidaknya dengan cara menerima anak yang hadir dalam kandungannya saat ini untuk menebus semua dosa yang pernah ia lakukan.
akan tetapi sepertinya itu semua tidak mungkin sama sekali, sebab anak mereka itu mau dibujuk dengan cara apapun tidak akan pernah mau mendengarkannya dan lebih parahnya lagi terkesan seperti tidak ingin dinasehati untuk saat ini.
"sebenarnya tidak ada yang salah dengan pemikiran kamu itu karena memang merupakan hak dan kewajiban kamu untuk mengambil langkah terbaik di dalam hidup, hanya saja yang membuat Mama kepikiran kamu kan sudah salah dari awal Kenapa setelah terjadi hal seperti begini Kamu bukannya menyadari kesalahan yang sudah kamu lakukan malah berbuat seolah-olah kamu di sini itu menjadi korban! Apa susahnya sih menjadi orang yang lebih peka dengan keadaan sekitar dan juga lebih dewasa dalam menyikapi sebuah masalah, Tidak perlu harus pakai emosi segala kemudian mengedepankan Ego kamu yang terlalu tinggi seperti itu dan malah menyalahkan orang lain atas apa yang sudah kamu lakukan! "setelah mengatakan hal itu Silvia pun menghentikan semua pembahasan yang terjadi karena menurutnya sekali orang tersebut menolak dan tetap membentengi pemikiran ya maka dia tidak akan berubah pikiran meskipun negara api menyerang sekalipun.
__ADS_1
"mau apapun itu bila perlu nyawa aku sudah mau melayang pun aku tetap tidak akan pernah berubah pikiran apalagi mau menerima yang dari awal sudah aku tolak kehadirannya, hidupku tetap ada prinsip tidak ada yang namanya plin-plan atau berubah pikiran di saat yang tidak tepat karena itu sama saja mempermalukan diri sendiri! "jelas Adinda.
Silvia sudah tidak ingin membantah apapun yang dikatakan oleh anaknya itu karena sama saja bohong tetap hasil akhir bakalan salah lagi, kalau memang Adinda berpegang teguh pada pendiriannya Ya sudah biarkan saja suatu saat juga pasti bakalan sadar kalau apa yang ia pikirkan sebenarnya merupakan hal yang sangat salah Dan juga tidak pantas sama sekali.
Hendra memilih tidak merespon apa yang dicakapkan oleh anak dan juga istrinya karena itu merupakan pembicaraan antar sesama wanita, kalau nanti mereka berdebat ataupun bertengkar barulah dirinya yang bakalan turun tangan tetapi kalau sekarang masih bisa di handle oleh Silvia dia tidak ada salahnya kan kalau membiarkan istrinya mengeluarkan semua unek-unek yang tengah ia rasakan.
Adinda segera menyeret kopernya pergi meninggalkan mereka semua toh menurutnya Ini semua adalah perjalanan milik kedua orang tuanya dan dirinya hanya mengikutinya saja jadi kalau sekarang ia bertingkah nyeleneh rasanya sangat tidak masuk akal, kalaupun misalnya mereka sudah merasa tidak nyaman dengan kehadirannya ya tinggal ngomong saja biar Adinda sadar diri dan memilih untuk pergi dari kehidupan kedua orang tuanya yang jelas-jelas mempunyai nama yang besar di negara ini.
__ADS_1
berbeda dengan Adinda kini Apa yang dilakukan oleh Arga itu sebenarnya sangat jauh dari ekspektasi dan juga membuat orang-orang di sekitarnya merasa tercengang, Bagaimana tidak keputusan pria itu sangat tidak masuk akal kok bisa-bisanya memilih meninggalkan kuliahnya dibandingkan ikut mengurus perusahaan orang tuanya yang berada di negara antah berantah.
"Kalau menurut saya nih lebih baik Mas Arganya tetap berada di bumi saja di atas tanah Soalnya kalau berada di sini ya percuma, memangnya siapa sih yang bakalan melirik Mas Arga yang gantengnya sempurna? apalagi di sini semuanya pada merek yang sama semua tidak ada yang berbeda sedikitpun, karena ini sebenarnya Sangat disayangkan seharusnya sekarang sudah menikah dan mendapatkan jodoh bukan malah datang kemudian ingin bermasra-mesraan dengan hiu ganas! "ujar salah satu pegawainya harga yang terlihat begitu humble dan juga Balance ketika bercanda membuat dirinya begitu nyaman dan rasa seperti di rumah sendiri dan juga berpikir bahwa tempat yang berada di tengah lautan tanpa pada kehidupan itu terlihat begitu nyaman seperti berada di rumah sendiri.
"ya menurutku tidak ada salahnya kan kalau sekarang pergi dulu puas-puaskan masa muda nanti kalau sudah punya istri jangankan ke depan orang pergi ke toilet saja selalu ditegur katanya harus selalu berdua, maka dari itu karena sekarang masih sendiri mau keliling dunia pun tidak masalah kemudian mau kerjaannya tidur Kemudian menghabiskan uangnya orang tua pun sepertinya tidak masalah sama sekali! "sahut Arga yang terlihat begitu santai seolah-olah apa yang dikatakan oleh para pegawai Papanya itu merupakan sesuatu hal yang biasa saja tidak perlu harus diambil pusing soalnya jangan sampai memang mereka niatnya hanya bercanda saja.
"tapi saya sarankan kalau bisa jangan kelamaan berada di sini nanti saat kembali ke atas daratan bakalan lupa untuk bergaul, kalau seperti kami sih tidak masalah Soalnya di rumah anak dan istri sudah menunggu Tetapi kalau kayak mas Arganya rasa-rasanya sudah sangat berlebihan dan juga terlihat begitu kaku!"sambung pegawai tersebut lagi membuat suasana di situ terlihat lebih akrab tidak ada kecanduan yang terjadi karena Arga memang sengaja melakukan hal itu sebab Biar bagaimanapun nanti merekalah yang bakal menemaninya siang dan malam jadi kalau ia bersifat kasar dan juga tidak menghargai orang lain bisa dipastikan otomatis besok lusa ia tidak akan pernah mendapatkan bantuan Walau secuil saja.
__ADS_1
"kira-kira pacar Mas Arga di daratan marah tidak ya kalau ikutan datang bekerja di sini? Soalnya kami tidak Sampai hati loh kalau harus pulang sekarang juga, apalagi perjuangannya untuk datang ke tempat ini itu benar-benar menguras kantong dan juga emosi karena harus mengalami transit berkali-kali? "tanya pegawai itu lagi membuat harga menggelengkan kepalanya karena memang ia tidak punya hubungan spesial dengan orang lain kecuali pdkt-nya dengan Adinda berjalan lancar tetapi sepertinya itu sangat jauh dari kata kemungkinan sebab lebih kebanyakan mustahil.