
semua berjalan sesuai dengan rencana yang diinginkan oleh Silvia dan juga Hendra yaitu urusan pria tersebut di Jerman tidak menemukan kendala sedikitpun, hanya saja mereka sengaja menunda kepulangan ke tanah air karena ingin agar Adinda melahirkan saja di negara tersebut karena mengingat kebiasaan orang-orang di tanah air yang akan menggosipkan segala sesuatunya ketika melihat sebuah keganjilan.
Adinda secara perlahan sudah mulai menerima kehadiran anak di dalam kandungannya itu bahkan terlihat wanita itu sekarang sedang fokus menyiapkan segala macam keperluannya untuk melahirkan nanti, dirinya merasa biasa saja ketika nanti melahirkan tanpa ditemani oleh seorang suami sebab Memang dari awal Ya seperti begitulah keadaannya.
Adinda tidak pernah mengeluh ketika kehamilannya itu tidak diterima oleh siapapun karena baginya ketika kedua orang tuanya tidak pernah mempermasalahkan keadaannya Sepertinya itu sudah lebih dari cukup, sebab Memang dari awal Kevin tidak berminat untuk bertanggung jawab dan dirinya juga bukanlah seorang pengemis yang mau saja meminta-minta kepada orang yang memang tidak punya hati nurani sama sekali.
seperti pagi ini yang merupakan jadwal Adinda pergi mengecek kandungannya terlihat Wanita itu sangat antusias menyiapkan segala sesuatunya, padahal sebelumnya Silvia harus bekerja keras untuk membuat anaknya itu sadar kalau sebenarnya bayi yang dalam perutnya itu benar-benar tidak punya salah sama sekali dan juga tidak pantas untuk diabaikan oleh orang tua kandungnya.
hanya saja bersyukur karena semuanya belum terlambat dan juga kondisi bayi yang dikandung oleh Adinda masih bisa untuk diberikan penanganan serius agar kondisinya bisa kembali normal seperti bayi-bayi pada umumnya.
"kamu hari ini ada jadwal cek kandungan Ya seperti biasanya, apa mau mama temani daripada kamu sendirian di sana dan takutnya jangan sampai antrinya mengerikan seperti biasanya? "tanya Silvi memastikan karena dirinya tidak tega udah melepaskan anaknya itu pergi sendirian untuk memeriksakan keadaan bayi di dalam kandungannya sebab hari ini memang benar-benar dirinya tidak bisa menemani Adinda pergi ke manapun.
__ADS_1
Adinda tersenyum ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Mamanya itu sebab orang tua manapun pasti akan cemas ketika melepaskan anaknya sendirian ketika selama ini mereka selalu menemaninya Kemanapun.
"aku itu bukan anak kecil lagi mah yang kemana-mana harus selalu kalian temani, aku bisa kok jaga diri yang penting intinya kalian tetap percaya dan juga tidak merasa cemas secara berlebihan! aku ini merupakan calon ibu yang seharusnya bisa mengurus diri sendiri karena nanti ada anak yang harus aku urus, Lagian aku kan diantar sama sopir habis itu sampai di sana langsung mengantri jadi ya Otomatis tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah kan?" tanya Adinda sambil tersenyum karena sebenarnya dirinya juga merasa bersyukur ketika diberikan perhatian secara berlebih seperti itu.
Percayalah hati seorang ibu itu sangat tidak tenang ketika membiarkan anaknya sendirian di rumah, ya Meskipun bisa dibilang kalau Adinda itu bukan merupakan anak kecil lagi tetapi mau bagaimana lagi ketika Silvia sudah terbiasa mengurus anaknya itu ke manapun dan juga di manapun ia berada.
"Iya Mama tahu kamu bukan anak kecil lagi hanya saja masuk akal kan kalau mama merasa cemas memikirkan keadaan kamu, sebab selama ini kan kamu kalau mau pergi ke manapun pasti Mama yang bakalan temani kamu bukan orang lain Jadi pastinya Kalau merasa cemas Ya tentu saja ada." jelas Silvia sambil menghisap bahu anaknya itu secara perlahan.
Tin tin tin
Bunyi klakson mobil dari depan membuat Adinda dan juga Silvia saling Pandang karena mereka merasa tidak pernah memesan mobil online, tetapi daripada terus-terusan mau rasa ingin tahu maka lebih baik mereka Langsung mematikan keberadaan Siapakah itu.
__ADS_1
Sesampainya di sana terlihat Devon Tengah berbincang dengan Hendra yang kebetulan hari ini Sedikit santai, pria paruh baya itu bahkan menimpali yang dikatakan Devon begitu bersemangat karena jarang-jarang bisa mengobrol hal penting lainnya selain dari pembahasan tentang pekerjaan mereka.
"Pagi Tante dan juga pagi Bumil yang selalu cantik dan juga menggemaskan, bagaimana hari ini aku siap aku temani jalan karena Kebetulan lagi tidak ada pekerjaan penting! "tawar Devon membuat Adinda mengerikan keningnya karena dari awal ia tidak pernah memberi kabar kepada pria tersebut Kalau hari ini merupakan jadwalnya untuk melakukan kunjungan bertemu dengan Dokter kandungan yang selama ini menangani dirinya yaitu Olivia yang merupakan Mamanya Devon.
"Sejak kapan aku meminta kamu untuk pergi bersama-sama denganku ke sana, kalau memang kamu punya pekerjaan di luar ya lakukan saja tidak perlu harus menungguku segala kan? Jadi orang kok aneh sekali sih seperti kamu itu merupakan suamiku dan alhasil Semua orang pasti berpikiran ke arah sana, jadi orang itu jangan terlalu melakukan sesuatu secara berlebihan karena nantinya kamu juga yang bakalan menyesal! " Adinda tidak suka ketika Devon yang selalu saja ikut campur dengan urusan pribadinya.
"ya Aku tidak perlu harus meminta kamu menelponku dulu kan karena itu sama saja mengharapkan sesuatu yang tidak akan pernah terjadi sama sekali, jadi seharusnya kamu berterima kasih karena tidak perlu capek-capek mencari takut karena aku sendiri yang datang dan menawarkan tumpangan! "ujar Devon sambil menaik turunkan alisnya.
Silvia dan juga Hendra hanya menggelengkan kepala ketika melihat interaksi antara kedua orang tersebut, jika satunya terlihat begitu agresif berbeda dengan Adinda yang sangat tidak suka jika Devon hanya menghambat gerakannya di luar Nanti.
"sepertinya tidak ada yang salah kalau kamu ikut saja dengan Devon soalnya kasihan dia sudah capek-capek datang ke sini tetapi kamu malah membiarkan dia pulang dengan tidak melakukan apa-apa, dan juga tidak masalah karena kita juga sudah mengenal Devon dengan baik kalau sampai dia melakukan hal yang tidak tidak kepada kamu ya tinggal menelepon orang tuanya atau perlu langsung ke polisi saja kan langsung beres! "Silvia sepertinya sedikit merasa tenang ketika tahu bahwa nantinya telepon bakalan menemani putrinya itu maka dengan begitu mungkin urusannya bisa lebih sedikit lambat dan juga dipersiapkan baik-baik.
__ADS_1
Adinda mencebikan bibirnya karena tidak suka orang tuanya itu selalu saja membela Devon apapun dan juga kapanpun, padahal dirinya saja sangat tidak suka dengan tingkat keagresifan dari pria tersebut.