SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Bertemu


__ADS_3

Silvia dan juga Hendra mau tidak mau harus meninggalkan pertemuan yang terjadi di kantor, karena Hendra tidak mungkin fokus bekerja jika melihat istrinya sepertinya sedang gelisah memikirkan sesuatu hal yang sampai saat ini tidak pernah IA katakan.


Silvia saat ini sedang ada merasakan perasaan yang begitu tidak nyaman sepertinya bakalan terjadi sesuatu hal tetapi di mana dan juga dengan Siapa dirinya masih bingung, karena saat pergi dari rumah Adinda dan juga Amelia dalam keadaan baik-baik saja dan juga tidak mungkin dirinya harus menghubungi Arga terus-menerus untuk pergi mengecek keadaan anak dan cucunya di rumah.


sebenarnya sangat wajar ketika orang tua mencemaskan keadaan anaknya seperti yang terjadi kepada Silvia saat ini, karena Biar bagaimanapun kekhawatiran itu memang tidak akan pernah hilang selama Adinda dan juga Amelia belum ada seseorang yang benar-benar menjaga mereka dengan begitu baik.


Hendra sebenarnya sadar dengan keresahan yang dialami oleh istrinya saat ini hanya saja kalau memang Silvia belum ada niatan untuk berbicara ya tidak mungkin dong ia memaksakan diri, akan tetapi kalau diam saja sepertinya bakalan tetap begini terus tidak ada kejelasan sama sekali dan mungkin nantinya ia sendiri yang bakal mencari tahu.


"Mama baik-baik saja kan, kalau misalnya ada apa-apa ya sudah tinggal ngomong saja? daripada nanti dipikir sendiri terus tidak tahu jalan keluarnya seperti apa, pertanyaannya Siapa yang bakalan bisa membuat pikiran Mama lebih tenang kalau hanya diam seperti itu? "tawar Hendra kepada istrinya itu ya Meskipun terkesan seperti memaksa Tetapi kalau sebagai seorang suami ia tidak terlalu peka dengan keadaan sekelilingnya ya sama saja.


Silvia hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan karena sebenarnya dirinya juga bingung ngomongnya dari mana, hanya saja Intinya kalau ditanya Apakah perasaannya baik-baik saja maka jawabannya Tentu saja tidak.


Akan tetapi ketika terus menerus tidak bisa menyelesaikan masalah sepertinya juga sangat tidak baik, bergantung hidup kepada orang lain ya memang itu sikapnya manusia karena dirinya sebagai makhluk sosial Tetapi kalau terus-menerus juga rasanya sepertinya tidak bisa mengandalkan diri sendiri.


"Mama baik-baik saja mungkin hanya Perasaan Papa saja merasa terlalu berlebihan, nanti kalau misalnya ada yang tidak beres pasti bakalan disampaikan tetapi untuk saat ini ya biarkan saja seperti ini dulu! "Silvia terpaksa harus berkilah seperti itu daripada nantinya pembahasan karena daripada nantinya pembahasannya bakalan meluber kemana-mana.


Hendra sepertinya tidak suka dengan kelakuan istrinya itu sebab menurutnya diam untuk menyembunyikan masalah itu kegunaannya di mana, Bukankah Kalau ada masalah itu lebih baik dibicarakan secara langsung agar jangan berlarut-larut dan mungkin bisa menemukan solusi yang terbaik.


Manusia itu terkadang egois merasa diri paling bisa untuk menyelesaikan segala-galanya, tetapi tanpa dia sadari terkadang pemikirannya itu bisa menimbulkan masalah baru yang akan merugikan orang-orang di sekitarnya.


"Bukan seperti itu juga sih hanya saja tadi itu mencoba untuk maksudnya agar kamu bisa berbagi sesuatu yang menjadi beban pikiran kamu saat ini, soalnya kamu tahu sendiri kan kalau tadi kita rela meninggalkan pertemuan dengan perkalian hanya untuk membuat kamu merasa nyaman akan tetapi kalau hasil akhirnya respon kamu seperti begini rasanya sangat percuma, "protes handle yang jelas saja tidak terima kalau istrinya itu sepertinya tidak menghargai perhatian yang diberikan kalau seperti begini lebih baik tidak usah berumah tangga sekalian.


Silvia itu berada di posisi yang serba salah karena kalau misalnya ia jujur sepertinya nanti orang bakalan berpikir terlalu berlebihan, akan tetapi kalau misalnya diam saja rasanya juga sangat menyiksa pikiran karena tidak tahu jalan keluarnya harus seperti apa.

__ADS_1


"Mama itu sebenarnya kepikiran sama Adinda dan juga Amelia yang ada di rumah karena selama ini kan kita tidak pernah meninggalkan mereka sedikitpun, dan juga Arga biasanya ada dan juga menjaga mereka berdua tapi sekarang kita semua itu perginya mereka berdua saja loh yang ada di rumah! Jadi kalau misalnya saat kita dalam keadaan baik-baik saja pertanyaannya Apakah mereka juga dalam keadaan baik-baik saja, ya Meskipun masuk akal juga sih mereka berdua kan sekarang ada di rumah kemudian ada satpam juga yang menjaga ada asisten rumah tangga juga yang mengurus tetapi tetap saja perasaan seorang ibu yang tetap tidak tenang merasa seperti ada yang kurang gitu, " terang Silvia yang berharap agar suaminya itu lebih paham dan juga tidak mencurigai hal-hal yang bukan bukan.


Hendra akhirnya paham apa yang menjadi beban pikiran istrinya itu saat berada di perusahaan tadi, ya sebenarnya masuk akal juga sih mau berkata bahwa dirinya terlalu berlebihan juga sepertinya keterlaluan dan juga tanggung mereka saat ini kan sudah dalam perjalanan pulang.


"ya sudah kita juga mau pulang tidak usah terlalu cemas berlebihan seperti itu nantinya akan menyusahkan diri sendiri, orang tidak melarang untuk mencemaskan sesuatu tetapi kalau bisa jangan mencemaskan yang ada hanya untuk merugikan diri sendiri sampai-sampai melupakan hal yang penting lainnya yang harus dipikir! "Hendra sengaja mengatakan hal itu karena menurutnya itu gara-gara pemikiran istrinya yang tidak jelas akhirnya pertemuannya dengan klien pun harus diwakilkan oleh orang lain.


Silvia menganggukan kepala tidak ada niatan untuk membantah ataupun membenarkan semua perkataan, karena ini semua juga seperti ini memang kesalahan berasal dari dirinya yang sebenarnya itu mudah zaman Serba canggih begitu kalau sedang memikirkan seseorang yang tinggal dihubungi saja. Bukankah masalah langsung beres?


Hendra adalah tipe suami yang lebih mementingkan untuk menjaga tutur katanya tidak ingin menyakiti orang-orang sekitarnya hanya karena keegoisan diri sendiri, apalagi merasa diri paling benar kemudian merasa diri paling bisa dan akhirnya apapun yang orang katakan di luaran sana merasa diri tidak terlalu harus ambil pusing.


Adinda memberikan kode kepada asisten rumah tangga untuk jangan merespon kehadiran Rani di tempat itu, karena menurutnya jika terlalu direspon wanita itu akan tambah besar kepala dan menyangka bahwa kesalahan yang dilakukan oleh anaknya itu merupakan kesalahan yang biasa saja bisa diharap maklum.


"Bibi nanti kalau bisa tolong kasih kode sama paman di depan untuk Jangan sembarangan membukakan pintu untuk manusia yang satu itu, terus kalau misalnya pamannya bertanya bilang saja ini pesan dari aku secara langsung jadi tolong jangan memper rumit keadaan! "perintah Adinda tanpa ingin mendengar ada bantahan dari siapapun kemudian ada pertanyaan balikan lagi karena nantinya dirinya bakalan ribet harus menjelaskan ulang.


"baik non nanti Bibi bakalan sampaikan kepada Pak satpam di depan untuk jangan membukakan gerbang, kalau begitu enengnya lebih baik ada di sini saja tidak usah kemana-mana nanti pasti Sebentar lagi bapak sama ibu akan pulang! " jelas wanita itu sambil menganggukkan kepala sedangkan Adinda memilih untuk kembali ke kamarnya memastikan keadaan Amelia baik-baik saja.


Adinda hanya bisa berusaha untuk tetap kuat tidak ingin kesedihan dan juga kekecewaan yang dirasakannya harus ditunjukkan di depan anaknya sendiri, ya Meskipun bisa dibilang Amelia itu masih anak kecil belum paham apapun tentang Apa yang dirasakan oleh ibunya saat ini.


"Mami tidak akan pernah mengizinkan kamu bertemu dengan pria itu sampai kapanpun biarpun dia datang dan mengemis, karena Bukankah dari awal dia memang sudah tidak mengakui keberadaan kamu dan juga bahkan sudah mencurigai Mami hal yang tidak tidak jadi lebih baik kan seperti begini saja! kalau misalnya suatu saat dia berubah pikiran Percayalah kalau Papi Arga bakalan langsung menghadapi dia dan juga akan membuat dia kapok dan tidak akan pernah dekat dengan kita lagi, supaya dia tahu kalau tanpa dirinya pun kita masih bisa hidup dengan tenang kemudian masih hidup dengan enak dan juga nantinya akan ada orang yang banyak sekali bakalan menjaga kita berdua! "jelas Adinda sambil tersenyum karena Percayalah beban hidupnya itu bakalan hilang hanya melihat wajah Teduh milik anaknya yang tanpa beban seperti itu.


Rani di depan pintu gerbang benar-benar sudah merasa gusar Soalnya dari tadi tanda-tanda bahwa Hendra dan juga Silvia istrinya bakalan pulang itu tidak ada sama sekali, pada hal manusia di dunia ini Paling benci pekerjaan yang namanya menunggu tanpa kepastian karena itu sama saja dengan melakukan sesuatu tanpa kita tahu apa yang harus dilakukan.


" Ini orang ke mana sih kok sampai sekarang belum muncul juga, Padahal aku menunggu di sini sudah hampir sejam ya tetapi itu tidak muncul-muncul? Memangnya mereka pikir Hanya mereka saja yang memiliki kesibukan sedangkan orang-orang sepertiku ini tidak ada sama sekali, Dasar manusia-manusia sombong dan juga serakah maunya hanya dihargai tetapi menghargai orang lain tidak pernah bisa," Desis Rani kesal.

__ADS_1


biasanya orang selalu bilang kalau bersabar itu bakalan ada ganjaran setimpal yang akan didapatkan, dan Percayalah itu yang sudah didapatkan oleh Rani saat ini karena ternyata kedua manusia yang sudah dirinya tunggu dari tadi sekarang sudah muncul di depannya.


"Nah itu mereka yang akhirnya muncul juga, sepertinya aku harus langsung mencegah mobil mereka agar tidak boleh masuk ke dalam karena Takutnya nanti mereka bakalan mengusirku! "gumam Rani yang memang benar merasa yakin kalau keputusannya itu adalah hal yang tepat daripada nantinya terlambat dan mau mengulang yang baru lagi rasanya sudah sangat tidak mungkin.


"stop! pokoknya intinya kalian tidak boleh pergi dan juga tidak boleh kemana-mana sebelum berbicara denganku, Kalau kalian tidak mau menghiraukan Aku di sini Maka jangan menyesal aku bakalan berteriak sekencang mungkin agar tetangga-tetangga pada dengar bagaimana kelakuan dari keluarga Baratayuda! "ancam Rani dengan tatapan matanya yang begitu tajam membuat Silvi hanya memutar bola matanya malas karena Lagi dan lagi harus bertemu dengan manusia-manusia serakah itu.


"tabrak saja Papa, Anggap saja manusia yang sedang menghalangi jalan mobil kita itu adalah bayangan biarpun diinjak tetap tidak akan mati! "perintah Silvia sambil memejamkan matanya sebab Ia sangat malas melihat keberadaan orang yang sedang merentangkan tangannya itu.


Hendro Bukannya tidak menghargai perintah yang diberikan oleh istrinya Tadi hanya saja kalau menyangkut nyawa seseorang dirinya juga merasa ngeri, karena menurutnya sesama manusia itu dilarang mencabut nyawa orang lain Jika bukan sang penciptanya yang melakukan hal itu.


"sepertinya Papa tidak bisa melakukannya deh Mah, Soalnya takutnya jangan sampai memang dia benar-benar nekat mau mencari masalah dengan keluarga kita? apalagi kebiasaannya selama ini pun kita sudah tahu jangan sampai dia ada menyimpan kamera terselubung di sudut mana gitu, supaya punya barang bukti untuk menjatuhkan keluarga kita seperti kebiasaan mereka selama ini?"ujar Hendra yang memang benar-benar tidak ingin mengambil resiko di dalam kehidupannya yang nantinya bakalan membuat keluarganya yang rugi sendiri.


Silvia menurunkan kaca mobilnya kemudian mengeluarkan kepalanya sedikit, karena menurutnya orang-orang seperti Rani yang bertingkah gila maka harus direspon dengan cara gila sekalian.


"Woi kalau mau mati jangan ngajak-ngajak orang lain bisa tidak terus jangan juga mengotori halaman rumah orang dong, itu perjalanan dari kampung ke kota kan banyak kali banyak jembatan yang tinggi Kenapa tidak terjun bebas malah datang ke sini hanya untuk mengganggu kehidupan keluarga kami? "teriak Silvia kasar bahkan bisa dibilang perubahan sikap wanita itu tidak seperti biasanya yang selalu terkenal kalem kemudian lembut serta tidak suka marah-marah.


Rani tersenyum mengejek ketika mendengar perkataan dari wanita yang ada di dalam mobil itu, ya Meskipun Terkadang ia merasa miris dengan keadaannya ketika orang lain di Nyonya kan di dalam rumah sedangkan dirinya malah dijadikan babu.


"aku tidak akan pergi sebelum kalian mendengarkan keinginanku dan juga aku tidak akan pergi kemanapun meskipun kalian memaksaku dengan melakukan apa saja, Lagian Kalian itu kan orang kaya punya banyak duit kemudian punya banyak waktu serta punya banyak kelebihan Kenapa tidak berbagi sedikitlah dengan aku yang orang miskin ini? "tawar Rani tanpa merasa malu dan juga yang sepertinya sengaja merendahkan harga dirinya yang penting intinya ia bisa mendapatkan apa yang diinginkan.


"Wah Sepertinya kamu melupakan sebuah hal penting kalau sebenarnya di dunia ini tidak ada yang gratis, dan orang itu harus bekerja banting tenaga sekuat mungkin baru bisa mendapatkan hasil yang sepadan bukan hanya duduk doang dan minta-minta lalu mengharapkan pemberian orang lain! "sindir Silvia sambil tersenyuman mengecek ke arah Roni yang menurutnya Wanita itu sudah sangat keterlaluan datang ke rumahnya hanya untuk meminta minta.


"Makanya karena tidak ada yang gratis jadinya aku datang untuk meminta sesuatu yang sudah kalian ambil, begitu saja kok repot Memangnya kamu pikir aku ini hanya mau mengemis sesuatu yang tidak ada apapun? "omel Rani tidak mau kalah dan Perkataan wanita itu yang begitu ambigu membuat Silvia dan juga Hendra Saling pandang karena kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2