
Keesokan harinya
Vira memegang kening Ghani yang hangat, rupanya Ghani sedang demam
"Ghani beneran gak mau ke dokter? mama anter Ghani sebentar ya sebelum berangkat kerja?" tanya Vira khawatir melihat anaknya tiduran dikursi tamu dengan kompres di keningnya. Ghani menggeleng
"Gak apa apa ma, Ghani udah mendingan ko mama berangkat kerja aja nanti telat lagi" jawab Ghani. Anak ini sejak kapan jadi dewasa sekali
Suara mobil terdengar parkir di depan rumah Vira, Vira melongok ke jendela mobil Mas Bara Vira pun membuka pintunya, Bara membuka pagar rumah
"Mas Bara.." sapa Vira Bara tersenyum
"Hai ra.." balasnya
"Oom Balaaaaaa.." panggil Nindya dari dalam memeluk Bara, Bara menggendongnya
"Aduh, sayangnya Om" sapa Bara mencium pipi Nindya seolah Bara adalah ayahnya
"Om Bara bawa apa ni"
"Wah, es klim banyak" riuh gembiranya Nindya membuat Ghani terbangun dari kursinya dan cemberut
"Ghani kenapa? sakit?" tanya Bara seraya memegang keningnya
"Demam mas" jawab Vira
"Sudah ke Dokter ra?"
__ADS_1
"Belum"
"Yaudah ayo kita ke Dokter dulu, masih sempatkan sebelum kamu berangkat kerja?"
"Gak usah Om, Ghani udah enakan ko kalo ke Dokter nanti Ghani gak bisa makan es krim dari Om dong" jawab Ghani sambil nyengir Bara dan Vira tertawa
"Ohiya, aku kesini mau jemput kamu hari ini jadwal kamu isi konten di Youtube kan? biar sekalian aja nanti aku jemput dari kantor" ujar Bara pada Vira
"Ooh, gitu yaudah aku ambil tas dulu ya bentar..Bu, ada Mas Bara" jawab Vira, sang Ibupun keluar dan Bara langsung mencium tangan Ibunya Vira.
"Ghani sayang, makan yang banyak sama obatnya diminum ya nak. Mama pulang malam, soalnya mau kerumah Om Bara dulu ngisi konten Youtube. Es krim nya jangan banyak banyak makannya.. Bu, Ira berangkat dulu ya Assalamualaikum" pamit Vira sambil mencium anak anaknya serta mencium tangan Ibunya, Bara mengikutinya
"Waalaikumsalam" jawab Ibu dan Ghani
Didalam mobil
"Ghani gak papa ra?"
"Mas Bara repot repot jemput aku segala sih"
"Ya gak papa, aku khawatir kamu bawa motor tiap hari ke kantor"
"Kalo Khawatir terus, aku kapan pinternya naik motor" Jawab Vira memanyunkan bibirnya Bara melirik lalu tertawa
"Abisnya udah setahun masi gak pinter pinter" seru Bara terkekeh kekeh, Vira kesal mencubit pelan lengan Bara, Bara meringis tawanya makin keras
"Gak papalah ra, ada yang sekalian mau aku obrolin sama kamu"
__ADS_1
"Soal apa?" tanyanya
"Kemarin di Jogja aku dah liat rumah yang buat para talent disana, tapi memang harus banyak yang di perbaiki sih karena rumahnya sudah lama. Namanya juga rumah beli murah hehehe"
"Trus yang disini gimana?"
"Masih, nanti di kelola sama Agung aja untuk sementara. Karena masih banyak yang harus aku urus kemungkinan aku akan sering ke Jogja, seminggu 3 kali bolak balik aja"
"Hm, gitu ya"
"Kamu sih, disuruh yang ngurus aja talent disini gak mau" seru Bara lagi, Vira menoleh dengan menyipitkan matanya
"Hah? aku? duh engga deh Mas, engga!! Bisa apa coba aku ini main gitar aja masih nada dasar" jawab Vira menepuk jidatnya
"Apa mungkin kamu mau ikut sering sering ke Jogja?" goda Bara
"Itu apa lagi? mau ngapain aku ikut sering sering kesana?"
"Ya barangkali kamu mau buatkan aku kopi, sarapan......" Bara tak melanjutkan kalimatnya
"Jadi istriku maksudnya Vira" ujar Bara dalam hati Vira tertawa
"Maksud kamu aku suruh jadi kaya Joko gitu ?" (Joko:OB dirumah Bara) tanya Vira meledek
"Hmm, ya ya boleh juga kalo kamu berminat blm ada yang mendaftar juga sih" jawab Bara seraya memegang janggut nya manggut manggut
"Boleh aja sih, asal sanggup aja bayarannya. 3 kali nyanyi di Weding singer hahahaha"
__ADS_1
"Hahahahaaa"
Merekapun tertawa, mobil pun masih melaju menuju kantor Vira