
Amelia bukanlah anak kecil yang mau saja dimarah ataupun dibentak oleh orang lain tepat dihadapan semua orang seperti saat ini, masalah yang terjadi antara Arfan dan Naura saja dirinya tidak tahu tetapi kenapa malah dibawa-bawa seolah-olah dirinya ikut ambil bagian di dalamnya dan juga sudah memprovokasi Arfan agar memarahi Gadis itu Eh salah maksudnya wanita itu.
" sikap kamu itu sangat tidak masuk akal karena aku bisa-bisanya kamu menyalahkan saya dengan apa yang terjadi saat ini, kalau memang Arfan tidak mau ngomong sama kamu ya Dipanggil atau apalah itu jangan malah mengkambing hitamkan saya dan bersikap seolah-olah sikap Arfan itu ada lah perintah yang saya berikan?" ujar Amelia yang sebenarnya paling tidak suka ketika ada keributan namun bagaimana lagi ketika harga dirinya selalu diinjak-injak dan juga selalu disalahkan padahal Ia tidak pada niatan untuk melakukan semua itu.
" alah Ngeles aja kamu siapa sih yang tidak tahu mulut beracunnya kamu itu yang selalu saja menghalalkan segala macam cara agar mendapatkan apa yang kamu inginkan, dan satu lagi Aku pastikan Kalau kamu tidak akan pernah mendapatkan Arfan sampai kapanpun karena aku akan tetap mempertahankan hubungan kami! "tegas Naura membuat Amelia menggelengkan kepalanya karena bingung wanita itu mengatakan hal tersebut kepadanya sedangkan dirinya di bagian mananya dan juga kapan mengatakan akan merebut Arfan dari Naura?
" Jadi ceritanya kamu sudah menyalakan saya dengan apa yang terjadi kepada kamu saat ini dan juga kamu tidak terima karena saya mencari masalah dengan kamu gitu, Tolonglah tanyalah saja kepada pacar tercinta Kamu itu kira-kira siapa yang selalu saja mengganggu kehidupan saya sampai-sampai tidak sadar kalau Sebenarnya saya juga butuh yang namanya privasi? "Amelia sengaja mengatakan hal itu ketika melihat siluet Arfan sudah semakin mendekat dan menurutnya Ini merupakan kesempatan yang pas agar pria itu bisa lebih mementingkan Naura agar wanita itu tidak terlalu mengganggu kehidupannya.
Arfan terdiam ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Amelia tengok tadi bahwa wanita itu sebenarnya terganggu dengan kehadirannya, Apa mungkin dengan ini alasannya yang membuat Amelia memilih duduk sebangku dengan Dafa karena dirinya yang terlalu posesif atau juga mungkin terlalu melebih-lebihkan hubungannya dengan wanita itu.
" jadi kamu tidak ingin aku perhatikan dan kamu juga tidak ingin jika misalnya aku selalu menjaga kamu selama ini, kamu tidak suka ketika aku mengekang kamu di sekolah padahal sebenarnya ini kan untuk kebaikan kamu bukan untuk kebaikan siapapun?" tanya Arfan yang tidak habis pikir dengan jalan isi otaknya Amelia.
" tuh pangeran kodok kamu sudah datang meladeni saja apa yang dia katakan karena aku tidak ada urusan sama sekali dengan dia sampai batas waktu yang tidak ditentukan, maka nyalain kali itu pacarnya dijaga bukan malah dibiarkan keluyuran terus mengganggu orang lain Memangnya kamu pikir orang lain juga tidak bakalan terganggu? " Amelia menatap tidak suka ke arah Arfan menurutnya gara-gara pria itu dirinya harus menghadapi setiap saat oleh Naura.
__ADS_1
Daffa dari tadi memilih untuk menjadi penonton sebab menurutnya pertunjukan ini sangat seru dan sayang untuk dilewatkan, namun satu yang membuat dirinya sedikit merasa miris ketika Amelia yang memilih untuk mengalah dan tidak ingin berhubungan dengan Arfan padahal persahabatan mereka sudah terjalin selama bertahun-tahun.
" Amelia kamu Kok ngomongnya gitu, Memangnya letak kesalahanku itu ada di mana? Bukankah dulu waktu aku nembak Naura kan kamu mendukungku kenapa sekarang malah kamu seperti ini, kenapa kamu berubah memangnya siapa sih yang membuat kamu sudah berubah seperti ini dan juga sampai-sampai melupakan persahabatan kita?"tanya Arfan yang tidak habis pikir dengan perubahan sikap Amelia Tetapi wanita itu memilih untuk tidak bergeming sama sekali karena menurutnya Arfan jika sudah capek pasti bakalan berhenti ngomong maka dari itu lebih baik tidak usah merespon biar pria itu segera menjauh.
" kamu temani saja sih ulat bulu itu supaya maksudnya dia jangan mengganggu kehidupan orang lain lagi, dan satu lagi Lain kali kalau mau milih pacar itu yang bisa menerima keadaan sahabat kamu bukan malah mengadu domba yang tidak jelas! "omel Kamila memilih untuk menyusul Amelia dengan duduk di belakangnya soalnya wanita itu sekarang sudah duduk bersama dengan Daffa yang dari tadi hanya fokus menatap ke arah ponselnya padahal pria itu sebenarnya mendengarkan 100% setiap kata demi kata yang dikeluarkan oleh semua orang yang tadi pada tersulit emosinya.
Naura menarik tangan Arfan karena ia juga sudah capek ketika pria itu menoleh ke arah Amelia yang tidak merespon dirinya sama sekali, Setidaknya kalau memang Amelia sudah menolak ya Arfan harusnya mengarah tetapi ini responnya malah berbeda karena pria itu terlihat terluka dan juga sepertinya tidak ikhlas ketika hubungan persahabatannya dengan Amelia harus hancur berantakan hanya karena kehadiran aura.
Amelia kali ini memilih untuk fokus dengan pelajarannya tidak ada niatan untuk membahas yang lain, sedangkan Naura masih saja menuding Arfan tidak setia kepadanya karena berani-berani yang memeluk anak orang lain tepat di hadapannya.
"sudah puas kan kamu selama ini terlalu mementingkan wanita itu dan akhirnya sekarang dia benar-benar membuang kamu, tetapi kamu marah lebih mementingkan hubungan kamu sampai-sampai lupa kalau aku ada di sini yang seharusnya juga butuh perhatian dari kamu ? "ujar Naura yang masih saja tetap membahas hal-hal seperti itu dari kemarin ini hari dan entah sampai kapan membuat Arfan jadi bosan sendiri karena mendengarkan kata-kata yang sama tidak ada perubahan sama sekali.
" aku mohon Naura lebih baik kamu kembali ke kelas kamu sekarang daripada nantinya Respon yang aku berikan bakalan tidak pernah kamu duga sebelumnya, aku ini manusia biasa yang punya Batas kesabaran jadi tolong jangan menguji batas kesabaranku itu dengan melakukan hal-hal yang akan kamu sesali nantinya! "setelah mengatakan hal itu Arfan pun memilih untuk pergi karena ia juga sudah capek tiap hari didikte terus-menerus oleh Naura seolah ruang geraknya itu hanya sebatas berada di pantauan wanita itu tidak boleh bergerak ke arah yang berlawanan karena nanti bakalan ada cekcok selanjutnya.
__ADS_1
" Jadi ceritanya kamu lebih mementingkan dia sampai-sampai mengusirku ketika aku sedang berbicara serius dengan kamu, kamu itu keterlaluan sekali loh lebih-lebih mementingkan orang lain dibandingkan aku yang jelas-jelas selama ini sudah menemani kamu sampai kapanpun?" Arfan tidak peduli dengan teriakan yang dilakukan oleh Naura terserah wanita itu mau merasa malu atau tidak yang penting intinya ia segera menjauh agar tidak menjadi tambahan tontonan.
"Mel kamu tidak kasihan sama itu bocah-bocah berdua di belakangnya dari tadi ribut terus tidak berhenti-berhenti, setidaknya kamu kasih keluar jurus apa gitu biar maksudnya mereka mesra kembali? "tawar Bella soalnya kupingnya dari tadi itu kasihan sekali mendengar teriakan Naura yang menggema di setiap sudut ruangan.
"kalian tidak capek membicarakan orang yang dari tadi terus dibicarakan Padahal aku yang menjadi pendengarnya saja sudah merasa bosan, bagaimana kalau kalian menceritakan tentang kelebihanku ya maksudnya di bagian kelebihan tampangnya kemudian kecerdasannya dan sebagainya lah Yang intinya terbaik daripada ngomongin orang yang tidak ingin dibicarakan?" tawar Dafa membuat Kamila Mendengus kesal sebab menurutnya orang itu terlalu percaya diri sampai-sampai meminta sesuatu yang sangat mustahil untuk dikabulkan.
" Memangnya kamu pikir saya tidak punya pekerjaan jadi harus mengurus kamu gitu, Idih Lebih baik saya bobo cantik di rumah daripada tiap hari melihat kamu nongol ke sana kemari Baik di ruangan guru maupun di depan para wanita yang matanya keranjang semua, Oh iya Satu lagi kalau kamu mau narsis lebih baik kamu ikut di agensi model kemudian di sana mereka bakalan menanyakan kehebatan apa yang kamu punya Nah itulah kamu ceritakan semua yang bisa kamu lakukan mulai dari suka mengganggu orang lain dan juga suka membuat orang lain berteriak karena emosi! "perintah Kamila karena Ia memang sangat membenci yang namanya Daffa sebab pria itu dari dulu sampai sekarang tingkahnya sangat nyolot dan juga menyebalkan.
Haha..
" kalian lagi PMS Soalnya dari tadi hobinya marah-marah terus padahal aku hanya bercanda Tetapi malah dianggap serius, nanti kalau misalnya aku sedang serius eh kaliannya malah menganggap bercanda itu kan jadinya tidak impas! "tolak Daffa tidak terima karena menurutnya Amelia harus memperhatikan dirinya saja tidak boleh memperhatikan orang lain.
" urusi saja kehidupanmu dan juga orang tuamu jangan mengurusi kehidupan orang lain yang jelas-jelas tidak pantas untuk kamu ikut ambil bagian di dalamnya, dan satu lagi jangan pernah mengganggu kehidupanku Jika kamu juga tidak ingin diganggu oleh siapapun yang tidak terima dengan sikap yang kamu tunjukkan itu! " ujar Amelia Jengah.
__ADS_1