
Kevin sebenarnya sudah tidak bisa lagi melanjutkan studinya di tempat itu karena sama saja ketika otak dan pikirannya tidak bisa bekerja sama ya apapun yang dikerjakan bakalan ngeblank, jadi untuk cari aman lebih baik ya kembali saja ya mungkin barang beberapa saat lamanya Lalu setelah itu bakalan kembali lagi ke sini ya Meskipun resikonya ia bakalan ketinggalan.
Ryan Tentu saja tidak terima ketika tahu bahwa teman asramanya itu bakalan kembali ke tanah air padahal sekarang kalau bisa dibilang Belum memasuki waktu liburan, Percuma saja sudah menghabiskan segala sesuatunya di tempat ini lalu kembali dengan ke tangan kosong tanpa membawa perubahan sedikitpun.
"kamu yakin bakalan mau kembali sekarang juga tidak menunggu nanti liburan, perasaan liburannya itu tinggal beberapa bulan lagi deh itupun nantinya Kamu tidak akan sadar kalau sibuk bekerja? "tanya Rian penasaran kira-kira jawaban apa yang akan diberikan oleh Kevin kepadanya Nanti.
sebenarnya Kevin pun tidak mengharapkan hal ini bakalan terjadi dalam hidupnya dan juga harus menentukan pilihan yang begitu sulit, hanya saja dirinya tidak bisa berbuat banyak karena masalah yang dihadapannya ini bukanlah sebuah perkara yang sepele yang hanya bisa diselesaikan dengan ngomong doang.
"Kamu sebenarnya kalau posisi kamu sedang aman-aman saja ya bagus kamu pertahankan hal itu terus sedangkan aku berbeda, tidak bisa harus samakan dengan kamu yang segala sesuatunya sedang stabil stabil saja tidak ada masalah sedikitpun bahkan bisa dibilang hidup kamu itu enak! biarkan seperti begini dulu daripada nanti aku menjalankan sesuatunya secara terpaksa dan hasilnya tidak memuaskan sama saja bohong kan? nanti juga aku bakalan kembali karena memang cita-citaku sudah aku tanamkan di tempat ini tidak akan pernah aku pindahkan ke tempat lainnya lagi, tapi untuk sekarang apapun keputusanku kamu sebagai teman Tolong dukung aku saja ya jangan memberikan pendapat yang berbeda jauh dengan apa yang akan aku ambil nantinya! "ujar Kevin yang Bukannya ingin mengabaikan nasehat dari Ryan ataupun merasa diri paling benar tetapi untuk saat sekarang Ya hanya itu satu-satunya jalan yang harus dirinya pilih.
"Memangnya masalah di sana itu sangat rumit sampai-sampai kamu sendiri harus turun tangan menghadapinya, kalau memang masalahnya hanya biasa saja ya sudah biarkan mengambang dulu nanti kalau sudah ketemu waktu yang pas barulah boleh diurus! "saran Ryan masih tetap ada pendiriannya sebab menurutnya Kevin itu sudah sejauh ini loh melangkah tetapi kenapa harus berhenti di tengah jalan.
__ADS_1
Kevin tersenyum datar bahkan bisa dibilang itu merupakan senyum terpaksanya sebab mau menjelaskan apapun tentu saja Rian pasti tidak akan pernah paham, pria itu jelas berbeda dengannya perbedaan Mereka terlihat begitu kentara mulai dari nasib hidup kemudian perjuangan Dalam menggapai cita-cita dan satu lagi kalau keluarganya itu masih utuh bukan seperti dirinya yang morat-marit tidak jelas.
" kamu harus bersyukur dengan apa yang kamu miliki sekarang tidak usah banyak mengeluh lebih baik dijalani saja, tetapi intinya aku sangat bersyukur dan juga berterima kasih karena selama ini aku pun pergerakanku kamu selalu mendukung dan juga memberi support dari belakang! aku minta maaf kalau selama ini tidak bisa berguna untuk kamu yang ada hanya menyusahkan kamu saja, semoga saat aku kembali nanti ekonomiku sudah menunjang dan juga aku bisa mengalami perubahan yang signifikan! " jelas Kevin yang mulai prepare segala macam barang-barangnya sampai-sampai tidak ada niatan untuk mengabarkan kepada ibunya yang sedang harap-harap cemas memikirkan anaknya apakah masih kecewa kepadanya atau tidak.
Rani gelisah sepanjang dirinya dalam perjalanan dari kota menuju ke kampung karena ponsel anaknya memang tidak bisa dihubungi sama sekali, setidaknya mau memberitahukan kepadanya kalau uang yang susah payah dikirimnya sudah sampai kemudian Terserah mau dipakai atau tidak yang penting intinya wanita itu merasa bahwa usahanya Tidak sia-sia selama ini.
"Kamu kenapa bisa seperti itu semenjak dari kota, Memangnya ada kejadian hebat apa sih di sana sampai membuat kamu terbawa-bawa?" tanya Ningsih heran.
" Kevin dari tadi tidak bisa dihubungi Semenjak dia berdebat denganku dan sepertinya juga ini pasti bertahan lama karena kesalahan yang aku lakukan itu fatal , bagaimana lagi ketika aku melakukan semua ini hanya untuk mementingkan dia bukan untuk diriku atau untuk siapapun "ujar Rani frustasi.
Ningsih memasang wajah penasarannya ketika mendengar penjelasan Rani yang menurutnya terlalu ambigu, perasaan orang tua dan anak berdebat itu merupakan hal yang biasa tetapi kenapa wanita ini terlihat begitu frustasi'
__ADS_1
"Memangnya kalian berdebat apa sampai kamu terbawa-bawa seperti itu, Bukankah kalian berdua itu memang sudah biasa saja pasti Nanti juga bakalan balikan lagi dan juga saling meminta maaf satu sama lain?" tanya Ningsih heran karena kalau hanya masalah sepele itu ya harusnya responnya juga tidak perlu berlebihan seperti itu kan.
" kamu mana paham tentang kondisi ini yang kamu tahu itu kalau kamu memang terlihat baik-baik saja padahal sejatinya sedang hancur berantakan, Aku takut nantinya Kevin bakalan salah mengambil keputusan mungkin dengan meninggalkan sekolahnya di sana padahal susah payah dirinya bisa mendapatkan posisi itu! "biasanya pemikiran seorang ibu itu tidak pernah salah dan memang hal itu yang tengah dipikirkan oleh Kevin yaitu ingin berhenti dulu kuliahnya mungkin cuti selama beberapa bulan lamanya agar bisa kembali ke tanah air dan mengurus masalah yang sudah diciptakan oleh Rani di dalam kehidupannya dan juga Adinda.
Ningsih menggelengkan kepalanya sebab menurutnya alasan yang diberikan oleh Rani itu sangat tidak masuk akal, karena ia sangat tahu bagaimana antusiasnya Kevin dulu saat mendapatkan beasiswa untuk pergi berkuliah kedokteran Jepang Jadi kalau misalnya sekarang pulang ya sudah habis dong segala macam impiannya itu.
"Ya sudah kamu sabar saja Usahakan kalau memang Apa yang kamu pikirkan itu tetap tidak akan pernah jadi kenyataan , toh sekarang dia juga belum ada di sini kan jadi kalau mau mencemaskan sesuatu disaat dan tidak tepat itu rasanya sangat berlebihan dan juga mengada-ada, "bujuk Ningsih lagi berharap agar memang Rani bisa paham dengan apa yang ia katakan dan juga tidak terlalu membebani diri sendiri dengan begitu macam banyak beban pikiran.
Rani tidak pernah salah dalam Benarkah sesuatu Apalagi itu menyangkut Kevin maka dari itu ia selalu berdoa semoga memang benar apa yang ditakutkannya tidak menjadi kenyataan, apalagi sekarang nomor ponsel anaknya itu memang benar-benar tidak bisa dihubungi sama sekali pertanda bahwa pemuda itu masih memblokir dirinya.
" Aku Lebih Tahu anakku dibandingkan dirinya sendiri karena aku yang sudah membesarkan dia dari bayi sampai saat ini tanpa adanya kehadiran seorang ayah, Jadi kalau misalnya keputusan apa yang diambil itupun sudah aku bisa menebaknya dengan begitu mudah dan Nanti kamu lihat saja tidak lama pasti dia bakalan muncul! "jelas Rani yang memang tidak akan pernah bisa terhibur jika sampai belum mengetahui keberadaan dan juga kabar dari Kevin dengan pasti.
__ADS_1