
Ardi yang melihat wajah enggannya Kevin untuk mendengarkan apa yang ia katakan membuat pria tersebut mau tidak mau memilih untuk mengurungkan niatnya untuk berbicara panjang lebar, karena Biar bagaimanapun ketika kita capek ngomong tetapi tidak dihargai itu kan Rasanya sangat tidak menyenangkan sama sekali.
maka dari itu daripada harga dirinya tambah terinjak-injak lebih baik yang mawaspada itu dari awal dengan menghentikan semuanya, ya meskipun ada berbagai macam perkataan yang ingin Ia lontarkan tetapi untuk saat ini lebih baik memilih untuk diam kalau memang itu merupakan sesuatu yang paling baik.
Kevin yang melihat Ardi sudah pergi seperti itu menghembuskan nafasnya lega karena akhirnya tidak ada yang memancing emosi pada dirinya, ya Meskipun sedikit-sedikit pasti tetap ada hanya saja untuk sekarang tidak mempermasalahkannya lagi sebab sebenarnya itu sesuai dengan kenyataan sih.
"karena ini sudah malam jadi lebih baik kita tidur ya nanti besok takut dia bakalan terlambat hari pertama pergi ke kampus, kalau kamu ada memerlukan sesuatu ya tinggal memberitahukan kepadaku saja soalnya kan kita di sini itu sudah tidak punya sana keluarga lagi jadi yang sesama bahasa tidak salah kan kalau saling membantu segala macam kesusahan temannya?
"Terima kasih atas tawarannya Nanti kalau aku benar-benar membutuhkan bantuan kamu pasti bakalan kusampaikan tanpa, tetapi untuk saat ini sepertinya tidak ada dulu soalnya kamu juga kan baru sampai di sini ya Otomatis pasti harus membeli keperluan ini dan itu yang belum terlengkapi! "tolak Kevin padahal kenyataannya sebenarnya dirinya memang sangat membutuhkan bantuan finansial karena tidak ada satu-satunya berada di tangannya saat ini hanya saja tidak enak juga kan harus menyusahkan orang di hari pertama mereka baru bertemu.
"ya tidak apa-apa sih karena kebetulan orang tuaku juga sedikit memberikan lebih maka dari itu bisa kugunakan untuk keperluan lainnya, daripada nanti kamu bakalan kesulitan soalnya tadi aku sempat ketemu kamu di minimarket ya Di ujung jalan sana dan dengar kalau kamu sering mencari pekerjaan maka aku yakin pasti kamu sedang membutuhkan sesuatu yang penting! "ujar Ardi sebenarnya tidak enak hati harus mengatakan tentang kesusahan orang lain tepat dihadapannya Tetapi kalau memang harusnya tidak masalah dong kalau memang untuk kebaikan.
Kevin menggaruk kepalanya yang tak gatal karena ternyata Adri mengetahui semua yang ia lakukan tadi, ya tapi memang begitulah kenyataannya mau gengsi pun sepertinya tidak akan membawa keberuntungan.
"Ya begitulah apa yang terjadi denganku sekarang mau dibilang berkecukupan rasa-rasanya sangat jauh sekali, apalagi dengan posisi ibuku yang merupakan seorang single parents ya Otomatis kalau mau memberikanku pasti bakalan harus perhitungan dulu dengan kebutuhan kami yang lain! "Jelas Kevin sebab dirinya juga sangat menyayangi Rani yang harus mengeluarkan tenaga ekstra hanya untuk mendapatkan penghasilan tambahan karena berbagai manapun kebutuhannya juga sangatlah besar.
__ADS_1
"Ya begitulah terkadang apa yang kita harapkan tidak berjalan sesuai dengan kenyataan maka dari itu sabar saja, karena aku yakin kamu bukanlah seseorang yang tidak tahu bersyukur dan juga tipe orang yang terlalu banyak mengeluh! "ujar Adri tidak tega ketika melihat Kevin harus mengalami kesusahan di tempat asing Seperti begini.
keduanya memilih untuk segera tidur saja daripada harus membalas sesuatu yang nantinya akan membuat suasana jadi tidak menyenangkan, Lagian hidup itu seperti begini sudah mau menuntut yang seperti apapun tidak akan pernah bisa terjadi karena melawan arus.
mau sama dengan orang lain tidak mungkin juga karena nanti terkesan bakalan memaksakan diri, maka dari itu lebih baik ikuti alurnya saja toh kalau memang rezeki tidak akan pernah ke mana.
Adinda kini sudah keluar menemui Papa dan juga Mamanya yang kebetulan Lagi duduk bersantai di ruang keluarga, pasangan suami istri itu terlihat obrolan santai tidak ada yang namanya ketegangan di antara mereka sebab memang kebiasaan keduanya selama ini.
"Wah calon ibu muda akhirnya keluar juga, Mama pikir tadi masih betah untuk mengeram di dalam kamar tidak melakukan kegiatan apapun? Padahal seharusnya di usia kehamilan seperti kamu itu butuh yang namanya udara yang segar dan juga suasana yang baru, karena nantinya kamu bakalan akan kesulitan mendapatkan itu semua ketika status kamu berubah menjadi seorang ibu! "jelas Silvia tetapi tidak dihiraukan oleh Adinda sama sekali sebab menurutnya Mamanya itu hanya hobinya mencari perkara dengannya saja.
"Oh ya sudah tadi itu hanya ngomong saja tetapi tidak ada niatan kok buat marah-marah kepada kamu, sekarang Kamu mau ke mana Kelihatannya sudah rapi sekali?" tanya Silvia penasaran ketika melihat penampilan anaknya itu yang berbeda daripada biasanya sudah terlihat lebih rapi dan juga segar tidak seperti sebelum datang ke tempat ini yaitu sangat kucel.
"mau jalan-jalan sih Keliling Kompleks soalnya suntuk kalau berada di rumah terus, mama sama papa lanjutin saja deh obrolannya Aku Pengen sendirian dan tenang saja orang juga tidak bakalan berminat terhadap ibu hamil sepertiku ini! "jelas Adinda dengan tampang datarnya seolah-olah apa yang dia katakan itu bukan sebuah bahan lelucon yang pantas untuk ditertawakan.
sepeninggal Adinda terlihat Silvia mengintip Karena untuk memastikan kira-kira anaknya itu sebenarnya ke mana, sebab tidak biasanya Adinda memilih untuk keluar rumah atau mungkin sekarang karena berada di tengah-tengah orang asing jadi dirinya tidak terlalu khawatir dengan semua bahan cibiran yang bakalan didengar.
__ADS_1
"Biarkan saja mah dia mau ke manapun karena pasti juga bakalan balik lagi ke sini, jangan terlalu mengekang kebebasannya karena dia juga perlu udara segar dan juga perlu suasana yang baru untuk menenangkan jiwanya yang amburadul itu! "bujuk Hendra karena memang begitulah kenyataannya tidak mungkin kan istrinya itu setiap saat harus merecoki ataupun menguntit di manapun Adinda berada karena anaknya itu sudah besar bisa menjaga dirinya dengan baik.
"Ya kali sikap Mama bakalan biasa saja kalau memang dia setiap harinya seperti ini, tapi Papa tahu sendiri dan selama di sana itu dia selalu menutup diri dengan dunia luar meskipun diajak pergi kemanapun pasti akan menolak!"ujar Silvia karena memang seperti begitulah kenyataannya jika Adinda itu selamanya selalu menutup diri tidak ingin siapapun yang mengganggu ketenangannya.
"ya sabar saja tidak mungkin kan setiap orang bakalan bersikap sama saja tidak ada perubahan selama hidupnya, mungkin dulu di sana dianya masih tetap bersikeras dengan apapun yang ia yakini benar tetapi saat sampai di sini dirinya mulai menyadari kesalahan makanya mulai membenahi diri menjadi seseorang yang lebih baik lagi! "ujar Hendra ingin mengingatkan kepada istrinya itu bahwa semua manusia itu tidak mungkin pikirannya bakal hanya tertuju kepada suatu hal suatu saat pikirannya akan berubah dan dengan begitu mungkin perubahan itu membawa ke arah yang lebih baik seperti yang dialami oleh Adinda saat ini.
"ya semoga saja seperti apa yang Papa katakan kalau anak kita itu bakalan baik-baik saja dan tidak akan melakukan hal negatif di luaran sana, karena yang sambil kita awasi saja dia sempat-sempatnya Lalu melakukan hal yang aneh-aneh apalagi saat ini kita membiarkan dia bebas keliaran! "tegas Silvia karena memang sebagai seorang ibu dirinya pasti paham dengan semua modus yang dilakukan oleh anaknya ketika berada di luar.
"Oh iya tadi Devon udah datang ke sini tidak, Soalnya ada ketemu sama Papa di kantor Terus katanya dia bakalan singgah di rumah? Makanya Papa sedikit khawatir jangan sampai itu anak salah ngomong atau gimana soalnya kan kebiasaannya itu ceplas-ceplos, Takutnya nanti Adinda bakalan tersinggung dan akhirnya mereka berdua bakalan terjadi keributan? "tanya Hendra lagi karena dirinya sangat hafal dengan Perangai Devon yang menurutnya selalu saja mengatakan sesuatu apa yang dilihatnya dan dipikirkannya saat itu juga tidak peduli dengan perasaan orang lain.
"Iya benar si raja ghibah itu tadi sempat singgah di sini dan membuat Mama bingung kok tiba-tiba datang terus bersalaman seperti kita yang sudah mengenal terlalu lama, eh ternyata setelah memperkenalkan diri ulang ternyata itu si buluk yang selalu membuat Adinda merasa emosi ketika berdekatan dengannya!" tawa Silvia pecah ketika mengingat apa yang barusan terjadi antara dirinya dan juga Devon tadi yang sangat percaya diri ketika bertamu di rumah orang seolah-olah tuan rumah itu merupakan keluarga terdekatnya jadi tidak masalah jika baru bertemu sekali-sekali.
"itu anak sifatnya sebenarnya berbanding terbalik dengan Arga! Kalau Arga itu orangnya tertutup dan akan melakukan sesuatu ketika merasa tidak pas dengan pikirannya, tetapi berbeda dengan Devon yang bakalan heboh lebih dahulu Lalu setelah itu akan mengambil keputusan ya yang sebenarnya sama dengan yang diambil oleh Arga ! "jelas Hendra karena ia sudah sering kali bertemu dengan Devon ketika mewakili meeting dengan Papanya.
"Devan memang anaknya periang mampu mengubah suasana yang tegang menjadi cair, hanya saja mama tidak suka sama mulut cerewetnya itu yang hanya memancing keributan saja! "omel Silvia ketika mengingat pertemuannya dengan Devon tadi yang menurutnya merupakan pertemuan yang sangat tidak terkesan sama sekali.
__ADS_1
"Apa respon Adinda ketika bertemu dengan teman masa kecilnya itu, kira-kira mungkin mereka bakalan heboh seperti dulu lagi tidak ya? "tanya Hendra penasaran karena tadi saat telepon datang dirinya sedang tidak berada di rumah jadi ya sekarang jangan salahkan kalau ia menginterview istrinya untuk mendengar semua hal yang terjadi di rumah itu.