
Kevin sebenarnya rencana awal ingin meninggalkan Nagumi di kota untuk menginap di salah satu Hotel sampai urusannya selesai di kampung dan kembali ke kota lagi, hanya saja kasihan juga sih ketika wanita itu yang sudah rela bersusah payah mengikutinya tanpa meminta izin lebih dahulu malah ia abaikan begitu saja maka terlihat rasa kecewanya itu pasti sangat menyedihkan.
Dirinya memilih untuk tidak mengatakan secara langsung kepada Nagumi tentang maksud dan tujuannya membawa wanita itu ikut serta dengannya, daripada nantinya akan terjadi kehebohan yang benar-benar mengganggu jadi lebih baik mewaspadai saja dan kalau tenang begini tanpa tahu Apapun kan Rasanya sangat nyaman.
Kevin bukanlah tipe pria yang suka sekali meromantis dengan seseorang karena menurutnya itu hanya membuang-buang tenaga dan juga pikiran serta terkesan seperti tidak punya pekerjaan sama sekali, karena perasaannya itu cukup ditunjukkan dengan perbuatan tanpa harus menggunakan kata-kata yang lebay dan akhirnya hanya membuat jadi kebiasaan.
Kalau sudah seperti begini urusannya kan rasanya ia malah memberikan harapan kepada wanita itu tetapi ya dari sisi kemanusiaannya dirinya juga punya hati nurani, ketika seorang wanita yang berada di tempat asing ditinggalkan begitu saja tanpa ada yang menemani tentunya rasanya sangat berbeda dan juga menyiksa serta mungkin bisa dibilang ruang geraknya bakalan tersebut sempit.
Nagumi dari tadi sedang harap-harap cemas kira-kira Kevin bakalan membawa dirinya ke mana, Soalnya perasaan dirinya sudah melihat hotel dan juga segala macam hiruk pikuk kota sudah terlewat Tetapi kok mobil itu belum berhenti sama sekali?
ingin sekali bertanya tetapi sudah tahu kan kebiasaannya Kevin kalau misalnya ia berbicara pasti bakalan salah lagi, sudah begitu Wajah pria itu dari tadi tidak bisa diajak kompromi daripada nantinya ada pembahasan lanjutan yang tidak pernah berhenti lebih baik ia menjaga dirinya tetap waras Dan juga mungkin bisa dibilang menjaga agar pikirannya tetap utuh Lebih baik diam dan juga tenang di tempat tidak bergerak sama sekali.
" Maaf Mas kalau misalnya Bapak lancang tetapi kenapa sih Kalian dari tadi diam-diaman saja tidak saling berbicara tidak seperti pasangan pengantin baru lainnya, apa istrinya Mas Lagi sariawan ya Jadi kalau membuka mulut bakalan timbul masalah besar yang tidak akan bisa pernah terpecahkan? "tanya Pak sopir tersebut karena memang sudah hampir setengah jam dirinya membawa kedua penumpang di bangku belakang tersebut tanpa ada obrolan sama sekali padahal jelas-jelas tadi mereka berdua bersantai Entah dari mana tetapi intinya membawa dua buah koper tetapi sampai sekarang mereka tidak berbicara sama sekali seolah-olah Ada masalah yang pernah terjadi di antara mereka.
sopir tersebut Bukannya ingin kurang ajar dengan terlalu ikut campur urusan orang lain Padahal jelas-jelas mereka saja baru bertemu beberapa menit yang lalu, hanya saja tidak etis jika manusia yang masih bernafas masih diberikan pikiran Tetapi malah tidak menggunakannya dengan begitu baik dan seolah-olah saling Abai satu sama lain.
Sebenarnya permasalahannya itu hanya terletak pada Kevin yang jelas-jelas memang tidak ingin mendengar suara hanya sedikit saja Nagumi, padahal sebenarnya tidak ada yang salah dengan suara wanita itu hanya saja mungkin karena Kevin dari awalnya sudah mau ganti-ganti agar tidak berbicara maka dari itu wanita itu memilih bungkam.
" Sebenarnya dia lagi kena sariawan Pak jadi saya sudah suruh dia tadi Jangan berbicara sama sekali karena Takutnya nanti tambah parah, sedangkan perjalanan ke kampung belum sampai sama sekali daripada nantinya dia meringis kesakitan dan kita yang bakalan kesusahan? "jelas Kevin yang pura-pura tersenyum tetapi Percayalah senyuman itu dia tunjukkan kepada sopir bukan kepada Nagumi yang jelas-jelas ada di sampingnya.
__ADS_1
sopir tersebut hanya menganggukkan kepala yang sebenarnya tidak paham dengan jawaban yang diberikan oleh Kevin karena menurutnya sangat ambigu, kalau dicerna dengan baik itu sangat tidak masuk akal Masa iya orang hanya sariawan kau tidak bisa ngobrol perasaan Kalau sariawan dia tidak bisa makan.
Nagumi bertambah heran ketika mobil yang mereka tumpangi itu sudah memasuki area yang sini bahkan Kalau mungkin dilihat dengan baik itu sepertinya sudah berada di pinggiran kota, kecurigaannya yang tidak tidak mulai bersarang di dalam benaknya saat ini takutnya jangan sampai Kevin berniat membuangnya dan menghilangkan barang bukti?
"Kevin, kamu tidak ada niatan untuk membunuhku kan? pokoknya kamu jangan macam-macam ya Atau Aku beneran marah lho sama kamu nantinya, aku niatnya baik bukan ingin mengganggu kehidupan kamu tetapi kenapa kamu malah merencanakan soal kematianku? "ujar Nagumi dengan tatapan matanya yang was-was.
Kevin mengurutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan yang dilemparkan oleh wanita yang ada di sampingnya saat ini, sekarang letak pernyataannya yang mana sampai-sampai wanita itu malah mencurigai dirinya ingin melakukan sesuatu yang tidak tidak kepadanya.
"kamu sakit, sampai menuduhku seperti itu? apa kamu mendengar kalau aku merencanakan sesuatu yang buruk kepada kamu, kalau tidak tahu apapun lebih baik tidak usah berbicara sama sekali karena nantinya hanya membuat kepala pusing! "omel Kevin emosi soalnya Memangnya dirinya tidak punya pekerjaan sampai-sampai merancang sesuatu yang tidak masuk akal seperti yang dituduhkan oleh Nagumi kepadanya tadi.
Nagumi memilih untuk menatap ke arah luar kaca mobil daripada berbicara dengan Kevin yang Bawaannya marah terus, intinya hidup pria itu dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada yang namanya tersenyum atau berusaha baik dengan seseorang lah.
kesalahan juga terletak padanya hanya karena modal nekat akhirnya memilih ikut orang asing yang jelas-jelas sifatnya seperti apapun dia tidak tahu, padahal sebenarnya mengenal karakter seseorang itu tidak bisa hanya dilihat doang harusnya dipelajari bukan hanya sehari doang tetapi membutuhkan waktu Entah berapa lama.
" Pak nanti di depan rumah yang ada pohon beringinnya kita berhenti ya, karena kebetulan itu merupakan rumahnya ibu dan saya juga bersyukur sekali karena Bapak mau Mengantarkan saya! " ujar Kevin dan pria paruh baya itu Ya tentu saja mengacungkan kedua jempolnya karena meskipun mengantarkan Kevin sejauh mungkin yang penting intinya capeknya terbayarkan dengan begitu baik sebab zaman sekarang itu tidak ada yang gratis meskipun itu statusnya sebagai keluarga
Rani bingung ketika dirinya yang tengah bersantai di depan teras tiba-tiba ada mobil taksi yang berhenti tepat di halaman rumahnya, padahal setahunnya Ia tidak punya keluarga dekat yang mau datang berkunjung dalam waktu sekarang ini.
netra wanita itu membulat ketika ternyata orang yang ada di hadapannya ini benar-benar kedatangannya tidak dipikirkannya sama sekali karena terlihat Kevin Tengah turun dari taksi sambil menyeret kopernya sambil tersenyum kepadanya membuat wanita itu langsung segera berlari menghampiri anaknya itu.
__ADS_1
langkah kaki Rani terhenti ketika melihat ada orang asing yang menyusul tepat di belakang anaknya itu, kalau orang asing itu laki-laki tidak masalah karena mungkin teman perjalanannya tetapi ini adalah seorang wanita dan wanita itu tampak seperti seseorang yang asing tidak pernah Rani lihat sebelumnya.
" Kevin, Siapa dia? Apa maksud kamu tiba-tiba pulang terus membawa seorang wanita datang ke sini, Ah kamu tidak pernah belajar dari kesalahan yang sama jadi terus saja mengulangi dan mengulanginya lagi?" tanya Rani sampai-sampai rasa terharunya itu langsung berubah dengan rasa penasaran karena Percayalah ia sangat hafal Bagaimana cara anaknya itu memilih wanita pasti saja akhir-akhirnya akan menyusahkan dirinya.
Kevin hanya menghela nafasnya secara perlahan karena inilah yang dirinya waspadai dari awal kalau misalnya Nagumi nekat mengikutinya, hanya saja semua sudah terjadi jadi lebih baik menjelaskan secara perlahan kepada Rani daripada nantinya timbul kehebohan dan membuat semua orang menjadi kepo.
" Ibu tolong jangan banyak bertanya dulu Soalnya kami baru melakukan perjalanan jauh setidaknya, Biarkan kami masuk dulu agar tetangga juga tidak terlalu memperhatikan! Pokoknya tenang saja karena ini tidak seperti yang Ibu pikirkan dan juga tidak seperti yang Ibu bayangkan yang pernah terjadi sebelumnya, yang penting Intinya ibu juga biasa saja jangan terlalu berlebihan karena sumpah kepalaku rasanya mau pecah! "ujar Kevin yang benar-benar tidak bisa meladeni semua pertanyaan yang dilontarkan ibunya saat ini karena Biar bagaimanapun batas kapasitas kemampuan seorang manusia untuk berpikir itu tidak sampai selebih-lebihnya maka dari itu ia harus butuh istirahat untuk kembali mericovery semuanya.
Rani hanya menganggukkan kepala tanda setuju dengan permintaan yang dilontarkan oleh putranya itu meskipun Percayalah ada beribu tanda tanya yang sedang bersarang di dalam benaknya saat ini, Namun memaksakan kehendak juga rasa-rasanya sudah sangat keterlaluan Bukankah selama ini Kevin selalu mendengarkan perintah darinya jadi tidak ada salahnya kan kalau sekarang ia mengikuti apa yang diinginkan oleh anaknya itu?
Nagumi Berada di posisi yang serba salah mau berbicara dengan ibunya Kevin dirinya tidak paham dengan bahasa Indonesia, terus kalau misalnya tidak menyapa Wanita itu rasa-rasanya sudah sangat tidak sopan pokoknya intinya ia berada dalam posisi yang benar-benar Dilema.
" Halo madam, Nice to meet you!" sapa Nagumi sambil meringis karena bukan tanggapan baik yang didapatkan sebab yang ada sekarang Rani malah menatap penuh keheranan ke arahnya..
" Kevin ini bule ngomongnya apa sih pakai Yuyu segala, bilangin sama dia kalau mau datang ke sini Harusnya bisa ngomong pakai Indonesia Kalau tidak mendingan mingkem deh!" omel Rani karena ya memang tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Nagumi tadi semuanya tanpa terkecuali maklumlah pendidikannya begitu rendah.
" ibu suruh dia masuk saja Kemudian Tunjukkan kamar yang kosong untuk dia tempati, Lalu setelah itu Tunjukkan juga kamar mandi ke arahnya biar dia bisa menggunakannya selebihnya Biarkan saja nanti Ibu bakalan pusing sendiri loh kalau meladeni orang bule berbicara! " jelas Kevin soalnya Ia memang benar-benar butuh istirahat saat ini tubuhnya ternyata tidak sekuat dulu yang masih bisa bertahan Meskipun tidak beristirahat selama beberapa hari full karena mungkin selama berbulan-bulan tinggal di Jepang dirinya hanya memaksakan kondisi tubuhnya itu dengan bekerja dan juga bekerja demi menghasilkan uang yang banyak.
Rani terlihat Mendes kesal karena setahunnya Kevin yang membawa wanita itu ke rumahnya kenapa sekarang malah dirinya yang dibuat repot, seharusnya anaknya itu yang mengurus temannya Bagaimana caranya agar urusannya bisa segera beres dan dengan begitu Rani juga bisa beristirahat dengan tenang.
__ADS_1
meskipun ada begitu banyak bahan obrolan yang ingin sekali ia sampaikan kepada putranya tetapi sepertinya dirinya juga tidak boleh terlalu menjadi orang tua yang egois, yang tidak pernah memikirkan kondisi anak sendiri yang maunya hanya menang sendiri tanpa mau mengerti dengan apapun yang terjadi.
Rani memilih untuk menarik tangan Nagumi agar ikut dengannya, Soalnya kalau berbicara pun rasa-rasanya bikin kepala pusing karena ia tidak tahu cara berbicara menggunakan bahasa asing. yang penting intinya Rani bisa bahasa isyarat maka dari itu jangan salahkan, Jika ia berpikir ataupun memperlakukan Nagumi seperti seseorang yang cacat.