SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Tidak peduli


__ADS_3

sesuai dengan janji yang ia ucapkan Keesokan paginya Asep terlihat menghubungi Rossa sebab Ia juga sangat tidak tega melihat kesengsaraan yang dialami Anita Selama tinggal di situ, meskipun Anita itu bukanlah anaknya tetapi Biar bagaimanapun hati nuraninya masih bekerja dengan baik dan juga tidak tega karena wanita tersebut Setiap malam hanya diliputi dengan kesengsaraan akibat tidak nyaman tidur dalam posisi yang kegerahan dan juga kasur yang sangat kempes.


Rossa yang semalaman bertengkar hebat dengan firman dan memilih untuk menginap di hotel merasa kesal ketika ada yang sudah mengganggu tidurnya di pagi hari seperti ini, Padahal yang ia inginkan hanyalah ketenangan dan juga mendapatkan sesuatu yang membuat dirinya merasa damai Lalu setelah itu mungkin baru ia bisa memikirkan langkah selanjutnya.


wanita itu mengerutkan keningnya ketika melihat panggilan yang berasal dari Asep, karena ia yakin jika berasal dari pria itu maka ini ada sangkut pautnya dengan Anita karena pria itu yang ditugaskan oleh dirinya untuk menjaga anaknya selama di sana.


"ya Ada apa, Kenapa menghubungiku di jam seperti ini? Kamu kan tahu sendiri kan kalau aku itu di jam seperti itu masih tertidur dengan enaknya, karena sudah terlanjur sekarang Katakan ada keperluan apa sampai kamu menghubungiku sampai tidak sadar waktu dan juga tidak sadar posisi? "tanya rasa emosi sedangkan Asep hanya bisa mengusap pelan dadanya karena Lagi dan lagi ia harus disalahkan seperti ini.


" Maafkan saya Nyonya tapi ini ada sangkut pautnya dengan Eneng Anita yang katanya dia minta untuk pulang karena sudah tidak betah berada di sini, dan saya juga merasa kasihan Kepada beliau yang terlihat begitu sengsara dan juga tidak nyaman sampai-sampai tubuhnya pun sudah semakin kurus Padahal baru beberapa minggu tinggal di tempat ini! "jelas Asep membuat Rossa mendengus kesal karena menurutnya Anita itu sudah terlalu berlebihan manjanya dirinya dulu yang merupakan gembel saja bisa hidup sampai sekarang masa iya Hanya seperti begitu saja sudah banyak mengeluhnya.


"Kamu kan tahu sendiri Perjanjian awal yang sudah saya perintahkan kepada kamu yaitu dia tidak akan pernah saya izinkan pulang kalau belum memenuhi persyaratan yang sudah saya katakan, kamu tidak Lupakan apa yang saya katakan waktu itu atau Kamu sengaja melupakannya supaya bisa meloloskan Anita dan juga supaya kamu bisa bebas di sana? "tanya Rossa yang sudah tersulit emosinya Apalagi masalahnya dengan firman saja masih menemui titik buntu maka dari itu semua orang yang berada di dekatnya akan ia salahkan tanpa terkecuali.


Asep Lagi Dan Lagi hanya bisa mengusap dadanya secara perlahan karena ia selalu disalah artikan seperti itu perbuatannya padahal maksud dan tujuannya tidak Sampai segitu, namun bagaimana lagi dirinya butuh pekerjaan yang berasal dari Rossa karena kehidupannya itu ya berasal dari orang miskin tidak punya ijazah yang tinggi sampai-sampai harus menyombongkan diri dengan membantah apapun yang dikatakan oleh orang kaya tersebut.


"Maafkan saya Nyonya tetapi sudah saya lakukan seperti yang anda katakan dan dia juga sudah memenuhi persyaratan yang sudah disampaikan, bahwa dia tidak akan pernah berhubungan dengan pria yang bernama Kevin sampai kapanpun yang penting intinya ia disuruh pulang kembali ke kota dan tidak ingin hidup lama-lama di tempat ini! "Asep menjelaskan semua itu dengan satu kali tarikan nafas karena kalau menjedanya sedikit ya otomatis Rossa bakalan masuk dan memarahinya.

__ADS_1


"kamu yakin mendengar dengan jelas apa yang ia katakan kepada kamu atau ini hanya sebuah kebohongan kamu saja agar saya percaya, lebih baik kalau seperti itu kamu jangan berbicara sama sekali karena saya tidak akan pernah dibodohi apalagi oleh manusia-manusia seperti kalian?"Rossa masih belum percaya dengan segala macam yang dikatakan oleh Asep sebab ini semua harus ia perhitungkan matang-matang jika nantinya Anita kembali dan malam melakukan hal nekat dengan merugikannya yaitu memilih untuk mencari Kevin maka mau taruh di mana lagi wajahnya karena harus kembali berhubungan dengan orang di masa lalu suaminya itu.


"Aku janji Mah, tidak akan pernah kenal ataupun berhubungan lagi dengan Kevin Kenapa sih Mama tidak pernah percaya dengan anak sendiri? kalau aku salah Oke aku minta maaf karena sudah membuat Mama kecewa tetapi sekarang Aku benar-benar menyesal Dan tolong jangan membuangku di tempat ini lagi, karena Mama tahu saja tempat ini kalau siangnya tidak masalah tetapi malam itu angkernya minta ampun seolah-olah berada di tengah kuburan zaman Belanda dulu yang tidak ada kehidupan sama sekali di sini! "Pinta Anita yang kebetulan lewat dan mendengar Rosa marah-marah terhadap Asep serta meragukan apa yang dikatakannya maka dari itu tanpa banyak bicara ia langsung merampas ponsel dari tangan pria paruh baya itu dan berbicara kepada Rosa secara langsung soalnya kalau membiarkan Asep yang berbicara yang ada dirinya tidak akan pernah lolos dari tempat itu lagi.


"Kamu yakin tidak akan berbohong dan juga kamu yakin akan menepati semua janji yang sudah kamu ucapkan itu, karena kamu tahu sendiri kan Bagaimana Mama jika sampai kamu berbohong bukan hanya mengirim kamu ke pinggiran kota seperti itu yang ada kamu bakalan mama buang ke pedalaman Papua! "ancam Rossa dan memang segala macam perkataannya itu bukanlah sebuah barang permainan bagi Anita dan wanita itu sangat paham Bagaimana sikap Mamanya yang selalu saja tidak pernah ingin dibantah apalagi dibohongi.


"Mama kalau aku jahat itu pasti dong kenapa sih tidak pernah percaya sama anak sendiri, kalau memang papa salah ya sudah Selesaikan masalah ini dengan Papa jangan sama aku dong? Seharusnya yang Mama buang ke pedalaman itu Papa karena sudah tidak jujur dari awal, tetapi aku selama ini Tahunya apa dan kalaupun berhubungan dengan Kevin itu pun ada sangkut bautnya sama Papa maka dari itu lebih baik salahkan saja dia!"Anita tidak tahu lagi kenapa harus dirinya yang disalahkan Padahal semua akar permasalahan dari kehidupan mereka saat ini berasal dari firman dan juga masa lalunya.


Firman datang di dalam kehidupan Rossa saat Anita masih di dalam perut wanita itu atau bisa dibilang masih dalam keadaan hamil muda, dia menjanjikan sebuah ketulusan bahwa akan menganggap wanita sebagai anak kandungnya dan memang itu sesuai dengan kenyataan karena Firman sangat menyayangi Anita selama ini tetapi kesalahan pria itu adalah tidak pernah jujur kalau sebenarnya dirinya punya istri di kampung dan dalam keadaan hamil besar sebab yang Firman katakan kalau dirinya merupakan pria single tanpa Status apapun yang melekat padanya.


Rossa itu ibarat seseorang yang sudah sangat bucin akibatnya segala macam kesalahan yang dilakukan oleh pasangan bakalan ia Maklumi seumur hidupnya, maka dari itu pasangannya itu bakalan tetap melakukan kesalahan yang sama karena merasa yakin tidak akan pernah dicampakkan dan juga tidak akan pernah ditinggalkan serta tidak ada yang namanya perpisahan di antara mereka.


"Kita tidak lagi membicarakan soal Papa kamu dan juga orang-orang lain tetapi yang kita bicarakan yaitu masalah kamu dengan anak muda yang kurang ajar dan tidak tahu diri itu, kalau soal Papa kamu itu merupakan urusan Mama dengan dia! Kamu sebagai anak tidak boleh ikut campur, karena memang itu bukanlah sesuatu yang harus kamu urus! Hanya kalau menyangkut kamu itu menjadi tanggung jawab Mama, karena kamu masih merupakan anak Mama sampai saat ini. Dan juga kamu masih Mama beri nafkah, Kecuali Kamu sudah bisa hidup sendiri bisa mandiri kemudian bisa menentukan Jalan kehidupan sendiri barulah kamu bisa membantah ataupun membangkang!"Anita hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan karena memang seperti inilah kebiasaan Mamanya setiap kali Firman melakukan kesalahan pasti bakalan dimaklumi Tetapi kalau Anita melakukan sebuah kekeliruan yang sangat kecil pasti akan diperbesar-besarkan dan alhasil Ia juga yang bakalan kena batunya.


"begitulah kebiasaan Mama bahwa Papa pasti bakalan selalu benar dan tidak akan pernah salah, Aku adalah anak yang tidak Diharapkan kehadirannya sampai-sampai tidak pernah loh dibela sama orang tua kandung sendiri! kalau memang ini yang terbaik Ya sudah Mama lakukan saja yang penting intinya tolong aku ingin pulang, selepas dari itu terserah aku mau membawa hidupku ke arah mana yang penting Intinya jangan kurang Aku di tempat terpencil ini! "setelah mengatakan hal itu Anita pun langsung mematikan panggilan tersebut dan masuk ke dalam kamarnya serta bersiap-siap untuk menunggu jemputan karena dirinya yakin Rossa pasti paham dengan apa yang ia katakan tadi.

__ADS_1


"Dasar anak kurang ajar Kenapa tidak kamu ikut dulu Papa kamu pergi ke Amerika supaya tidak membuat aku pusing di sini, sekarang ingin hidup tenang menikmati masa tua suami sendiri juga bikin masalah tambah anaknya pun sama saja membuat aku jadi bingung lama-lama bisa stress! "omel Rosa mau tidak mau menghubungi para anak buahnya untuk menjemput Anita agar bisa dibawa pulang kembali ke kota sebab dirinya juga sebenarnya tidak tega kepada anak yang sudah ialah lahirkan itu hanya saja efek dari rasa emosinya kepada Firman maka dari itu ia lampiaskan kepada Anita.


"Pak Asep Bagaimana kalau misalnya Bapak ikut saja ke kota kemudian menjadi sopir pribadiku saja di sana, kasihan loh Bapak kalau di sini sedangkan kehidupan di sini tidak ada perubahan sama sekali. Dan juga perkebunan di depan itu juga sudah ada yang mengurusnya kan, bapak hanya yang ngurusin rumah ini saja?"tawar Anita tetapi Asep menggelengkan kepalanya karena menurutnya ada di sini itu merupakan sebuah berkah baginya apalagi makam istrinya pun terletak di kampung ini jadi kalau misalnya meninggalkannya rasa-rasanya seperti ada jiwanya yang hilang dan juga Tertinggal.


"Terima kasih atas tawarannya Eneng, tetapi Percayalah kalau bapak baik-baik saja di sini soalnya istri Bapak kan juga ada di sini! "tolak Asep sambil tersenyum membuat Anita mengerutkan keningnya karena selama beberapa minggu di situ ia tidak pernah melihat yang namanya istri Asep itu datang untuk membantu suaminya atau sekedar Menyiapkan makan karena selama ini yang ia lihat hanyalah pria itu sendiri yang melakukan segala sesuatu


"Memangnya istri bapak ke mana Soalnya selama ini saya Islam berada di tempat ini tidak pernah saya lihat, apa dia bekerja juga di perkebunan atau mungkin di Kampung Sebelah nanti malam baru kembali? "tanya Anita penasaran.


"istri bapak itu sudah menghadap kembali ke penciptanya karena penciptanya lebih sayang dia dibandingkan Bapak, nanti kalau memang umur Bapak sudah tidak lama lagi kami pasti bakalan bertemu dan melepas rindu yang sudah bertahun-tahun tersimpan!"ujar Asep dan membuat Anita akhirnya sadar kalau sebenarnya wanita yang sangat berharga bagi kehidupan pria itu sudah tidak ada di dunia ini Dan mungkin arti lainnya yaitu sudah meninggal dan pria itu terlihat tidak ingin meninggalkan raga yang sudah tidak bernyawa dalam tumpukan tanah yang sudah menyatu dengan alam.


"Oh ya sudah kalau begitu dan juga saya minta maaf soalnya tidak tahu kalau istri bapak sudah tidak ada, soalnya sih menurut saya kalau orang sudah tidak ada itu bisa saja keluarganya meninggalkannya begitu saja karena kan jiwanya ada di mana-mana ya Meskipun raganya ada di satu tempat itu Tetapi kan sudah habis sudah hancur ikut dengan tanah kan?" Anita ingin menjadi orang yang berpikiran selalu optimis tidak terlalu yang namanya terpaku dengan pemikiran yang dibawa dari dulu ya Meskipun itu merupakan sebuah keharusan Tetapi kan tidak perlu harus sampai segitunya juga kan.


Asep hanya menggelengkan kepalanya karena menurutnya anak-anak zaman sekarang itu tidak akan pernah paham dengan pemikiran orang tua zaman dulu, karena mereka semua tersentuh dengan dunia barat yang sangat berbeda dengan kebiasaan orang timur kemudian sudah tersentuh dengan yang namanya teknologi dan alhasil semua-semua yang terjadi di muka bumi pasti mereka bakalan mengikutinya ya Meskipun tidak semuanya.


Anita yang sudah selesai yang berberes memilih untuk duduk tenang di depan teras tidak ada niatan untuk masuk kembali ke dalam rumah itu karena Ia memang benar-benar ingin pergi dari situ, sedangkan Asep memilih untuk menyiapkan bekal perjalanan untuk Nona mudanya itu karena dirinya yakin kalau Anita sekarang itu sebenarnya dalam posisi kelaparan hanya saja makanannya yang tidak nyambung membuat wanita itu memilih untuk menahan lapar.

__ADS_1


anak buah yang ditugaskan Rossa itu kebetulan tempat tinggalnya tidak jauh maka dari itu tidak membutuhkan lah waktu yang lama dirinya sudah sampai di perkebunan, dan ketika melihat mobil yang biasa dipakai oleh anak buah Mamanya itu masuk ke dalam Jalan Setapak menuju ke rumah tempat ia berada membuat Anita terlonjak kegirangan sebab akhirnya ia bisa keluar dari neraka jahanam seperti ini.


__ADS_2