
Ryan tidak bisa lagi membantah apa yang dikatakan oleh Kevin tadi sebab terlihat pria itu tetap kokoh pada pendiriannya yaitu tidak ingin berada di rumah sakit sampai kapanpun, Padahal tadi ia sudah sempat mengatakan kalau semua biaya klinik tersebut dirinya yang menanggung tetapi sepertinya Kevin memang benar-benar sedang dalam mode pengiritan maka dari itu sepeser pun yang ia keluarkan pasti bakalan dipikirkannya dengan sebaik mungkin.
Kevin bohong jika memang posisinya dalam keadaan baik-baik saja saat ini karena sejatinya rasa sakit itu bisa dibilang benar-benar sangat menyiksa, hanya saja jika terlalu banyak mengharapkan bantuan orang lain Takutnya nanti bisa menimbulkan yang namanya hutang Budi dan ia tidak ingin benar-benar terlibat dengan hal itu.
hidupnya saja sudah susah apalagi besok lusa harus bisa membalas utang Budi tersebut rasanya sangat mustahil maka dari itu lebih baik mewaspadai dari awal, lagi yang ia hanya ingin berteman Karena untuk bisa mendapatkan lawan bicara yang sepadan dan juga sesuai dengan bahasa negara asalnya bukan untuk mengambil keuntungan dari apa yang terjadi.
Ryan hanya bisa mengikuti teman satu kosnya itu dari belakang dengan perlahan mengikuti langkah kaki Kevin yang tertatih, di negara itu mereka tidak punya kendaraan pribadi soalnya pengurusannya yang ribet dan juga tidak punya uang untuk harus memiliki benda tersebut maka dari itu lebih baik seperti begini saja hitung-hitung hemat pengeluaran dan juga bisa melakukan olahraga tiap hari karena harus berjalan kaki.
"Apa kamu yakin ingin jalan kaki saja tidak ingin menggunakan taksi, soalnya lumayan jarak juga sih tempat ini dengan asrama? "tawa Ryan lagi karena daripada kondisi Kevin lebih parah daripada saat ini lebih baik mewaspadai dari awal namun Lagi Dan Lagi pria itu tetap menolak semua tawaran yang ia berikan.
"Terima kasih tawarannya tetapi aku merupakan seorang pria yang otomatis tidak boleh cengeng, masa iya luka sekecil ini aku harus manja-manja padahal tidak boleh melakukan seperti itu di saat seperti begini! "tolak Kevin membuat Rian hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sifat Kevin yang keras kepala itu memang susah sekali untuk diatur apalagi pendirian pria itu yang begitu Teguh.
"Kamu ini kenapa sih Terlalu berhemat sekali sampai-sampai menyusahkan diri sendiri, padahal dengan mengeluarkan ongkos hanya beberapa sen saja tidak bakalan membuat kamu miskin kan jadi Kenapa terlalu perhitungan seperti itu? "tanya Rian tidak habis pikir karena melihat sikap Kevin yang terlalu perhitungan dan alhasil merugikan diri sendiri padahal sehat itu adalah kunci untuk membuat dirinya sukses karena dengan sehat dirinya bisa bekerja sampai kapanpun.
"Sebenarnya bukan berhemat juga Tetapi kalau misalnya kita masih bisa melakukannya ya Kenapa tidak dilakukan saja, hitung-hitungkan aku harus mulai melatih ototku tidak boleh tenang di tempat dan juga tidak boleh bermacam-macam karena nantinya tidak akan ada satupun yang bisa mengganggu biaya hidupku selama di sini! "jelas Kevin.
"Ya sudah terserah kamu saja tetapi yang aku inginkan hanyalah kebaikan kamu saja bukan malah menyusahkan diri sendiri seperti ini,hanya saja dasarnya kamu yang susah diatur makanya maunya melakukan sesuatu yang akhirnya entah nanti Bagaimana nasib kamu ke depannya aku juga bingung!"omel Ryan yang sudah Jengah karena dari tadi harus mengingatkan Kevin tetapi sepertinya pria itu memang tidak peduli sama sekali dengan keadaannya saat ini.
keduanya memilih untuk tidak berbicara sama sekali sampai tiba di asrama Lalu setelah itu Kevin memilih untuk istirahat, mungkin malam ini Ia memang tidak bisa memaksakan kondisi untuk bekerja sebab Biar bagaimanapun pekerjaannya itu membutuhkan kecepatan dan juga ketangkasan serta harus dalam kondisi sehat sebab saat Di minimarket dirinya harus bekerja sampai pukul 09.00 malam lalu Setelah itu dilanjutkan di klub malam sampai pagi.
__ADS_1
Anita saat ini sudah sampai di rumahnya terlihat hanya ada asisten rumah tangga sedangkan papa dan Mamanya Entah di mana dirinya juga tidak tahu sama sekali, ingin sekali dirinya berbicara dengan mereka kemudian menyampaikan unek-unek yang ada di dalam hatinya hanya saja sengaja ditahannya karena kebetulan mereka ini sedang tidak ada di tempat.
"akhirnya non Anita pulang juga, Bibi jadi heran kok bisa sih Nyonya menyuruh pergi ke kampung itu selama berminggu-minggu? "ujar asisten rumah tangga itu membuat Anita mendengus kesal karena menurutnya kamu seperti mereka itu tidak pantas ikut campur dengan urusan majikannya karena yang mereka lakukan itu hanyalah bekerja dan juga mendapatkan perintah dari orang yang memberikan gaji kepadanya.
Anita yang sedang kelelahan ya Otomatis emosinya sedang meluap-luap saat ini maka dari itu ia butuh sekali pelampiasan, karena kebetulan Rosa juga tidak ada di tempat maka dari itu tidak masalah kan kalau ia menggunakan kesempatan.
"Bibi, aku itu sedang mencoba untuk perbaiki hati dengan tidak marah-marah! Tetapi sepertinya Bibi tidak paham dengan apa yang aku katakan, jadi aku lihat seolah-olah kita ini merupakan teman dekat padahal jelas-jelas kamu itu hanyalah pesuruh di sini! "ujar Anita dengan tatapan mengejeknya membuat wanita paruh baya itu hanya bisa menundukan kepalanya karena sebenarnya maksud dan tujuannya itu hanya menyampaikan bahwa ia sedikit berbahagia karena majikan mudanya itu sudah pulang.
"Maaf Non kalau Bibi sudah lancang, Bibi janji tidak akan pernah ngomong aneh-aneh lagi." ujar wanita itu sambil menundukkan kepalanya bahkan bisa dibilang saat ini usia tidak menjadi tolak ukur seseorang untuk saling menghormati karena uang merupakan segala-galanya sampai-sampai mungkin bisa dibilang harga diri seseorang bisa dibeli.
"Makanya dari itu kemarin-kemarin tuh sadar diri tidak usah nyeleneh atau pencari perkara dengan orang lain, lain kali kalau seperti itu lagi aku bakalan suruh mama untuk memecat kamu soalnya sudah sangat tidak sopan santun kepadaku di saat yang tidak tepat. "omel Anita lagi dan memberikan kode agar wanita itu segera pergi dari hadapannya daripada emosinya bakalan keluar lebih parah lagi kan Rasanya sangat tidak etis.
Rossa terlihat menghilang nafasnya kasar ketika mendengar pertanyaan dari suaminya itu yang seolah-olah tidak sadar kalau sebenarnya di sini yang berbohong itu adalah dirinya, pria itu terkadang seperti begitu maunya tidak pernah disalahkan bahkan bisa dibilang inginnya kesalahan yang ia lakukan itu dimengerti oleh pasangannya Padahal selama ini tidak pernah melakukan hal itu atau mungkin bisa dibilang ada timbal baliknya biar sama-sama enak namun terkadang hanya harapan saja karena sesuai kenyataan pun tidak akan pernah terjadi.
"kejujuran? sekarang pertanyaannya ke Papa pernah tidak apa-apa jujur Apapun masalahnya dan apapun keadaannya kepada Mama sekarang Dan juga kemarin serta nanti, Bukankah selama ini hubungan kita itu sudah diawali dengan kebohongan dan kebohongan itu imbasnya sampai saat ini padahal kita sudah tua ini loh? "tanya Rossa dengan tatapannya yang bisa dibilang tersirat begitu banyak kekecewaan kemudian memendam begitu banyak beban pikiran pada seharusnya ya sadar kalau beban pikiran itu sebenarnya tidak ada obatnya sama sekali kecuali berbagi kepada orang-orang yang mungkin lebih mengerti dan juga orang-orang yang bisa memberikan solusi ketika mendapatkan lawan bicara yang kondisinya seperti Rossa.
Firman hanya bisa terdiam karena ia yakin pokok permasalahan ini sebenarnya berasal dari wanita yang bernama Maharani Safitri, Coba saja waktu itu Anita tidak berhubungan dengan anak dari wanita tersebut yang otomatis masalah tidak akan jadi seperti begini dan hubungan dengan Rosa baik-baik saja seperti dahulu sebelum bertemu dengan mereka.
Kevin, sebenarnya Kalau boleh jujur di dalam benaknya anak itu sebenarnya darah dagingnya Firman. Hanya saja jika disuruh memilih antara mempertahankan ego dan juga kenikmatan duniawi maka Firman lebih memilih Rosa dan juga Anita, karena kalau Ia kembali kepada Rani dan juga Kevin maka dari itu dirinya bersiap-siap saja untuk menjadi orang miskin.
__ADS_1
"Mama itu ngomong apa sih? memangnya siapa yang berbohong dari awal dan bukti dari mana Kalau Papa ini sebelum jadian sama mama pernah menikah, Jangan memikirkan sesuatu yang akhirnya membuat Mama yang kesusahan sendiri padahal jelas-jelas tidak terjadi apapun! "ujar Firman yang masih saja mencoba untuk berkilah berharap agar Rosa paham jika hanya dirinyalah wanita satu-satunya di dalam kehidupan Firman selama ini tidak pernah ada orang lain apapun itu dan juga siapapun.
Rossa mencoba untuk menetralkan perasaan saat ini sebab Percayalah dirinya merupakan orang yang memiliki temperamen yang bisa dibilang sangat buruk, jika sudah merasa emosi dan juga kesal terhadap seseorang Percayalah mereka akan meluapkan hal itu dengan cara yang tidak baik dan juga bisa dibilang menggunakan kekerasan barulah mereka merasa puas dan juga merasa bahwa itu merupakan solusi yang terbaik dari masalah yang tengah terjadi.
Firman kali ini memang benar-benar sudah membuatnya kecewa padahal Apa susahnya sih kalau Berbicara jujur mungkin dengan begitu mereka bakalan bisa mencari solusi yang terbaik, tapi kalau diam saja seperti ini ya Rosa dibuat kebingungan harus percaya yang mana dan juga harus menganggap Siapa yang sedang berbohong kepadanya hanya untuk mendapatkan kepentingan diri sendiri.
"kalau memang kamu tidak mau jujur Oke aku tidak masalah karena kita bakalan melakukan tes DNA terhadap anak itu, kalau untuk status Anita Ya sudah kamu tahu dari awal kan kalau dia memang bukan anak kamu hanya saja kamu sudah berjanji tidak akan pernah mengungkit hal itu sampai kapanpun! Jadi aku minta sama kamu apapun yang terjadi Jangan pernah menganggap wanita itu orang lain, karena kalau sampai hal itu terjadi jangan menyesal kalau kamu aku bakalan buat menjadi seorang gembel di luaran sana dan Percayalah tidak ada satupun orang yang akan memberikan pertolongan kepada kamu. "ancang Rossa secara tidak langsung.
"Anita itu memang merupakan darah dagingku karena dari awal aku sudah tahu konsekuensinya dan kita juga tidak pernah mempermasalahkan ini sudah berpuluh tahun lamanya kan, jadi kamu tidak perlu meragukan hal itu Dan yang namanya Rani serta Kevin itu Aku tidak pernah menganggap mereka ada karena memang selama ini mereka tidak pernah ada di dalam kehidupanku. "Firman masih tetap kokoh pada pendiriannya Terserah kalau istrinya itu mau melakukan tes DNA karena dirinya juga bisa menunggu waktu dokter untuk mengubah hasil tes tersebut yang menjadi sesuai dengan keinginannya meskipun itu bisa dibilang melanggar hukum tetapi tidak masalah.
"Oke, jadi Papa mengizinkan kalau sampai kita melakukan tes DNA terhadap anak itu? aku itu merasa dibohongi oleh suamiku yang selama ini menemaniku sudah bertahun-tahun lamanya, asal Papa tahu saja perasaanku itu hancur karena tidak percaya suami yang selama ini aku puja adalah pria yang masih berstatus sebagai suami orang! "jelas Firman itu merupakan suaminya Rani juga karena sampai sekarang tidak ada yang namanya kata talak ataupun surat perceraian resmi dari pengadilan karena keduanya sama-sama memilih untuk selesai Meskipun tidak ada kata perpisahan karena firman Yang Memilih Untuk pergi dari kehidupan kami bahkan tidak peduli dengan keadaan wanita itu yang saat itu sedang hamil saat dirinya pergi.
"tidak masalah tetapi tidak dalam waktu dekat Karena papa masih belum Ingin Bertemu dengan wanita pengganggu itu, soalnya nanti Setiap kali kita bertemu pasti dia bakalan begitu bahagia karena mengira Bapak bakalan memberikan nafkah untuk anaknya. "Firman sengaja mengatakan itu agar bisa mengulur waktu supaya ia bisa mengatur strategi yang terbaik agar bisa membuat hasil tes DNA nantinya akan sesuai dengan yang ia inginkan.
Anita Di rumah sudah ingin menghancurkan semua barang-barang yang ada di situ karena sudah sejam lebih ia menunggu kedua orang tuanya tetapi tidak ada satupun yang muncul, dirinya yang sudah dari kampung yang jaraknya begitu jauh berpuluh-puluh KM jauhnya kemudian tanpa penerangan sama sekali tanpa alat komunikasi berusaha untuk cepat sampai di rumah untuk bertemu dengan kedua orang tuanya tetapi yang ia dapatkan tidak sesuai dengan harapan.
Bahkan lebih parahnya lagi guci besar yang berharga ratusan juta rupiah ia pecahkan tepat di depan pintu, supaya nanti saat orang tuanya datang akan langsung tahu kalau sebenarnya ia sedang marah dan juga merasa tidak suka ketika diabaikan seperti saat ini.
"Aku benci kalian semua, setelah membuangku malah sekarang asik-asikannya pergi berdua tanpa memikirkan perasaan anak sendiri! "teriak Anita sampai-sampai membuat para asisten rumah tangga serta semua orang yang bekerja di situ benar-benar merasa ketakutan.
__ADS_1