
Setelah ada beberapa hari di rumah sakit kini Adinda sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya memboyong baby Amelia ikut serta dengannya, ya Meskipun sebenarnya Silvia dan juga suaminya masih sedikit merasa cemas takutnya jangan sampai keadaan Adinda dan juga anaknya itu terjadi sesuatu hal yang dikhawatirkan.
Namun karena Olivia meyakinkan mereka bahwa semuanya akan baik-baik saja maka dari itu terpaksa Silvia dan juga Hendra menyetujui Agar Adinda bisa pulang, karena Biar bagaimanapun Olivia adalah dokter yang bertugas untuk memastikan keadaan anak mereka Jadi jika wanita itu merasa yakin ya tentunya mereka pun tidak bisa membantahnya sebab itu semua diperhitungkan baik baik.
"dia akan baik-baik saja Jadi kalian tidak perlu merasa cemas seperti itu, kalau memang kalau ada kenapa-napa tinggal menghubungiku saja nanti aku bakalan memastikan keadaanmu secara langsung!" Jelas Olivia.
Devon pagi-pagi sekali sudah berada di rumah sakit sampai-sampai melupakan tugas pentingnya untuk pergi ke kantor karena ia ingin memastikan Kalau Adinda pulangnya nanti akan bersama dengan dirinya, namun terkadang Harapan tidak sesuai dengan kenyataan karena terbukti sekarang Adinda lebih memilih untuk pulang bersama dengan Arga.
Padahal Arga saja menumpang di mobil kedua orang tuanya Adinda sebab pria itu datang ke tempat itu tidak mempunyai kendaraan pribadi karena pikirannya mereka pasti hanya sementara saja, membuat Devon jelas saja tidak terima karena dirinya sudah secara khusus menyiapkan kendaraan untuk Adinda dan juga Amelia.
"di situ mobilnya sudah penuh sesak kenapa kamu harus memaksakan diri untuk tetap bergabung, padahal dalam mobilku masih luas loh karena yang diisi hanya barang-barangnya Baby All saja? " tanya Devon penasaran karena Entah mengapa dirinya merasa seperti Adinda itu sedang berusaha menjaga jarak padahal Ia juga tidak punya maksud jahat ataupun terlalu memaksakan kehendaknya sampai-sampai agar Adinda itu bisa menghargai dan juga menerima perasaannya kepada wanita itu.
"kayaknya apa yang dikatakan Devon itu tidak salah lebih baik kita ikut saja di mobilnya dia soalnya memang di dalam mobil sini sepertinya penuh sesak, dan juga kasihan dia sudah jauh-jauh datang tetapi Malah mengabaikannya seperti itu rasa-rasanya seperti kita itu tidak menghargai bantuan yang diberikan oleh orang lain! "ujar Arga yang memang merasa sepertinya telepon itu Tengah memendam rasa kecewa yang sangat akibat mendapat penolakan yang terus-menerus dari Adinda ya Meskipun sebenarnya maksud dan tujuan pria itu begitu tulus yaitu ingin menunjukkan perasaannya kepada Adinda meskipun sebenarnya Arga akui kalau dirinya merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh Devon itu.
"Ya sudahlah kalau menurut kamu seperti itu hanya saja aku merasa tidak nyaman kalau harus berada berdekatan dengan pria itu terus, karena sifatnya yang terlalu banyak bicara kemudian tidak mau mendengarkan orang lain bahkan terkesan seperti memaksa itulah yang membuat aku merasa tidak nyaman! "jelas Adinda agar Arga paham kenapa sampai dirinya sangat tidak menyukai berada di dekat Devon yang terlalu otoriter dan juga pemaksa.
__ADS_1
"dia itu sebenarnya baik hanya saja terlalu berlebihan dalam bersikap dan juga mungkin selama ini keinginannya selalu diikuti sampai-sampai tidak terima yang namanya penolakan, kalau memang kamu merasa tidak nyaman terus-menerus nanti aku yang bakalan ngomong ke dia biar paham dan juga merubah sikapnya yang seperti anak kecil itu." jelas Arga membuat Adinda sedikit bernafas lega karena Akhirnya ada yang mau mengerti tentang perasaannya yang jelas-jelas sangat merasa tidak nyaman kalau berada di dekat Devon.
Devon yang sudah selesai berbicara dengan Mamanya memilih untuk menyusul Arga dan juga Adinda yang terlihat sudah duduk manis di dalam mobilnya, pria itu sebenarnya merasa tidak nyaman kalau ada harga di situ sebab terlihat Adinda hobinya menempel kepada pria itu sampai-sampai tidak menghargai Perasaannya sama sekali yang sedang berusaha memberikan perhatian secara berlebih.
"Kamu kenapa tidak ikut saja di dalam mobilnya Om Hendra dan juga tante Silvia soalnya kan kasihan kalau di sini harus ada kamu nanti takutnya baby all akan merasa tidak nyaman, dan juga mungkin Adinda butuh ketenangan maka dari itu bisa tidak Biarkan kami berdua saja di sini? "tanya Devon membuat Arga mengerutkan keningnya karena menurutnya apa yang dikatakan oleh Devon itu terlalu berlebihan.
Adinda mengerutkan keningnya sebelah ketika mendengar permintaan yang dilontarkan oleh anak dari dokter Olivia itu, bukan karena Iya Sedikit salah pendengarannya hanya saja melainkan ia merasa seperti tingkah yang diperlakukan Selama ada Arga itu terkesannya terlalu berlebihan dan juga mengada-ada.
"kamu Kenapa diam saja? Ayo jalan ke sana pergi ke mobilnya Om Hendra Takutnya nanti kalau mereka jalan kamu bakalan kesusahan mendapatkan kendaraan, nanti lama-lama kamu bisa pulang ke sana dengan jalan kaki karena terlalu lama bergerak dan juga Adinda pasti sudah bosan dan memilih untuk segera kembali ke rumah? "Tanya Devon geregetan karena Arga yang tidak kunjung turun dari mobil.
Devon Tentu saja tidak merasa apa yang dia katakan itu salah maka dari itu ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Arga pria itu jadi bingung sendiri, apalagi menurutnya Respon yang diberikan oleh Arga itu sangat berlebihan padahal jelas-jelas Ia bersalah dan juga Devon hanya ingin melakukan sesuatu demi kenyamanan Adinda dan juga baby Amelia yang jelas-jelas masih kecil dan butuh ruang gerak yang begitu bebas.
"Memangnya salah dengan apa yang aku katakan tadi sampai-sampai kamu terlihat tersinggung seperti itu, padahal sebenarnya tidak ada yang salah sama sekali sih menurutku hanya kamunya saja yang sepertinya tidak paham dengan apa yang aku katakan!"Devon itu tidak menampakkan rasa bersalahnya Mungkin ia merasa bahwa perkataannya itu sesuatu yang biasa saja dan kalaupun ditanggapi berlebihan oleh Arga itu mungkin Arganya saja yang terkesan berlebihan.
"kamu cari taksi sana gih, biar nanti kita berdua yang bakalan naik kendaraan itu! Soalnya aku lebih nyaman kalau pergi bersama dengan kamu, daripada orang lain yang jelas-jelas sok akrab!"perintah Adinda membuat Devan membulatkan matanya sempurna karena masa iya tadi Ia yang menyuruh Arga untuk turun tetapi kenapa sekarang malah Adinda yang ikut-ikutan.
__ADS_1
"loh kok kamu juga malah ikutan turun memangnya siapa yang menyuruh kamu melakukan hal itu, biarlah dia sendiri Bukankah itu atas kemauannya dan aku juga dari tadi hanya Ngomong sekali doang hanya dianya saja yang langsung tersinggung dan memilih melakukan hal itu ?"tanya Devon tidak terima.
"diam kamu tidak usah ngomong sama sekali daripada kamu mau ngomong itu Hanya mengundang masalah yang begitu besar dan juga tidak menyenangkan, Memangnya kamu pikir aku juga nyaman hanya berduaan dengan kamu di sini karena kamu itu pria egois dan juga tidak ada rasa pengertian sama sekali dengan kondisi orang lain. "ujar Adinda kasar membuat baby Amelia di dalam gendongannya itu langsung menggeliat mungkin merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh emaknya.
"Sudahlah kita di sini saja kamu jangan bicara banyak kasihan itu adeknya merasa seperti tidak nyaman kalau mendengar suaramu yang begitu menggelegar, kalau nanti dia sudah besar dan juga mengerti usahakan hentikan semua Kegiatan kamu yang aneh-aneh serta mengundang masalah karena Takutnya nanti dia bakalan terpengaruh dengan apa yang terjadi di sekitarnya! "ujar Arga memilih untuk tetap mempertahankan rasa malunya demi kenyamanan Amelia dan juga Adinda yang kalau misalnya ikut dengannya naik taksi takutnya jangan sampai taksi di jam seperti ini kesulitan untuk mereka dapatkan maka bisa dipastikan kedua orang itu pasti akan merasa tidak nyaman belum lagi Adinda yang baru saja melahirkan normal Ya tentu saja ingin lebih memilih banyak istirahat.
Hendra dan juga Silvia sudah sampai dari tadi tetapi mereka merasa heran karena Adinda dan juga anaknya serta kedua pria yang selalu berdebat itu belum sampai, membuat Silvia mulai mengkhawatirkan sesuatu yang aneh-aneh tetapi Hendra meminta istrinya untuk tetap tenang dan juga tidak perlu cemas berlebihan karena pemikiran orang tua itu lama lama bisa menjadi doa untuk anak sendiri.
"mereka pasti baik-baik saja kok Yang penting Intinya kamu jangan terlalu cemas seperti itu, Devan paham keadaan kota ini maka dari itu dia tidak mungkin melakukan kesalahan! Arga itu juga merupakan anak yang pengertian karena dari kecil dia selalu hidup dengan kita maka dari itu Kamu harusnya tahu kalau dia pasti bakalan melindungi Amelia dan juga Adinda, lebih baik kita masuk ke dalam rumah dan memastikan semua persiapan kira-kira berjalan lancar atau tidak!" ajak Hendra.
Silvia memilih untuk mengalah dan juga tidak terlalu memikirkan seperti yang tadi diminta oleh suaminya itu, namun percayalah rasa cemas itu pasti tetap akan ada akan tetapi semuanya bisa dinetralisir dengan berbincang ataupun berbagi keluh kesah mungkin dengan begitu beban pikiran akan sedikit terasa begitu berkurang.
"Nah itu mereka sudah datang kamunya saja yang terlalu cemas berlebihan Padahal mereka dalam keadaan baik-baik saja, Ayo sekarang kita sambut mereka sambut cucu tersayang kita untuk masuk ke dalam kediamannya Baratayuda di sini nanti kalau memang dia sudah kuat kita bakalan membawanya kembali ke negara yang seharusnya dia berada dan juga tumbuh serta berkembang di sana!"kedua orang tua tersebut tersenyum ketika melihat Amelia yang begitu anteng di dalam gendongan Adinda mereka begitu bahagia karena ternyata ibu dan anak itu dalam keadaan baik-baik saja.
"Welcome to Home Baby Amelia Baratayuda, Selamat datang di rumah kita nak Semoga kamu betah dan juga nyaman di sini!"ujar Silvia sambil menitikan air mata karena tidak percaya jika kini statusnya sudah berubah menjadi seorang nenek yang jelas-jelas mempunyai tanggung jawab yang lebih lagi yaitu memastikan Kalau Adinda baik-baik saja dan juga Amelia tidak pernah kekurangan kasih sayang meskipun lahir dari seorang wanita yang berstatus sebagai single Mommy.
__ADS_1