SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Ambil saja


__ADS_3

Amelia merasa tidak terima ketika diperlakukan tidak manusiawi oleh Naura seperti saat ini, sebab mau bilang manusiawi gimananya coba ketika wanita itu datang berteriak-teriak seolah Ada hal penting apa yang sudah Amelia ambil dalam hidupnya.


kalau misalnya masalah itu hanya menyangkut soal Arfan ya Dari awal kan Amelia sudah menegaskan kalau dirinya tidak berminat dengan pria itu walau hanya sedikit saja, Bahkan perasaan sukanya pun sudah ia kubur dalam-dalam karena menurutnya jika memang dirinya dan Arfan itu jodoh meskipun dirinya mau menjauh sampai sebagaimana pun jika sudah takdirnya pasti bakalan tetap bertemu.


Naura sepertinya tidak pernah paham dengan sikap yang sudah ditunjukkan oleh Amelia selama ini yaitu berusaha untuk menjauhi Arfan, Karena Wanita itu yang ada selalu saja menyalahkan dirinya bersikap seolah-olah Amelia itu selalu saja datang dan juga mendekat serta merayu Arfan agar mau berhubungan dengannya.


terbukti saat ini kok bisa-bisanya Naura mengatakan semua hal-hal yang sangat tidak masuk akal dan bisa dibilang hanya mengada-ada saja, tetapi mau bagaimana lagi ketika rasa cemburu itu lebih dominan maka akal sehat tidak akan pernah berfungsi dengan benar bahkan yang tadi teman menjadi lawan dan juga orang asing bahkan dijadikan lebih asing lagi serta tidak dipedulikan sama sekali.


" Kamu itu sebenarnya maunya apa sih, Memangnya kamu lihat saya sekarang lagi berdekatan sama Arkan atau mungkin lagi ****-emotan gitu? Ayolah kalau bisa tuh positif thinking dikit dong jadi orang Jangan hanya mencurigai sesuatu dari sudut pandang kamu saja, Memangnya kamu pikir aku ini sudah tidak punya kesibukan lain lagi jadinya harus meladeni manusia-manusia seperti kalian? kalau memang Kamu ngerasa Arfan itu terlalu dekat denganku Ya sudah Oke aku minta maaf aku janji akan menjauh dan juga tidak akan pernah berhubungan dengan manusia itu lagi, hanya saja Tolong jangan datang dan buat keributan di sini karena ini tuh tempatnya buat orang sekolah bukan mau gw-an segala? " ngomel Amelia kesal karena dirinya itu sedang dalam masa urgent sebab soal belum terkumpul sama sekali tetapi Naura Datang malah membuat keributan siapa sih bakalan berfungsi lagi otaknya ketika semuanya sudah ngeblank secara tiba-tiba.


Naura mengepalkan tangannya menahan emosi karena Lagi Dan Lagi Amelia selalu punya cara untuk membungkam dirinya, dan sekarang itu lebih parahnya lagi Arfan malah menatap dirinya dengan tatapan penuh kemarahan entah apa yang ia lakukan sampai-sampai pria itu bukannya membelanya malah terlihat seperti sedang menatap ke arah musuhnya sendiri.


" Jadi ceritanya kamu pengen saya kayak gimana coba, maksudnya biar saya dengar saran dari kamu yang mungkin dengan begitu saya bakalan melakukan sesuai dengan apa yang kamu inginkan? Soalnya kalau dengan versinya saya ya Dari awal saya memang tidak ada niatan untuk mengganggu hubungan siapapun, Jadi kalau misalnya kamu merasa tidak nyaman itu juga urusan kamu bukan urusannya saya? " Amelia benar-benar merasa tidak terima ketika tiap hari dirinya selalu difitnah seperti itu padahal sudah berusaha menghindar kamu ya balik lagi tetap saja seperti begitu pembahasannya setiap hari seolah-olah tidak ada pembahasan lain lagi selain dirinya dan juga Arfan.


Daffa yang sudah merasa jenuh memilih untuk mendekati Amelia dan merangkul bahunya membuat Arfan langsung terkesiap dan juga tidak terima, karena menurutnya pria membuat onar seperti Daffa itu tidak pantas berhubungan dekat dengan Amelia karena yang ada nanti hidup sahabatnya itu bakalan kebablasan serta tidak ada yang namanya kebahagiaan sama sekali setiap hari dibikin stres kok sama Daffa itu.


" dia adalah calon pacarnya saya dan kalau kamu merasa bahwa kehadiran dia itu mengganggu hubungan kamu seharusnya kamu tanya itu sama cucunguk, Kenapa dia yang selalu mengganggu Amelia dan juga kenapa dia selalu sudah muncul ketika Amelia lagi ingin sendirian?" tanya Dafa dengan tatapan mengejek ke arah Naura membuat wanita itu mengepalkan tangannya menahan emosi karena menurutnya apa yang dikatakan Daffa itu sudah sangat keterlaluan dan seolah-olah tengah menghina dirinya jika kekasihnya itu lebih peduli kepada sahabatnya dibandingkan dirinya.

__ADS_1


" Ini semua tidak ada urusannya dengan kamu jadi lebih baik kamu pergi dari hadapanku sekarang dan jangan pernah muncul lagi, karena jika kamu datang hanya untuk mengganggu Amelia maka aku yang bakalan membuat perhitungan sama kamu sehingga kamu sadar bahwa di dunia ini Ternyata semuanya sangat rumit untuk dijalani, " sambung Dafa lagi membuat Naura menatap ke arah Arfan berharap agar ada bantuan untuknya.


Arfan kini maju mendekati Dafa kemudian mencengkeram erat kemeja sekolah milik pria itu, membuat Naura begitu bahagia saat ini Arfan pasti Tengah membantunya untuk membuat Daffa dan juga Amelia sadar kalau mereka itu tidak ada apa-apanya.


" Jangan pernah kamu menyentuh Amelia walau hanya seujung kuku saja karena aku tidak pernah mengizinkan hal itu terjadi, Jika kamu berani macam-macam sekali lagi maka saya akan membuat hidup kamu menjadi berantakan dan juga tidak akan pernah membuat kamu bernafas dengan tenang! " perkataan Arfan itu begitu tenang tetapi penuh dengan tatapannya yang mengintimidasi membuat Dafa ingin sekali tertawa karena merasa lucu Sejak kapan dirinya takut dengan pria itu.


" Jadi ceritanya di sini kamu menyalahkan saya dengan apa yang kamu alami ini oh atau Mungkin sebenarnya kamu itu hanya pura-pura pacaran sama dia hanya membuat Amelia cemburu, sepertinya tidak usah Bro karena Amelia biasa saja tuh tidak meledak juga tidak marah-marah juga malah yang ada dia begitu happy, " ujar Daffa lalu kembali ke tempat duduknya seperti menurutnya masalahnya sudah sedikit perjelas dan Ia yakin jika Naura itu seorang yang berpendidikan pasti akan paham tentang apa yang terjadi di hadapannya saat ini Bagaimana seorang Arfan rela ingin bertengkar dengan Dafa hanya untuk membela Amelia.


Naura benar-benar kecewa dengan apa yang ada di hadapannya saat ini ketika melihat kalau Arfan lebih memilih membela Amelia dibandingkan dirinya, bukan ini yang dirinya mau bukan ini yang dirinya inginkan ketika menjalani sebuah hubungan tetapi kekasihnya selalu cuek dan juga tidak pernah mengerti serta lebih mementingkan orang-orang terdekatnya dibandingkan dirinya.


" kamu lebih baik kembali ke kelas kamu dan renungi semua kesalahan yang kamu lakukan barusan, jika satu kali lagi kamu mempermalukan Amelia seperti tadi Maka jangan menyesal jika kita bakalan berakhir saat itu juga! " sarkas Arfan yang begitu kasar sebab menurutnya Naura itu sudah sangat keterlaluan dan juga tidak bisa dimaafkan jika dirinya tidak membuat sebuah perubahan dalam hidupnya.


" puaskan kamu melihat kami bertengkar lagi dan melihat Arfan memberlakukan diriku sebegitu buruknya, Kenapa bukan kamu saja yang menjadi kekasihnya dan Kenapa juga bukan kamu saja yang menarik perhatian baginya bukan aku yang jelas-jelasnya inginnya dipermainkan saja? " tanya Naura lalu segera pergi dari situ sedangkan Amelia hanya menggelengkan kepalanya karena menurutnya Naura itu sudah terlalu berlebihan seharusnya bertanya dulu terus kalau misalnya jawabannya ya berikan tidak masuk akal Ya baru boleh marah-marah tetapi ngomong saja belum langsung mempermainkan dirinya seperti itu kan rasa-rasanya sudah sangat keterlaluan.


" kamu cepat susul Naura sekarang juga agar dia jangan terlalu salah paham soalnya aku capek dijadikan kambing hitam untuk hubungan kalian, Oh iya Satu lagi kalau kamu belum berdamai dengan naura jangan pernah berbicara denganku dan jangan juga pernah untuk mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal karena sumpah gara-gara kalian membuat aku selalu mendapatkan rasa malu ini , "ujar Amelia yang benar-benar merasa kecewa.


Arfan tidak ada niatan untuk mengejar Naura sebab menurutnya Wanita itu sudah yang mempermalukan dirinya sendiri bukan mereka, Jadi kalau misalnya dia mau pergi kemanapun untuk apa juga dipedulikan Biarkan saja Bukankah dia bukan anak kecil lagi yang harus ketika sedang merajuk perlu dibujuk dan perlu diberikan apapun agar bisa tenang.

__ADS_1


Amelia merasa emosi seketika ketika melihat Arfan tidak ada niatan untuk mengejar Naura, tidak tahukah pria itu jika sifatnya seperti begitu terus maka dirinya akan disalahkan terus oleh wanita itu?


Kamila sebenarnya merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Amelia yaitu jika sampai Arfan terlalu mengabaikan Naura Takutnya nanti wanita itu bakalan nekat, saat berhadapan dengan Arfan saja dirinya bisa memarahi Amelia habis-habisan apalagi kalau misalnya tidak ada pria itu entah bagaimana nantinya wujud aslinya bakalan keluar ke permukaan dan menyusahkan Amelia.


" Jadi ceritanya kamu memang tidak ada niatan untuk mengejar itu wewe gombel lalu meminta maaf kepadanya maksudnya supaya nantinya Amelia bakalan baik-baik saja, kamu tahu kan sikapnya Naura itu seperti apa dan kamu terus menerus saja mencari masalah seperti ini? Oke aku kali ini hanya ingin berada di posisinya Amelia yaitu ingin mendapatkan yang namanya keamanan dan juga kenyamanan saat bersekolah, dan jika sumber dari ketidaknyamanan dia itu adalah kamu Ya setidaknya kamu caranya bagaimana supaya kenyamanannya dia kembali lagi, " omel Kamila kesal karena melihat Arfan tidak ada niatan untuk memperbaiki semua kesalahan yang ditimbulkan oleh sikapnya Naura yang terlalu banyak salah pahamnya dibandingkan dengan mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.


Arfan menggelengkan kepalanya karena memang dirinya tetap pada pendirian awal yaitu tidak akan pernah terintimidasi apalagi diperintah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, Sudah cukup dirinya diam sudah cukup dirinya sudah seperti orang bodoh yang pada akhirnya hanya dipermainkan oleh wanita seperti Naura itu.


" aku bakalan meninggalkan Naura secepatnya dan tidak akan pernah berhubungan dengan wanita seperti itu lagi karena yang ada hanya membuat aku pusing memikirkan semuanya, Kalau memang dia tidak terima Ya tidak masalah tetapi intinya aku tetap baik pada pendirianku sendiri dan tidak akan pernah berubah pikiran, "ujar Arfan membuat Kamila dan juga Amelia Saling pandang karena sepertinya keputusan pria itu sudah bulat dan tidak akan pernah bisa diubah lagi.


" Ya sudah terserah kamu saja tetapi Intinya jangan sampai Amelia dibawa-bawa Ya, sudah cukup loh dirinya diperlakukan sangat buruk oleh Naura selama ini Padahal jelas-jelas dia tidak ada sangkut pautnya dengan kamu, " tegas Kamila sebab Biar bagaimanapun hanya Amelia saja yang dirinya punya di sekolahan ini dan juga hubungan mereka bisa dibilang sangat dekat segala macam rahasia itu selalu saja mereka bicarakan satu sama lain.


" aku lebih memilih sahabat dibandingkan seorang wanita karena wanita Kalau bosan pasti dia bakalan meninggalkanku tetapi sahabat tidak akan pernah, apalagi kami sudah bersahabat masih kecil maka dari itu aku tidak akan pernah menggadaikan rasa persahabatanku itu dengan barang lain apalagi dengan seorang wanita egois seperti Naura itu! " Arfan tahu dirinya harus bertindak tegas sekali ini tidak peduli jika nantinya ada hati yang terluka dan juga tidak peduli jika nantinya ada yang merasa tidak enak hati yang penting intinya Ia membuat dirinya yang merasa nyaman lebih dahulu.


Amelia memilih untuk tidak ambil pusing toh itu semua kan keputusannya Arfan bukan atas pengaruh dari dirinya, sebab yang diminta oleh kedua orang tuanya adalah menjadi seorang murid yang berprestasi membanggakan orang tua dan penting intinya bisa lulus dengan nilai yang sempurna.


Arkan di sekolahnya hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat sahabatnya Davin yang sengaja menstalking akun sosial media milik kakaknya Amelia, padahal Ia sudah berkata dari awal Kalau kakaknya itu paling tidak suka dengan anak yang masih Bocil seperti mereka dan dirinya paling suka dengan seseorang yang lebih dewasa.

__ADS_1


" kamu tuh kenapa sih Sudah aku bilang berulang kali tidak boleh mencari tahu akun pribadi kakakku karena nantinya jika dia tahu kamu melakukan hal itu bisa Bahaya loh, dan satu lagi matanya itu tidak rabun kalau kamu itu sebenarnya masih kecil masa iya suka sama orang yang lebih besar, "protes Arkan tidak terima tetapi Davin memilih untuk tidak peduli.


" ya kan ini hanya menstalking akunya saja bukan benar-benar mengajaknya untuk berhubungan serius, lain ceritanya kalau aku mengajaknya nikah Nah itu baru kamu boleh cerewet dan merasa tidak terima dengan apa yang aku lakukan? "ujar Davin tidak terima sebab menurutnya mencari tahu kehidupan pribadi seseorang itu sebenarnya tidak masalah yang penting intinya masih masuk dalam hal yang wajar dan juga hal yang memang tidak ditutup tutupi oleh pemilik Akun tersebut maka dari itu jika masih masuk dalam konsumsi publik Kenapa tidak dirinya juga melihatnya sekarang pula tak permasalahannya tuh di mana kecuali Ia adalah seorang hacker.


__ADS_2