
Kevin hari ini memilih pulang dari kampus lebih cepat karena tadi Rani sempat menchat dirinya katanya ada keperluan penting dengan anak muda itu, ya Meskipun Kevin tahu pasti pembahasannya hanya mengenai kehidupan mereka kemudian cita-cita dirinya di masa depan pokoknya seputaran Hal itulah.
Sesampainya di asrama pria itu langsung menghubungi ibunya karena biar bagaimanapun sebagai seorang anak tentu saja ia sangat penasaran dengan kabarnya Rani, Apalagi mamanya itu tinggal sendirian mencari nafkah pun sendirian serta untuk menjaga dirinya pun dia lakukan sendirian karena sudah tidak ada Kevin yang selama ini selalu menemani ibunya kemanapun Wanita itu pergi .
" Ada apa Bu tadi sempat menghubungiku saat di kampus, Memangnya ibu sekarang ada di mana sih kok kedengarannya rame sekali? "tanya Kevin penasaran soalnya kehidupan di kampung itu sangat dihafal tidak ada yang namanya keramaian dan hiruk-piku kendaraan yang tidak pernah berhenti berlalu-lalang.
terdengar Rani menghela nafasnya secara perlahan karena dirinya yakin entah nanti bagaimana Respon yang dikatakan oleh Kevin ketika tahu dirinya sudah melakukan sebuah hal nekat, hanya saja apapun tentang anaknya Ia tetap akan melakukannya meskipun itu merendahkan harga dirinya sekalipun atau mungkin sampai-sampai membiarkan orang lain mempermalukannya.
" kebetulan Ibu ada di kota nih belum balik ke kampung, Soalnya ada urusan penting jadi mau tidak mau ibu harus di sini dulu! Oh iya tadi ibu sengaja mau nelpon kamu Ada hal penting yang harus disampaikan, tetap sebelum itu tolong kamu janji dulu untuk tidak marah ataupun merasa kecewa dengan ibu yang penting Intinya kamu tidak boleh berpikiran yang buruk lah! " ujar Rani penuh pengharapan karena takut jangan sampai anaknya itu bakalan berpikir yang tidak-tidak Dan juga mungkin menyalahkannya karena sudah meminta-minta mengatasnamakan dirinya.
" ya Tergantung masalahnya apa dulu karena aku juga tidak mungkin langsung marah ataupun kecewa kalau memang yang ibu lakukan itu benar, tetapi kalau misalnya sebaliknya Ya lihat saja nanti respon Seperti apa soalnya kan aku tidak bisa menjanjikan kalau bakalan baik-baik saja kan? " ujar Kevin membuat Rani hanya bisa berusaha untuk Tetap tenang karena sepertinya ya memang harus seperti begini jalannya.
" Ibu minta maaf kalau memang sudah mempermalukan kamu ketika nantinya kamu mendengarkan penjelasan Ibu ini, hanya saja yang harus kamu ingat dan tidak boleh kamu lupakan kalau ibu melakukan semua ini hanya untuk kamu bukan untuk orang lain! Jadi ceritanya Ibu tadi pergi ke kediamannya Baratayuda untuk bertemu dengan orang tuanya Adinda, dan Sesampainya di sana kebetulan ada Silvia dan juga Hendra yang baru pulang atau dari mana lalu ibu menyampaikan maksud dan tujuan untuk datang ke tempat itu dan sepertinya mereka juga tidak keberatan! "jelas Rani yang masih ambigu bagi Kevin karena menurutnya penjelasan ibunya itu terlalu berbelit-belit sebenarnya langsung ke intinya saja juga pasti dirinya langsung paham.
" Ibu kalau mau ngomong ya sudah Langsung ngomong saja tidak usah berbelit-belit seperti ini hanya membuat Kepalaku pusing memikirkannya, yang penting intinya yang aku harapkan kalau Ibu tidak mengalami sesuatu yang seperti ibu lakukan kepada orang tuanya Anita! kalau dibandingkan dosaku terhadap Anita sebenarnya yang lebih besar itu dosaku terhadap Adinda, aku sudah merusak masa depannya kemudian membuatnya hamil Eh bukannya tanggung jawab malah pergi begitu saja dan menuduhnya yang tidak tidak! Jika jadi anggota keluarga kita pun pasti bakalan merasa tidak terima jika ada orang yang sudah melakukan dosa seperti itu malah datang tanpa merasa bersalah, Jadi aku harap Ibu tidak berada di pihak yang hanya mau merugikan orang lain tetapi diri sendiri tidak mau dirugikan! "ujar Kevin penuh penekanan membuat Rani mengusap wajahnya kasar karena sebenarnya hal itulah yang ingin Ia sampaikan beberapa saat lagi Tetapi kalau sudah seperti begini masa iya harus berbohong Takutnya nanti kalau Kevin mengetahui dari orang lain urusannya kan bisa panjang.
Kevin tidak mendengar lagi pembicaraan dari ibunya bahkan kini hanya terdengar helaan nafas berkali-kali dari seberang, membuat kecurigaannya pun semakin menguat karena ia yakin pastinya itu sudah melakukan hal nekat tanpa berkompromi dulu dengan dirinya.
" Ibu kenapa diam saja, memangnya ada hal penting apa yang harus disampaikan tentang keluarga Baratayuda sampai saat ini ibu tidak ngomong-ngomong juga? Apa benar dugaan tadi kalau ibu sebenarnya memang sudah mengemis harta benda milik mereka agar bisa kasih ke kita, Lalu setelah itu Ibu bakalan mentransfer kepadaku alasannya dengan memikirkan segala macam biaya hidupku? " tanya Kevin dengan nada bicaranya yang sudah sedikit meninggi sebab dirinya juga bukanlah seorang malaikat yang bisa menerima segala macam kesalahan orang lain tanpa mempermasalahkannya terlalu panjang.
__ADS_1
" Ibu minta maaf anakku, karena memang sebenarnya yang terjadi Ya seperti yang kamu katakan tadi! Oke ibu salah karena melakukan sesuatu tanpa ngomong dulu kepada kamu , hanya saja kamu percaya dong sama ibu kalau ini semua ibu lakukan agar kamu tidak kesusahan di sana ! Lagian enak sekali mereka sekarang sudah memiliki cucu yang merupakan darah daging kamu tetapi kamu ini sendiri sebagai Papanya Tidak diberitahu, maka dari itu biar habis sekalian kita tidak usah berhubungan dengan mereka lagi Makanya Ibu meminta hak itu! "jelas Rani tanpa beban sedikitpun sedangkan Kevin yang tadi posisinya berdiri langsung terduduk di atas ranjang karena tidak percaya di usianya yang semudah ini ia sudah menjadi seorang ayah.
Kevin bahkan merasa nafasnya Begitu Terasa sesak di dalam dada seolah-olah memang tidak mau keluar sama sekali, dirinya bahkan begitu terkejut dengan segala sesuatu yang terjadi sampai-sampai kebingungan harus meresponnya seperti apa jika memang kejadiannya harus seperti ini.
"jadi maksud ibu kalau aku sekarang itu sudah menjadi seorang ayah tanpa aku sadari dan tanpa anakku ketahui kalau aku merupakan ayahnya dia, Terus kenapa ibu sampai melakukan hal itu mempermalukan aku Bu seolah-olah di sini itu harusnya aku yang dibayar pokoknya Adinda? "tanya Kevin yang begitu frustasi karena tidak menyangka ibunya aku bisa punya pemikiran sependek itu sampai-sampai tidak pernah memikirkan perasaan wanita yang sudah Ia Sakiti.
Rani tahu pasti saat ini Kevin begitu kecewa kepadanya hanya saja jika ini merupakan satu-satunya jalan yang harus dipilih ya makanya dirinya tetap melakukan hal itu, bukan pejaman sekarang kalau memikirkan perasaan orang lain belum tentu orang lain bakal memikirkan perasaan kita juga kan?
yang ada itu mereka bakalan tidak peduli dengan segala sesuatunya dan memilih untuk sibuk dengan urusan pribadi, jadi alhasil kita akan dibuang begitu saja Tidak Dianggap dan akhirnya hidup kita ya seperti begini tidak ada perubahan sama sekali.
" Ibu tahu ini merupakan keputusan yang paling terbodoh yang pernah ibu ambil dalam hidup ini, lebih mementingkan diri sendiri yang jelas-jelas bersalah dibandingkan mengerti dengan perasaan orang lain! akan tetapi kamu harus percaya kalau ibu nekat melakukan hal ini hanya untuk kamu bukan untuk orang lain, padahal memang seharusnya orang tuanya Adinda yang harus menuntut kamu membayar ganti rugi tetapi ibu malah melakukan hal yang sebaliknya! " Hanya itu yang bisa Rani ucapkan saat ini tidak bisa punya kata-kata yang lain soalnya otaknya juga tiba-tiba ngeblank ketika mendengar kekecewaan dari anaknya tadi.
" ibu kan sudah ngomong sekali lagi tadi kalau ini semua demi kamu jadi tolong pahami lah,maka dari itu tolong dengarkanlah sekali ini saja !" Ujar Rani penuh permohonan.
Kevin ingin sekali tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan oleh oleh Ibunya itu, karena menurutnya ibunya itu jika sudah melakukan kesalahan Ya seperti begini kelakuannya merasa ingin selalu benar dan orang lain jangan coba-coba menyalahkannya.
" Jadi ceritanya di sini aku itu besok lusa harus lebih banyak menghamili anak orang, supaya Nanti ibu tinggal minta uang saja mengancam kalau tidak dikasih ya anak itu tinggal diambil padahal ibu memang tidak ada niatan untuk memelihara anak-anak itu kan? Wah kalau seperti begini lama-lama Ibu memperlakukanku sebagai pria yang tidak punya harga diri sama sekali, padahal seharusnya ibu sadar kalau anak ibu itu hanya aku saja bukan malah melempar kotoran ke wajahku seperti itu! "ujar Kevin penuh rasa frustasi karena menurutmu semua orang itu tidak ada yang peduli kepadanya yang ada dalam pikiran mereka hanyalah diri sendiri dan juga kesenangan Semata.
Rani tidak suka ketika Kevin mulai menyudutkannya seperti ini bukan mendukungnya, padahal sekarang Uang sudah di tangannya kecuali lain cerita jika saat dirinya pergi meminta keluarga Baratayuda tidak kasih ya mungkin dirinya tidak akan kembali lagi ke sana.
__ADS_1
"kamu jangan terlalu gengsi seperti itulah soalnya mereka sudah kasih Ibu uang banyak sekali loh sampai satu kantong plastik itu penuh, jadi lebih baik kamu pergi ke ATM sekarang soalnya ibu bakalan transfer uangnya ke kamu supaya bisa kamu gunakan untuk membeli kendaraan ya motor bebek begitulah supaya kamu bisa pergi ke kampus dengan begitu nyaman! " tawar Rani tetapi Kevin menggelengkan Kepala seolah saat ini seperti ibunya itu Tengah melihat dirinya.
"Jadi ceritanya Ibu mau aku merendahkan diri hanya untuk mendapatkan semuanya itu, Terus sekarang pertanyaannya Apakah ibu pernah berpikir kalau aku bakalan menolak semua jadi dan memilih hidup susah? Aku kerja siang dan malam tanpa istirahat hanya untuk mencukupi kebutuhan sendiri agar aku tidak minta-minta kepada ibu yang juga lagi kesusahan, Ibu bukannya menghargai apa yang aku lakukan Tetapi malah mematahkan semangatku seolah-olah aku tidak usah sekolah saja deh daripada nanti makan biaya! "ujar Kevin frustasi bahkan pria itu ingin sekali membanting ponselnya ke tempat yang jauh biar tidak punya lagi alat Komunikasi itu supaya ibunya juga tidak usah lagi mengabarkan kepadanya tentang kelakuan anaknya di luar sana.
Rani Tentu saja tidak terima ketika anaknya menolak uang yang hendak ia transfer ke dalam rekeningnya, masa iya sudah berjuang bersusah payah seperti ini bukannya dihargai malah dibiarkan seperti begini saja.
" Kamu itu kenapa sih bukannya menghargai apa yang sudah Ibu usahakan tetapi kamu malah membuat semangat itu jadi patah, tinggal terima saja loh kamu tidak perlu harus memasang wajah memelas kamu cukup pasang saja wajah tembokmu karena di sini Ibu yang berjuang Bukan kamu? Jadi orang kok tidak bisa menghargai apa yang sudah orang lain usahakan, pada hal ini uang loh dalam jumlah banyak masa iya kamu tidak mau sama sekali?" omel Rani kesel karena anaknya itu sangat susah sekali untuk diatur.
" kalau memang Ibu tahu uang itu dalam jumlah banyak ya sudah ibu pakai saja beli kendaraan atau beli apapun itu, aku di sini tidak usah pikirkan soalnya sumpah uang itu bukan hakku untuk mendapatkannya apalagi memakainya karena sama saja aku yang sudah berdosa dan tambah melakukan dosa lagi!" setelah mengatakan hal itu Kevin pun langsung Segera mematikan panggilan tersebut dan kini nomor ponselnya pun sengaja dinonaktifkan biar Rani tidak usah terlalu menerornya.
Rani mendengus kesal ketika tahu bahwa anaknya itu memang menolak mentah-mentah apa yang sudah dia usahakan tadi, karena menyangkut nomor rekening Kevin masih ada di dalam tangannya dan ia yakin anaknya itu pasti belum menggantinya maka dari itu dirinya langsung segera mengirimkan uang tersebut tanpa banyak basa-basi.
Rani adalah tipe wanita yang nekat dan juga menghalalkan segala macam cara untuk bisa mendapatkan apa yang ia mau, terkadang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain karena yang dipikirkan hanya dirinya sendiri dan bagaimana cara membahagiakan diri itu.
Adinda saat ini memang benar-benar merasa bersalah dan juga kecewa di waktu yang bersamaan, bersalah kepada kedua orang tuanya yang harus rela menjaganya kemudian mengasuhnya seperti anak bayi dan kini malah membayar ganti rugi kepada pria yang sudah menghamilinya.
" Maafkan aku, papa dan juga mama jika selama ini hanya merepotkan kalian! Aku berjanji akan membahagiakan kalian sewaktu-waktu nanti yang penting intinya tolong Doakan aku selalu sehat, Kami tidak akan pernah pergi meninggalkan kalian karena biar bagaimanapun hanya kalian yang kami punya di dunia ini! "ujar Adinda di depan Hendra dan juga Silvia yang menggelengkan kepala.
"kamu tidak usah ngomong seperti itu nak, karena kamu itu jika sudah mempunyai suami dan juga menikah suatu saat nanti ya kamu harus ikut kemanapun dia pergi! "jelas Silvia Sebab mereka sudah sangat paham dan juga tahu soal rencana pernikahan yang akan terjadi antara Adinda dan juga Arga.
__ADS_1