
Amelia dan juga Arkan hari ini Akhirnya bisa pergi ke sekolah dengan tenang meskipun tadi di rumah baru saja semuanya menyelesaikan drama mereka berdua yang begitu panjang tanpa henti, apalagi dengan Adinda yang benar-benar terlihat begitu tidak suka ketika anaknya masih berpendidikan SMA itu malah menyukai seseorang yang menurutnya sangat tidak asing di penglihatannya karena ia bertemu tetapi Kapan yang penting intinya ia tidak ingin agar Amelia melakukan kesalahan yang sama seperti yang ia lakukan dulu.
" kakak, tahu kan kalau Mami sudah bilang tidak pernah suka maka itu akan berlaku terus sampai selamanya jadi lebih baik jangan bertingkah ya! soalnya Papi takut jangan sampai nanti mami sudah melarang seperti itu tetapi kamu malah melanggar ya nanti bisa berabeh, jadi tolonglah menurut apapun yang Mami kamu katakan karena dia tahu itu yang terbaik untuk kamu ke depannya! "ujar Arga yang berharap agar anak gadisnya itu paham jika di dunia ini ada hal yang boleh kita lakukan dan juga ada yang tidak boleh kita lakukan.
Amelia merasa heran dengan sikap maminya itu sebab menurutnya terlalu berlebihan, masa iya dekat dengan seorang cowok hanya sebagai teman pun tidak boleh sama sekali padahal zaman sekarang kan tidak melarang sampai segitunya juga kan?
hanya saja Amelia tidak berani membantah apa yang dikatakan oleh Adinda sebab dirinya tahu kalau maminya itu punya alasan yang jelas ketika melarangnya melakukan hal tersebut, karena yang pertama Adinda tidak ingin anaknya salah dalam pergaulan Kemudian yang kedua tidak ingin Amelia jatuh ke dalam lubang yang sama seperti dirinya dan yang ketiga ia ingin anaknya itu fokus sekolah tidak seperti dirinya Mengurus anak dulu baru kembali fokus ke sekolah rasanya sangat merepotkan.
" Iya benar sekali apa yang Papi katakan tadi, Kalau kakak itu terlalu memaksakan diri menjadi dewasa padahal sebenarnya Harus berpikir sekolah tidak ada yang namanya pertemanan antara seorang pria dan wanita , " Arkan menimpali apa yang dikatakan oleh Arga tadi membuat Amelia mendengus kesal karena sepertinya semua orang pada salah paham dengan apa yang ia lakukan.
kini mereka sudah sampai lebih dulu di sekolahannya Arkan dan kebetulan ada temannya yaitu Davin yang tengah menunggu di depan, terlihat Davin begitu antusias ketika melihat Amelia juga ada di dalam mobil bersama dengan Arkan.
__ADS_1
" pagi Kak Amelia yang cantik, Semoga nanti di sekolah belajarnya yang giat ya kemudian menjadi anak yang pintar supaya bisa aku lamar suatu saat nanti! "ujar Davin yang tidak sadar jika saat ini Arga Tengah menggelengkan kepala melihat tingkah anak sekolah menengah pertama itu.
Amelia menatap tidak suka ke arah Davin yang berani-beraninya mengeluarkan kata gombalan seperti itu di depan Arkan dan juga Papinya saat ini, kalau Arkan sih responnya biasa saja karena dirinya tahu Kakak perempuannya itu tidak ada perasaan sedikitpun terhadap Davin tetapi pertanyaannya Hal ini berlaku tidak saat nanti ketemu dengan Dafa.
" kakak, tidak direspon itu panggilan adik kecil yang paling imut? "tanya Arga menggoda anaknya itu membuat Adinda memilih memasang earphone karena kalau tidak Nanti Papinya bakalan meledeknya sampai tiba di sekolah Soalnya kebiasaan harga ya seperti itu selalu jahil terhadap anak gadisnya.
" sepertinya Kakak lagi ngambek loh Papi, tuh lihat bibirnya monyongnya ke depan mau hampir 15 centi panjangnya! "sahut Arkan menimpali perkataan dari Arga tadi.
" kakak, tidak ada niatan untuk turun dari sini? "tanya Arga ketika mereka sudah sampai di sekolahnya Amelia tetapi Gadis itu masih betah menutup matanya.
"Ya sudah kalau begitu Amel turun dulu ya, Ingat besok kalau misalnya Papi dan juga adik masih meledek Amel sepanjang perjalanan maka lebih baik Amel itu naik taksi online saja biar tidak ribet! " Amelia terkesan masih merasa emosi dengan kelakuan keluarganya yang terlalu memperlakukan dirinya seperti anak kecil padahal Ia juga bisa menjaga diri dan juga masih bisa membedakan yang baik dan juga yang buruk tidak perlu harus mengaturnya segala sesuatu yang membuat ia jadi kebingungan.
__ADS_1
Arga hanya menganggukan kepalanya soalnya Amelia sudah terlihat setengah berlari ke arah ke kelas, pria itu tidak pernah mempermasalahkan apapun kelakuan Amelia sebab dirinya sangat menyayangi anak itu ya Meskipun bukan merupakan darah dagingnya.
sementara itu Dafa baru saja turun dari mobil papanya yang kebetulan hari ini memiliki mimpi yang indah sehingga mau mengantar anaknya itu, Padahal selama ini pria itu tidak pernah peduli dengan apapun yang dilakukan oleh anaknya di luaran sana seperti yang dipikirannya hanyalah fokus bekerja menitik karir setinggi langit agar menjadi orang yang terkenal dan juga memiliki banyak uang sehingga tidak dianggap remeh oleh orang lain dan juga tidak diperlakukan buruk akibat tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan.
" kamu sekolah yang benar jangan melakukan hal-hal yang aneh-aneh dan satu lagi hentikan kegiatan dunia malam kami yang tidak jelas itu, satu lagi setelah kembali dari sekolah langsung pulang ke rumah tidak ada yang pergi ke sirkuit atau apapun itu karena kalau sampai Papa tahu kamu siap-siap saja menerima hukumannya! "ujar pria itu membuat Daffa mengepalkan tangannya menahan emosi karena kebiasaan papanya ya seperti itu tidak ada manis dalam berbicara selalu saja menyudutkan dirinya padahal tidak pernah mendengar alasan apapun yang ia berikan dan kenapa sampai melakukan semua itu.
Daffa tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan dari Papanya barusan lebih tepatnya bukan pertanyaan tetapi perintah yang tidak boleh dibantah oleh siapapun, bahkan neneknya di rumah pun tidak berani membantah apapun yang dikatakan oleh Papanya seolah-olah pria itu merupakan penguasa di kerajaan kecilnya yang terletak di dalam rumah sehingga semua orang harus mendengarkan apapun yang ia Katakan Tidak ada yang boleh membantah apalagi berani coba-coba untuk menjawab.
ketika Daffa mencoba untuk bertanya kenapa kelakuan Papanya selalu seperti itu dingin kemudian tidak Ingin berkomunikasi dengan orang luar, neneknya itu selalu menjawab jika Papanya dulu merupakan orang yang paling hangat dan juga periang Tetapi setelah berpisah dengan kekasih pertamanya dan juga sengaja dipisahkan dari anaknya membuat pria itu menjadi kulkas 2 pintu dan tidak tersentuh sama sekali.
Amelia yang biasa menjadi pusat perhatian merasa biasa saja ketika para adik kelas selalu mengerumuni dirinya, mulai dari memberikannya bunga kemudian coklat dan berbagai macam membuat dirinya kadang-kadang bingung setiap kali pulang sekolah pasti saja ada barang bawaan yang selalu ia bawa.
__ADS_1
" hello Princess , Kenapa wajahnya cemberut seperti itu? apa seperti biasanya lagi antara coklat dan juga bunga, Kalau menurutku sih terima saja soalnya Kapan lagi kita mendapat barang gratis seperti itu karena di dunia itu apa-apa mahal dan juga harus ada uang karena ada barang jadi jangan menolak deh! " bujuk Kamila yang merupakan sahabat dekatnya Amelia dan juga mereka berdua memiliki pemikiran satu server yaitu ingin fokus sekolah tidak ada yang namanya saling mengagumi satu sama lain.