
Kamila dan juga Davin hanya bisa Saling pandang ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Adinda tadi, padahal itu sebenarnya hanya guyonan saja tidak ada keseriusan di dalamnya toh dalam pikiran mereka sekarang hanya ingin sekolah dan menjadi orang sukses serta membanggakan orang tua kalau untuk menikah mah nanti-nanti saja sebab jika sudah ada jodohnya tentu tidak akan pergi ke mana.
Adinda masih berusaha menatap ke arah Davin yang dari tadi memilih untuk mengalihkan perhatiannya sebab dirinya sekarang itu Tengah merutukki diri sendiri, sebab tadi bisa-bisanya keceplosan seperti itu dan berpikir kalau Hanya mereka sendiri yang ada di tempat itu tidak ada orang lain lagi.
"maafkan aku Tante tadi itu sebenarnya hanya bercanda doang soalnya ketika melihat suasana jadi Syahdu makanya aku mencoba untuk mencairkannya, tapi kalau sudah membuat semuanya merasa tidak nyaman ya sudah Davin minta maaf soalnya ini ide semua itu berasal dari Kamila yang jelas-jelas dari tadi selalu menggoda Arkan dan ingin menjadikan anaknya Tante itu sebagai suami masa depannya, "ujar Davin yang membuang semua kesalahan itu kepada Kamila membuat gadis tersebut membuka bola matanya lebar-lebar karena tidak percaya jika saat ini dirinya Tengah dijadikan kambing hitam padahal aslinya yang melakukan Semuanya dari awal kan merupakan Arkan bukan orang lain.
" Waduh kenapa jadi saya yang dibawa-bawa Perasaan dari tadi saya duduk diam saja loh Tidak pernah berbicara apalagi menunjukkan sikap yang aneh seperti kamu, Ayolah Bocil jangan cari perkara dong orang yang lebih gede nantinya kamu bakalan nyesel karena orang yang gede itu kekuatannya lebih, " Kamila sambil mengepalkan tangannya menahan emosi karena dirinya sedang menyiapkan kekuatan nanti kalau keluar dari rumahnya Silvia dan juga Hendra ia bakalan bikin perhitungan terhadap Davin yang sudah berani-berani yang mengadu domba dirinya dan juga orang-orang yang ada di tempat itu.
" Ya ampun Kamila kamu jangan Serius gitu dong tanpa teriaknya bercanda saja soalnya tidak percaya sih anaknya masih bau ingus seperti ini malah mengatakan ingin menikahi anaknya tante yang jelas-jelas sebentar lagi Bakalan menjadi seorang mahasiswa, pokoknya kalau soal kamu mah tenang saja tergantung orangnya nyambung atau tidak kalau memang tidak nyambung ya sudah ditinggalkan saja, "Adinda benar-benar tidak menyangka jika dirinya yang tadi awalnya bercanda malah dianggap serius oleh kedua anak muda itu dan alhasil Mereka pun jadi salah tingkah serta ngomongnya itu ngalor ngidul kemana-mana tidak jelas karena hanya takut akan dimarahi oleh semua orang yang ada di tempat itu.
__ADS_1
" Ya ampun tante Makasih banyak ya soalnya aku beneran pikiran loh jangan sampai tadi yang bercanda malah dianggap serius dan alhasil kami dikucilkan, Terima kasih banyak ya tidak memarahi kami atas bercanda yang tadi mungkin sudah sangat keterlaluan, "jelas kamilah yang tidak enak hati padahal sebenarnya ia sedang bersyukur karena akhirnya tidak mendapatkan emosi yang berasal dari Adinda.
Arga yang tengah memeriksa keadaan rumah menjadi bingung sendiri ketika melihat ada seorang pria yang memakai topi dan juga jaket dan juga seorang anak kecil yang tengah memakai hoodie serta dari tadi terlihat begitu gelisah menatap ke arah rumah mereka, dan Arga sepertinya mengenal gestur tubuh tersebut yang dulu pernah bertemu dengannya di Jerman ketika Adinda hendak melahirkan Amelia.
Adinda merasa bingung dengan perubahan sikap suaminya yang kali ini lebih memilih untuk sibuk dengan ponselnya Padahal selama ini jarang sekali loh ketika sedang bersama dengan orang lain Arga bersikap seperti itu, kebanyakan dirinya lebih menghargai orang mengajaknya berbicara dan juga intinya tidak menjadi pribadi yang lebih suka asik sendiri tidak ingin berbaur dengan semuanya.
Arga menunjukkan hasil video yang sedang tertera di layar ponselnya membuat Adinda mengerutkan keningnya karena sepertinya dirinya kenal dengan orang itu, namun setahunya pria itu sudah menikah tentang kehidupannya bagaimana ia tidak tahu sama sekali karena mereka tidak pernah saling memberi kabar satu sama lain dan juga bisa dibilang hilang kontak saat Adinda memutuskan untuk kembali ke tanah air.
" apa kita kembali sekarang maksudnya supaya memastikan kira-kira sebenarnya siapa itu, atau mungkin kamu sendiri yang kembali ke sana supaya maksudnya mereka tidak terlalu berharap? " Adinda tidak ingin membuat suaminya salah paham dan akhirnya membuat hubungan mereka merenggang sebab yang ada dalam pikirannya Bagaimana caranya agar pria itu bisa menampakan wajahnya supaya ia bisa mengenali mereka dengan begitu baik.
__ADS_1
Arga memilih untuk kembali sendiri sebab dirinya juga kasihan kepada Silvia dan juga Hendra sebab masa Ia baru sampai beberapa jam tetapi sudah langsung pamit, Bukankah orang kalau sakit itu diberikan perhatian oleh orang-orang sekitar pasti Nanti dia bakalan merasa berharga dan akhirnya berusaha untuk segera sembuh.
" kamu balik sendiri Mas? Ya sudah hati-hati di jalan ya Usahakan kalau sampai di sana Ngomongnya baik-baik dan kalau dia tidak merespon Ya sudah tinggalkan saja, oh iya untuk anak-anak malam ini Kita menginap di sini ya karena kita bakalan menemani Oma untuk jadwal terapi jam 06.00 sore nantinya, "jelas Adinda kepada anaknya dan Amelia serta harapan Ya jelas tidak menolak toh ini juga demi kebaikan nenek mereka Jadi otomatis Apapun akan mereka lakukan.
Silvia dan Hendra merasa heran dengan tingkahnya Arga yang tiba-tiba begitu terburu-buru langsung meninggalkan rumah itu, meskipun tadi dirinya sempat pamit dan mengatakan kalau ada tamu di rumah makanya ia harus segera menemui tamu tersebut soalnya tidak enak hati kalau menunggu terlalu lama.
"anak-anak masuk ke kamar sekarang karena ada hal penting yang ingin nenek sampaikan kepada Mami kalian, untuk kamu Amelia Silakan ambil pakaian Mami kamu di dalam lemari yang ada dalam kamar tamu karena itu semua pasti sangat cocok dengan usia kamu! kalau untuk Arkan semua pakaian ganti sudah disiapkan tinggal memakainya saja, nanti kalau Davin mau pulang diantar ya sama sopir keluarga Tetapi kalau mau nginep malah lebih bagus maksudnya biar kondisi lebih full kembali!" tawar Silvia membuat Davin aja rasanya menggilingkan kepalanya karena kapan lagi ia bakalan melihat Amelia dalam kurun waktu beberapa jam ke depan.
" pokoknya nenek Tenang saja karena aku bakalan betah di sini dan tidak ada niatan untuk pulang ke rumah, nanti kalau mau pulang aku tinggal kabar orang rumah agar segera datang menjemputku tetapi untuk Sekarang aku ingin menikmati sisa-sisa kejayaan dari apa yang baru saja aku dapatkan ini", Davin sengaja menggoda Arkan karena dirinya yakin pemuda itu akan begitu sensitif jika dirinya secara terang-terangan mengaku akan menggoda Amelia padahal dari awal ia sudah melarang Pemuda itulah perjuangan terlalu melakukan hal nekat yang nantinya akan membuat dirinya menyesal suatu saat karena tidak mengikuti apa yang dikatakan oleh orang lain.
__ADS_1