SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Memaksa


__ADS_3

Olivia sebenarnya sangat tidak suka dengan kehadiran Viola yang selalu mengganggu anaknya, bukan ingin menetapkan calon menantu yang terlalu berlebihan hanya saja ia ingin agar Devon tidak salah memilih calon istri nanti yang pada akhirnya akan menemaninya sampai ia Tua Nanti.


Bukan masalah jika dicap seperti orang tua yang terlalu kuno kolot karena tidak ingin membiarkan anaknya memiliki pilihan hidup sendiri, hanya saja Devon itu terlalu susah untuk melihat kira-kira mana wanita yang pantas ia pertahankan dan juga mana wanita yang hanya numpang pada kekayaannya saja dan sejatinya merupakan orang yang tidak memiliki rasa tulus ikhlas dalam menjalankan sebuah hubungan.


ya kalau misalnya semua baik-baik saja tidak masalah tetapi kalau pada akhirnya harus seperti ini ya Olivia sebagai orang tua akan kembalikan saja semuanya kepada Devon, kalau memang anaknya itu tidak berniat menikah dan masih terus merecoki hubungan Adinda dan juga Arga barulah ia bakalan menasehatinya supaya merubah segala pola pikirannya yang tidak jelas.


"kamu baik-baik saja kan? Soalnya saya yakin dari tadi anak saya itu tidak suka ketika kamu dekati, tetapi sepertinya kamu orang yang tidak punya malu sama sekali karena terlalu percaya diri sekali untuk mendapatkan hatinya Devon? "tanya Olivia dengan tatapan sinisnya membuat Viola menatap heran ke arah wanita yang tidak muda lagi itu.


Viola bukan tidak tahu maksud dan tujuan dengan perkataan yang dilontarkan oleh Olivia untuknya tadi, hanya saja Salahkah bila dirinya berpikir dan juga berharap agar wanita paruh baya itu bersikap baik saja kepada dirinya dan juga tidak menatap penuh tidak suka ke arahnya.


Akan tetapi kalau misalnya dirinya tetap menampilkan wajah tidak sukanya kemudian membantah apa yang dikatakan oleh Olivia, maka tidak menutup kemungkinan wanita itu adalah orang pertama yang bakalan menolak usaha untuk dirinya mendekati Devon dan menjadikan pria itu sebagai calon suaminya di masa mendatang nanti.


"maksud Tante ngomong seperti itu apa ya, soalnya aku tidak ada pikiran loh sampai ke arah sana hanya ingin agar aku dengan telepon itu selalu berteman baik kemudian tidak ada jarak yang memisahkan kami? "jelas Viola yang masih berusaha memasang senyuman terbaiknya Ya siapa tahu mungkin Olivia bakalan luluh dan tidak akan mempermasalahkan sikapnya.


"Memangnya kamu pikir anak saya itu bareng jadi bisa mengikuti Apapun yang kamu inginkan dan Kemanapun kamu Arahkan, kalaupun dia mau menerima kamu dan menjalani hubungan serius saya sebagai mamanya menolak loh karena di luaran sana masih banyak wanita yang tahu menghargai kaum pria kemudian yang tahu arti dari sebuah hubungan dan juga bagaimana menerima kekurangan dan juga kelebihan dari pria itu? "tanya Viola sinis sebab menurutnya terlalu banyak gosip di luar sana yang selalu membahas tentang wanita yang bernama Viola yang kini tengah berada di hadapannya.


sebenarnya kalau soal jodoh dirinya tidak terlalu mempermasalahkan apapun yang menjadi pilihan dari anaknya, hanya saja harapannya adalah wanita yang menjadi pilihan putranya itu tidak memiliki suami dan juga bukanlah wanita yang lebih mementingkan harta daripada sebuah Ketulusan dalam berhubungan.


karena jika Wanita hanya ingin mementingkan harta duniawi maka percayalah Dia tidak akan pernah menemani suaminya saat berada di titik paling bawah dalam kehidupan, dan hal itu yang selalu diwaspadai oleh Olivia dari awal apalagi dengan kebiasaan yang dimiliki oleh Devon yaitu tidak suka berpergian ke manapun dan bergaul dengan teman-teman yang hobinya di dunia malam.


Jerman adalah sebuah negara di Eropa yang menganut sistem segala sesuatunya itu bebas tetapi bersyukur karena ternyata Devon tidak pernah menganut paham itu, maka dari itu mereka pun ingin agar anaknya mendapatkan jodoh yang setimpal maksudnya kalau memang telepon itu kerja Kak Ya setidaknya wanita yang menemaninya juga perjaka atau merupakan wanita baik-baik tidak mengumbar aib ke sana kemari.


"kamu lihat wanita yang sedang menggendong anak kecil di sana, pasti kalian pernah bertemu sebelumnya dan Tolong kamu perhatikan baik-baik Bagaimana cara Defan memandangnya saat ini karena di situlah kamu akan sadar! "setelah mengatakan hal itu Olivia pun memilih untuk menjauh dari Viola karena dirinya tahu wanita itu pasti akan mencerna semua yang dikatakannya tadi.


Viola menatap ke arah yang ditunjuk oleh mamanya Devon tadi dan memang benar tatapannya itu seperti yang waktu tempo hari mereka bertemu di salah satu minimarket, terlihat Devon yang begitu memuja wanita tersebut dan juga tidak ingin Ia mengucapkan sumpah serapahnya kepada Adinda.


Viola yang tadi berusaha untuk bersikap biasa saja mendadak dibuat menjadi sangat emosi dan juga tidak suka dengan kehadiran Adinda di situ, padahal seharusnya wanita itu sadar kalau yang menjadi tuan pesta saat ini ya Adinda dan juga keluarganya Jadi kalau misalnya Adinda tidak berada di tempat itu kan sangat mustahil.

__ADS_1


Olivia memilih mendekati Adinda sambil memasang tatapan datarnya terhadap wanita itu, karena ia ingin menunjukkan kepadanya bahwa sebenarnya Viola itu sangat membenci keberadaan Adinda di manapun wanita itu berada.


Adinda merasa biasa saja dan tidak kebingungan dengan perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Viola saat ini, karena menurutnya mereka tidak punya masalah Jadi untuk apa merasa cemas ataupun merasa tidak enak hati kepada wanita itu.


sedangkan Arga yang sedang asyik mengobrol dengan papanya Devon menatap penuh waspada ke arah Viola yang berjalan menuju ke dekatnya Adinda dengan tatapannya yang sangat aneh, seolah-olah Tengah merencanakan sesuatu.


kebetulan saat ini Amelia Tengah digendong oleh neneknya yang sedang asyik berbicara dengan para pegawai dari suaminya, membuat Fokus dari Arga sedikit terpecahkan tetapi ia juga tidak enak hati kepada Papanya Devon kalau sampai langsung mengatakan.


sedangkan Taylor merasa lucu dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Arga saat ini dan Ia berpikir jika pria itu saking bucinnya sampai-sampai selalu memperhatikan Adinda, padahal jelas-jelas wanita itu sekarang berada di hadapannya tidak mungkin menghilang ataupun diambil orang.


"jangan diliatin terus belum sah lagian juga tidak ada yang mungkin bakalan mengambilnya dari kamu kok, soalnya mereka banan Mana berani melawan kekuasaan dari calon mertua kamu itu karena yang ada mereka sama saja mencari masalah untuk diri sendiri! "goda Tailor membuat Arga hanya bisa memaksakan senyuman di wajahnya soalnya tidak mungkin juga kan ia mengatakan kecurigaannya terhadap Viola saat ini.


"Ah Om bisa saja soalnya tadi memang sengaja melihat ke arah dia takutnya jangan sampai dia memerlukan bantuan saya untuk mengurus Amelia, karena memang kami harus terbiasa mulai dari sekarang untuk saling membantu Supaya besok lusa kan tidak terlalu alami kesulitan! "jelas Arga yang sebenarnya hanya ingin mengalihkan pembicaraan.


Taylor hanya menganggukkan kepalanya karena dirinya tahu pasti Arga malu dengan pembahasan yang ia lakukan, maka dari itu lebih baik dari usah membalas sama sekali jika hanya membuat lawan bicara merasa tidak nyaman.


Taylor sebenarnya penasaran dengan jati diri dari pria yang katanya merupakan calon suami dari Adinda, sebab selama Adinda berada di sini beberapa bulan lamanya dirinya tidak pernah bertemu dengan Arga sedikitpun Tetapi entah mengapa ketika pria itu datang kedua orang tuanya Adinda seperti tidak keberatan ketika anaknya dan juga Arga menyatakan keseriusan.


"Kalau boleh tahu selama ini Adinda dan juga orang tuanya berada di sini Terus kamunya tidak pernah muncul memangnya lagi sibuk ya, karena Kasihan juga sih dia melakukan segala sesuatunya sendirian padahal ini merupakan kehamilan pertama yang jelas-jelas sangat butuh dukungan dari orang-orang sekitarnya? hanya saja Intinya saya salut dengan ketulusan yang diberikan oleh Tuan Hendra dan juga Nyonya Silvia, karena mereka mau dengan sepenuh hati menerima anak dalam kandungan Adinda meskipun di luar pernikahan! "jelas Taylor dan memang Arga pun mengakui hal itu kalau kedua orang tuanya Adinda itu sebenarnya merupakan orang tua yang hebat yang tidak ingin mempermasalahkan apapun Hanya karena ingin agar anak mereka selalu nyaman dan juga tidak tertekan.


"saya sebenarnya Lagi bantu Papa untuk mengurus proyeknya yang baru dan kebetulan letaknya di tengah laut makanya tidak sempat untuk memberikan kabar kepada Adinda, hanya salah aja waktu itu sebelum pergi pun sudah meminta izin secara baik-baik dan dia pun tidak mempermasalahkannya karena Biar bagaimanapun ini untuk masa depan kami berdua juga kan? "jelas Arga toh untuk apa juga berbohong jika kenyataannya pun tidak merugikan siapapun.


"Wah kalian hebat masih muda sudah mau mengurus bisnis orang tua demi untuk memikirkan masa depan, dan memang harus seperti itu hidup itu tidak boleh harus melulu bersenang-senang saja kalau bisa sedari muda mulai mempersiapkan investasi untuk masa depan! "Taylor benar-benar salut dengan pola pikir yang dimiliki oleh Arga dan menurutnya Ya semua pria harus seperti itu.


"saya belum bisa berani berpendapat saat ini Om, karena saya juga masih baru dan juga masih mau mencoba sesuatu yang baru! justru kami yang masih muda ini harus banyak belajar dari para senior, sebab dari senior lah kami bisa mendapatkan ilmu untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari! "jelas Arga yang sudah tidak fokus lagi menatap ke arah Adinda sampai-sampai terdengar bunyi dentuman yang begitu keras barulah membuat pria itu sadar.


Brakkk

__ADS_1


"Ahhhh....


semua orang di tempat itu histeris ketika melihat Adinda sudah terjatuh dari atas tangga Tetapi untung juga ia sudah berhasil melewati kesekian tangganya sisanya beberapa saja, dan tatapan Arga mengarah kepada wanita yang sedang memasang senyum melengkungnya membuat pria itu benar-benar merasa curiga jika orang tersebutlah yang sudah membuat Adinda celaka seperti itu.


"Adinda....


teriak Silvia dan juga Olivia secara bersamaan bahkan sampai tidak sadar sehingga membuat Amelia yang sedang tertidur di dalam gendongan Silvia terkejut dan Langsung menangis, anak kecil itu tidak tahu apapun yang sedang terjadi dan juga tidak tahu kalau sebenarnya Mommy nya lagi dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Hendra yang sedang berbincang dengan para pegawai dan juga manajer serta segala macam yang lainnya langsung berlari ke arah putrinya itu, hanya bersyukur karena kepala Adinda terbentuk sedikit sehingga hanya tergores sedangkan sepertinya pergelangan kakinya itu terkilir dan juga tangannya yang ditekuk tiba-tiba membuatnya sedikit merasa ngilu.


"kamu baik-baik saja Nak, apa yang sakit sekarang supaya kita langsung pergi ke rumah sakit? "tanya Hendra penasaran sambil berusaha mau memindai satu persatu penampilan putrinya.


Devon pun berlari mendekat ke arah Adinda karena dirinya tidak percaya Bidadari hatinya saat ini tengah terluka seperti itu, namun satu hal yang membuat ia bingung kenapa Adinda tiba-tiba jatuh Padahal setahunnya tadi wanita itu menuruni tangga begitu diperhatikan dengan baik Jadi tidak mungkin dong jika dirinya teledor.


Arga sudah tidak berada di sampingnya Tuan Taylor dan juga tidak berada di sampingnya Adinda saat ini sebab sekarang terbalik justru dirinya yang menaiki tangga, tangannya mengepal sempurna karena menahan emosinya yang sudah tidak terbendung dari tadi.


Plakk


semua orang yang tadi baru saja terkejut dengan Adinda yang jatuh secara tiba-tiba kini kembali dikejutkan lagi dengan sebuah suara tamparan yang begitu keras, membuat mereka menoleh ke arah sumber suara dan juga benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihat saat ini.


"Arga... Apa yang kamu lakukan? "tanya Silvia histeris padahal saat ini Amelia pun pernah menangis di dalam gendongannya.


Adinda memaksakan diri untuk berdiri meskipun pergelangan kakinya benar-benar Terasa seperti mau Patah dari tempatnya, ia menoleh ke arah Arga menyiratkan seolah-olah kenapa sampai pria itu tega menampar Viola saat ini.


"Kamu mengaku sekarang atau saya yang bakalan membuat Kamu mengaku di penjara, orang lain mungkin tidak perhatikan sikap kamu tetapi mohon maaf kalau Anda memilih lawan yang salah! "tegas Arga yang tidak ingin menjawab pertanyaan dari semua orang karena menurutnya sekarang urusannya dengan Viola itu lebih penting dibandingkan harus bergerak terlalu lambat dan akhirnya wanita itu bakalan lolos dari pandangan mereka.


Viola mengerutkan keningnya karena benar-benar tidak percaya jika aksinya tadi sempat dilihat oleh Arga, hanya saja ketika menoleh ke arah Devon Ia berpura-pura menjadi orang yang tersakiti agar mungkin bisa mendapatkan simpatik dari pria itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu menamparku seperti tadi? Aku bukan orang gila yang tega menyakiti sesama wanita apalagi dia itu merupakan tuan rumah yang mengundang kami datang ke sini, Lagian Apa memang kamu punya bukti Kalau Adinda jatuh itu akibat perbuatan yang aku lakukan dengan cara mendorongnya? "tanya Viola dengan tatapon mengejeknya karena dirinya yakin pasti Arga sudah kalah dan tidak akan berani membantahnya.


"Siapa yang tadi bilang kalau kamu mendorong Adinda, ah Sepertinya kamu sendiri yang mengakuinya kan? "tanya Arga dengan tatapan mengejeknya pula soalnya menurutnya kalau Viola bisa melakukannya Kenapa dirinya yang merupakan seorang pria tidak bisa.


__ADS_2