SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
SEASON 2


__ADS_3

pagi ini langit begitu cerah tetapi berbeda dengan kediaman dari Arga Satria Erlangga , yang setiap hari harus diwarnai dengan kehebohan akibat tingkah laku kedua anaknya Adinda dan juga Arga yaitu Amelia dan juga Arkan.


" adek, tolong dong jangan ambil ponselnya Kakak soalnya ini sudah Telat kalau mau pergi sekolah!" bujuk Amelia dengan wajah cemberutnya Soalnya hari ini dirinya akan ada ujian dan tidak mungkin harus datang ke sekolah terlambat namun tidak adiknya itu membuat dirinya harus kesulitan lagi.


kan masih terus menggulir isi ponsel kakaknya karena dirinya sempat melihat Amelia senyum-senyum sendiri sambil menatap ke arah benda persegi itu, ya karena umur mereka sebenarnya tidak terlalu beda jauh maka dari itu dirinya sepertinya mempunyai kecurigaan yang sangat besar terhadap kakak perempuannya itu .


ketika ia membuka galeri ponselnya Amelia dirinya dibuat terkejut ketika ada salah satu foto teman karibnya di sekolah, namun yang ia tidak sukai Kenapa kakaknya malah naksir dengan pria seperti itu yang menurutnya sangat menyebalkan karena irit berbicara dan juga pergaulannya sangat bebas di luaran sana.

__ADS_1


" Arkan, Kakak sedang tidak bercanda loh sekarang jadi lebih baik kamu kembalikan ponselnya! " ujar Amelia dengan tatapan mata yang begitu menusuk karena ia paling tidak suka ketika ada orang yang sudah berani-beraninya mengganggu area privasinya padahal Ia sendiri saja tidak mengizinkan hal itu terjadi.


" Kenapa ada foto Davin di ponselnya kakak, tidak mungkin kan kalau Kakak suka sama orang seperti dia? "tanya Arkan dengan tatapan menyelidik.


" kamu ini ngomong apa sih, itu sengaja dikirim sama Bella tetapi Kakak memang tidak tahu sama sekali kok tentang foto itu! Oh iya Satu lagi dia itu kan adik kelas masa iya kakak harus naksir sama dia kan tidak mungkin, Ah sudahlah kamu ngomongnya ngaco nanti kalau kamu tidak percaya ya sudah dihapus saja soalnya Kakak itu sukanya sama orang yang bernama Daffa bukannya Davin!" ujar Amelia begitu percaya diri lalu segera pergi keluar kamar dan kebetulan berpapasan dengan Adinda yang menatap tajam ke arahnya.


" Siapa itu Daffa dan juga siapa itu Davin? "tanya Adinda dengan tatapan matanya yang menuntut agar anaknya itu bisa segera memberikan jawaban kepadanya saat itu juga tanpa banyak berbicara.

__ADS_1


Amelia menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena dirinya yakin tadi pasti Adinda sempat mendengar perdebatan antara dirinya dan juga adiknya, ini semua gara-gara ulahnya akan sampai-sampai dirinya harus mendapatkan introgasi dari sang mami.


"Oh kalau Davin itu teman sekolahnya Arkan anaknya si SMP kelas 3 kalau nggak salah terus kalau Daffa itu ketua OSIS di sekolahnya Amelia, sudah kan Mami penjelasannya tidak ada pertanyaan lagi kan dan aku yakin Sekarang pasti malam ini sudah telat kan pergi ke rumah sakitnya! "bujuk Amelia dan kebetulan Arga juga baru muncul dari kamarnya dengan menggunakan pakaian yang sudah rapi pertanda mereka akan pergi ke rumah sakit sebab dirinya dan juga Adinda sekarang merupakan dokter spesialis kandungan dan juga penyakit dalam Jadi mereka bekerja di sebuah rumah sakit yang begitu terkenal di tempat itu dan juga masih di bawah naungan keluarga Baratayuda dan juga Airlangga.


Arga hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat istrinya mulai melancarkan aksinya mengintrogasi anak perempuan mereka itu, dan sekarang urusannya adalah mengurus Arkan Yang pastinya sudah jahil mengganggu kakaknya sampai-sampai harus ditahan oleh sang Mami untuk dikasih pertanyaan yang harus dijawab.


" Adik, apa yang sudah kamu lakukan kepada kakak sampai-sampai mami marah besar itu? "tanya Arga membuat Arkan menggaruk kepalanya karena pasti akhirnya seperti begini.

__ADS_1


" ya Habisnya tadi kan aku ambil ponselnya Kakak terus buka lihat foto-foto di dalamnya Eh tahu-tahunya ada foto seorang cowok, dan ketika diperhatikan ternyata itu Teman sekolahku makanya aku tanya dong kepada kakak Memangnya dia naksir sama Davin eh tahu-tahunya itu hanya kerjaan Bela yang iseng! "jelas Arkan membuat Arga menghembuskan nafasnya kasar karena dirinya yakin istrinya tidak mungkin mempercayai hal itu'


__ADS_2