SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Bisakah?


__ADS_3

Anita Bukannya ingin menertawakan soalnya merenggang hubungan antara Papa dan Mamanya itu, hanya saja tidak ada salahnya kan kalau ingin secara tidak langsung menjabarkan kepada mereka tentang perasaannya saat ini?


Bagaimana tidak hubungannya dengan Kevin benar-benar harus berpisah hanya karena penolakan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya kepada pria itu, padahal pertanyaannya apa selama ini Anita pernah meminta sesuatu yang berlebihan kepada mereka atau pernah Anita melakukan kejahatan yang di luar sana yang membuat mereka berdua bersama malu?


kalau saja mereka paham dengan apa yang ia rasakan ya tentu Mereka tidak akan pernah meminta agar dirinya pisah dengan Kevin, kalau memang mencurigai Kevin sebagai anaknya Firman Ya sudah tinggal melakukan tes DNA saja dengan begitu bukti semua kan sudah jelas tidak terbantahkan lagi keabsahannya.


"aku kecewa dengan kalian sebagai orang tua, yang tidak pernah berjalan adil dengan anak sendiri yang tidak pernah mau mengindahkan apa yang anak sendiri inginkan! kalau memang permintaanku terlalu konyol dan juga tidak masuk akal Ya sudah tidak masalah aku bakalan memahami hal itu tanpa membantahnya lagi, tetapi pertanyaannya kekonyolannya itu letaknya ada di bagian mana karena yang aku inginkan hanyalah mempertahankan kebahagiaanku dan juga mempertahankan apa yang harus aku pertahankan di dalam kehidupanku! "tegas Anita ketika melihat Papa dan Mamanya itu sedang berdiam-diaman tidak berbicara sama sekali seolah-olah Ada hal penting yang sedang membuat pikiran mereka menjadi mumet.


Rossa dan juga Firman menoleh ke arah sumber suara dan melihat ada Anita yang berdiri bersedekap dada sambil menatap tak biasa ke arah mereka berdua, Jika ditanya perasaan mereka ketika anaknya bertanya seperti itu ya jawabannya otomatis kecewa dan juga merasa kesal serta tidak terima sama sekali.


kalaupun mungkin apapun yang diinginkan bisa menjadi sebuah kenyataan dia tidak masalah tetapi ini menyangkut yang namanya nostalgia yang masih tersisa, dan juga kehidupan rumah tangga kedua orang tuanya yang bisa dibilang harus dipertahankan.


Firman memberikan kode kepada Anita agar segera menghentikan segala macam kekonyolan yang sudah ia ciptakan barusan ini, karena takutnya jangan sampai nanti Rosa bakalan tersinggung dan akan memarahinya habis-habisan seperti kebiasaannya selama ini yang tidak pernah suka kalau ada yang mengatur hidupnya.


"kamu ini ngomong apa sih datang-datang Terus omong yang tidak jelas kepada orang tua sendiri seolah-olah tidak punya rasa hormat sama sekali, Memangnya ada yang salah kalau Papa sama Mama menolak keinginan kamu untuk menikah dengan pria itu soalnya ini semua Kan demi kebaikan kamu kan? "tanya Firman yang pura-pura marah padahal hanya ingin mengalihkan pemikiran semua orang yang ada di situ supaya maksudnya tidak boleh membahas sesuatu yang aneh-aneh lagi.


"ya aku memang tidak masalah untuk membahas sesuatu saat ini karena memang Antara Aku dan Kevin itu hubungan kami masih menggantung tidak jelas, jadi kalau misalnya aku hanya diam saja dan melihat kalian melakukan sesuatu untuk kehidupanku maka Jangan harap aku bakalan menonton karena ini ada sangkut pautnya dengan masa depanku! " tegas Anita terserah ketika orang tuanya mengatakan dirinya adalah anak durhaka yang penting intinya apa yang ia rasakan mengganjal di dalam pikirannya harus segera dikeluarkan tanpa tersisa.


"kamu bisa tidak sopan kepada orang tua sendiri? Memangnya kamu pikir kamu besar di dunia ini tidak ada yang mengurus kamu dan kamu sendiri yang mengatur kehidupan kamu selama ini, Jadi anak jangan terlalu keras kepala dan juga pembangkang jika belum bisa mencari makan sendiri dan juga belum bisa mandiri di luar sana! "sarkas Firman kasar yang terlihat hari ini lebih agresif membela istrinya sedangkan Rossa terlihat lebih santai dan juga tenang karena ia ingin melihat kira-kira sampai sejauh mana Firman menutupi kebusukannya selama ini hanya untuk mengalihkan pemikirannya dengan cara membantah apapun yang dikatakan oleh Anita.


Anita ingin sekali tertawa ketika melihat perubahan yang dilakukan oleh Papanya dalam waktu dekat ini sampai-sampai ia bahkan tidak mengenalinya, Padahal selama ini Ketika ada sesuatu hal yang tidak menyenangkan di hatinya pasti Firman adalah orang pertama yang bakalan membelanya kemudian menjaga perasaannya yang intinya adalah melakukan hal yang terbaik lah.


Namun sekarang yang ia lihat sangat berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada, Papanya itu terasa begitu menjauh bahkan seperti Tengah memasang tembok yang begitu tinggi hanya agar dirinya tidak terlalu berbicara kasar kepada Rossa yang jelas-jelas dari tadi tidak peduli dengan apapun yang dikatakan oleh anaknya itu.

__ADS_1


"besok kamu akan menikah dengan anak salah satu teman bisnisnya Mama di kantor tidak ada bantahan tidak ada yang namanya main minggat-minggat segala, kalau sampai kamu membantah maka Mama harap kamu bisa membayar biaya hidup yang sudah mama keluarkan dari kamu masih dalam perut sampai sudah sebesar ini! "setelah mengatakan hal itu Rossa pun memilih untuk masuk ke dalam kamar tidak peduli dengan perubahan mimik wajah dari Anita yang benar-benar merasa heran dan juga sangat terkejut dengan apa yang ia dengar barusan.


"Mama! Aku belum selesai bicara, Pokoknya kita harus meluruskan semua yang Mama katakan tadi sampai tuntas. "ujar Anita begitu kasar tetapi jangan lupakan kalau Rossa pun lebih kalah sadis daripada dirinya soalnya gambaran dan juga cerminan sikap dari wanita itu menurun dari Mamanya secara langsung tanpa embel-embel mengarah ke tempat lain dulu.


"Papa, bisa tidak ngomong sama Mama supaya dia Jangan melakukan hal gila seperti itu karena aku tidak mau? kalau sampai Papa tidak mau bicara sama mama Maka jangan kaget kalau aku bakalan pergi dari rumah ini dan tidak akan pernah kembali lagi, pokoknya aku bakalan pergi menyusul Kevin ke kampungnya Lalu setelah itu kami berdua bakalan kawin lari tidak peduli Mau dia ada hubungan apa dengan Papa! "setelah mengatakan hal itu Anita pun berlari menuju ke kamarnya untuk mengemasi semua barang-barangnya karena ia sangat tahu bagaimana sikap Rossa Ketika sudah mengatakan apa yang ia inginkan tidak mungkin bakalan mendapat bantahan sedikitpun.


"kamu tahu sendiri kan di rumah ini apapun yang Mama kamu perintahkan tidak ada yang mungkin bisa membantahnya sedikitpun, Jadi kalau memang dia menyuruh kamu menikah ya sudahlah lakukan saja seperti yang ia inginkan lagi yang tidak ada salahnya sama sekali kan?"tanya Firman kalau pergi menyusul istrinya meninggalkan Anita yang menatap tak percaya ke arah mereka berdua.


Anita mengacak rambutnya frustasi karena Percuma saja ia disuruh pulang ke tempat ini jika akhirnya mereka bahkan mempermainkannya seperti orang lain, kedua orang tuanya itu sangat berbeda daripada orang tua yang lain yang lebih mementingkan kebahagiaan anaknya.


"Aku benci kalian semua, Pokoknya intinya aku sangat membenci kalian sampai aku mati sekalipun!"Teriak Anita tetapi tidak dipedulikan oleh kedua orang tuanya sebab menurut mereka orang seperti Anita itu jadi biarkan maka lama-lama bakalan capek sendiri.


Rossa dan juga Firman berpikir kalau mereka meninggalkan Anita begitu saja pasti Anak itu tidak bakalan banyak bertingkah lagi, mereka tidak pernah berpikiran kalau anak itu bakalan minggat dari rumah sambil membawa semua barang-barang di tempat kecuali.


Laluu setelah itu Anita singgah di salah satu ATM bank swasta yang ada di tempat itu untuk menarik uang tunai sebanyak mungkin yang ia miliki, sebelum Rosa menyadarinya dan membekukan semua kartu ATM yang ia miliki lebih baik yang mewaspadai hal itu dari awal.


setelah itu ia pun pergi ke kampung tempat di mana yang dirinya tahu kalau Kevin dan juga Rani Tinggal di sana, sebab dirinya ingin bertemu dengan Kevin dan membahas soal masa depan mereka kalau memang harus menikah saat itu juga maka ia bakalan langsung melakukannya.


setelah menempuh perjalanan lebih dari 3 jam akhirnya sampailah di kampung Kevin yang sebenarnya belum terlalu jauh sih dari perkotaan, setelah mencari-cari akhirnya ia menemukan sebuah rumah yang bisa dibilang semi permanen tetapi tidak pernah direnovasi selama bertahun-tahun ya akhirnya bentuknya Tetap sama seperti itu.


Rani kebetulan baru pulang dari kebun menjadi tidak menyadari sebenarnya siapa tamu yang datang di depan rumahnya saat ini, maka dari itu ketika mendengar ketukan pintu Ia pun segera berlari keluar dan segera membukakan pintu lalu Betapa terkejutnya ketika melihat Siapa yang datang.


"loh Kamu kan Anita, yang merupakan anaknya mas Firman sama istri barunya kan? kenapa datang ke sini, bapak kamu juga ikutan kan mau bertemu dengan ibu di sini? "tanya Rani celingukan mencari kira-kira ada Firman tidak yang ikut dengan Anita sebab dengan begitu maka otomatis ia mengira bahwa pria itu sudah berubah pikiran dan akan menanggung biaya hidupnya Kevin.

__ADS_1


Anita memaksakan senyuman di wajahnya meskipun ada perasaan kecewa ketika melihat sambutan yang diberikan oleh Rani tidak sesuai dengan keinginannya, hanya saja mau bagaimana lagi karena diri sendiri yang datang ke tempat ini ya jadi setiap apa yang ia terima dan juga respon apa yang diberikan orang ya mau tidak mau harus menerimanya dengan lapang dada.


Rani bahkan sedikit menggeser tubuh Anita agar Jangan menghalangi jalannya Lalu setelah itu ia menoleh ke arah depan Berharap ada Firman yang telah menunggunya, Namun ternyata harapannya tidak sesuai dengan kenyataannya karena sepertinya Gadis itu datang sendirian tanpa membawa siapapun yang ikut serta dengannya.


"Yah, kamu kok datang ke sini sendirian tidak membawa Papa kamu? Padahal kamu tahu kan kalau saya itu lagi menunggu agar dia bisa segera menjauh kesini, soalnya Ada hal penting yang harus kami bahas tentang hubungannya dengan Kevin dan juga tentang bagaimana yang harus dia lakukan untuk masa depan anak itu! "terlihat wajah Rani begitu tidak bersahabat tetapi Percayalah Anita masih mencoba untuk tetap tenang kemudian tidak tersulut emosinya meskipun Percayalah ada rasa tidak suka.


"Maaf Tante apa Kevinnya ada di dalam? Soalnya saya ingin bertemu dengan dia kemudian membahas soal masa depan kami, jadi Apakah saya bisa bertemu dengan dia tidak terlalu lama kok sebentar saja! "bujuk Anita membuat Rani mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita itu karena menurutnya sangat aneh dan juga tidak masuk akal.


"Memangnya kamu ada keperluan apa ya mau bertemu dengan anak saya, Padahal Setahu saya kan hubungan kalian sudah berakhir kan tidak ada yang namanya lanjutan lagi? "tanya Rani penasaran tetapi Anita segera menggelengkan kepalanya.


"hubungan kami belum berakhir ku tante karena sampai sekarang belum ada kata putus yang keluar, jadi Bolehkah saya bertemu dengan dia Ya apapun konsekuensinya nanti saya bakalan menghadapinya sendirian Tapi tolong!" Bujuk Anita lagi tetapi Rani menggelengkan kepalanya.


"saya tidak pernah setuju kalau kamu menjalani hubungan dengan anak saya karena biar bagaimanapun kalian itu merupakan saudara, dan untuk pastinya dia sekarang sudah tidak ada di sini lagi dan juga mungkin bertahun-tahun lamanya dulu baru kembali Jadi tolong jangan mencarinya atau hanya membuang-buang waktu kamu percuma! " jelas Rani karena Biar bagaimanapun jika menyangkut soal Anita ia tidak akan pernah mengizinkan anaknya itu menjalin hubungan lagi sebab menurutnya Anita itulah yang sudah mengambil kasih sayang Firman sehingga tidak sepenuhnya peduli kepada keyakinan jelas-jelas merupakan darah daging dari pria itu sendiri.


grep


Anita rela sampai berlutut di hadapan Rani saat ini berharap agar wanita itu luluh dan mau memaafkannya serta mau menerima dirinya, Karena sejujurnya ia tidak ingin berpisah dari Kevin sampai kapanpun sebab Hatinya sudah terpaut dengan pria itu sampai-sampai tidak bisa berpaling kepada orang lain lagi.


"Tante saya mohon Tolong jangan pisahkan Saya dari Kevin karena saya tidak bisa hidup tanpa dia, kalau memang saya tidak menikah dengan dia maka Lebih baik saya mati saja! "lirih Anita sambil menangis sedangkan Rani hanya tertawa mengejek sebab menurutnya yang ia harapkan Firman datang eh malah anaknya yang datang mengemis cintanya Kevin.


"Memangnya kamu pikir dengan menangis saya bakalan kasihan dan akan mengijinkan hubungan anak saya dengan kamu berlanjut terus, lebih baik hentikan saja kegiatan kamu itu karena hanya saja membuang-buang tenaga sedangkan saya tidak ada niatan untuk melakukan hal itu! "usir Rani sambil menghempaskan tubuh wanita agar segera menjauh darinya karena jujur ia sedang merasa risih dengan wanita itu akibat pastinya merupakan darah daging dari Kevin yang selama ini sudah menolak kehadirannya dan juga anaknya.


"saya bakal melakukan apapun yang Tante inginkan Bila perlu nyawa saya taruhannya pun tidak masalah, yang penting intinya tolong Izinkan saya untuk bertemu dengan Kevin sekarang!"lirih Anita lagi dengan penuh permohonan.

__ADS_1


__ADS_2