
Silvia dan juga Hendra bukanlah sepasang suami istri yang bisa melihat jauh menembus ke dalam pikiran semua orang, apalagi dengan perkataan Rani yang menurut mereka sangat ambigu dan juga sangat tidak masuk akal karena baru datang dan tiba-tiba membahas sesuatu hal yang tidak jelas.
Rani tetap saja pada pendiriannya berpura-pura bersikap bahwa sebenarnya maksud dari tujuannya itu tidak ada yang salah sama sekali, maka dari itu Ia tetap berada di hadapannya Silvia dan juga Hendra dengan tatapan matanya yang menurut mereka berdua itu sangat menyebalkan karena terlalu percaya diri.
"kalau memang ingin membicarakan sesuatu ya sudah katakan saja, karena Kebetulan kami capek dari luar dan pulang kembali ke rumah itu untuk beristirahat bukan untuk mau melakukan hal yang aneh-aneh! akan tetapi saya sarankan lebih baik anda kembali saja soalnya saya tahu maksud dan tujuan anda untuk datang kemari , pasti ingin mengemis sesuatu kan seperti kebiasaan selama ini yang hobinya hanya menyusahkan hidup orang lain begitu juga yang terjadi kepada keluarganya Mahapatih kan? "tanya Hendra yang bukan tidak tahu tentang masalah yang terjadi antara Rani dan juga Firman hanya saja dirinya memilih untuk tidak ambil pusing.
Rani mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari Hendra tak ada seolah-olah memang pria itu tahu maksud dan tujuannya datang ke tempat ini, hanya saja kalau misalnya ia diam kemudian pulang tanpa Membawa Apapun Juga rasanya saya tidak masuk akal.
"kamu bicara apa sih dari tadi aku tidak paham sama sekali loh, aku datang ke sini itu tujuan lain bukan karena urusanku menyangkut keluarga Mahapatih! jadi jangan kamu mengalihkan topik pembicaraan hanya untuk membuat keluarga kalian baik-baik saja, pokoknya aku tidak akan pergi sebelum kita berbicara dan menjelaskan semuanya!" Rani benar-benar tidak akan pergi dari situ tanpa Membawa Apapun yang bisa membuat hidupnya berubah.
Silvia ingin sekali tertawa karena definisi orang yang mempermalukan diri demi harta benda Ya seperti Rani ini, tidak akan pergi sebelum mendapatkan sesuatu yang diinginkan meskipun dikata-katai dimaki seperti apapun tetap tidak bakalan pergi.
"kamu ceritanya mau mengemis di keluargaku, Terus menurut kamu kami bakalan memberikan kamu sepeser gitu? Ayolah hidup itu hanya sekali saja jadi bisa tidak jangan mempermalukan diri sendiri seperti itu, karena menurutku harga diri seorang wanita itu Ya seperti yang sedang aku lakukan sekarang ini bukan seperti kamu yang datang kemudian mengatakan sesuatu yang sangat tidak jelas! "sinis Silvia yang memang jika dalam posisi dirinya paling menang karena Rani itu tidak punya apa-apa yang bisa untuk dibanggakan.
Rani ingin tertawa mendengar kata-kata yang penuh keberanian dan juga percaya diri seperti yang telah dialami oleh Silvia ini, karena mungkin dalam posisi ya wanita itu lebih unggul karena menjadi istrinya Hendra yang jelas-jelas merupakan orang kaya Jadi wanita itu tidak perlu harus bekerja keras banting tulang kesana kemari hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
"kamu bangga ya sekarang menjadi Nyonya besar dari keluarga Baratayuda, tapi Seharusnya kamu sadar dulu posisi itu sebenarnya untukku dan suami kamu tidak bisa move on dariku?"tanya Rani Sambil tertawa mengejek dan bukannya membuat Silvia merasa tidak terima yang ada wanita itu ingin sekali menunjukan kepada dunia kalau sebenarnya Hendra itu bergantung loh kepada dirinya.
__ADS_1
Silvia bukanlah malaikat yang tidak bisa marah atau tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Rani tadi, hanya saja ia harus berusaha untuk tetap sadar dan juga waras jika tidak ingin terlihat sebagai seorang wanita yang tidak punya pendidikan.
Kalau orang model Rani hidup di dunia hanya untuk mencari masalah maka dirinya yang akan memilih untuk mencari jalan damai, soalnya hidup ini sudah ribet jangan menambah masalah lagi jika hanya ingin agar keinginannya bisa terpenuhi.
"Oh ya? Aku bingung kok bisa ya kamu sampai punya pemikiran seperti itu padahal jelas-jelas sekarang aku masih berstatus sebagai istri sah dari Mas Hendra , dan juga apa tadi kamu bilang dia belum move on dari kamu seperti yang kamu lihat selama ini? Wah terus Pertanyaan nya tuh disini kehadiran Adinda sebagai apa dong,hanya numpang lahir dari rahimku tanpa kehadiran sosok suami yang benar benar menerima kehadiranku, gitu?" Tanya Silvia sinis bahkan kali ini nada bicaranya sangat tidak bersahabat sama sekali karena sangat tersulut emosinya dengan ucapan yang hanya memikirkan diri sendiri dibandingkan orang lain.
Rani Dibuat mati kutu ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Silvia tadi, sejatinya memang dari dulu jika soal berdebat ya pasti ia akan kalah.
Hendra bahkan terlihat tidak ada niatan untuk menegur istrinya agar jangan memarahi Rani yang jelas-jelas merupakan wanita di masa lalu, pria itu sepertinya mendukung istrinya untuk menegur orang-orang yang tidak tahu diri yang bisa-bisanya mencari masalah di saat seperti begini.
"kamu ceritanya hanya diam saja mendengar jawaban yang aku berikan tadi, Memangnya Ke Mana keberanian kamu dari tadi ketika menghinaku terus? Aku pikir kamu itu wanita yang sudah menyiapkan segala sesuatunya atau kewaspadaan Ketika nanti ada orang yang menghina kamu, ternyata aku salah ya Soalnya kamu itu hanya ngomong doang tetapi tidak pernah dibarengi dengan yang namanya kerja keras, "sarkas Silvia begitu kasar kalau memang Memukul orang itu tidak ada undang-undang Percayalah kalau wanita yang ada di hadapannya Ini dari tadi pasti sudah mencium bogem mentah miliknya.
akan tetapi kalau misalnya dirinya terlihat lemah nantinya pasti Silvia bakalan tambah besar kepala, soalnya jika dibandingkan dengan kekuatan ya dirinya kalah telak Sebab di belakangnya Silvia ada suaminya yang otomatis selalu saja menjaganya kapanpun.
"sekarang katakan apa niatan kamu untuk datang ke sini, kalau memang hanya untuk mengganggu keluarga kami lebih baik kamu pergi saja karena memang benar-benar kamu betul di sini! kalau misalnya kamu memang tidak ada niatan untuk berubah ya sudah lebih baik tolong jangan pernah muncul dalam keluarga kami lagi, karena hidup kami itu sudah ribet tidak usah dibikin lebih ribet lagi nantinya hanya buat pusing saja! "Hendra dari tadi yang sudah memilih untuk diam rasa-rasanya sudah tidak bisa menahan lagi mulutnya untuk tidak berbicara karena menurutnya Wanita itu sudah sangat keterlaluan.
Rani menatap tak percaya ke arah Hendra yang menurutnya sudah sangat keterlaluan karena dari tadi diam dirinya pikir pria itu masih peduli padanya, ternyata dugaannya itu salah karena terbukti sekarang Hendra dengan Begitu teganya mengusir dirinya dari situ seolah-olah menolak kehadirannya dan tidak menganggapnya sama sekali.
__ADS_1
jika Hendra dari tadi diam Rani mungkin bakalan sedikit merasa tenang karena mengira bahwa pria itu sebenarnya masih peduli dengannya apa yang dipikirkannya itu, akan tetapi yang terjadi ini benar-benar tidak sesuai dengan kenyataan karena terbukti saat ini Hendra benar-benar ingin agar dirinya segera menjauh dari mereka.
"Mas kamu kok tega mengusirku dari sini, Memangnya letak kesalahanku itu ada di mana? Bukannya aku datang ke sini hanya menuntut sesuatu yang sudah kalian ambil, bukan malah memperlakukanku layaknya pengemis Padahal selama ini kan kalian sudah lalu menolak kehadiran anakku di tengah-tengah Kalian kan?"ujar Rani yang terlihat begitu emosi.
Silvia dan Hendra saling pandang karena merasa bahwa Rani itu terlalu mengada-ada, jika mereka memang mengambil sesuatu benda berharga miliknya Kevin sekarang pertanyaannya Memangnya mereka taruh benda itu di mana ?
Rani itu datang secara tiba-tiba kemudian menuntut serta menuduh mereka melakukan sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan, ya mungkin bisa dibilang mereka belum menyadari sepenuhnya maksud dan tujuan Rani untuk datang ke tempat itu.
"Tunggu dulu? Di sini itu yang kamu maksudkan mengambil sesuatu milik Kevin itu apa ya, perasaan anak kamu itu yang sebenarnya sudah mengganggu kehidupan anak kami selama ini tetapi kami tidak pernah loh pergi datang meminta sesuatu kepadanya? Jangan kamu menuduh sesuatu secara berlebihan dan memikirkan perasaan kamu sendiri, karena seharusnya yang bisa marah itu kami karena apa yang kamu lakukan dan juga anak melakukan itu benar-benar membuat hidup Adinda berantakan bahkan sekarang dia tidak bisa meneruskan kuliahnya? "jelas Silvia yang sudah merasa gemas bahkan bisa dibilang Habis sudah kesabarannya dari tadi karena sepertinya tidak ada yang mau menghargai keputusannya.
"lah memangnya apa urusanku dengan anakku kalau sampai anak kamu itu tidak melanjutkan kuliah, dia yang selama ini terlalu kurang ajar dan juga selama ini terlalu menuntut agar Kevin menerima hubungan mereka kan? ya kalau misalnya kalian menerima kehadiran anakku tidak mungkin mereka bakalan berpisah, mungkin sekarang mereka sudah menikah mengingat kalau mereka berdua kan sudah pernah tidur bersama!"jelas Rani yang terlihat tanpa beban sama sekali dengan apa yang diucapkan yaitu.
Deg
jantung Silvia dan Hendra terasa berhenti seketika ketika mendengar penjelasan dari wanita yang ada di hadapan mereka saat ini, selama ini mereka selalu berpikir kalau Rani tidak tahu apa-apa yang terjadi antara Kevin dan juga Adinda.
Ternyata apa yang mereka pikirkan salah sebab wanita itu terbukti datang Dengan mengatakan semuanya tanpa beban sama sekali, seolah-olah apa yang dilakukan oleh Kevin dan juga Adinda itu bukanlah sebuah perkara yang rumit dan bisa diselesaikan tanpa memakan waktu.
__ADS_1
"jadi kamu tahu apa yang dilakukan mereka berdua sebelumnya, dan kamu juga tahu apa yang terjadi dengan anakku seterusnya? Memangnya di mana perasaan kamu sampai-sampai harus diam saja dan saat ini kamu datang tanpa beban mengatakan semua itu, Ya Tuhan aku jadi bingung kok bisa ya ada orang seperti kalian di dunia ini? "Silvia benar-benar frustasi dengan segala yang ada di hadapannya saat ini.